17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40244

Ketua DPRD Sumut Dukung Penghapusan Bansos

Medan, Aktual.co — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Ajib Shah mendukung langkah Kementerian Dalam Negeri terkait rencana penghapusan dana bansos.
“Kita sangat mendukung kebijakan pemerintah soal itu (penghapusan dana bansos),” kata Ajib di Medan, Selasa (22/12).
Menurut Ajib, tahun-tahun sebelumnya penggunaan dana bansos banyak yang tidak tepat sasaran. Selain itu, ditemukan tidak adanya laporan pertanggungjawaban si penerima kepada SKPD teknis.
“SKPD harus aktif untuk mendesak penerima memberikan laporan penerimaannya. Karena selama ini terkesan belah jengkol dan bagi-bagi, kedepan harus ada perbaikan,” kata dia.
Diketahui, Kejaksaan Tinggi Sumut telah menetapkan sejumlah pejabat sejak perkara bansos di Sumut bergulir untuk anggaran Bansos tahun 2009, 2010 dan 2011. Sejumlah pejabat diantaranya, Kabiro Binkemsos Sakhira Zandi dan Kabiro Perekonomian Bangun Oloan Harahap

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: SPBU Asing Lebih Agresif Incar Konsumen Indonesia

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah perlu membuat regulasi khusus untuk membatasi pertumbuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum asing di Indonesia guna lebih mempercepat bisnis bahan bakar domestik, kata seorang ekonom.

“Kalau tidak dibuatkan regulasi khusus maka Petronas, British Petrolium (BP), atau Shell dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing lainnya akan menguasai pasar domestik, dibanding Pertamina,” kata ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Adiningsih di Yogyakarta, ditulis Selasa (23/12).

Menurut Sri Adiningsih, SPBU milik asing akan lebih agresif mengincar peluang pasar Indonesia seiring dengan adanya pengurangan subsidi BBM bersubsidi saat ini. Melalui kesempatan itu, kata dia, SPBU asing akan menawarkan harga yang lebih kompetitif serta pelayanan yang lebih maksimal.

“Jangan sampai pengurangan subsidi yang mengakibatkan kenaikan BBM justeru dimanfaatkan oleh asing,” kata guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini.

Dengan potensi itu, menurut Sri, pemerintah perlu mendorong PT Pertamina (persero) untuk meningkatkan daya saing, serta memberikan insentif bagi pengusaha ritel migas lokal atau SPBU agar mampu memberikan pelayanan lebih baik.

Hal itu, kata dia, penting diupayakan sebab pembatasan terhadap SPBU asing tidak akan maksimal dilakukan mengingat Undang-Undang (UU) Migas masih memberikan keleluasaan retail perusahaan migas asing itu berekspansi di dalam negeri. Apalagi, kata dia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 akan semakin mempersempit pembatasan itu.

“Pertamina perlu terus berbenah agar jangan sampai SPBU di daerah-daerah dikuasai asing,” kata dia.

Selain memperkuat SPBU lokal, pemerintah juga perlu menguatkan sektor usaha lokal lainnya. Hal itu guna mengurangi ketergantungan Indonesia dengan perekonomian asing.

“Sebab dengan kuatnya ketergantungan Indonesia dengan asing di bidang ekonomi, maka volatilitas rupiah akan terus-menerus tinggi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kejagung Fokuskan Penelusuran Gugaan Rekening ‘Gendut’ Gubernur Sultra

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memfokuskan penelusuran dugaan rekening gendut yang disinyalir milik Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Dalam upaya yang dibangun, Korps Adhyaksa itu melakukan penyelidikan hingga ke Hongkong.
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Suyadi mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun, Nur Alam diduga menerima sejumlah uang dari salah satu perusahaan Rich Corp. Meski begitu, Kejagung belum dapat membuktikan dugaan tersebut, lantaran perusahaan asing tersebut sudah tak beroperasi.
“Dari informasi terakhir, perusahaan di Hongkong itu sudah tidak beroperasi lagi. Di situ disebutkan bahwa ada pengiriman sejumlah dana masuk kepada NA dalam rekening. Kemudian uang tersebut masuk ke AXA Mandiri, lalu diasuransi kan,” kata Suyadi di Jakarta, Selasa (23/12).
Suyadi mengaku saat ini pihaknya terus berupaya mencari bukti-bukti pendukung lainnya itu. Apabila ditemukan bukti kuat, tidak menutup kemungkinan proses penyelidikan dapat ditingkatkan ke penyidikan. Baik dugaan tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Disitu nanti kita lihat. Apakah transaksi tersebut bisa menimbulkan predicate crime-nya (masalah pokok). Sejauh ini masih kita upayakan. Tim penyelidik tidak akan menyerah. Kita akan panggil beberapa pihak yang terkait guna mendapatkan fakta yang kemungkinan bisa mengerucut,” ujarnya.
Rich Corp International Limited merupakan perusahaan yang bergerak di usaha pertambangan dan berpusat di Hong Kong. Perusahaan ini diduga telah  mentransfer uang sebesar 4,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) ke rekening Nur Alam akhir tahun 2010.‎
Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung R Widyo Pramono mengaku, belum dapat memastikan kemungkinan peningkatan status penyelidikan ke penyidikan. Dia beralasan itu bagian dari rahasia (confidential).
“Selain Kejagung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) daerah juga ikut menangani dugaan rekening gendut, seperti yang dilaporkan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” kata Widyo di Kejagung, Senin (22/12) malam.
Meski begitu, Widyo memastikan, pihaknya bakal memanggil Nur Alam guna dimintai keterangan. “Semua akan ditindaklanjuti dengan baik. Tidak menutup kemungkinan akan kita tindaklanjuti kembali,” ujarnya.
Terkait tindaklanjut Nur Alam, Widyo mengatakan pihaknya tak ingin tergesa-gesa, lantaran semua proses masih dilakukan penyidik. Meski demikian, Widyo berjanji, Kejagung bakal membuat kejutan di awal Januari 2015.
“Tunggu saja. Semua masih dalam proses penyidik. Awal Januari akan ada status baru. Nanti Jaksa Agung yang akan mengukuhkan adanya status baru itu,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tiga kementerian ‘Rembuk’ Bahas Pemulangan 1.428 TKI di Malaysia

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak 707 dari 1.428 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia akan dipulangkan secepatnya sementara sisanya masih harus menyelesaikan verifikasi administratif sebelum dapat dipulangkan.
Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin malam untuk membahas pemulangan tersebut.
“Kita melakukan koordinasi untuk rencana pemulangan dalam dua hari kedepan. Koordinasi teknis bagaimana pemulangan dari Malaysia sampai ke daerah,” ujar Menaker usai pertemuan.
Rapat koordinasi itu juga dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, Kabareskrim Polri Komjen Suhardi Alius serta perwakilan dari Bappenas, TNI AU dan Kementerian Dalam Negeri.
Menlu Retno Marsudi mengatakan setelah dilakukan verifikasi terhadap 1.428 TKI ilegal yang berada di 16 lokasi depot tahanan imigrasi Malaysia, hanya 707 orang yang bisa dipulangkan segera.
“Hingga beberapa menit lalu, teman-teman di Kuala Lumpur masih melakukan verifikasi. Malam ini daftar lengkapnya baru akan dikirim dari Kuala Lumpur ke RI,” ujar Menlu.
Pemulangan akan dilakukan menggunakan armada pesawat dari TNI AU dalam dua gelombang yakni tanggal Selasa (23/12) dan Rabu (24/12) dari bandara Subang, Kuala Lumpur ke bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Sementara untuk sisanya yang belum bisa dipulangkan segera, Menaker mengaku belum bisa memastikan kapan dapat dipulangkan.
“Mereka kan berada di penjara imigrasi, setelah dilakukan verifikasi administrasi, ada diantara mereka yang memiliki masalah. Ini tidak bisa langsung dipulangkan, harus diselesaikan dulu masalahnya,” ujar Hanif.
Beberapa TKI itu disebut Menaker terlibat permasalahan hukum selain permasalahan administrasi baik menjadi tersangka atau menjadi saksi dalam kasus hukum.
“Yang bisa cepat dipulangkan adalah yang memiliki masalah administratif. Bagi yang memiliki masalah hukum harus menunggu kasusnya selesai dulu,” ujar Hanif.
Penyebab TKI ilegal itu ditahan pihak imigrasi Malaysia antara lain karena tidak memiliki permit atau izin kerja resmi, melebihi batas tinggal, melanggar aturan dokumen dan pemalsuan dokumen.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia telah menyepakati untuk bekerja sama mempercepat proses pemulangan TKI ilegal yang ditahan di depot-depot tahanan imigrasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah

Jakarta, Aktual.co — Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (23/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 20,73 poin atau 0,38 persen menjadi 5.145,94, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,98 poin (0,65 persen) ke level 888,85.

Dari 506 saham yang ada di BEI, 26 saham menguat, 7 saham melemah, dan 473 saham stagnan. Sembilan sektor semuanya serentak menguat. Sektor aneka industri memimpin kenaikan capai 1,14%, sedangkan sektor infrastruktur yang naik 0,07%.

Namun, untuk Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah sebesar 14 poin menjadi Rp12.455 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.441 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Espekape: Pertamina Belum Siap Jalankan Rekomendasi Tim RTKM

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe)  Binsar Effendi, apabila penghentian impor Ron 88 dilakukan saat ini, Pertamina mengakui belum siap dan diharapkan rekomendasi Tim RTKM berlaku secara bertahap. 
Sebab produksi kilang Pertamina untuk Ron 92 hanya 200 ribu barel per bulan dan Nafta lebih dari 3,5 juta barel per bulan. Nafta ini harganya murah sehingga harus di blending dengan Ron 92 atau lebih agar bisa menjadi Premium. 
Oleh karena itu, Pertamina masih mengimpor Ron 92 atau lebih untuk mengolah Nafta menjadi Premium.  “Ini fakta dan realitasnya yang ada selama ini”, cetusnya dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Selasa (23/12). Jika dikatakan bahwa kilang Pertamina bisa memproduksi BBM kadar Ron 92 dengan menambahkan Methyl Tertiary Butyl Ether (MTBE) yang harganya 70 persen dari harga HOMC pada Pertamax Off karena MTBE berguna untuk mengurangi kadar aromatic yang dihasilkan oleh kilang Pertamina saat ini, dan konon disebut Pertamina sedang menghitung berapa ongkosnya, 
“Ini juga masih perlu diuji coba, apakah benar demikian pada prakteknya dan Pertamina harus menyiapkannya melalui proses di TPPI (Trans Pacific Petrochemical Indotama) serta menyiapkan infrastruktur lainnya”, imbuh Binsar Effendi yang Komandan Gerakan Nasionalisasi Migas (GNM). Menurut Binsar Effendi lagi, jika TPPI sudah beroperasi penuh maka Pertamina bisa memproduksi lebih dari 5 juta barel per bulan untuk Ron 92. Tapi ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan, sehingga masih perlu impor Ron 92. 
Kebutuhan baru bisa diatasi jika RDMP (Refining Development Master Plan) dan kilang grass root refinery bisa beroperasi yang tentunya butuh waktu 4-6 tahun. 
Seharusnya juga dipikirkan kesiapan masyarakat pengguna sepeda motor dan angkutan umum seperti angkot dan mikrolet untuk tidak lagi menggunakan Premium dan langsung bisa membeli Pertamax. Terlebih bila tidak diberikan subsidi untuk Pertamax karena BBM yang bersubsidi itu hanyalah untuk bensin Premium, maka akan terjadi persaingan bebas antara Pertamina dan SPBU lainnya. 
“Disinilah Pertamina yang merupakan National Oil Company (NOC) kebanggaan bangsa, hanya meminta adanya persaingan yang adil. Keadilan dimaksud adalah terkait kewajiban Pertamina menanggung stok nasional,” papar Binsar. 
Pasalnya di negara lain ada entry barrier bagi pemain baru untuk bangun infrastruktur, dan turut menanggung stok nasional. Termasuk banyak kilang-kilang kecil yang masih produksi Ron 88, juga harus dipikirkan supaya mereka juga tidak tutup. 
“Itu juga terkait masalah tenaga kerja dan modal yang sudah ditanamkan kalau tiba-tiba Ron 88 dihilangkan”, demikian Binsar Effendi.
Seperti diketahui, Rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) terkait dengan kebijakan subsidi dan perhitungan harga patokan BBM yang disiarkan di Kementerian ESDM pada 21 Desember 2014, antara lain menghentikan impor Ron (Research Octane Number) 88 dan Gasoil 0,35 persen sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor Migas 92 dan Gasoil 0,25 persen sulfur dan mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin Ron 88 (Premium) menjadi bensin Ron 92 (Pertamax).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain