16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40254

Tak Dapat Anggaran Mobil Dinas, Djarot Minta Motor

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI tak akan menganggarkan pengadaan mobil dinas baru untuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.  Selain tidak dapat anggaran, mantan Walikota Blitar itu memang tidak mau mobil dinas. 
“Untuk Pak Djarot gak ada pengadaan baru, dia juga gak mau,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono, di Balai Kota DKI, Senin (22/12).
Yang dimaksud dengan tidak maunya Djarot, dijelaskan Heru, adalah si Wagub tak memaksakan merek mobil dinasnya. “Dia (Djarot) bilang, gak masalah mau mobil apa. Mau merek ‘Kijang’ atau merek apapun,” kata dia.
Ketimbang mobil mewah untuk kendaraan dinas, Djarot ternyata juga hanya minta kendaraan dinas berupa lima buah motor.  Yang katanya akan digunakan untuk ke kantor ataupun ‘blusukan’. 
“Pak Djarot bilang biar nggak kena macet,” tambahnya.
Meski Djarot terkesan tak berhasrat dapat mobil dinas, ternyata mobil Land Cruiser tetap disiapkan juga untuknya. Merek yang sama dengan jatah mobil untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Kata Heru, itu mobil cadangan kalau-kalau mobil Gubernur dan Wagub bermasalah. “Jadi mobil itu dipakai kalau ada mobil yang rusak atau apa.”
Sejak dilantik 17 Desember lalu, Djarot memang terkesan ingin menunjukkan kalau dia ingin meneruskan ‘gaya’ kerja Gubernur DKI sebelumnya Joko Widodo, di awal-awal. Yang gemar blusukan dan memilih kendaraan dinas sederhana. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kampanye Sayang Ibu, Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kehamilan

Jakarta, Aktual.co —  Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan kampanye Peduli Kesehatan Ibu sejak 21 April 2014 hingga Hari Ibu 22 Desember 2014, berhasil membangun kepedulian masyarakat terhadap kehamilan ibu.

“Kita melihat dari kampanye ini kita dapat membangun kepedulian masyarakat terhadap kehamilan. Kita banyak mendapatkan ‘feedback’ (umpan balik) terutama untuk perbaikan layanan kesehatan bagi ibu hamil,” ujar Anung dalam temu media di Jakarta, Senin (22/12).

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam kampanye itu adalah dengan melakukan pendampingan terhadap ibu hamil oleh para relawan. Sebanyak 1.000 ibu hamil di Jawa Timur mendapatkan pendampingan sejak hamil, melahirkan dan bahkan setelah melahirkan.

Anung mengungkapkan pendampingan tersebut berperan sangat besar terhadap kesehatan ibu dan bayi karena membuat ibu merasa tenang dengan adanya teman untuk bercerita, meyakinkan dan membuatnya merasa mantap selama menjalankan kehamilan.
 
“Tujuan akhir saya adalah agar semua ibu hamil memiliki pendamping, tapi ini belum bisa dilakukan memang. Tapi yang didampingi itu angka kematiannya tercatat nol, jadi memang kehadiran pendamping ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Kehamilan yang memiliki resiko tinggi adalah yang diprioritaskan untuk mendapatkan pendampingan meski kehamilan normal juga diharapkan dapat juga didampingi.

Penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) terus diupayakan oleh Kementerian Kesehatan terutama karena jumlahnya masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) pada tahun 2015.

Target MDG untuk Indonesia adalah untuk angka kematian ibu (AKI) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup namun pada tahun 2012 AKI masih tercatat tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 juga menunjukkan bahwa angka kematian bayi (AKB) sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup namun angka tersebut masih jauh dari target MDG pada 2015 sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup.

Meski demikian, Anung mengaku telah ada perbaikan dalam pelayanan kesehatan ibu yaitu dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, cakupan ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal telah meningkat dari 92,7 persen pada tahun 2010 menjadi 95,2 persen pada tahun 2013.

Cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan juga meningkat dari 79 persen pada tahun 2010 menjadi 86,9 persen pada tahun 2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Heru Sulaksono Divonis 9 tahun Penjara dan Denda 500 juta

Terdakwa dugaan korupsi pembangunan Dermaga Sabang Heru Sulaksono menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin (22/12/2014) malam. Tipikor memvonis Heru dengan kurungan 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kesal PLN Putus Aliran, Pemprov DKI Balas Retribusi Gardu

Jakarta, Aktual.co —Tak terima aliran listrik sejumlah gedung instansinya diputus Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pemprov DKI balik mengancam. Yakni akan menarik uang retribusi di pemasangan gardu listrik baru milik PLN di sejumlah lahan milik Pemprov DKI.
“Kalau dia (PLN) memohon sama saya dia mau pasang gardu untuk kepentingan umum ya saya akan tarik uang. Kantor walikota dan puskesmas aja yang untuk kepentingan umum mereka berani cabut tanpa ada toleransi,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI, Heru Budi Hartono, dengan nada kesal, di Balai Kota DKI, Senin (22/12).
Ditegaskannya, penarikan retribusi di tiap pemasangan gardu baru milik PLN akan dimulai tahun 2015. “Gardu baru aja, yang lama biar aja.”
Heru menyayangkan kebijakan PLN untuk memutus aliran listrik ke sejumlah gedung instansi pemprov DKI. Seharusnya PLN bisa memberi keringanan, karena gedung-gedung yang diputus aliran adalah gedung untuk pelayanan publik.
Lagipula, kata Heru, pihak Pemprov DKI pun sebelumnya sudah punya itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan. Yakni dengan mengirim surat ke PLN. Namun tidak ada tanggapan. 
Heru juga mengaku sudah meminta keringanan agar pembayaran bisa dilakukan di Januari mendatang. “Saya selaku BPKD mau percepat lah. Kita gak mau nunggak-nunggak karena anggaran gak cukup,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelayanan Publik, Dua SKPD Pemprov Sumut Dinilai Buruk

Medan, Aktual.co — Sebanyak dua Satuan Kerja Perangkat Daerah jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendapat status zona merah terkait pelayanan publik.
Status itu berdasarkan hasil penilaian Ombudsman Perwakilan Sumut terhadap 12 SKPD yang diobservasi terkait kepatuhan standar layanan publik.
“Dari 25 SKPD sebanyak 12 UPP/SKPD yang diobservasi, tujuh SKPD meraih zona hijau. Sedangkan empat SKPD masuk zona kuning dan dua SKPD masuk zona merah,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar, dikantor Gubernur Sumut, Senin (22/12).
Menurut dia, kriteria penilaian yang diberikan sesuai pasal 15 dan 21 undang-undang nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik diantaranya dasar hukum persyaratan, tarif, waktu, pasilitas, sarana dan prasarana, persyaratan layanan serta mekanisme dan prosedur lainnya.
“Jadi, kalau ditotal hingga saat ini sudah terdapat 8 SKPD yang masuk zona hijau di lingkungan Pemprovsu. Karena pada survei tahun 2013 sebelumnya, Rumah Sakit jiwa sudah masuk zona hijau tapi kali ini RS Jiwa turun jadi zona kuning,” kata Abyadi.
Dirincikan, dua SKPD yang masuk zona merah adalah Dinas Kesejahteraan dan Sosial serta Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan. 
Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dalam kesempatan itu menegaskan agar seluruh SKPD untuk terus tetap menjaga kualitas pelayanan publik seusia amanah UU Nomer 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.
Menurutnya, dari hasil penilaian Ombudsman itu menunjukkan ada yang masih membutuhkan adanya perbaikan. “Intinya agar mandset tentang pelayanan menjadi sikap dasar pejabat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Satpol PP DKI Siap Tangani Banjir

Jakarta, Aktual.co — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyatakan siap mengantisipasi dan menangani bencana banjir yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Ibukota pada Januari 2015 mendatang.
“Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), banjir akan melanda sejumlah wilayah di Kota Jakarta. Kita sudah siapkan semuanya dari sekarang,” kata Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (22/12).
Menurut dia, saat ini personel Satpol PP telah menguasai kemampuan Save and Rescue (SAR). Selain itu, para personel tersebut juga telah disebar secara merata di lima wilayah DKI Jakarta.
“Sebanyak 50 personel Satpol PP yang memiliki kemampuan SAR sudah kita sebar di lima wilayah. Kami akan siap siaga dan siap terlibat dalam penanggulangan banjir,” ujar Kukuh.
Dia menuturkan keahlian yang dimiliki oleh sejumlah personel terkait SAR tersebut, yakni kemampuan menyelam yang berguna apabila sewaktu-waktu ada korban yang hilang tenggelam saat terjadi banjir.
“Kalau ada korban banjir yang hilang tenggelam, maka kami siap mengerahkan para personel Satpol PP tersebut untuk melakukan pencarian,” tutur Kukuh.
Disamping kemampuan, dia mengungkapkan pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk melakukan evakuasi korban banjir, diantaranya sebanyak 50 perahu karet.
“Sebanyak 50 perahu karet itu kita sebar secara merata di lima wilayah Jakarta, dan sudah kita pastikan dalam kondisi siap untuk digunakan sewaktu-waktu banjir menggenangi pemukiman warga,” ungkap Kukuh.
Dia menambahkan Satpol PP DKI juga memiliki sebanyak 425 unit kendaraan yang dapat dioperasikan saat bencana itu melanda, diantaranya kendaraan untuk mendistribusikan bantuan dan logistik, untuk dijadikan sebagai dapur umum sekaligus posko.
“Untuk kendaraan logistik sudah kita tempatkan sekitar 15 sampai 20 unit di masing-masing wilayah. Sedangkan untuk kendaraan dapur umum kita tempatkan dua unit di setiap wilayah,” tambah Kukuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain