17 April 2026
Beranda blog Halaman 40262

Gelombang Tiga Meter, Kendala Tim Pencari QZ8501 Hari Ini

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi potensi hujan di lokasi pencarian korban dan pesawat AirAsia QZ8501, akan berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini, Senin (5/1).
“Gelombang laut 1,5-3 meter, cuaca di lokasi juga berpotensi hujan ringan hingga sedang,” kata Kabid Informasi Meteorologi Publik BMKG, Fahri Radjab.
Basarnas dan tim gabungan hingga hari kesembilan ini masih terus melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat AirAsia QZ8501. 
Hingga kini, Basarnas telah mengevakuasi 34 jenazah, dan 12 jenazah telah diidentifikasi tim DVI.

Artikel ini ditulis oleh:

‘Kantong Kering’, Pengangguran Nekat Curi Motor Teman

Jakarta, Aktual.co — Terdesak kebutuhan ekonomi, seorang pengangguran nekat curi motor teman.
Kiki (22) nekat mengambil motor kawannya, Dimas Ifan Andianto (20) saat tengah bermain playstation, di Kampung Salo, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (4/1). Kapolsek Kembangan, Kompol Sukatma menuturkan, berdalih pinjam motor untuk cari udara segar, pelaku justru membawa lari motor Satria FU merah 150 bernopol B 3879 BNJ milik Dimas ke kampungnya di daerah Rajeg, Tangerang. 
“Pelaku mendorong motor korban, dan mencari tukang kunci duplikat untuk membobok,” ujar Sukatma, Senin (5/1).
Pelaku sempat mengamankan motor curiannya di daerah Kedoya, Kebon Jeruk. Kaget motornya lenyap, korban lalu melapor ke Polsek Kembangan. Dari penelusuran, akhirnya motor ditemukan di kediaman pelaku di Rajeg, Tangerang. 
“Kami langsung ke kampung halaman pelaku, dan saat di cek di sana ada motor korban yang hendak dijual. Dia mengaku mengambil motor korban untuk keperluan sehari-hari karena pengangguran tidak punya uang,” ujar Sukatman.
Akibat perbuatannya, Kiki dijebloskan ke sel Polsek Kembangan dan dijerat Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Dari informasi yang dihimpun, sepanjang 2014, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merupakan salah satu tindak kriminal terbanyak di wilayah Jakarta Barat. Selain pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat).
Kapolresta Jakarta Barat, Kombes Fadil Imran mengatakan kasus curanmor merupakan kejahatan paling menonjol. Mencapai 102 kasus, menurun dibanding 2013, sekitar 194 kasus.
“Berdasarkan data yang dihimpun, trend kejahatan sepanjang  2014 menurun empat persen dari 2013. Tercatat, tahun ini sebanyak 3.018 laporan masuk ke pelayanan Polsek dan  Polres. Angka itu sedikit lebih kecil dibanding 2013 lalu, sebanyak 3.393 kasus,” kata Imran.

Artikel ini ditulis oleh:

‘Zionis’ Israel Tak akan Serahkan Tentaranya Diseret ke Pengadilan HAM

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netayahu menegaskan, bahwa dirinya tidak akan membiarkan prajuritnya diadili di depan pengadilan kejahatan Internasional terkait potensi tuduhan kejahatan perang.

“Kami tidak akan membiarkan tentara Israel Defence Forces (IDF)  diseret ke Mahkamah Kriminal Internasional di Den Haag Belanda,” kata Netanyahu, seperti dilansir AFP, Minggu (4/1).

Pernyataannya tersebut disampaikan setelah ‘zionis’ Israel membekukan transfer pemasukan pajak sebesar setengah miliar syikal (atau setara dengan 127 juta dolar AS, red) ke otoritas Palestina. Pembekuan itu sebagai hukuman menanggapi manuver Palestina yang dianggap membahayakan Israel.

“Pemerintah Otoritas Palestina telah memilih untuk mengambil sebuah jalan konfrontasi dengan Israel, dan kami tidak akan duduk santai,” tegas Netanyahu, seakan memperingatkan, seakan bersumpah melindungi para tentaranya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Korban Banjir di Makassar Membutuhkan Bantuan

Jakarta, Aktual.co — Ratusan korban banjir di Kompleks Veteran, jalan Swadaya, Makassar, saat ini membutuhkan bantuan logistik dari pihak terkait dan masyarakat.
“Kami kasian dengan bayi dan anak-anak, karena mereka menggigil dan menangis kedinginan,” kata Ketua LPM jalan Swadaya, Said, Senin (5/1).
Diketahui, sebanyak 169 jiwa warga jalan Swadaya, mengungsi karena tempat tinggalnya  direndam banjir. 
Dari data tersebut, ada 46 anak-anak dan enam bayi yang ikut mengungsi di Masjid At-Thoiba, Makassar.

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Benahi Drainase dan Jembatan

Jakarta, Aktual.co —Berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Kota Tangerang untuk antisipasi banjir di musim penghujan. Salah satunya, dengan membangun drainase sepanjang 6.500 meter di 2014 lalu. Selain itu, Pemkot juga melakukan pemeliharaan drainase sepanjang 149 ribu meter.
Upaya itu diharapkan bisa jadi salah satu upaya mengatasi banjir dan genangan di jalan saat hujan deras. 
“Pembangunan dan pemeliharaan drainase tersebut dilakukan secara merata di 13 kecamatan dan kembali dilanjutkan tahun 2015,” kata Kepala Bidang Drainase di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang, Dida, di Tangerang, Senin (5/1).
Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang juga melakukan pembangunan dan peningkatan jembatan. “Pembangunan jembatan sebagai bentuk pelayanan Pemkot kepada warga dalam mengatasi banjir dan macet yang kerap terjadi di wilayah tersebut,” tutur dia.
Seperti jembatan Maju Karya 2 di Jalan Sangego sepanjang 32 meter dengan lebar 11 meter yang menelan anggaran Rp2,6 miliar.
Adapun lainnya yakni jembatan kali irigasi Bayur sisi utara, jembatan Ahmad Dahlan Gondrong, jembatan Maulana Hasanudin.
Lalu Jembatan Bayur, pembangunan lanjutan jembatan kali Ledug, peningkatan jembatan Raden Saleh. Lanjutan pembangunan estetika jembatan Unis, lanjutan pembangunan estetika jembatan Lio Baru. Kemudian, peningkatan jembatan Rasuna Said dan Jembatan Sasmita.
Disampaikan Dida, pembangunan jembatan akan kembali dilakukan, mengingat kebutuhan masih dibutuhkannya jembatan di Kota Tangerang.
Mengenai pembangunan jembatan, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, bahkan mengaku pihaknya sudah merencanakan bangun jembatan di Jalan Teuku Umar dengan konsep modern.
Pembangunan jembatan ini untuk memecah kemacetan serta mempermudah akses masyarakat. Mengingat jumlah kendaraan yang terus bertambah di Kota Tangerang.
“Kita telah buat program untuk mengatasi kemacetan dengan membangun jembatan baru di lokasi yang padat lalu lintas kendaraan,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Dinilai Dapat Merusak Iklim Investasi dan Perekenomian Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan untuk tidak ‘suka’ menggembor-gemborkan kasus yang akan ditanganinya ke publik agar tidak terkesan mempolitisir suatu kasus.
Pasalnya, kasus yang digembar-gemborkan itu lebih sering tidak  berjalan, dan cara KPK seperti itu dapat merusak iklim investasi dan perekonomian Indonesia.
Hal itu menyusul pernyataan KPK yang tiba-tiba akan memprioritaskan kasus BLBI.
“Contoh yang paling nyata itu kasus BLBI. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba KPK mengangkat kembali hal itu. Memeriksa kembali orang-orang  yang dianggap tahu. Ada apa dengan KPK? Kasus ini kan secara hukum sebenarnya sudah selesai. Ada MSAA, ada release dan discharge dan ada surat keterangan lunas atau SKL. Semua sudah dipenuhi dan itu keputusan pemerintah saat itu. Untuk apa lagi diungkit-ungkit?,” kata
Pakar Hukum Ekonomi dari Universitas Indonesia, Erman Rajagukguk kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1).
Terlebih, sambung dia, jika KPK mengungkit kasus-kasus seperti BLBI hanya berdasarkan asumsi -asumsi saja. Bila memang KPK memiliki bukti-buktinya, menurut Erman hal ini seharusnya sudah bisa diselesaikan sejak lama.
“Ini diungkit lagi oleh KPK karena menurut KPK ada kongkalikong.Ini kan harus dibuktikan dan diteliti lebih dalam. Memasuki masyarakat ekonomi Asean tahun 2015 ini sangat diperlukan kepastian hukum, tanpa kepastian hukum, maka kita tidak akan bisa menghadapinya,” ujar dia.
“Sekarang bagaimana mau ada kepastian hukum, kalau yang diungkit itu lagi itu lagi. KPK saya harap tidak ikut-ikutan mempolitisir kasus,” tambahnya.
Sebab, Erman menilai, bila KPK selalu membuat hukum gonjang ganjing tanpa kepastian maka Indonesia sebagai negara akan dipertanyakan oleh negara-negara lain dan terutama para investor.
“Jangan selalu membangkitkan batang yang sudah terendam. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan KPK ketimbang selalu mengungkit-ungkit masa lalu. Lebih baik KPK fokus saja mencegah agar korupsi tidak  merajalela. KPK jangan jadikan hal lama hanya untuk menutupi ketidakmampuannya membongkar kasus-kasus baru. Mana janji KPK untuk membongkar mafia migas yang sampai saat ini masih belum tersentuh!,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain