15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40265

KSAD: Prajurit Terlibat Bentrokan Batam Menunggu Peradilan Militer

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menambahkan, ada dua peristiwa bentrokan yang terjadi di Batam.
Menurut dia, pada peristiwa bentrokan pertama di Batam, Panglima TNI dan Kapolri sudah membentuk tim investigasi gabungan. Di mana, ada indikasi dua anggota yang terlibat. Saat ini tinggal menunggu pengadilan militer.
“Saat itu juga Pangdam dan Danrem diganti. Semuanya tinggal tunggu persidangan,” tuturnya.
Pada peristiwa bentrokan kedua, pihaknya juga sudah melakukan penyidikan dan berkasnya sudah di oditur militer, saat ini tinggal menunggu proses peradilan militer.
“Bagi yang terindikasi melanggar disiplin ada 100 orang lebih, akan kita pindahkan ke wilayah Indonesia Timur. Saat ini komandan batalyon juga sudah diganti. Dan 570 personel sudah berada di Batujajar, Bandung untuk latihan raider,” ujar Gatot.
Dari peristiwa itu, kata dia, pihaknya melakukan evaluasi, ternyata ada sekitar 120 prajurit yang tinggal di luar dengan mengontrak rumah. Oleh karena itu, Mabes TNI AD akan membangun 120 rumah dan menyiapkan sarana-sarana lainnya.
“Diperkirakan pembangunan cepat 4 bulan, sehingga pada saat satuan kembali dari latihan raider pangkalan sudah siap dan tidak ada yang ditinggal di luar lagi,” tutur KSAD.

Artikel ini ditulis oleh:

KSAD: Prajurit Terlibat Bentrokan Batam Menunggu Peradilan Militer

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menambahkan, ada dua peristiwa bentrokan yang terjadi di Batam.
Menurut dia, pada peristiwa bentrokan pertama di Batam, Panglima TNI dan Kapolri sudah membentuk tim investigasi gabungan. Di mana, ada indikasi dua anggota yang terlibat. Saat ini tinggal menunggu pengadilan militer.
“Saat itu juga Pangdam dan Danrem diganti. Semuanya tinggal tunggu persidangan,” tuturnya.
Pada peristiwa bentrokan kedua, pihaknya juga sudah melakukan penyidikan dan berkasnya sudah di oditur militer, saat ini tinggal menunggu proses peradilan militer.
“Bagi yang terindikasi melanggar disiplin ada 100 orang lebih, akan kita pindahkan ke wilayah Indonesia Timur. Saat ini komandan batalyon juga sudah diganti. Dan 570 personel sudah berada di Batujajar, Bandung untuk latihan raider,” ujar Gatot.
Dari peristiwa itu, kata dia, pihaknya melakukan evaluasi, ternyata ada sekitar 120 prajurit yang tinggal di luar dengan mengontrak rumah. Oleh karena itu, Mabes TNI AD akan membangun 120 rumah dan menyiapkan sarana-sarana lainnya.
“Diperkirakan pembangunan cepat 4 bulan, sehingga pada saat satuan kembali dari latihan raider pangkalan sudah siap dan tidak ada yang ditinggal di luar lagi,” tutur KSAD.

Artikel ini ditulis oleh:

Panglima TNI: Disiplin Prajurit Makin Merosot

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengakui adanya kemerosotan disiplin dari para prajurit saat ini, oleh karena itu pihaknya akan meningkatkan peraturan militer dasar kepada setiap prajurit.
“Ini sedang kita garap bersama menjadi sebuah upaya yang serius dan sungguh-sungguh supaya penurunanan yang kita dan masyarakat rasakan bisa teratasi,” kata Panglima TNI disela-sela Rapim TNI 2015, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).
Panglima TNI mengatakan, meski terjadi kemorosotan disiplin prajurit, namun itu hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan prajurit.
“Namun, bagi kepala staf dan panglima TNI, penurunan prajurit sedikit pun tidak boleh terjadi,” ucap Panglima TNI, menegaskan.
Moeldoko menjelaskan indikator adanya kemerosotan disiplin itu adalah munculnya berbagai bentrok atau perkelahian, baik di antarsesama anggota TNI, masyarakat maupun dengan Polisi. Kasus bentrok di Batam antara aparat TNI dengan Polisi adalah contoh nyata yang bisa dilihat masyarakat.
“Itu sebagian kecil saja. Masih sangat banyak yang disiplin dan baik-baik,” tutur jenderal bintang empat kelahiran Kediri, Jatim ini.
Dia menegaskan terhadap fenomena tersebut diambil sejumlah langkah, seperti meningkatkan kesejahteraan. Kasus Batam adalah salah satu contoh karena rendahnya kesejahteraan di masyarakat.
“Memang ada sesuatu yang kurang di Batam. Nanti dilakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.
Langkah lainnya adalah menindak dan memroses secara tegas kepada mereka yang melanggar hukum. Langkah itu penting untuk mengembalikan kedisiplinan anggota.
Langkah lainnya adalah melakukan pembinaan kepada prajurit. Kepada para prajurit terus diingatkan dan ditegakkan aturan kedisiplinan. Khusus kasus Batam, langkah pembinaan berupa memindahkan sebagian prajurit ke tempat baru.
“Tujuannya agar tidak terus menjadi ‘virus’ kekacauan di tempat lama,” tukas Moeldoko.

Artikel ini ditulis oleh:

Panglima TNI: Disiplin Prajurit Makin Merosot

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengakui adanya kemerosotan disiplin dari para prajurit saat ini, oleh karena itu pihaknya akan meningkatkan peraturan militer dasar kepada setiap prajurit.
“Ini sedang kita garap bersama menjadi sebuah upaya yang serius dan sungguh-sungguh supaya penurunanan yang kita dan masyarakat rasakan bisa teratasi,” kata Panglima TNI disela-sela Rapim TNI 2015, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).
Panglima TNI mengatakan, meski terjadi kemorosotan disiplin prajurit, namun itu hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan prajurit.
“Namun, bagi kepala staf dan panglima TNI, penurunan prajurit sedikit pun tidak boleh terjadi,” ucap Panglima TNI, menegaskan.
Moeldoko menjelaskan indikator adanya kemerosotan disiplin itu adalah munculnya berbagai bentrok atau perkelahian, baik di antarsesama anggota TNI, masyarakat maupun dengan Polisi. Kasus bentrok di Batam antara aparat TNI dengan Polisi adalah contoh nyata yang bisa dilihat masyarakat.
“Itu sebagian kecil saja. Masih sangat banyak yang disiplin dan baik-baik,” tutur jenderal bintang empat kelahiran Kediri, Jatim ini.
Dia menegaskan terhadap fenomena tersebut diambil sejumlah langkah, seperti meningkatkan kesejahteraan. Kasus Batam adalah salah satu contoh karena rendahnya kesejahteraan di masyarakat.
“Memang ada sesuatu yang kurang di Batam. Nanti dilakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.
Langkah lainnya adalah menindak dan memroses secara tegas kepada mereka yang melanggar hukum. Langkah itu penting untuk mengembalikan kedisiplinan anggota.
Langkah lainnya adalah melakukan pembinaan kepada prajurit. Kepada para prajurit terus diingatkan dan ditegakkan aturan kedisiplinan. Khusus kasus Batam, langkah pembinaan berupa memindahkan sebagian prajurit ke tempat baru.
“Tujuannya agar tidak terus menjadi ‘virus’ kekacauan di tempat lama,” tukas Moeldoko.

Artikel ini ditulis oleh:

Tenggelamnya Kapal Oryong, Mabes Polri Terbangkan Tim DVI ke Korea

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan berangkatkan tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri ke Korea guna membantu identifikasi korban tenggelamnya kapal Oryong 501, di laut Bering, Rusia beberapa waktu lalu.
Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Polri, Kombes Agus Rianto mengatakan pada 26 Desember mendatang tim DVI Polri akan bertolak ke Korea guna membantu identifikasi korban kecelakaan kapal tersebut.
“Rencana tim DVI berangkat 26 Desember ke Busan dalam rangka identifikasi korban. Saat ini pencarian sudah dihentikan,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Agus menjelaskan, tim yang berangkat ada tiga orang, mereka ialah satu orang spesialis forensik, satu ahli DNA, dan satu ahli Daktiloskopi terkait fingerprint atau pengenalan sidik jari para korban.
“Rencana awak kan berangkat tanggal 18 Desember, tapi diundur jadi 26 Desember. Semula direncanakan jenazah akan tiba di Busan hari ini Tapi ada keterlambatan sehinggi tim kita juga mengundur,” ujar Agus.
Sebelumnya, tercatat ada 32 Warga Negara Indonesia menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di kapal Oryong. Khusus untuk korban WNI, sampai saat ini, korban WNI yang ditemukan ada 17 orang. Sementara 18 lainnya masih belum ditemukan. Dari 17 yang ditemukan, tiga orang selamat dan 14 lainnya meninggal dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pimpinan DPRD DKI Pakai Mobil Seharga Rp698 juta

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede mengatakan bahwa pimpinan Daerah Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI rencananya akan mendapatkan mobil dinas jenis sedan yakni Toyota Camry Hybride yang seharga Rp 698 juta. “Semua pimpinan akan mendapatkan mobil Toyota Camry Hybride,” katanya kepada wartawan, Senin (22/12).
Dikatakan Mangara kalau nantinya semua kendaraan untuk pimpinan tersebut akan langsung diberikan apabila surat tanda nomor kendaraannya telah keluar.
“Kami akan memberikan setelah Surat Tanda Kepemilikan Kendaraan (STNK) sudah keluar dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI,” katanya. 
Lebih lanjut Mangara mengungkapkan selain mendapatkan sedang mewah, khusus untuk ketua DPRD juga akan mendapatkan mobil jenis jeep.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain