17 April 2026
Beranda blog Halaman 40266

Didik Anak Belajar Sains dan Matematika dari Lingkungannya

Jakarta, Aktual.co — Para ahli pendidikan dari National Science Foundation menyatakan, “Anak-anak adalah matematikawan dan ilmuwan alami.”  Pernyataan dalam buku Helping Children Learn at Home, 1997 itu, didasari temuan bahwa rasa ingin tahu dan keinginan anak untuk mengeksplorasi dan bereksperimen sangat tinggi. 
Alhasil para ahli pun menemukan, bahwa anak pun ternyata bisa belajar matematika dan sains dari lingkungannya langsung.  Sehingga peran orangtua dalam mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan maupun dengan membantu anak menjelajahi serta menemukan alam, sangat membantu dalam membangun minat atas matematika dan sains. 
Berikut ini beberapa tip guna mengembangkan minat anak prasekolah atas matematika dan sains dengan belajar dari lingkungan sekitar anak.
1. Berjalan-jalan dengan anak. Luangkan waktu untuk berhenti di sepanjang jalan dan melihat hal-hal yang sering dilihat oleh anak-anak, seperti bunga, binatang, dan serangga. Bicarakan dengan anak tentang apa yang kita lihat dan bertanya apa yang dilihatnya.2. Menggambar bersama. Menggambar apa yang kita lihat, apakah itu di jalan, di tangga depan, di halaman belakang, atau dari jendela. Mintalah anak untuk menggambar tanaman, binatang, atau tempat favorit, kemudian minta ia bercerita tentang gambar itu.3. Mengubah gambar ke dalam sebuah cerita. Tuliskan apa yang anak gambarkan. Mintalah ia untuk membuat cerita tentang gambar, dan simpanlah sebagai karya seni.4. Dengarkan anak dan bertanya tentang apa yang dia lihat dan lakukan. Anak-anak perlu punya waktu setiap hari untuk memberitahu orang lain tentang apa yang mereka lihat atau apa yang mereka pikirkan.5. Pilih mainan yang membantu anak belajar. Anak-anak belajar tentang dunia terutama dengan bermain. Mereka membutuhkan mainan yang mendorong mereka untuk membayangkan dan mengeksplorasi. Mainan untuk anak pun tidak harus mahal, tetapi sederhana, aman, dan tahan lama. Mainan yang bisa dipilih antara lain:  > Bola. Karena dapat melambung, dilempar ke udara, rumput, atau jalan. Ini dapat membantu anak menjelaskan mana bola yang memantul tertinggi, mana yang terendah.  > Balok. Balok dapat membantu anak-anak belajar matematika dan sains, terutama tentang teknik dan geometri.  > Puzzle. Puzzle membantu anak-anak belajar untuk memecahkan masalah serta belajar tentang bentuk, ukuran, dan warna.  > Berkebun dengan anak. Sebuah taman dapat menjadi bahan pelajaran matematika dan sains. Misalnya, menentukan di mana tanaman yang akan mendapatkan sinar matahari, mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk membeli benih, dll.  > Membaca untuk anak. Membaca buku dengan suara keras setiap hari, atau melihat buku-buku bergambar dan berbicara tentang apa yang kita lihat.  > Pantau saat menonton televisi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang melakukan hal-hal lain selain menonton televisi biasanya lebih baik dalam matematika dan sains di sekolah.
Bagaimana? Mudah bukan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada, Perut Buncit Bisa Ancam Hidup

Jakarta, Aktual.co — Waspadalah jika perut Anda mulai terlihat buncit. Karena itu guna mengantisipasinya, biasakan untuk mengukur lingkar pinggang Anda. Sehingga Anda bisa cepat mengetahui apakah perut Anda sudah  berada di tahap obesitas yang membahayakan. 
Cara mengukur lingkar pinggang yang tepat adalah dimulai dari atas tulang pinggul Anda. Bila Anda wanita, lingkar pinggang Anda tidak boleh lebih dari 80 cm. Sebaliknya lingkar pinggang pria pun jangan melebihi 90 cm. 
Pabila lingkar pinggang Anda telah melebihi angka ukuran 80 dan 90 itu, Anda harus waspada. Karena lemak di area perut lebih berbahaya dibandingkan lemak di area panggul dan paha.   Lemak di area perut yang disebut lemak visceral ini bisa menimbulkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, maupun gangguan pada metabolisme.
Yang perlu disadari sebab musabab ukuran lingkar pinggang itu bisa melebihi batas normal, adalah gaya hidup yang tidak sehat. Contoh, terbiasa mengonsumsi makanan berlemak dan jarang olahraga.  Penumpukan lemak di daerah perut juga bisa akibat metabolisme tubuh yang terganggu.
Cara mengatasinya adalah mengatur supaya berat badan tetap ideal dan menghilangkan tumpukan lemak di sekitar pinggang.  Antara lin dengan: 1. Mulailah mengatur pola makan dengan mengurangi asupan karbohidrat (termasuk nasi, mi, dan pasta).2. Perbanyak mengonsumsi serat dari buah dan sayuran.
3. Olahraga teratur, setidaknya 30 menit per hari. 
4. Tidur malam yang cukup dan minum banyak air putih.
Bila Anda ingin mencoba jalan pintas seperti diet instan, pikirkan kembali pilihan ini. Pasalnya, Anda bisa cepat kurus, tapi Anda pun dapat lebih cepat gemuk. Bahkan, lebih gemuk dibandingkan sebelumnya. Inilah yang dinamakan efek yoyo.Contoh, penggunaan obat pelangsing atau sengaja melewatkan jadwal makan. Cara ini juga akan membuat Anda mudah sakit. Karena, penurunan berat badan yang ideal harus terjadi secara perlahan-lahan.
“Lambung secara alami memproduksi asam yang berfungsi melumatkan makanan yang masuk. Tujuannya untuk meringankan kerja usus dan agar makanan lebih mudah dicerna. Asam lambung akan melukai lambung bila tidak ada makanan yang masuk untuk dicerna,” jelas dr. Witri Rahmania.

Artikel ini ditulis oleh:

Penelitian Temukan Kedekatan Ayah, Tentukan Sukses Anak

Jakarta, Aktual.co —  Studi terbaru oleh Father Involvement Research Alliace menemukan petunjuk bahwa emosi bayi yang dekat dengan ayah cenderung stabil. Bahkan, malah lebih percaya diri saat bayi itu tumbuh dewasa. 
Tidak heran, jika anak yang dekat dengan ayahnya itu juga menjadi lebih bersemangat mengeksplorasi potensi dirinya di alam merealisasikan ide maupun impian mereka. 
Hal ini terlihat pula dalam lingkungan pergaulan, anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih mudah bersosialisasi dan punya banyak teman, karena dia dianggap menyenangkan.
Sebuah studi yang lain juga menunjukkan kedekatan ayah pada anak memang terbukti bisa mendongkrak kecerdasan dan kesuksesan anak pada masa depan.
Ratusan penelitian dalam empat dasawarsa terakhir menemukan, ayah yang ikut membantu ibu mengasuh, menjaga, dan membesarkan anak, terbukti memiliki pengaruh kuat atas prestasi sekolah anak. 
Begitu pula kehadiran ayah, ternyata menentukan pula perkembangan kepribadian dan watak anak. Khususnya dalam lingkungan sosial.
Alhasil dalam mengasuh anak agar berperilaku baik dan berprestasi, bukan cuma perlu peran dan waktu dari ibu. Karna pengaruh sosok figur dari seorang ayah dalam membimbing anak merupakan kunci utama yang menentukan dalam fase tumbuh kembang anak. 
Fakta lain yang perlu dipertimbangkan oleh para ayah agar selalu berusaha lebih dekat lagi dengan buah hatinya, adalah temuan fakta bahwa anak usia tiga tahun yang memiliki hubungan baik dan hangat dengan ayahnya, ternyata memiliki IQ lebih tinggi dan lebih memiliki kemampuan memecahkan masalah dibandingkan teman sebayanya.
Karna itu seburuk apapun hubungan dalam rumah tangga antar lelaki sebagai suami dan perempuan sebagai istrinya, namun hubungan mereka berdua dengan anak-anaknya sebagai orang tua, tetap harus diupayakan tidak merusak peran ayah maupun peran ibu. Sebab anak memang tidak pernah bisa memilih ikut ayah atau ikut ibu saja.   

Artikel ini ditulis oleh:

Mesjid Buton Punya Pusena Menuju Mekah

Jakarta, Aktual.co —  Masjid Agung Keraton Buton yang dikenal sebagai Masjid Agung Wolio ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. 
Secara sepintas, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini terlihat biasa saja. Berbentuk persegi panjang, dengan arsitektur sederhana. Jauh kalah megah dengan Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) di Depok yang berbentuk bangunan megah.
Namun masjid yang pernah dipugar semasa Sultan Buton ke-37 pada th. 1930 ini mempunyai keunikan tersendiri. Bukan sekedar 12 pintu di ke empat sisi dan 12 jendela di bagian atas, yang sama dengan jumlah pintu di Benteng Wolio. Tetapi, terutama sekali keberadaan suatu lubang di dalam mesjid ini.
Dari luar, tampak masjid ini biasa saja. Namun begitu kita melangkah masuk, ternyata ada lubang yang berada tepat di belakang mihrab. Ternyata lubang itu dipercaya sebagai pusena (pusat bumi). 
“Subhanallah”. Seperti ditulis dalam website resmi Pariwisata Indonesia, dari pusena di dalam Masjid Agung Kraton Buton ini konon kerap terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. 
Para tetua warga di sekitar Masjid meyakini bila sisa kompleks Kesultanan Buton ini berada tepat di atas pusat bumi. Sehingga lubang pusena yang ada di dalam masjid ini pun dipercayai sebagai gua bawah tanah, yang dapat segera ” Menuju ke Mekkah “. 
Di samping itu, lubang pusena “Pintu Mekkah” ini pun punya kisah mitos lain. Karena bila melongok ke lubang pusena, konon kita dapat melhat orang tua atau kerabat yang telah lebih dulu meninggal menghadap Sang Khalik. 
Karena keunikannya itulah, Masjid Agung Keraton Buton kini menjadi salah satu tujuan utama dari wisata ziarah. Jika berkesempatan ke Sulawesi Tenggara, upayakan juga singgah ke Kota Bau-bau, Pulau Buton untuk bisa shalat di masjid unik ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Surabaya dan Kedutaan Setuju Terbangkan Langsung Jenazah WNA

Surabaya, Aktual.co — Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan beberapa kedutaan negara asing guna mempermudah pemakaman WNA korban musibah pesawat Air Asia QZ 8501.
Walikota Surabaya Tri Risma Harini, telah memerintahkan Dinas Kesehatan segera menerbitkan keterangan tak mengandung penyakit berbahaya tertentu, agar semua jenazah WNA bisa diterbangkan ke luar negeri.
Untuk itu, Pemkot sudah menghubungi beberapa duta besar. Di antaranya bertemu dengan kedutaan Korea. Lalu, keluarga korban warganegara Inggris yang meminta dimakamkan di Singapura. Risma juga telah menemui pihak Singapura. 
Sayang hingga Minggu malam ini, Risma belum berhasil bertemu dengan staf kedutaan Malaysia, padahal ada warganegara Malaysia yang juga menjadi korban musibah pesawat tersebut.
Semula seluruh jenazah WNA akan disemayamkan dulu di persemayaman Adijasa, Jalan Demak, Surabaya. Namun, guna efisiensi waktu, rencana itu dibatalkan. Apalagi, “Jika bisa diterbangkan langsung, selain menghemat biaya, juga menghemat waktu serta pekerjaan.” Ujar Risma (4/1).
Opsi diterbangkan langsung itu bisa ditempuh, apabila jenasah itu telah bisa diidentifikasi. Namun sampai detik ini, belum terbetik kabar ada jenazah beridentitas WNA yang ditemukan.
Hal itu juga terjadi atas korban Romy Amanuel, warga negara Prancis, copilot Air Asia, karena keluarganya belum memberikan data ke DVI akibat  tidak bisa ke Indonesia. Untuk itu Tim DVI Polri akan bekerjasama dengan interpol untuk mengambil data keluarga almarhum di Prancis. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bupati Purwakarta Diminta Cabut Larangan PKL Berjaja di Sekolah

Jakarta, Aktual.co —  Sekitar 4.000 Pedagang Kaki Lima (PKL) kesulitan memenuhi mata pencarian di Kab. Purwakarta, Jawa Barat, akibat dilarang berjualan di sekolah. 
Pelarangan oleh Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi sejak Maret 2014 itu terkuak dalam Seminar “Kesiapan Indonesia Menghadapi MEA 2015” di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muttaqin Purwakarta, pada Minggu 4 Januari 2015.
Keluhan ribuan PKL tersebut disampaikan kepada narasumber dr. Ali Mahsun, M. Biomed, Ketua Umum DPP APKLI dan Dendri Mufti Agustian Ketua Komisi IV DPRD Kab. Purwakarta
Dihadapan 200 mahasiswa dan civitas akademika STAI Muttaqin Purwakarta, Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed menilai ketentuan yang melarang PKL berjaja di sekolah itu tidak tepat. Bahkan, bertentangan dengan Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. 
APKLI berharap ketentuan yang diskriminatif ini  segera dicabut karena terbukti mempersulit  ribuan PKL menafkahi keluarganya. Padahal PKL sebagai warga negara memiliki hak ekonomi, dan hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak yang dilindungi Pancasila dan UUD 1945. 
Sehingga, yang harus dilakukan Pemkab seharusnya menata dan memberdayakan PKL. Apalagi PKL bagian tak terpisahkan dari tata perekonomian, budaya dan pariwisata daerah dan nasional. 
“Seperti yang saya saksikan sendiri di Pasar Minggu Purwakarta hari ini, ribuan PKL di sepanjang 1,5 KM Jalan Baru, Purwakarta menjadi turbin ekonomi dan wisata belanja masyarakat,” jelas Ali, Dokter Ahli Kekebalan Tubuh asal  Mojokerto, Jawa Timur ini.
APKLI menilai tidak elok dan bukan zamannya lagi menata PKL dengan menggunakan Perda Ketertiban Umum. Di samping menstigma negatif PKL, perda semacam itu mudah memicu tidakan represif aparat Polisi Pamong Praja sehinga sering menimbulkan konflik dan kekerasan fisik. Bahkan tidak jarang menyebabkan jatuh korban sebagaimana dialami PKL Monas Jakarta pada Malam Tahun baru 2014. 
“Asal dimanusiakan PKL mudah ditata dan diberdayakan. Ajak mereka dialog dan komunikasi tentukan nasib dan masa depannya. Jangan sekali-kali gunakan kekerasan karena hal tersebut soal kebutuhan perut rakyat,” kata Ketua APKLI ini.
Karena itu, dengan dalih apapun, penggusuran PKL jelas melanggar Pancasila, UUD 1945 dan Perpres RI 125/2012. Untuk itu, APKLI berharap DPRD Kab. Purwakarta berinisiatif mengusulkan Raperda Penataan dan Pembedayaan PKL agar ada kepastian hukum usaha PKL di Purwakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain