15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40269

Hari Ibu, Okky: Momentum Perbaiki Kualitas Ibu di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember ini, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintahan Joko Widodo untuk memastikan kualitas ibu di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, dari Fraksi PPP, Okky Asokawati, mengatakan, target Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 semestinya dapat terlaksana dengan baik di pemerintahan Jokowi.

“Target penurunan angka kematian anak yang ditargetkan mengurangi 2/3 rasio kematian anak balita serta meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi 2/3 rasio kematian ibu. Pemerintahan Jokowi harus memastikan target MDGs pada 2015 harus tercapai dengan baik,” jelas Okky, dalam surat elektroniknya, pada Senin (22/12)

MDGs juga mendorong adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kata Okky, hal ini harus diterjemahkan dengan baik oleh pemerintahan Jokowi.

“Gagasan pengurangan jam kerja oleh pemerintahan Jokowi untuk kaum perempuan tampak memang memihak pada kaum ibu. Namun, diam-diam ide tersebut memukul mundur praktek keseteraan gender.

Yang dikesankan, menurutnya, dalam urusan mendidik anak adalah hanya menjadi tanggungjawab ibu.

“Saya sarankan, jika ada niat memberi previlige kepada perempuan, lebih baik pemerintah menambah alokasi cuti kepada perempuan. Bukan mengurangi jam kerja yang justru akan menutup peluang bago para ibu profesional menduduki posisi yang setara dengan para laki-laki di tempat kerja,” katanya lagi.

Kemudian, lanjutnya, bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia pada tahun 2020-2030 harus dari sekarang dipersiapkan oleh pemerintah.

“Salah satu cara untuk memastikan bonus demografi dengan memastikan kesehatan para ibu. Peran ibu dalam menyiapkan generasi ke depan memiliki peran yang sangat vital. Ancaman bonus demografi seperti HIV/AIDS, Narkoba dan Miras harus diantisipasi serius oleh pemerintah,” urainya kembali.

Terakhir, amanat konstitusi dalam menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kenyataanya, kaum perempuan justru paling banyak menjadi korban. Ia memberikan contoh, misalnya, menimpa Asisten Rumah Tangga (ART), Tenaga Kerja Wanita (TKW) hingga praktek kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Fakta di lapangan ini harus menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ibu, Okky: Momentum Perbaiki Kualitas Ibu di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Peringatan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember ini, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintahan Joko Widodo untuk memastikan kualitas ibu di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, dari Fraksi PPP, Okky Asokawati, mengatakan, target Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 semestinya dapat terlaksana dengan baik di pemerintahan Jokowi.

“Target penurunan angka kematian anak yang ditargetkan mengurangi 2/3 rasio kematian anak balita serta meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi 2/3 rasio kematian ibu. Pemerintahan Jokowi harus memastikan target MDGs pada 2015 harus tercapai dengan baik,” jelas Okky, dalam surat elektroniknya, pada Senin (22/12)

MDGs juga mendorong adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kata Okky, hal ini harus diterjemahkan dengan baik oleh pemerintahan Jokowi.

“Gagasan pengurangan jam kerja oleh pemerintahan Jokowi untuk kaum perempuan tampak memang memihak pada kaum ibu. Namun, diam-diam ide tersebut memukul mundur praktek keseteraan gender.

Yang dikesankan, menurutnya, dalam urusan mendidik anak adalah hanya menjadi tanggungjawab ibu.

“Saya sarankan, jika ada niat memberi previlige kepada perempuan, lebih baik pemerintah menambah alokasi cuti kepada perempuan. Bukan mengurangi jam kerja yang justru akan menutup peluang bago para ibu profesional menduduki posisi yang setara dengan para laki-laki di tempat kerja,” katanya lagi.

Kemudian, lanjutnya, bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia pada tahun 2020-2030 harus dari sekarang dipersiapkan oleh pemerintah.

“Salah satu cara untuk memastikan bonus demografi dengan memastikan kesehatan para ibu. Peran ibu dalam menyiapkan generasi ke depan memiliki peran yang sangat vital. Ancaman bonus demografi seperti HIV/AIDS, Narkoba dan Miras harus diantisipasi serius oleh pemerintah,” urainya kembali.

Terakhir, amanat konstitusi dalam menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kenyataanya, kaum perempuan justru paling banyak menjadi korban. Ia memberikan contoh, misalnya, menimpa Asisten Rumah Tangga (ART), Tenaga Kerja Wanita (TKW) hingga praktek kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Fakta di lapangan ini harus menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Larangan Motor, DPRD DKI: Pemprov DKI Merugikan Pengguna Motor

Jakarta, Aktual.co — Pelarangan kendaraan roda yang melintas di jalan Thamrin hingga Medan Merdeka Barat dianggap hanya mementingkan golongan dan merugikan sejumlah kalangan.
Menurut Syarief anggota DPRD DKI Komisi A bahwa perencanaan pemerintah dalam membuat kebijakan tersebut dapat merugikan penguna motor, khususnya perusahaan ekpedisi yang menggunakan motor. 
”Pemprov sudah menghitung belum kerugian bagi pengguna motor, sebanding enggak kerugian itu dengan outpunya,” kata Syarif di Jakarta, Senin (22/12).
Di sisi lain, Syarif mengingatkan kebijakan ini sangat lemah secara hukum, lantaran hanya diatur dalam peraturan gubernur (Pergub), bukan peraturan daerah (Perda). Sehingga, bila kelak mendapat respon keras dari warga, maka DPRD sambung Syarief akan mebuat Pansus. 
“Kalau dipandang perlu, kami undang (pengendara motor), kami Pansuskan, pengendara motor berbicara bersama Pemda,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Larangan Motor, DPRD DKI: Pemprov DKI Merugikan Pengguna Motor

Jakarta, Aktual.co — Pelarangan kendaraan roda yang melintas di jalan Thamrin hingga Medan Merdeka Barat dianggap hanya mementingkan golongan dan merugikan sejumlah kalangan.
Menurut Syarief anggota DPRD DKI Komisi A bahwa perencanaan pemerintah dalam membuat kebijakan tersebut dapat merugikan penguna motor, khususnya perusahaan ekpedisi yang menggunakan motor. 
”Pemprov sudah menghitung belum kerugian bagi pengguna motor, sebanding enggak kerugian itu dengan outpunya,” kata Syarif di Jakarta, Senin (22/12).
Di sisi lain, Syarif mengingatkan kebijakan ini sangat lemah secara hukum, lantaran hanya diatur dalam peraturan gubernur (Pergub), bukan peraturan daerah (Perda). Sehingga, bila kelak mendapat respon keras dari warga, maka DPRD sambung Syarief akan mebuat Pansus. 
“Kalau dipandang perlu, kami undang (pengendara motor), kami Pansuskan, pengendara motor berbicara bersama Pemda,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jalan MH Thamrin Macet, Larangan Melintas Sepeda Motor Tidak Efektif

Suasana kemacetan kendaraan roda empat memadati jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2014). Kebijakan larangan pengendara motor melintasi jalur protokol di ibukota seperti jalan MH Thamrin hingga jalan Medan Merdeka, tidak akan efektif. Seharusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mendiagnosa terlebih dahulu, apakah benar bahwasanya kendaraan roda dua menjadi penyebab kemacetan di ibu kota. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Libur Akhir Tahun, Ini Titik Macet di Kota Bandung

Bandung, Aktual.co — Polrestabes Bandung memprediksi 15 titik kemacetan di Kota Bandung selama masa libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 yang tersebar di wilayah Barat, Tengah dan Timur.
Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Dhafi mengatakan, kepadatan kendaraan terjadi karena volume kendaraan yang meningkat saat liburan. Hal ini empat kali lebih banyak dibandingkan saat hari libur biasa.
“Kita perkirakan empat kali lebih banyak kendaraan yang masuk ke Bandung. Kemacetan akan terjadi karena peningkatan kendaraan,” katanya, Senin (22/12).
Dhafi menuturkan, untuk kawasan Bandung Barat kemacetan terjadi karena banyaknya Factory Outlet dan juga pintu masuk wisatawan yaitu Gerbang Tol Pasteur serta akses jalan menuju Lembang dan Ciater. Untuk di Bandung Tengah merupakan pusat kuliner dan belanja, serta Bandung Timur akses menuju luar kota.
“Kita telah menyiapkan beberapa rekayasa jalan tergantung situasi nanti. Kita juga siapkan pagar betis bila kemacetan terjadi,” ucapnya.
Berikut ruas jalan di Bandung yang berpontesi mengalami kemacetan pada libur Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 :
Untuk Wilayah Bandung Barat diprediksi terjadi di Jalan Surya Sumantri – Dr. Djunjunan (Pasteur), Jalan Sukajadi (PVJ), Jalan Setiabudhi, Jalan Geger Kalong, Jalan Cipaganti dan Jalan Cihampelas.
Untuk wilayah Tengah kemacetan diprediksi tejadi di Jalan Ir. Djuanda (Dago), Jalan Riau dan Jalan Marthadinata, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Moh. Toha, Jalan Ahmad Yani (Kosambi), Jalan Asia Afrika. Sedangkan untuk wilayah timur, kemacetan diprediksi terjadi di Jalan Ahmad Yani (Terminal Cicaheum hingga Bunderan Cibiru).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain