15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40270

RON 88 Dihapus, Berikut Tanggapan Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah untuk menginstruksikan Pertamina menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 di pasaran dan menggantinya dengan BBM RON 92.
Menanggapi hal itu, pihak Pertamina mengaku siap jika memang Pemerintah menyetujui rekomendasi RTKM tersebut.
“Itu kan rekomendasi ke pemerintah, kalau pemerintah menerima maka ya kita mendukung saja,” kata Direktur Marketing and Trading Pertamina Ahmad Bambang melalui pesan singkatnya kepada Aktual.co, Jakarta, Senin (22/12).
Menurutnya, Pertamina tidak akan siap jika saat ini BBM Ron 88 (Premium) langsung dihentikan. Pertamina akan siap apabila hal itu diterapkan secara bertahap.
“Kalau saat ini Premium langsung dihentikan, memang belum siap, makanya rekomendasi RTKM Setahu saya secara bertahap,” ujarnya.
Perlu diketahui, lanjutnya, bahwa saat ini produksi kilang Pertamina untuk RON 92 hanya 200.000 barel per bulan sedangkan Naphta lebih dari 3,5 juta barel per bulan. “Naphta ini harganya murah sehingga harus diblending dengan RON 92 atau lebih agar bisa menjadi Premium. Oleh karena itu, Pertamina masih Impor RON 92 atau lebih untuk menjadikan Naphta tersebut menjadi premium”.
“Jika RON 88 dihapus, maka Pertamina harus mengolah lagi Naphta tersebut agar menjadi RON 92 bahkan lebih. Inilah yang disiapkan Pertamina melalui proses di TPPI serta menyiapkan infrastruktur lainnya (tangki & kapalnya untuk dibawa ke Tuban),” imbuhnya.
Ia menjelaskan, jika TPPI sudah operasi penuh, maka Pertamina bisa memproduksi lebih dari 5 juta barel per bulan RON 92. Ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan sehingga masih perlu impor RON 92. Kebutuhan baru bisa diatasi jika RDMP dan kilang GRR telah beroperasi.
Dikatakannya, kalau untuk operasional TPPI, urusannya tinggal Pertamina dengan Pemerintah, diharapkan bisa selesai dalam 3-6 bulan. Tetapi untuk RDMP dan kilang baru bisa emapt sampai enam tahun.
“Tapi mestinya juga dipikirkan apakah masyarakat kita terutama angkot, mikrolet, sepeda motor, dan lain-lain siap untuk langsung disodori Pertamax, tidak ada pilihan premium yang lebih murah?  Premium kalau tidak disubsidi, secara hitung-hitungan bisa lebih murah antara sekitar 10 persen,” tambahnya.
Ia menuturkan, perlu adanya keadilan antara Pertamina dengan Badan Usaha. Keadilan ini mencakup antara lain, kewajiban menanggung stok nasional (pesaing tidak punya stok nasional), penggunaan BBM non-subsidi untuk own used truck distribusinya (pesaing pakai PSO), dan PBBKB 5-10 persen (Pertamina tiap bulan ditagih dan harus bayar sementara pesaing tidak).
“Di negara lain, ada entry barrier bagi pemain baru untuk bagun infrastruktur dan turut menanggung stock nasional. Itu sebabnya Pertamina sudah sejak 2007 mengajukan izin SPBU di Sabah dan Serawak yang banyak orang Indonesia, tidak pernah berhasil. Kok negara kita demikian mudah ya kasih ijin ke pihak asing?,” tuturnya.
Lalu, apakah para pesaing juga punya kewajiban untuk menjual ke pelosok-pelosok negeri?
“Tidak, tidak ada itu. Itulah sebabnya mereka hanya merebut pasar Pertamina di kota-kota besar. Masalahnya adalah agar Pertamina bersaing di kota-kota besar maka beban distribusi ke daerah-daerah remote terpaksa tidak di-share (semacam subsidi silang) dan harus ditanggung daerah itu sendiri sehingga harga di dearah-daerah remote akan mahal bila pertamina tidak mau rugi,” terangnya.
“Kalau Pertamax disubsidi bagaimana dengan orang-orang mampu yang selama ini sudah pakai Pertamax non-subsidi? Pasti pindahlah, Lah wong barangnya sama. Kalau tidak, pemerintah sibuk lagi cari cara bagaimana agar subsidi tidak salah sasaran,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Pengguna Sepeda Motor Hadang Jalan Menuju Thamrin

Sejumlah anggota dari Massa Front Transportasi Jakarta melakukan aksi dengan menutup sebagian jalan MH.Thamrin di kawasan Bunderan HI, Jakarta, Senin (22/12/2014). Massa yang semula akan melakukan aksi di Kementrian Perhubungan dan Balaikota Jakarta dihadang petugas kepolisian karena mencoba masuk jalan MH. Thamrin. Mereka menuntut pembatalan rencana Perda Pemprov DKI mengenai pelarangan sepeda motor melintasi Jalan MH Thamrin dan Merdeka Barat. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Rizal Ramli Jalani Pemeriksaan BLBI, Soal Megawati?: No Coment

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), hari ini, Senin (22/12), giliran mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli yang akan diperiksa.
“Saya dipanggil untuk penyelidikan kasus SKL BLBI,” kata Rizal di KPK, Jl HR Rasuna Said, ‎Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Rizal mengaku kasus BLBI ini sangat serius oleh karena itu dirinya siap memberikan keterangan sepenuhnya kepada penyidik.”Ini KPK sangat serius menangani kasus SKL BLBI ini, jadi nanti akan saya jelaskan semuanya,” ujar Rizal.
Akan tetapi, Rizal enggan memberikan keterangan apakah ada kaitannya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dengan kasus ini. “Wah kalau yang itu saya no comment ya,” tandas dia.
Dia juga enggan menjawab pertanyaan wartawan terkiat kerugian negara yang disebabkan oleh kasus ini yaitu sebesar Rp138,4 triliun.
“Kamu pertanyaannya kayak penyidik KPK, sudah bocor kayaknya ya pertanyaannya. Nati deh saya jawab ya, saya masuk dulu,” tutup dia.
Sebelum Rizal,  dalam kasus ini KPK telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Mereka yang telah dipanggil oleh KPK adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Abdurahman Wahid (Gusdur) Laksamana Sukardi dan Menteri Koordinator Perekonomian era Megawati Soekarnoputri, Dorodjatun Kuntjoro Jakti.
Seperti diketahui, SKL BLBI dikeluarkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri berdasarkan Inpres Nomor 8/2002 dan Tap MPR Nomor 6 dan 10.
KPK menduga ada masalah dalam proses pemberian SKL untuk beberapa obligor BLBI. Pasalnya, SKL itu membuat Kejaksaan Agung menghentikan penyidikan (Surat Perintah Penghentian Penyidikan-SP3) terhadap sejumlah pengutang.
Hasil audit BPK, dari dana BLBI sebesar Rp 144,5 triliun yang dikucurkan kepada 48 bank umum nasional, menimbulkan kerugian negara hingga Rp138,4 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jawaban KPK Terkait Kasus Mafia Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditantang dalam mengungkapkan kasus mafia sepakbola yang dituding oleh banyak pihak berada dibalik kepengurusan Induk sepakbola tanah air, Persatuaan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Menanggapi tantangan tersebut, Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi SP mengatakan, bahwa hingga kini, lembaga antikorupsi tersebut belum pernah mendapatkan laporan soal adanya mafia sepakbola.

“Jadi belum ada kesimpulan soal mafia sepakbola,” kata Johan kepada Aktual, pada Senin (22/12).

Namun demikian, kata Johan, KPK masih membuka lebar pintu bagi siapa pun yang akan melaporkan terkait mafia sepakbola.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi pada Sabtu (20/12) Anggota EXCO PSSI, Djamal Aziz menantang KPK agar masuk ke lembaga pimpinan La Nyalla itu dan membuktikan adanya mafia sepakbola.

“KPK silahkan masuk, ayo masuk, kalau bisa menangkap penjudi dan sebagainya mafia itu, silahkan tangkap meski di dalam PSSI. Tentu untuk perbaikan dan kita terbuka,” tandas Djamal.

Artikel ini ditulis oleh:

Jawaban KPK Terkait Kasus Mafia Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditantang dalam mengungkapkan kasus mafia sepakbola yang dituding oleh banyak pihak berada dibalik kepengurusan Induk sepakbola tanah air, Persatuaan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Menanggapi tantangan tersebut, Juru Bicara (Jubir) KPK, Johan Budi SP mengatakan, bahwa hingga kini, lembaga antikorupsi tersebut belum pernah mendapatkan laporan soal adanya mafia sepakbola.

“Jadi belum ada kesimpulan soal mafia sepakbola,” kata Johan kepada Aktual, pada Senin (22/12).

Namun demikian, kata Johan, KPK masih membuka lebar pintu bagi siapa pun yang akan melaporkan terkait mafia sepakbola.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi pada Sabtu (20/12) Anggota EXCO PSSI, Djamal Aziz menantang KPK agar masuk ke lembaga pimpinan La Nyalla itu dan membuktikan adanya mafia sepakbola.

“KPK silahkan masuk, ayo masuk, kalau bisa menangkap penjudi dan sebagainya mafia itu, silahkan tangkap meski di dalam PSSI. Tentu untuk perbaikan dan kita terbuka,” tandas Djamal.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging dan Telur Ayam di Yogya Naik

Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah harga kebutuhan pokok di Yogyakarta mulai merangkak naik memasuki masa liburan dan perayaan Natal serta Tahun Baru ini. 
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga sejumlah komoditi seperti daging ayam dan telur ayam mengalami peningkatan.
Di pasar tradisional Beringharjo, harga daging ayam potong boiler diketahui meningkat Rp3000 rupiah per kilonya. Salah seorang pedagang, Partini mengatakan harga daging ayam sebelumnya Rp26ribu per kg, namun saat ini mencapai Rp28 ribu per kg.
“Memasuki masa liburan konsumsi daging ayam di Yogya meningkat, sehingga harga naik,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi pada harga telur ayam. Harga telur boiler diketahui juga meningkat Rp500 rupiah, dari sebelumnya Rp 20,500 per kilo menjadi Rp 21.000 per kilonya.
Lurah Pasar Beringharjo, Kabul Priyana, menyebut untuk harga kebutuhan, khususnya cabai juga masih tinggi.
“Untuk harga cabai rawit merah naik Rp3ribu per kilo dari sebelumnya Rp70 ribu menjadi Rp73 ribu. Sedang untuk cabai rawit hijau justru turun dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilo. Sedang untuk cabai jenis teropong masih stabil di harga Rp90 ribu per kilo. Begitu juga dengan cabai keriting yang berada di kisaran Rp70-68 ribu per kilo,” katanya.
Untuk harga kebutuhan pokok lain seperti beras, gula pasir, daging sapi serta minyak goreng masih stabil.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain