15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40271

Ramadhan Pohan: Buat Apa Ada Regenerasi, Bila Partai Hancur

Jakarta, Aktual.co — Jelang kongres Partai Demokrat 2015 nanti, saat ini kian panas. Pasalnya, sejumlah kader partai bintang mercy itu akan maju sebagai calon ketua umum melawan ketua petahan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menyusul dukungan Perhimpunan Persatuan Indonesia (PPI) kepada salah satu bakal calon ketua umum Demokrat, Gede Pasek Suardika, untuk mendukung adanya regenerasi pimpinan di partai tersebut.
Wakil Sekjen DPP Demokrat, Ramadhan Pohan mengkritisi ikhwal regenerasi yang dimaksud oleh PPI itu.
“Regenerasi kalau Demokrat hancur, untuk apa? Pengurus dan kader PD di pusat dan daerah mayoritas ingin pak SBY maju ketum. Tanpa pak SBY, PD gampang dipecah. Kader sejati pasti tak mau PD tinggal sejarah,” tegas Ramadhan ketika dihubungi, di Jakarta, Senin (22/12).
Ia berpandangan, sejauh ini belum ada kader demokrat yang dapat menandingi kelihaian presiden ke VI RI itu. Terutama dalam menghadapi sejumlah elit politik negeri ini.
“Coba lihat lobi Ketum SBY memastikan Perppu mulus. Sehabis dengan Presiden Jokowi, besoknya semua ketum KMP ke Cikeas. Bisa nggak, pak Prabowo, Pak Ical dan lain lain menyamperi rumah Ketum PD jika bukan karena pak SBY,” ucapnya.
“Maaf, ketokohan, integritas, kompetensi dan magnetik pak SBY itu belum ada duanya di PD. Jangankan level PD, di nasional saja SBY terkuat,” tambah dia lagi.
Pun demikian, sambung mantan Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu, dirinya bukan lantaran menghalangi keinginan kader untuk berkompetisi di kongres nanti.
“Siapa pun monggo maju, tapi tolong, jangan hambat dan halangi pak SBY maju Ketum,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Dipanggil KPK, Rizal Ramli DImintai Keterangan Soal SKL – BLBI

Menteri Keuangan dan Koordinator Perekonomian periode 2000-2001, Rizal Ramli saat keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (22/12/2014). KPK meminta Rizal Ramli untuk memberikan keterangan sebagai saksi yang keterkaitannya dengan Surat Keterangan Lunas (SKL) yang diberikan kepada para obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Kecewa Terhadap PLTU, Warga Blokir Jalur Pantura

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga dari beberapa desa di Kecamatan Paiton, Probolinggo, berunjuk rasa dengan memblokir jalur pantura di depan PLTU Paiton, Senin (22/12).
Mereka menuntut kebijakan Pembangkit Jawa Bali (PJB) yang tidak berkomitmen dalam lelang limbah besi tua.
Koordinator aksi Suhairiyanto menyebutkan bahwa sebelumnya lelang limbah besi tua langsung diberikan kepada warga desa yang berada di ring 1 PLTU, namun sekarang dilelang secara terbuka, sehingga warga tak kebagian lelang tersebut.
“PJB tak komitmen atas kesepakatan yang sudah disepakati,” kata dia.
Pihak PLTU juga dinilai kerap melakukan PHK terhadap warga di sekitar PLTU, sehingga pengangguran bertambah di daerah tersebut.
Unjuk rasa ini juga diikuti oleh warga sejumlah desa di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur. Sempat terjadi saling dorong warga dengan anggota kepolisian yang berjaga,  karena warga memaksa masuk ke areal PLTU.

Artikel ini ditulis oleh:

Kecewa Terhadap PLTU, Warga Blokir Jalur Pantura

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga dari beberapa desa di Kecamatan Paiton, Probolinggo, berunjuk rasa dengan memblokir jalur pantura di depan PLTU Paiton, Senin (22/12).
Mereka menuntut kebijakan Pembangkit Jawa Bali (PJB) yang tidak berkomitmen dalam lelang limbah besi tua.
Koordinator aksi Suhairiyanto menyebutkan bahwa sebelumnya lelang limbah besi tua langsung diberikan kepada warga desa yang berada di ring 1 PLTU, namun sekarang dilelang secara terbuka, sehingga warga tak kebagian lelang tersebut.
“PJB tak komitmen atas kesepakatan yang sudah disepakati,” kata dia.
Pihak PLTU juga dinilai kerap melakukan PHK terhadap warga di sekitar PLTU, sehingga pengangguran bertambah di daerah tersebut.
Unjuk rasa ini juga diikuti oleh warga sejumlah desa di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur. Sempat terjadi saling dorong warga dengan anggota kepolisian yang berjaga,  karena warga memaksa masuk ke areal PLTU.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Cium Penghapusan RON 88 Pintu Masuk Liberalisasi Migas

Jakarta, Aktual.co — Energy Watch Indonesia (EWI) mengapresiasi langkah tim Reformasi Tata Kelola Migas yang merekomendasikan Pertamina untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) Ron 88 dan menggantinya dengan BBM RON 92 yang lebih rendah kandungan sulfurnya sekirar 0.25%.
“Rekomendasi ini sudah tepat. Namun rekomendasi ini harus diwaspadai jangan sampai menjadi pintu masuk liberalisasi BBM kita. Jangan sampai masyarakat dihadapkan pada fluktuasi harga minyak dunia yang tentu akan berpengaruh pada harga bahan-bahan pokok,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, Jakarta, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, Undang-undang (UU) menyatakan bahwa yang disubsidi adalah BBM RON 88, dengan demikian apabila dalam dua bulan Pertamina benar menghentikan impor BBM RON 88 dan akan memasok BBM RON 92 ke pasar.
“Pertanyaannya adalah apakah harga BBM masih mendapatkan subsidi? jika masih dapat, artinya akan ada pelanggaran UU,” ujarnya.
Sehingga untuk menghindari pelanggaran UU, kata dia, ujung-ujungnya subsidi dihapus. Ini akan menjadi beban besar bagi rakyat untuk menghadapi gejolak perubahan naik turunnya harga minyak dunia. Negara tdk boleh menempatkan masyarakat menghadapi sendiri fluktuasi ini.
Menurutnya, rekomendasi tersebut memang sudah tepat daripada rakyat dibodohi dengan RON 88 yang memang diragukan bahwa kita tidak menggunakan RON 88 di pasar tapi RON 92,  tapi ke publik dikatakan bahwa itu RON 88.
“Alasan itu hanya untuk melegalisasi angka subsidi yang seolah-olah untuk rakyat padahal tidak demikian. Adanya Ketentuan yang menyatakan bahwa subdidi tk RON 88 dijadikan pembenaran untuk merampok subsidi,” katanya.
“Berani tidak pemerintah sekarang mengambil sampel dari SPBU dan mengujinya di lab, oktan berapa sebetulnya yang ada? Saya dapat info bahwa Sucofindo pernah melakukan riset dan menemukan fakta bahwa dipasar adalah RON 91 yang disebut RON 88.  Artinya selama ini kita dibodohi,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Cium Penghapusan RON 88 Pintu Masuk Liberalisasi Migas

Jakarta, Aktual.co — Energy Watch Indonesia (EWI) mengapresiasi langkah tim Reformasi Tata Kelola Migas yang merekomendasikan Pertamina untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) Ron 88 dan menggantinya dengan BBM RON 92 yang lebih rendah kandungan sulfurnya sekirar 0.25%.
“Rekomendasi ini sudah tepat. Namun rekomendasi ini harus diwaspadai jangan sampai menjadi pintu masuk liberalisasi BBM kita. Jangan sampai masyarakat dihadapkan pada fluktuasi harga minyak dunia yang tentu akan berpengaruh pada harga bahan-bahan pokok,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, Jakarta, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, Undang-undang (UU) menyatakan bahwa yang disubsidi adalah BBM RON 88, dengan demikian apabila dalam dua bulan Pertamina benar menghentikan impor BBM RON 88 dan akan memasok BBM RON 92 ke pasar.
“Pertanyaannya adalah apakah harga BBM masih mendapatkan subsidi? jika masih dapat, artinya akan ada pelanggaran UU,” ujarnya.
Sehingga untuk menghindari pelanggaran UU, kata dia, ujung-ujungnya subsidi dihapus. Ini akan menjadi beban besar bagi rakyat untuk menghadapi gejolak perubahan naik turunnya harga minyak dunia. Negara tdk boleh menempatkan masyarakat menghadapi sendiri fluktuasi ini.
Menurutnya, rekomendasi tersebut memang sudah tepat daripada rakyat dibodohi dengan RON 88 yang memang diragukan bahwa kita tidak menggunakan RON 88 di pasar tapi RON 92,  tapi ke publik dikatakan bahwa itu RON 88.
“Alasan itu hanya untuk melegalisasi angka subsidi yang seolah-olah untuk rakyat padahal tidak demikian. Adanya Ketentuan yang menyatakan bahwa subdidi tk RON 88 dijadikan pembenaran untuk merampok subsidi,” katanya.
“Berani tidak pemerintah sekarang mengambil sampel dari SPBU dan mengujinya di lab, oktan berapa sebetulnya yang ada? Saya dapat info bahwa Sucofindo pernah melakukan riset dan menemukan fakta bahwa dipasar adalah RON 91 yang disebut RON 88.  Artinya selama ini kita dibodohi,” imbuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain