3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40310

Natal dan Tahun Baru, Kereta Jurusan Bandung-Solo Ditambah

Jakarta, Aktual.co —PTKA Daop II Bandung mulai mengoperasikan KA tambahan Lodaya Pagi dan Lodaya Malam pada Jumat (19/12).
Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin mengatakan pengoperasian  KA Lodaya pagi dan KA lodaya malam untuk tambahan angkutan Natal dan Tahun Baru mulai dioperasikan Jumat (19/12).
Kedua rangkaian KA tambahan jurusan Bandung – Solo Balapan itu diberangkatkan setelah jam pemberangkatan KA reguler.
Untuk angkutan akhir tahun ini, pihaknya mendapat tambahan empat rangkaian KA Lodaya. Masing-masing dua stamformasi KA Lodaya Pagi dan dua stamformasi KA Lodaya malam.
“Tambahan hanya untuk KA komersial, sedangkan untuk KA ekonomi tidak ada tambahan rangkaian KA, kecuali penambahan kereta saja,” kata Zunerfin, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/12).
Kedua KA tambahan itu akan dioperasikan hingga 5 Januari 2015 atau batas akhir operasi layanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2015.
“Sebagian pemberangkatan khususnya pada masa puncak sudah penuh, namun untuk beberapa pemberangkatan masih ada tiket, termasuk KA tambahan,” katanya.
Selain itu, penambahan rangkaian kereta juga dilakukan untuk KA jurusan Bandung – Gambir (Jakarta) khususnya untuk KA fakultatif. Arus liburan yang menggunakan KA itu diprediksi juga akan meningkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Natal dan Tahun Baru, Kereta Jurusan Bandung-Solo Ditambah

Jakarta, Aktual.co —PTKA Daop II Bandung mulai mengoperasikan KA tambahan Lodaya Pagi dan Lodaya Malam pada Jumat (19/12).
Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Zunerfin mengatakan pengoperasian  KA Lodaya pagi dan KA lodaya malam untuk tambahan angkutan Natal dan Tahun Baru mulai dioperasikan Jumat (19/12).
Kedua rangkaian KA tambahan jurusan Bandung – Solo Balapan itu diberangkatkan setelah jam pemberangkatan KA reguler.
Untuk angkutan akhir tahun ini, pihaknya mendapat tambahan empat rangkaian KA Lodaya. Masing-masing dua stamformasi KA Lodaya Pagi dan dua stamformasi KA Lodaya malam.
“Tambahan hanya untuk KA komersial, sedangkan untuk KA ekonomi tidak ada tambahan rangkaian KA, kecuali penambahan kereta saja,” kata Zunerfin, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/12).
Kedua KA tambahan itu akan dioperasikan hingga 5 Januari 2015 atau batas akhir operasi layanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2015.
“Sebagian pemberangkatan khususnya pada masa puncak sudah penuh, namun untuk beberapa pemberangkatan masih ada tiket, termasuk KA tambahan,” katanya.
Selain itu, penambahan rangkaian kereta juga dilakukan untuk KA jurusan Bandung – Gambir (Jakarta) khususnya untuk KA fakultatif. Arus liburan yang menggunakan KA itu diprediksi juga akan meningkat.

Artikel ini ditulis oleh:

Bangun PLTA Jati Gede, PLN Pakai Perusahaan Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — PT PLN (Persero) menandatangani kontrak pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Jati Gede, Jabar, berkapasitas 2×55 MW.

“Proyek dijadwalkan selesai pada 2019. Kalau bisa lebih cepat,” ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam keterangan yang diterima, Sabtu (20/12).

Proyek akan dibangun konsorsium Sinohydro Corporation Limited-PT Pembangunan Perumahan Tbk. Kontrak pembangunan atau rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) ditandatangani pada Jumat. Sesuai jadwal, Konsorsium Sinohydro-PP akan membangun PLTA selama 48 bulan setelah proses pembiayaan selesai (financial close).

“Jika proyek ini dimulai awal 2015, maka diperkirakan awal 2019 PLTA Jati Gede sudah menyuplai listrik ke sistem Jawa-Bali,” katanya.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, PLTA Jatigede berlokasi di Desa Cijeunjing, Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat.

PLTA akan memanfaatkan air Bendungan Jati Gede yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Listrik yang dihasilkan PLTA Jatigede akan masuk ke dalam sistem transmisi 150 kV Jawa-Bali,” kata Bambang.

Selain PLTA, bendungan juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi seluas 90 hektar dan pengendalian banjir di daerah pantura Jawa, terutama antara Kota Cirebon dan Indramayu.

Pembangunan PLTA Jatigede antara lain berupa gedung pembangkit (power house) berikut saluran pembawa air (water ways), tangki pendatar air (surge tank), pipa pesat (penstock), saluran buang (tailrace), bangunan transmisi (transformer yard dan switchyard), dan jaringan transmisi (transmission line).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bangun PLTA Jati Gede, PLN Pakai Perusahaan Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — PT PLN (Persero) menandatangani kontrak pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Jati Gede, Jabar, berkapasitas 2×55 MW.

“Proyek dijadwalkan selesai pada 2019. Kalau bisa lebih cepat,” ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam keterangan yang diterima, Sabtu (20/12).

Proyek akan dibangun konsorsium Sinohydro Corporation Limited-PT Pembangunan Perumahan Tbk. Kontrak pembangunan atau rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) ditandatangani pada Jumat. Sesuai jadwal, Konsorsium Sinohydro-PP akan membangun PLTA selama 48 bulan setelah proses pembiayaan selesai (financial close).

“Jika proyek ini dimulai awal 2015, maka diperkirakan awal 2019 PLTA Jati Gede sudah menyuplai listrik ke sistem Jawa-Bali,” katanya.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, PLTA Jatigede berlokasi di Desa Cijeunjing, Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat.

PLTA akan memanfaatkan air Bendungan Jati Gede yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Listrik yang dihasilkan PLTA Jatigede akan masuk ke dalam sistem transmisi 150 kV Jawa-Bali,” kata Bambang.

Selain PLTA, bendungan juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi seluas 90 hektar dan pengendalian banjir di daerah pantura Jawa, terutama antara Kota Cirebon dan Indramayu.

Pembangunan PLTA Jatigede antara lain berupa gedung pembangkit (power house) berikut saluran pembawa air (water ways), tangki pendatar air (surge tank), pipa pesat (penstock), saluran buang (tailrace), bangunan transmisi (transformer yard dan switchyard), dan jaringan transmisi (transmission line).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menko Sofyan: Dana Talangan Lapindo Percepat Pemulihan Korban

Jakarta, Aktual.co — Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan dana talangan sebesar Rp781 miliar untuk menutupi sisa ganti rugi kewajiban PT Minarak Lapindo terhadap korban semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, hanya untuk mempercepat masa pemulihan korban.

“Sekarang Minarak tidak punya uang, dipailitkan pun tidak ada uangnya. Pemerintah ingin membantu masyarakat supaya jangan terlalu lama menderita, maka dari itu pemerintah menalanginya,” kata Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat (19/12).

Total ganti rugi kewajiban Lapindo, menurut Sofyan, karena lahan yang terdampak lumpur sebesar Rp3,8 triliun. Sementara pihak Minarak Lapindo, kata Sofyan, telah menuntaskan pembayaran ganti rugi sekitar Rp3,03 triliun.

Dia mengatakan dana talangan itu dijamin Lapindo dengan sertifikat seluruh lahan terendam lumpur. Maka dari itu, Sofyan yakin Lapindo akan mengganti dana talangan itu, karena sertifikat jaminannya bernilai lebih dari RP3 triliun.

Pemerintah memberikan waktu empat tahun bagi Minarak Lapindo untuk mengganti dana talangan tersebut.

“Jadi kayak pinjamin uang tapi jaminannya seluruh aset mereka,” ujarnya.

Dana talangan itu, kata Sofyan, akan diambil dari APBN Perubahan 2015, yang akan diajukan ke DPR pada Januari 2015. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul penahan lumpur di Sidoarjo.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan selesainya permasalahan ganti rugi itu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dapat segera bekerja untuk mencegah meluasnya dampak di luar peta terdampak

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menko Sofyan: Dana Talangan Lapindo Percepat Pemulihan Korban

Jakarta, Aktual.co — Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan dana talangan sebesar Rp781 miliar untuk menutupi sisa ganti rugi kewajiban PT Minarak Lapindo terhadap korban semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, hanya untuk mempercepat masa pemulihan korban.

“Sekarang Minarak tidak punya uang, dipailitkan pun tidak ada uangnya. Pemerintah ingin membantu masyarakat supaya jangan terlalu lama menderita, maka dari itu pemerintah menalanginya,” kata Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat (19/12).

Total ganti rugi kewajiban Lapindo, menurut Sofyan, karena lahan yang terdampak lumpur sebesar Rp3,8 triliun. Sementara pihak Minarak Lapindo, kata Sofyan, telah menuntaskan pembayaran ganti rugi sekitar Rp3,03 triliun.

Dia mengatakan dana talangan itu dijamin Lapindo dengan sertifikat seluruh lahan terendam lumpur. Maka dari itu, Sofyan yakin Lapindo akan mengganti dana talangan itu, karena sertifikat jaminannya bernilai lebih dari RP3 triliun.

Pemerintah memberikan waktu empat tahun bagi Minarak Lapindo untuk mengganti dana talangan tersebut.

“Jadi kayak pinjamin uang tapi jaminannya seluruh aset mereka,” ujarnya.

Dana talangan itu, kata Sofyan, akan diambil dari APBN Perubahan 2015, yang akan diajukan ke DPR pada Januari 2015. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk perbaikan tanggul penahan lumpur di Sidoarjo.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan selesainya permasalahan ganti rugi itu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dapat segera bekerja untuk mencegah meluasnya dampak di luar peta terdampak

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain