3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40314

Libur Natal dan Tahun Baru, Tiket dari Yogya ke Jakarta Sudah Habis

Yogyakarta, Aktual.co — Memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, okupasi atau penjualan tiket sejumlah kereta api, dengan keberangkatan dari beberapa stasiun wilayah Daops 6 Yogyakarta tujuan Jakarta, mulai ludes terjual.

Manager Corporate Communications PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Bambang Setiyo Prayitno, menyebut tingkat okupasi pada tanggal (27/12) sampai dengan (4/1/2015) bahkan sudah mencapai rata-rata 100 persen atau terjual seluruhnya.

Meski begitu, beberpa KA, diketahui masih tersedia diatas 100 kursi penumpang pada tanggal (29/12), yakni KA ekonomi AC Jakatingkir relasi Purwosari-Pasarsenen pada tanggal (30/12) sampai dengan (2/1/2015); KA Taksaka Malam, Argodwipangga reguler dan Argodwipangga tambahan pada (30/12) sampai dengan (1/1/2015) relasi Solobalapan-Gambir; KA Fajar Utama Jogja, KA Senja Utama Solo, Senja Utama Jogja pada tanggal (31/12).

Sementara itu diungkapkan untuk kereta api relasi Jogja-Surabaya seperti KA Sancaka pagi dan KA Sancaka Sore okupasi rata-rata masih 60-70 persen. Begitu juga untuk kereta api tujuan Bandung seperti KA Lodaya pagi dan KA Lodaya malam mulai tanggal (20/12/2014) sampai dengan (05/01/2014) okupasi rata-rata masih 60-75 persen.

“Okupasi tertinggi terjadi pada tanggal-tanggal tersebut karena arus balik. Kota Jogjakarta maupun Surakarta merupakan kota tujuan, sehingga pasca momen Natal dan tahun baru terjadi lonjakannya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Libur Natal dan Tahun Baru, Tiket dari Yogya ke Jakarta Sudah Habis

Yogyakarta, Aktual.co — Memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru, okupasi atau penjualan tiket sejumlah kereta api, dengan keberangkatan dari beberapa stasiun wilayah Daops 6 Yogyakarta tujuan Jakarta, mulai ludes terjual.

Manager Corporate Communications PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Bambang Setiyo Prayitno, menyebut tingkat okupasi pada tanggal (27/12) sampai dengan (4/1/2015) bahkan sudah mencapai rata-rata 100 persen atau terjual seluruhnya.

Meski begitu, beberpa KA, diketahui masih tersedia diatas 100 kursi penumpang pada tanggal (29/12), yakni KA ekonomi AC Jakatingkir relasi Purwosari-Pasarsenen pada tanggal (30/12) sampai dengan (2/1/2015); KA Taksaka Malam, Argodwipangga reguler dan Argodwipangga tambahan pada (30/12) sampai dengan (1/1/2015) relasi Solobalapan-Gambir; KA Fajar Utama Jogja, KA Senja Utama Solo, Senja Utama Jogja pada tanggal (31/12).

Sementara itu diungkapkan untuk kereta api relasi Jogja-Surabaya seperti KA Sancaka pagi dan KA Sancaka Sore okupasi rata-rata masih 60-70 persen. Begitu juga untuk kereta api tujuan Bandung seperti KA Lodaya pagi dan KA Lodaya malam mulai tanggal (20/12/2014) sampai dengan (05/01/2014) okupasi rata-rata masih 60-75 persen.

“Okupasi tertinggi terjadi pada tanggal-tanggal tersebut karena arus balik. Kota Jogjakarta maupun Surakarta merupakan kota tujuan, sehingga pasca momen Natal dan tahun baru terjadi lonjakannya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lemkapoin Minta Menpora Terbuka Soal Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia (Lemkapoin), Richard Achmad Supriyanto, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, melakukan keterbukaan dalam membentuk dan mempekerjakan Tim Sembilan.

Kata dia, keterbukaan akan tim tersebut sangat penting. Menpora tidak bisa memaksa PSSI agar tebuka kepada publik jika, menpora sendiri tidak terbuka.

“Hal ini penting agar tidak hanya sekedar blafing atau berwacana di media tetapi faktanya tim sembilan tersebut fiktif adanya,” tegas Richard dalam siaran persnya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Jumat (19/12).

Lebih jauh disarankan oleh Richard, keberadaan Tim Sembilan nantinya bisa mencontoh adanya Satgas anti Mafia Migas yang dibentuk oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terbukti efektif memangkas para penjahat-penjahat ESDM di Indonesia.

“Tim tersebut diisi oleh orang-orang yang sangat berintegritas dan berdedikasi tinggi. Selain itu, tugas dan jangka waktunya jelas, yaitu menyelesaikan kasus mafia migas dengan waktu enam bulan,” paparnya.

Richard juga menyarankan agar Tim Sembilan Kemenpora fokus terhadap pemberantasan mafia bola dengan menggandeng aparat penegak hukum. “Saran Lemkapoin, nama Tim Sembilan lebih baik diganti menjadi Satgas Pemberantasan Mafia Sepakbola,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lemkapoin Minta Menpora Terbuka Soal Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia (Lemkapoin), Richard Achmad Supriyanto, meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, melakukan keterbukaan dalam membentuk dan mempekerjakan Tim Sembilan.

Kata dia, keterbukaan akan tim tersebut sangat penting. Menpora tidak bisa memaksa PSSI agar tebuka kepada publik jika, menpora sendiri tidak terbuka.

“Hal ini penting agar tidak hanya sekedar blafing atau berwacana di media tetapi faktanya tim sembilan tersebut fiktif adanya,” tegas Richard dalam siaran persnya yang diterima Aktual.co di Jakarta, Jumat (19/12).

Lebih jauh disarankan oleh Richard, keberadaan Tim Sembilan nantinya bisa mencontoh adanya Satgas anti Mafia Migas yang dibentuk oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terbukti efektif memangkas para penjahat-penjahat ESDM di Indonesia.

“Tim tersebut diisi oleh orang-orang yang sangat berintegritas dan berdedikasi tinggi. Selain itu, tugas dan jangka waktunya jelas, yaitu menyelesaikan kasus mafia migas dengan waktu enam bulan,” paparnya.

Richard juga menyarankan agar Tim Sembilan Kemenpora fokus terhadap pemberantasan mafia bola dengan menggandeng aparat penegak hukum. “Saran Lemkapoin, nama Tim Sembilan lebih baik diganti menjadi Satgas Pemberantasan Mafia Sepakbola,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

DKI Siapkan Beasiswa Berkelanjutan Bagi Siswa Berprestasi

Jakarta, Aktual.co —Guna mencerdaskan warga DKI Jakarta, Pemprov DKI dan DPRD Jakarta akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) beasiswa bagi siswa yang berpretasi.
Menariknya, beasiswa akan diberikan diberikan kepada siswa yang berprestasi selama dia melanjutkan pendidikan dan terus berprestasi. 
“Beasiswa ini diberikan untuk semua warga Jakarta. Beasiswa ini pun diberikan tanpa batas jenjang pendidikan, melainkan seterusnya selama warga Jakarta terus melanjutkan pendidikan,” kata Anggota Balegda, Iman Satria, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Kemarin (19/12)
Menurutnya selama ini, pemprov sudah menerbitkan perda terkait pemberian beasiswa, namun pemberian beasiswa tersebut hanya diberikan kepada siswa yang bersekolah di sekolah negeri dan hanya sampai jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). 
“Nah dengan usulan revisi perda ini, seperti saya sebutkan, tidak berhenti. Sampai siswa itu melanjutkan pada jenjang SMA. Melainkan terus sampai siswa itu memutuskan untuk berhenti sekolah dan berprestasi,” jelasnya. 
Dijabarkan Iman, selain Perda soal beasiswa, ada 20  revisi Perda lain yang juga akan ditetapkan, di antaranya Perda terkait soal APBD. 
Di tempat yang sama, ketua Balegda DPRD Jakarta M Taufik mengatakan dalam satu tahun ke depan, dari 20 lebih usulan Raperda, dewan menargetkan 15 raperda bisa disahkan menjadi Perda. 
“Dari sekian banyak raperda yang akan kami tetapkan menjadi Perda, saya kira  raperda soal beasiswa ini yang dinanti-nantikan warga Jakarta,” teranganya. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co dalam rapat dengar pendapat umum revisi Perda yang dilaksanakan pekan lalu, selain Perda yang masih dalam pembahasan alot yakni Perda no 8 tahun 1995 tentang rencana tata ruang pantura.
“Dalam pembahasan dengar pendapat atas perda tata ruang pantura ini LSM Walhi meminta adanya lahan terbuka hijau,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

DKI Siapkan Beasiswa Berkelanjutan Bagi Siswa Berprestasi

Jakarta, Aktual.co —Guna mencerdaskan warga DKI Jakarta, Pemprov DKI dan DPRD Jakarta akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) beasiswa bagi siswa yang berpretasi.
Menariknya, beasiswa akan diberikan diberikan kepada siswa yang berprestasi selama dia melanjutkan pendidikan dan terus berprestasi. 
“Beasiswa ini diberikan untuk semua warga Jakarta. Beasiswa ini pun diberikan tanpa batas jenjang pendidikan, melainkan seterusnya selama warga Jakarta terus melanjutkan pendidikan,” kata Anggota Balegda, Iman Satria, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Kemarin (19/12)
Menurutnya selama ini, pemprov sudah menerbitkan perda terkait pemberian beasiswa, namun pemberian beasiswa tersebut hanya diberikan kepada siswa yang bersekolah di sekolah negeri dan hanya sampai jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). 
“Nah dengan usulan revisi perda ini, seperti saya sebutkan, tidak berhenti. Sampai siswa itu melanjutkan pada jenjang SMA. Melainkan terus sampai siswa itu memutuskan untuk berhenti sekolah dan berprestasi,” jelasnya. 
Dijabarkan Iman, selain Perda soal beasiswa, ada 20  revisi Perda lain yang juga akan ditetapkan, di antaranya Perda terkait soal APBD. 
Di tempat yang sama, ketua Balegda DPRD Jakarta M Taufik mengatakan dalam satu tahun ke depan, dari 20 lebih usulan Raperda, dewan menargetkan 15 raperda bisa disahkan menjadi Perda. 
“Dari sekian banyak raperda yang akan kami tetapkan menjadi Perda, saya kira  raperda soal beasiswa ini yang dinanti-nantikan warga Jakarta,” teranganya. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co dalam rapat dengar pendapat umum revisi Perda yang dilaksanakan pekan lalu, selain Perda yang masih dalam pembahasan alot yakni Perda no 8 tahun 1995 tentang rencana tata ruang pantura.
“Dalam pembahasan dengar pendapat atas perda tata ruang pantura ini LSM Walhi meminta adanya lahan terbuka hijau,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain