2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40317

Kiat Sesuaikan Model Jilbab dengan Bentuk Tubuh Hijabers

Jakarta, Aktual.co — Di zaman sekarang, hijab bukanlah lagi sekedar syarat untuk menutup aurat, tetapi juga sudah menjadi trend fashion wanita masa kini. Dan, telah banyak sekali trend-trend terbaru yang bermuculan dengan berbagai macam tipe jilbab terbaru. Dengan memadu padankan busana dengan jilbab tersebut, sehingga terlihat lebih modis.

Padahal kunci dari padu padan busana muslim yakni terletak dari kesesuaian bentuk tubuh wanita dengan fashion item yang kita pakai. Berikut ini, kami akan membahas model pakaian  yang sesuai dengan tubuh para hijabers.

Tubuh gemuk
Janganlah minder pada tubuh yang gemuk, karena masih bisa menampilkan sisi modis dari hijab. Pilihlah baju muslim berwarna gelap atau warna terang bernuansa teduh seperti hijau mint, toska, atau lavender. Jika ingin memakai baju motif garis, pilihlah motif garis vertikal yang tipis. Untuk bawahan disarankan untuk mengenakan celana model pipa.

Tubuh kurus
Tubuh kurus juga banyak sekali tawaran trend menarik mengenai dunia fashion hijab ini. Dengan memilih warna terang dan bermotif besar, karena akan membuat penampilan Anda terlihat fresh dan berisi. Anda  juga bisa mencoba memakai model pakaian “two-pieces” untuk memberikan efek lekuk tubuh, pilihlah atasan yang berdetail dengan bawahan yang agak longgar. Hindari memakai baju ketat atau bermotif garis vertikal karena akan membuat perempuan terlihat semakin kurus.

Tubuh mungil
Mungil akan identik dengan ‘pendek’ dan ‘tenggelam’ saat memakai pakaian hijab panjang. Agar tak terlihat seperti itu, tipsnya adalah dengan memakai atasan dan bawahan yang memiliki warna senada untuk memberikan kesan tinggi pada hijabers bertubuh mungil. Hindari model pakaian yang memiliki motif ramai dan besar. Anda bisa gunakan atasan yang pas di tubuh dan bawahan yang ramping agar tubuh terlihat lebih proposional.

Artikel ini ditulis oleh:

Kucurkan PMP, DPRD Karawang Hanya Setujui Satu BUMD

Jakarta, Aktual.co —Komisi B DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta pemerintah daerah setempat meninjau ulang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk Badan Usaha Milik Daerah. Karena belum ada ketentuan jelas mengenai hal tersebut.
Ketua Komisi B DPRD setempat Danu Hamidi menilai dari empat BUMD di Karawang, hanya PDAM Tirta Tarum yang layak dan berhak untuk diberi kucuran PMP. 
Sejak beberapa tahun terakhir hingga kini, aturan atau ketentuan yang ada hanya dimaksudkan untuk penyertaan modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum.
Sedangkan penyertaan untuk tiga BUMD lainnya seperti Perusda Petrogas, Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan (PDPK), serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKPD Cilamaya, hingga saat ini belum ada aturan yang jelas.
Atas hal tersebut, ia mengingatkan agar pemerintah daerah setempat tidak memaksakan kehendak untuk memberikan penyertaan modal ke tiga BUMD tersebut pada 2015.
Menurut dia, setiap penyertaan modal untuk BUMD wajib didasari dengan aturan atau ketentuan yang jelas, yakni melalui peraturan daerah.
“Selama belum ada ketentuan tentang penyertaan modal untuk Petrogas, PDPK serta BPR BKPD Cilamaya, pemda jangan memaksakan kehendak melakukan penyertaan modal pada APBD 2015,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kucurkan PMP, DPRD Karawang Hanya Setujui Satu BUMD

Jakarta, Aktual.co —Komisi B DPRD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta pemerintah daerah setempat meninjau ulang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) untuk Badan Usaha Milik Daerah. Karena belum ada ketentuan jelas mengenai hal tersebut.
Ketua Komisi B DPRD setempat Danu Hamidi menilai dari empat BUMD di Karawang, hanya PDAM Tirta Tarum yang layak dan berhak untuk diberi kucuran PMP. 
Sejak beberapa tahun terakhir hingga kini, aturan atau ketentuan yang ada hanya dimaksudkan untuk penyertaan modal Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum.
Sedangkan penyertaan untuk tiga BUMD lainnya seperti Perusda Petrogas, Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan (PDPK), serta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BKPD Cilamaya, hingga saat ini belum ada aturan yang jelas.
Atas hal tersebut, ia mengingatkan agar pemerintah daerah setempat tidak memaksakan kehendak untuk memberikan penyertaan modal ke tiga BUMD tersebut pada 2015.
Menurut dia, setiap penyertaan modal untuk BUMD wajib didasari dengan aturan atau ketentuan yang jelas, yakni melalui peraturan daerah.
“Selama belum ada ketentuan tentang penyertaan modal untuk Petrogas, PDPK serta BPR BKPD Cilamaya, pemda jangan memaksakan kehendak melakukan penyertaan modal pada APBD 2015,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengguna Jamkesnas Melonjak Tiga Kali Lipat di Kota Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ada peningkatan hingga tiga kali lipat masyarakat pengguna program Jamkesnas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per Desember 2014.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Yasni Rufaida mengatakan melonjaknya pengguna Jamkesnas disebabkan adanya migrasi besaran-besaran masyarakat setempat.
Dari awalnya menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai Pemprov Jabar serta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibiayai pemerintah pusat.
“Sejak 2014, pemerintah melalui keputusan presiden meresmikan BPJS per Januari 2014 hingga 2019. Semua masyarakat saat ini masuk dalam sistem itu,” kata dia, di Bekasi, Jumat (19/12).
Yasni mengaku telah melakukan antisipasi lonjakan itu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta 31 Puskesmas setempat pada 2015 mendatang.
“Saat ini seluruh Puskesma dan kurang lebih 500 klinik di Kota Bekasi sudah bekerja sama dengan pasien BPJS,” katanya.
Yasni yakin pihaknya sanggup menangani pasien dengan fasilitas Jamkesnas di tahun 2015. Pelayanan yang paling diantisipasi adalah fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang banyak dibutuhkan pasien.
“RSUD kita sudah punya 10 fasilitas ICU, namun yang aktif saat ini baru lima di antaranya, sisanya sedang dalam persiapan,” ujar dia.
Pihaknya juga menjamin kesiapan pelayanan dasar klinik mandiri atau utama di Kota Bekasi. Dengan jumlah klinik di Kota Bekasi ada 500 lebih.
“Dokter praktik juga cukup banyak. Rasio pelayanan dasar dengan jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,7 jiwa sudah terpenuhi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pengguna Jamkesnas Melonjak Tiga Kali Lipat di Kota Bekasi

Jakarta, Aktual.co —Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ada peningkatan hingga tiga kali lipat masyarakat pengguna program Jamkesnas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per Desember 2014.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Yasni Rufaida mengatakan melonjaknya pengguna Jamkesnas disebabkan adanya migrasi besaran-besaran masyarakat setempat.
Dari awalnya menggunakan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai Pemprov Jabar serta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibiayai pemerintah pusat.
“Sejak 2014, pemerintah melalui keputusan presiden meresmikan BPJS per Januari 2014 hingga 2019. Semua masyarakat saat ini masuk dalam sistem itu,” kata dia, di Bekasi, Jumat (19/12).
Yasni mengaku telah melakukan antisipasi lonjakan itu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta 31 Puskesmas setempat pada 2015 mendatang.
“Saat ini seluruh Puskesma dan kurang lebih 500 klinik di Kota Bekasi sudah bekerja sama dengan pasien BPJS,” katanya.
Yasni yakin pihaknya sanggup menangani pasien dengan fasilitas Jamkesnas di tahun 2015. Pelayanan yang paling diantisipasi adalah fasilitas Intensive Care Unit (ICU) yang banyak dibutuhkan pasien.
“RSUD kita sudah punya 10 fasilitas ICU, namun yang aktif saat ini baru lima di antaranya, sisanya sedang dalam persiapan,” ujar dia.
Pihaknya juga menjamin kesiapan pelayanan dasar klinik mandiri atau utama di Kota Bekasi. Dengan jumlah klinik di Kota Bekasi ada 500 lebih.
“Dokter praktik juga cukup banyak. Rasio pelayanan dasar dengan jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,7 jiwa sudah terpenuhi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Blatter: Hanya “Gempa Bumi” yang Bisa Ubah Piala Dunia 2022

Jakarta, Aktual.co — Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan, hanya “gempa bumi” yang dapat mengubah keputusan FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Benar-benar hanya adanya gempa bumi, satu elemen baru yang sangat ekstrim untuk mengembalikan keputusan terkait Piala Dunia di Qatar,” ujar Blatter dalam konferensi pers setelah pertemuan eksekutif FIFA menyetujui untuk mengumumkan laporan tentang korupsi yang menyelimuti turnamen yang akan digelar di Rusia pada 2018 serta Qatar tahun 2022, dikutip AFP, Jumat (19/12).

Qatar menghadapi tudingan adanya kecurangan dalam penawarannya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, tetapi negara itu menola keras telah melakukan kesalahan tersebut.

“Pada saat ini, tidak ada alasan untuk mengembalikan keputusan kami (FIFA). Penyelenggaraan dua Piala Dunia masih tetap sesuai jadwal, hanya sesuatu yang belum pasti adalah tanggal pelaksanaan untuk 2022, namun kedua Piala Dunia itu harus tetap terselenggara,” tegas Blatter.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain