6 April 2026
Beranda blog Halaman 40322

Sekolah Tidak Siap Laksanakan Kurikulum 2013 di Yogyakarta Berkurang

Jakarta, Aktual.co — Jumlah sekolah di Kota Yogyakarta, yang tidak siap melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester II Tahun Ajaran 2014/2015 berkurang, bahkan seluruh SMP di wilayah ini akan menjalankan kurikulum baru itu.

“Sebelumnya, ada 11 sekolah yang menyatakan tidak siap melaksanakan Kurikulum 2013, dan memilih kembali menggunakan Kurikulum 2006. Maka saat ini jumlahnya berkurang menjadi sembilan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Rabu (31/12).

Menurut dia, dua sekolah yang menyatakan siap menggunakan Kurikulum 2013 tersebut berasal dari jenjang SMP, sehingga dapat dipastikan bahwa seluruh SMP di Kota Yogyakarta akan melaksanakan kurikulum baru.

Sedangkan untuk jenjang SD masih ada enam sekolah yang memilih kembali menggunakan Kurikulum 2006, yaitu SD Marsudirini 1,2,3,4 dan Marsudi Luhur 1 dan 2.

“Sebenarnya, keenam SD ini ingin menggunakan kurikulum baru. Namun, belum ada kepastian jawaban dari masing-masing yayasan,” katanya.

Sementara itu, untuk SMA dan SMK masih ada tiga sekolah yang memilih menggunakan Kurikulum 2006.

“Kami tidak akan memaksa sekolah untuk menggunakan Kurikulum 2013. Semua kebijakan diserahkan ke sekolah yang bersangkutan,” katanya.

Di Kota Yogyakarta terdapat 192 SD negeri dan swasta, 44 SMP negeri dan swasta, 49 SMA negeri dan swasta serta 32 SMK negeri dan swasta.

Berdasarkan Peratuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, seluruh sekolah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 diberi kesempatan hingga 2019.

Meskipun sebagian besar sekolah menyatakan siap melanjutkan Kurikulum 2013 pada semester II, namun Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan tetap melakukan verifikasi, dan memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah.

Selain itu, pelatihan kepada guru untuk melaksanakan Kurikulum 2013 juga terus dilakukan, bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan DIY. “Kami sedang mendata guru yang belum mengikuti pelatihan termasuk data guru yang mengajar di kelas 3, 6, 9 dan 12,” katanya.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memasang target seluruh guru sudah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 sebelum 1 Juli 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Aji Santoso Mulai Temukan Kerangka Timnas U-23

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas U-23, Aji Santoso mulai menemukan kerangan timnya, usai anak asuhnya menjalani pertandingan uji coba melawan Africa Selection di Lapangan POR Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (31/12).

Pada pertandingan uji coba dengan format 3X30 menit, Aji Santoso menurunkan pemain dan skema yang berbeda. Tim pertama yang dimotori Evan Dimas hanya mampu bermain imbang 1-1. Gol timnas diciptakan oleh Evan Dimas pada menit 22.

Tak ingin hanya bermain imbang, tim kedua yang dimotori oleh Ilham Udin Armaiyn bermain lebih agresif. Namun, dalam pola serangan masih belum berjalan dengan baik. Hanya saja, untuk urusan gol lebih produktif karena unggul 2-0.

Agung Supriyanto menjadi penyumbang gol pertama timnas setelah mendapatkan umpan terukur dari mantan pemain Timnas Indonesia U-19, Ilham Udin Armaiyn pada menit tiga. Sedangkan gol kedua dicetak Gavin Kwan Adsit pada menit 27.

Pada pertandingan babak terakhir, pelatih Aji Santoso memasukkan beberapa pemain yang turun di tim pertama. Hasilnya, timnas langsung mampu unggul cepat lewat Wawan Febriyanto pada menit dua. Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada tambahan gol yang tercipta.

“Pertandingan ini kami tidak hasil. Kami hanya melihat komposisi. Yang jelas gambaran kerangka tim sudah ada,” ucap Aji Santoso, usai mengawal Timnas Indonesia U-23.

Menurut dia, saat ini dari 30 pemain yang menjalani pelatnas 60-70 persen dipastikan lolos untuk memperkuat timnas pada kualifikasi Piala AFC U-22. Hanya saja, dibeberapa posisi masih membutuhkan penambahan pemain.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu mengatakan, posisi yang masih membutuhkan penambahan adalah bek dan penyerang. Kedua lini dinilai masih belum matang sehingga membutuhkan pemain baru.

“Tadi baru mencoba beberapa pemain dari posisi lain untuk posisi bek kanan. Terus terang kedua posisi ini stoknya terbatas,” ujar Aji, menambahkan.

Khusus untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-22, Maret 2015 nanti, Aji Santoso berencana memanggil pemain baru. Kemungkinan besar akan menggunakan jasa mantan pemain Timnas Indonesia U-19 yang sebelumnya diasuh Indra Sjafri.

“Umur pemain sudah banyak yang 23. Jadi untuk kualifikasi U-22 kurang tepat. Mereka (usia 23) akan dipersiapkan untuk SEA Games 2015 di Singapura,” kata pelatih asal Malang itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Posko “Crisis Centre” Dipindah ke RS Bhayangkara

Jakarta, Aktual.co — Pos Komando Crisis Centre AirAsia Q8501 yang selama tiga hari terakhir berada di Terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya, resmi dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama Angkasa Pura, Tommy Soetomo, mengatakan saat ini Posko Crisis Centre di Bandara Juanda sudah diserahterimakan dari Angkasa Pura kepada petugas AirAsia dan kepolisian Daerah Jawa Timur.

“Serah terima sudah dilakukan sore ini (Rabu) dan praktis mulai sore ini dan kelurga korban akan berada di sana untuk memberikan koordinasi terkait dengan proses evakuasi,” katanya, Rabu (31/12).

Sementara itu, Presiden Direktur Indonesia AirAsia, Sunu Widiatmoko mengatakan pihaknya saat ini masih terfokus untuk melakukan proses evakuasi terhadap penumpang.

“Untuk saat ini masih terfokus untuk melakukan proses evakuasi tersebut dan kami masih belum memikirkan yang lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, akan terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada keluarga penumpang untuk melakukan proses evakuasi yang sampai dengan saat ini masih terus dilakukan.

“Kami akan terus melakukan bantuan pendampingan dan pelayanan kepada keluarga penumpang sampai korban terakhir dievakuasi,” katanya.

Sebelumnya, pesawat AirAsia QZ8501 dikabarkan hilang kontak usai tinggal landas dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju ke Singapura pada Minggu (28/12).

Artikel ini ditulis oleh:

MUI: Perayaan Tahun Baru Tidak Harus Hura-hura

Jakarta, Aktual.co — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Kalimantan Timur, KH Zaini Naim mengatakan, malam pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan pesta hura-hura.

“Menyambut pergantian tahun, tidak harus dirayakan apalagi dengan berfoya-foya,” kata KH Zaini Naim di Samarinda, Rabu sore (31/12).

Pesta kembang api dan petasan yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah, menurut Zaini Naim, merupakan tindakan yang sia-sia dan tidak memberikan manfaat apapun.

Apalagi di tengah kondisi saat ini banyak masyarakat yang masih kesusahan dan musibah yang terjadi, sehingga semestinya perilaku menghambur-hamburkan uang yang tidak sedikit pada setiap malam pergantian tahun dihilangkan.

“Apa manfaat yang diperoleh dengan pesta kembang api dan membunyikan petasan pada setiap malam pergantian tahun. Apalagi saat ini, masih banyak masyarakat yang hidup susah, ditambah banyak musibah yang terjadi sehingga semestinya kita lebih prihatin dengan kondisi itu dibanding harus berfoya-foya,” katanya.

“Jika saja, uang yang dihambur-hamburkan pada setiap malam pergantian tahun itu digunakan untuk kepentingan masyarakat, misalnya untuk membangun jalan atau membantu masyarakat yang kesusahan, tentu akan lebih bermanfaat. Jadi, sebaiknya malam pergantian tahun itu tidak harus selalu dirayakan dengan kegiatan yang tidak mendatangkan manfaat,” ungkap Zaini Naim.

Ia juga meminta masyarakat agar lebih peka dan peduli terhadap kondisi di sekitarnya sehingga perilaku hidup berfoya-foya dapat dihindarkan.

“Biasakanlah hidup dengan menanamkan rasa kepekaan terhadap kondisi sekitar sehingga dapat menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat,” tambahnya.

Menurut KH Zaini, sebaiknya masyarakat lebih memikirkan masa depan yang kemungkinan jauh lebih sulit dibanding berpesta kembang api dan petasan yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah dalam sesaat saja.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Menpora dan KIP Dilakukan Tertutup

Jakarta, Aktual.co — Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk memperbaiki olahraga di Tanah Air kembali diperlihatkan. Hal itu dilakukan dengan meyambangi kantor Komisi Informasi Pusat (KIP).

Namun sayang, pertemuan dari kedua belah pihak itu, dilakukan secara tertutup.

Dikatakan Menpora, pertemuan tertutup tersebut membicarakan terkait perjanjian kerjasama antara Kemenpora dan KIP.

“Kemenpora nanti juga membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan KIP untuk keterbukaan informasi pada sektor olah raga,” ungkap Imam di kantor KIP, Jakarta, ditulis Rabu (31/12).

Pada kesempatan itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga, mendukung keputusan KIP yang menyatakan bahwa PSSI adalah sebuah lembaga publik.

Sebelumnya, KIP ‎memutuskan bahwa PSSI adalah badan publik dan diminta untuk mau terbuka soal kondisi keuangannya.

“Tentunya, kami mendukung penuh apa yang dilakukan oleh KIP. Karena saya pikir badan publik itu memang harus transparan dan akuntabel. Tidak hanya PSSI, tapi sektor olahraga lainnya, termasuk Kemenpora juga,” pungkasnya.

Seperti diketahui, keputusan KIP kepada PSSI bisa dibilang menjadi salah satu landasan pembentukan Tim Sembilan Kemenpora. Yang mana salah satu tugas tim tersebut adalah mengevaluasi transparansi keuangan PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Rini Belum Pelajari Rekomendasi Tim Faisal Basri

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas mencabut kewenangan anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) untuk mengimpor minyak dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Fungsi Petral dalam mengimpor minyak mentah dan BBM akan dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC) yang juga berada di bawah Pertamina.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku masih belum mempelajari mengenai rekomendasi pengalihan fungsi Petral yang dialihkan ke ISC itu.

“Soal itu, saya masih belum mempelajarinya. Saya pelajari dulu itu (Rekomendasi RTKM),” kata Rini saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (31/12).

Selain itu, Rini juga mengaku belum mengetahui soal pengangkatan Daniel Purba sebagai Vice Presiden Integrated Supply Chain (ISC) menggantikan Tafkir Husni. Pelantikan Daniel sendiri dilakukan pada kemarin (30/12) siang.

Dengan singkat ia mengatakan bahwa dirinya sama sekali belum mengetahui hal tersebut. “Oh ya? Saya belum tahu soal itu,” ujar Rini.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain