12 April 2026
Beranda blog Halaman 40369

AEPI: RTKM Bagian Skenario Liberalisasi Migas

Jakarta, Aktual.co — Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengatakan bahwa penunjukkan salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Daniel Purba sebagai Vice Presiden (VP) Integrated Supply Chain Pertamina (PTM-ISC) merupakan skenario besar untuk mematikan fungsi Petral-PES.

‎”Ini sudah sesuai dengan skenario, mematikan fungsi Petral, lalu meliberalisasi impor, semua pemasok impor bisa langsung memasok minyak mentah dan produk jadi ke Pertamina,” ujar Salamuddin Daeng kepada Aktual di Jakarta, Rabu (31/12).

Menurutnya, ISC difungsikan kembali untuk menjadikan makelar pembeli minyak mentah baik dari dalam dan luar negeri.

‎”Permasalahan sekarang adalah bergantinya tampuk mafia migas ke Soemarno inc melalui kewenangan Menteri ESDM Sudirman Said dan Daniel Purba,” tegasnya.

Dahulu, Daniel Purba sebagai pemasok/pedagang Migas, tapi sekarang malah jadi eksekutif PTM-ISC. Bahkan, anak perusahan Pertamina sendiri dipaksa untuk bersaing, memasok minyak dan produknya ke Pertamina sebagai pedagang.

“Anehnya, anak perusahaan pertamina sekarang bersaing dengan para trader lainnya untuk memasok minyak ke Pertamina. Itu tentu tidak masuk akal, sama dengan membuat anak perusahaan tersbut tidak efisien lagi,” tambahnya.

‎Lebih lanjut dikatakan, niat awal memperbaiki Petral-PES jadi tidak tercapai, malah berbalik menjadi liberalisasi hilir minyak, seiring dengan penghapusan Ron 88.

‎”Penghilangan premium atau RON88 merupakan paket dari liberalisasi hilir. Hal ini akan membuat Pertamina semakin sulit bersaing dalam pasar produk BBM,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pengangkatan Daniel Purba sebagai VP ISC dilakukan pada Selasa (30/12). Direktur Pemasaran dan Trading Pertamina Achmad Bambang membenarkan hal tersebut. Sayangnya, Bambang enggan berkomentar lebih lanjut dimana pelantikan dan oleh siapa. “Benar… tadi sore,” kata Bambang saat dihubungi Aktual.co, Jakarta, Selasa (30/12).

Menurut beberapa pemberitaan, Daniel Purba diduga adalah bagian dari mafia migas. Waktu Daniel jadi VP Petral dibawah Ari Soemarno sewaktu menjabat Direktur di Petral dan Dirut Pertamina, semua solar impor dibeli dari Hin Leong. Korelasi Hin Leong dengan Petral yang saat itu di bawah pimpinan Ari Soemarno adalah melalui Daniel Purba yang merupakan kolega Hin Leong.

Oleh karena itu, menurut Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik Rusmin Effendy,  seharusnya anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas sebelum ditunjuk harus mampu dibuktikan kalau mereka bersih. “Sebelum ditunjuk sebagai anggota reformasi migas, sebaiknya Daniel diaudit kekayaannya dulu, baik oleh PPATK ataupun KPK. Buktikan dia bersih terlebih dahulu sebelum membersihkan sektor migas,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Banyak Bencana, Pemprov DKI Dianggap Tak Sensitif Gelar JNF

Jakarta, Aktual.co —Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-MPO mengecam Pemprov DKI yang tetap menggelar perayaan pesta tahun baru 2015 di Jakarta Night Festival (JNF). Sedangkan Indonesia saat ini sedang dirundung musibah. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap tak sensitif.  
“Kami dari PB HMI-MPO mengecam keras kebijakan Pemprov DKI Jakarta adakan JNF di tengah kondisi bangsa yang tengah berduka. Di mana empati mereka?” ujar Ketua Umum PB HMI-MPO, Puji Hartoyo, dalam siaran pers, Rabu, (31/12).
Dijelaskan Puji, dalam dua bulan terakhir di November-Desember berbagai musibah menimpa Indonesia. Yakni erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, dan di minggu ini musibah hilangnya pesawat Air Asia QZ8501. 
“Ini memberi duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Belum lama musibah berlalu kembali duka pecah di tengah rakyat sebab musibah yang melanda datang,” tutur dia.
Ketimbang merayakan secara berlebihan pergantian tahun, dia mengimbau peringatan dilakukan secara sederhana dan banyak berdoa. Mewakili HMI, Puji berharap tiap bencana bisa dijadikan sebagai renungan. “Bila perlu banyak panjatkan doa untuk keselamatan bangsa.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Temukan AirAsia Hanya 2 Hari, Inilah Kapal ‘Hero’ yang Canggih Milik TNI AL

Jakarta, Aktual.co — Kapal perang terbaru dan tercanggih milik Angkatan Laut Indonesia saat ini, KRI Bung Tomo (357) berperan aktif dalam melakukan penyelematan korban pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12), pukul 07.55. Pesawat sempat menghubungi Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari yang sebelumnya 32.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk.

KRI Bung Tomo sangat berperan dalam proses evakuasi AirAsia QZ8501. Kapal baru Indonesia tersebut bertugas mengangkut serpihan-serpihan pesawat dan jasad-jasad korban. KRI itu menemukan emergency exit door serta mengevakuasi beberapa jenazah. Sekitar pukul 15.00 WIB, kapal buatan Inggris tersebut menerjang ganasnya ombak lautan untuk mengevakuasi belasan jenazah lainnya. Namun tahukah Anda, spesifikasi dan bentuk ‘Kapal Hero’  tersebut?

KRI Bung Tomo (357) merupakan salah satu dari tiga jenis kapal (Multi Role Light Fregate) milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Pemberian nama Bung Tomo kepada kapal andalan TNI Angkatan Laut ini, karena perananan yang besar dari tokoh Bung Tomo dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda, yang berakhir dengan Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Kapal yang dibuat oleh Perusahaan Teknologi Bae System, Inggris dibeli dengan harga Rp4 trilliun plus dua tambahan Kapal Perang baru yang juga dari Inggris yaitu KRI John Lee dan KRI Usman Harun. Kapal yan berbobot 2300 ton, Panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter ini didukung 4 motor pendorong pokok Combined Diesel and Diesel mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kapal Perang KRI Bung Tomo tiba di tanah air pada tanggal 8 September 2014 melalui Perairan Pulau Sabang, Aceh dan Tiba di Dermaga Terminal Penumpang Pelabuhan Belawan, Medan Sumatera Utara. Kapal ini memiliki jumlah ABK 85 prajurit, dengan rincian perwira 17 orang, bintara 40 orang dan tamtama 28 orang. Kapal perang ini merupakan kapal patroli lepas pantai jenis korvet, dan tiba di Indonesia pada pertengahan bulan September 2014. KRI Bung Tomo-357 saat ini dikomandani Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T.

Spesifikasi KRI Bung Tomo (357) memiliki berat 1,941 ton. Dengan dimensi 89 meter x 12,8 meter x 3,6 meter. Ditenagai oleh 4 x MAN B&W / Ruston diesel engine (total of 30.2 MW). Kecepatan maksimal 30 knot dengan jarak jelajah 9,000 km. Diawaki oleh maksimal 79 pelaut.

Kapal perang tersebut memiliki panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, dan berat 2.300 ton. Dengan kemampuan mesin 4 x MAN 20 RK270 Diesel, kapal ini memiliki kecepatan 30 knot. Kapal terbaru yang nantinya masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim ini dilengkapi dengan Radar dan Avionik Sonar: FMS 21/3 Hull Mounted Sonar buatan Thales, Perancis.

KRI Bung Tomo juga dilengkapi oleh platform system yang baik, di antaranya Radar Navigasi dan Radar Surveillance untuk mendukung pengamatan udara, serta Radar Tracker Senjata untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran.

Secara rinci kapal perang tipe F2000 Corvette ini memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE System 324 mm untuk perang atas dan bawah air. Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA MICA (BAE System), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet.

Kelengkapan sistem sensor senjata juga dilengkapi dengan EOTs (Electro Optical Tracker System) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual menggunakan camera video.

Propulsion system maupun pesawat-pesawat bantu yang ada di kapal tersebut dikontrol secara computerisasi oleh IPMS (Integrated ang cukup Platform Manajemen System), sehingga jika ada kerusakan atau failure pada salah satu sistem kapal akan terdeteksi secara dini.

Selain itu, persenjataan yang ada di KRI jenis MRLF ini antara lain, meriam Oto Melara 76 mm, dua meriam MSI Defence DS 30 B REMSIG 30 mm, Peluncur Triple BAE System kaliber 324 mm untuk perang atas air, enam belas tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA VLS Mica (BAE System), dua tabung peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exoxet.

Kapal MRLF ini menggunakan Radamec 2500 yang merupakan perangkat sensor elektro optic weapon director, dimana alat ini dapat disetting multi mode auto tracker, yaitu lima sasaran dapat dipantau sekaligus dari jarak 18.000 meter.

Untuk diketahui, dalam tugas internasionalnya membela Negara beberapa waktu yang lalu, Kapal ‘Hero’ ini sudah menempuh pelayaran secara berlanjut diberangkatkan dari pelabuhan Portland (Inggris), dan selanjutnya singgah di beberapa pelabuhan antara lain  pelabuhan  Malaga (Spanyol), Civitavecchia (Italia), Port Said (Mesir), Jeddah (Arab Saudi), Salalah (Oman), Cochin (India)  dan akhirnya tiba  di perairan Indonesia disambut KRI Oswald Siahaan – 354 dan pesawat TNI AL.

Kapal perang KRI Bung Tomo-357 dalam pelayaran memasuki perairan Indonesia  melalui perairan Pulau Rondo Sabang   dan menuju perairan Selat Malaka  dengan dikawal KRI  jenis perusak Kawal Rudal (PKR)  kelas Vanspijk di  perairan Indonesia tepatnya di  di sekitar pulau Rondo Ujung paling Barat Pulau Sumatra.

Kapal perang  baru TNI AL dengan kemampuan sistem persenjataan modern KRI   Bung Tomo – 357  singgah di Pelabuhan  Belawan Medan   dalam rangka melaksanakan bekal ulang logistik dan bekal lainnya  serta melaksanakan agenda kegiatan yang telah dipersiapakan di Lantamal I Belawan.

Terkait dengan pesawat AirAsia sehari sebelumnya, proses evakuasi sebanyak belasan jenazah penumpang AirAsia QZ8501, dilakukan sendiri oleh Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo. Kapal perang yang lain datang Selasa (30/12) kemarin.

Menurut satelit radar Puskodal, ada empat KRI yang dikerahkan ke lokasi ditemukannya jenazah dan serpihan pesawat. Empat kapal itu ialah KRI Pulau Renggat, KRI Banda Aceh, KRI Pattimura, dan KRI Sigurot. Empat kapal itu diperkirakan tiba sekitar pukul 18.00 WIB.

Meski hanya sendiri yang melakukan evakuasi, Muspin mengaku tak menemui kendala selama mengangkat jenazah. Proses itu dapat dilakukan tanpa adanya kendala apa pun, termasuk cuaca.  Sekarang, TNI masih fokus untuk mencari korban lainnya di wilayah perairan tersebut.

Sekedar informasi, pesawat Airasia QZ8501 ini membawa 155 orang penumpang yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 orang anak-anak, dan 1 orang anak balita. Di dalam pesawat itu, ada pula penumpang dan awak kabin warga negara asing, yakni Singapura 1 orang, Inggris 1 orang, Malaysia 1 orang, Korea Selatan 3 orang, dan Perancis 1 orang. ( Laporan: Wisnu Yusep)

Artikel ini ditulis oleh:

JNF Siapkan Lilin Untuk Doa Bersama Korban Air Asia

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Ahok mengatakan pada perayaan tahun baru Jakarta Night Festival nanti malam akan siapkan lilin untuk acara khusus berdoa bersama untuk korban Air Asia QZ 8501.
“Tidak ada karnaval. Kita pakai event ini untuk berdoa bersama untuk merenung, mengenang kejadian ini. Kita akan siapkan mungkin ada lilin untuk merenung,” ujarnya di Balai Kota, Rabu (31/12).
Ia mengharapkan tidak ada kejadian serupa pada tahun 2015 mendatang. Ia pun berdoa agar keluarga korban dapat diberi ketabahan.
“Kita justru pengen tahun depan ada kejadian terulang. Jadi untuk keluarga itu kita berdoa supaya dikuatkan, diberikan rezeki lagi, kesabaran karena sudah ditinggalkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura dinyatakan hilang kontak pada Minggu pagi, (28/12). Pesawat hilang kontak dengan menara pengawas di sekitar Tanjung Pandan, Belitung Timur. Pesawat tersebut membawa 155 penumpang dan 7 awak. Kemarin Selasa (30/12). Basarnas menemukan serpihan diduga milik pesawat Air Asia beserta beberapa mayat yang diduga penumpang pesawat tersebut di perairan dekat Pangkalan Bun, Selat Karimata, Kalimantan Tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Anggota Polisi Ditembak Orang Tak Dikenal di Papua

Jakarta, Aktual.co — Anggota Polres Paniai, Briptu Arif, ditembak orang tak dikenal di Distrik Diakebo Monamani, Kabupaten Dogiyai, sekitar pukul 10.30 WIT.
Korban yang sudah dibawa ke RS Paniai, Enarotali, belum diketahui kondisi terkininya.
Sebelumnya, kelompok bersenjata tak dikenal menembak dua anggota Brimob Detasemen A Kotaraja, di Ilaga, Puncak, Papua, Rabu (3/12) pagi.
Kedua anggota Brimob yaitu Aiptu Rhomson Siahaan dan Bripda Porsen, langsung tewas dalam peristiwa tersebut.
Keduanya saat itu tengah membantu mengantar kursi untuk perayaan natal di gereja setempat. Tiba-tiba mereka diserang kelompok anggota bersenjata tak dikenal.

Artikel ini ditulis oleh:

Kongres PAN Akan Dilaksanakan di Bali

Jakarta, Aktual.co — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Bali Njoman Gede Suweta mengemukakan rencana Kongres DPP PAN tahun 2015 akan digelar di Bali.
“Kongres DPP PAN sudah dipastikan akan diselenggarakan di Bali yang direncanakan bulan Maret mendatang,” katanya di Denpasar, Rabu (31/12).
Ia mengatakan kepastian tersebut sudah sempat dibicarakan sebelumnya di pusat, dengan pengurus daerah, baik pengurus provinsi hingga kabupaten dan kota seluruh Indonesia.
“Pertemuan di pusat dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa sempat mengatakan kongres mendatang akan diselenggarakan di Pulau Dewata,” kata politikus asal Kabupaten Buleleng itu.
Suweta mengatakan alasan kongres diselenggarakan di Bali karena tempatnya presentatif, di samping juga dianggap masyarakat Pulau Dewata lebih familiar dengan kegiatan-kegiatan berskala nasional dan internasional.
“Semua peserta menginginkan kongres diselenggarakan di Bali, sebab Bali selain tempatnya memungkinkan, tapi juga keindahan alam dan objek-objek wisatanya mudah dijangkau dalam waktu singkat,” ucap mantan Wakapolda Bali ini.
Menurut dia, kegiatan yang bersifat politik sangat tepat diselenggarakan di Bali, karena keamanan dalam setiap kegiatan memberi alasan menggelar di Pulau Dewata.
“Baik panitia dan peserta pasti berharap keamanan dan kenyaman terjamin, sehingga kegiatan tersebut berjalan sukses,” ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan hajatan politik berskala nasional sudah diselenggarakan pada tahun ini, yaitu Musyawarah Nasional (Munas) Ke-IX Partai Golongan Karya (Golkar) akhir November lalu. Dan juga Kongres DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) direncanakan akan digelar pada April 2015 di Bali.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain