1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40375

Newmont Alokasikan USD5 Juta Eksplorasi Lahan Konsesi

Jakarta, Aktual.co —  PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) segera melanjutkan eksplorasi lahan konsesi tambang Batu Hijau, Lunyuk Utara, Elang, dan Rinti di Sumbawa Barat pada awal 2015.

“Pada 2015, kita alokasikan dana lima juta dolar AS untuk eksplorasi seluruh lahan konsesi. Kita akan lakukan pemetaan,” kata Senior Manager Operation NNT Wudi Raharjo di Taliwang, Sumbawa Barat, dikutip Jumat (19/12).

Ia mengatakan, kegiatan eksplorasi pada 2014 harus berhenti dikarenakan larangan ekspor dari pemerintah yang mengakibatkan NNT tidak bisa menjual hasil konsentratnya.

Menurut dia, rencana eksplorasi itu adalah pengeboran lanjutan yang sempat terhenti di beberapa titik Batu Hijau dan Elang serta pemetaan di Lunyuk Utara dan Rinti.

“Tahun 2012, eksplorasi di Elang sangat intensif, namun menurun 2013, dan terhenti 2014 karena ada larangan ekspor, sehingga kegiatan yang berdampak jangka panjang dihentikan dahulu untuk menyelamatkan jangka pendek,” katanya.

Wudi menambahkan, rencana eksplorasi tersebut harus didukung kepastian hukum berusaha, dikarenakan biaya yang dikeluarkan cukup besar.

Eksplorasi harus dilakukan, lanjutnya, seiring mulai berkurangnya hasil tambang dari fase enam pada 2017. Di sisi lain, untuk melanjutkan fase tujuh dibutuhkan dana sebesar 1,8 miliar dolar AS.

“Fase enam diperkirakan habis pada 2017, dan jika kita tidak investasi lagi untuk fase tujuh, maka tambang akan berhenti sampai di situ. Sementara, untuk pabrik pengolahan masih akan beroperasi 9-10 tahun setelah tambang ditutup,” ujarnya.

Wudi menjelaskan, pihaknya sedang mengupayakan pelaksanaan fase tujuh yang akan menambah umur tambang hingga 2027.

Namun, tambahnya, tentunya dengan menghitung penurunan harga emas, ongkos produksi yang meningkat, dan juga bertambahnya royalti yang dibayar ke pemerintah.

“Jika bisa dieksekusi, maka umur tambang akan bisa meningkat sampai 2027. Sekarang kita sedang menganalisa bagaimana mengeksekusi fase tujuh tersebut dengan ekonomis,” katanya.

Pada awal 2014, pemerintah melarang ekspor mineral mentah dan mewajibkan perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia mengolah dan memurnikannya sesuai UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sofyan: Menteri Rini Tidak Perlu Jual Aset Untuk APBN

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka penghematan dan efisiensi anggaran, Menteri BUMN Rini Soemarno bersama para jajaran eselon I berencana menjual gedung kantor Kementeriannya. Pasalnya, gedung yang memiliki 21 lantai berletak di jalan Medan Merdeka Selatan 13 Gambir, Jakarta Pusat itu dinilai tidak efisien dan terlalu besar.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa jika yang dimaksud Menteri Rini adalah uang hasil penjualan gedung untuk APBN maka sesungguhnya itu merupakan hal yang tidak perlu.

“Itu saya tidak tahu, itu kan baru wacana Ibu Menteri (Rini Soemarno). Bu menteri mengatakan, tidak perlu kantor sebesar itu. Tapi kalau uang itu untuk APBN, itu tidak perlu karena tahun depan pada APBN-P 2015 akan cukup besar ruang fiskal kita untuk bangun irigasi, bangun jalan, bangun jembatan dan pelabuhan,” kata Sofyan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12) malam.

Menurutnya, kita tidak perlu menjual aset untuk menutupi kekurangan uang negara, karena  anggaran sudah tidak ada lagi masalah. Bahkan anggaran negara sekarang dengan dipindahkannya anggaran konsumtif ke produktif negara sudah hemat luar biasa.

“Anggaran tidak ada masalah lagi. Selama ini yang menjadi masalah adalah twin defisit, defisit anggaran dan defisit neraca pembayaran. Nah sekarang defisit anggaran sudah selesai. Maka kita perlu skenario yang tidak perlu surplus. Karena ekonomi kita sedang bertumbuh,” ujarnya.

Akan tetapi, tambahnya, yang paling penting adalah defisit neraca perdagangan bagaimana harus bisa surplus, maka itu akan memperkuat rupiah.

“Tapi ketika kita menyelesaikan masalah subsidi BBM, meletakkan APBN kita, fiskal kita dalam keadaan order. Itu luar biasa, itu yang sangat membantu. Itulah kenapa rupiah menguat kepada Yen dan Malaysia, karena ekonomi kita lebih baik,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sofyan: Menteri Rini Tidak Perlu Jual Aset Untuk APBN

Jakarta, Aktual.co — Dalam rangka penghematan dan efisiensi anggaran, Menteri BUMN Rini Soemarno bersama para jajaran eselon I berencana menjual gedung kantor Kementeriannya. Pasalnya, gedung yang memiliki 21 lantai berletak di jalan Medan Merdeka Selatan 13 Gambir, Jakarta Pusat itu dinilai tidak efisien dan terlalu besar.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa jika yang dimaksud Menteri Rini adalah uang hasil penjualan gedung untuk APBN maka sesungguhnya itu merupakan hal yang tidak perlu.

“Itu saya tidak tahu, itu kan baru wacana Ibu Menteri (Rini Soemarno). Bu menteri mengatakan, tidak perlu kantor sebesar itu. Tapi kalau uang itu untuk APBN, itu tidak perlu karena tahun depan pada APBN-P 2015 akan cukup besar ruang fiskal kita untuk bangun irigasi, bangun jalan, bangun jembatan dan pelabuhan,” kata Sofyan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12) malam.

Menurutnya, kita tidak perlu menjual aset untuk menutupi kekurangan uang negara, karena  anggaran sudah tidak ada lagi masalah. Bahkan anggaran negara sekarang dengan dipindahkannya anggaran konsumtif ke produktif negara sudah hemat luar biasa.

“Anggaran tidak ada masalah lagi. Selama ini yang menjadi masalah adalah twin defisit, defisit anggaran dan defisit neraca pembayaran. Nah sekarang defisit anggaran sudah selesai. Maka kita perlu skenario yang tidak perlu surplus. Karena ekonomi kita sedang bertumbuh,” ujarnya.

Akan tetapi, tambahnya, yang paling penting adalah defisit neraca perdagangan bagaimana harus bisa surplus, maka itu akan memperkuat rupiah.

“Tapi ketika kita menyelesaikan masalah subsidi BBM, meletakkan APBN kita, fiskal kita dalam keadaan order. Itu luar biasa, itu yang sangat membantu. Itulah kenapa rupiah menguat kepada Yen dan Malaysia, karena ekonomi kita lebih baik,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jaktim Bikin 800 Sumur Resapan, Punya Dua Fungsi

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Jakarta Timur kebut pembuatan ribuan sumur resapan. Kepala Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Tuti Kurnia, mengatakan prosesnya saat ini sudah mencapai 80 persen dari total 1.040 sumur resapan di 10 kecamatan. 
Sumur resapan itu tersebar 137 titik di Jatinegara, 87 titik di Matraman, 304 titik di Duren Sawit, 400 titik di Kramatjati, 100 titik di Pulogadung dan 15 titik di Cipayung.
Dijelaskan dia, selain untuk menampung air hujan, keberadaan sumur resapan juga diharapkan mampu mengurangi timbulnya genangan maupun banjir di wilayah Jakarta Timur yang memang rawan. 
“Ada dua fungsi keberadaan sumur resapan, yaitu solusi untuk banjir dan yang kedua sebagai tempat  penampungan air yang bisa digunakan saat kemarau,” ujar dia, di Jakarta, Kamis (18/12).
Secara teknis, dijelaskan dia, ada standar umum untuk pembuatan sumur resapan. Yaitu memiliki kedalaman 3,20 meter persegi, panjang 2 meter persegi dan lebar 1,2 meter. Serta di dalamnya dibuat tangki dari beton untuk menampung air.
“Air yang tertampung di sumur resapan nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyiram taman,” ucapnya.
Dilansir dari beritajakarta.com, di salah satu titik lokasi pembuatan sumur resapan, terlihat sejumlah pekerja tengah beraktivitas memasang tangki, melakukan penggalian dan mengangkut tanah.
“Ada 40 titik yang sedang dikerjakan. Kita lagi pasang tangki untuk penampungan air,” kata Widiarto, salah seorang pekerja.
Seperti diketahui, tahun ini, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta setidaknya akan membuat 3.620 titik sumur resapan di lima wilayah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. 
Diharapkan, tahun depan jumlah sumur resapan yang dibuat terus bertambah mengingat penanggulangan banjir menjadi salah satu prioritas yang harus segera diselesaikan Pemprov DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaktim Bikin 800 Sumur Resapan, Punya Dua Fungsi

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Jakarta Timur kebut pembuatan ribuan sumur resapan. Kepala Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Tuti Kurnia, mengatakan prosesnya saat ini sudah mencapai 80 persen dari total 1.040 sumur resapan di 10 kecamatan. 
Sumur resapan itu tersebar 137 titik di Jatinegara, 87 titik di Matraman, 304 titik di Duren Sawit, 400 titik di Kramatjati, 100 titik di Pulogadung dan 15 titik di Cipayung.
Dijelaskan dia, selain untuk menampung air hujan, keberadaan sumur resapan juga diharapkan mampu mengurangi timbulnya genangan maupun banjir di wilayah Jakarta Timur yang memang rawan. 
“Ada dua fungsi keberadaan sumur resapan, yaitu solusi untuk banjir dan yang kedua sebagai tempat  penampungan air yang bisa digunakan saat kemarau,” ujar dia, di Jakarta, Kamis (18/12).
Secara teknis, dijelaskan dia, ada standar umum untuk pembuatan sumur resapan. Yaitu memiliki kedalaman 3,20 meter persegi, panjang 2 meter persegi dan lebar 1,2 meter. Serta di dalamnya dibuat tangki dari beton untuk menampung air.
“Air yang tertampung di sumur resapan nantinya bisa dimanfaatkan untuk menyiram taman,” ucapnya.
Dilansir dari beritajakarta.com, di salah satu titik lokasi pembuatan sumur resapan, terlihat sejumlah pekerja tengah beraktivitas memasang tangki, melakukan penggalian dan mengangkut tanah.
“Ada 40 titik yang sedang dikerjakan. Kita lagi pasang tangki untuk penampungan air,” kata Widiarto, salah seorang pekerja.
Seperti diketahui, tahun ini, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta setidaknya akan membuat 3.620 titik sumur resapan di lima wilayah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. 
Diharapkan, tahun depan jumlah sumur resapan yang dibuat terus bertambah mengingat penanggulangan banjir menjadi salah satu prioritas yang harus segera diselesaikan Pemprov DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Akhir Pekan, Rupiah Dibuka Menguat 94 Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak menguat sebesar 94 poin menjadi Rp12.468 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.562 per dolar AS.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa laju nilai tukar rupiah kembali mengalami apresiasi dimana masih adanya intervensi dari Bank Indonesia (BI) sehingga ruang penguatan masih cukup terbuka bagi mata uang domestik.

“Pernyataan BI yang dinilai cukup positif dimana memberikan sinyal kepastian level yang akan dijaga, yaitu di level Rp11.900-Rp12.300 per dolar AS,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/12).

Di sisi lain, lanjut dia, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan sinyal belum akan menaikan suku bunga AS (Fed rate) memberikan angin segar bagi mata uang rupiah untuk dapat bertahan di area positif.

Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa sentimen mata uang ‘emerging market’, termasuk rupiah kembali berbalik positif, salah satu faktor utama dari penguatan kurs “emerging market” itu yakni aksi sebagian investor yang mulai mengabaikan sentimen Fed rate.

“Situasi itu, membuka potensi bagi investor untuk kembali masuk ke dalam negeri setelah sempat melepas portofolionya di ‘emerging market’ akibat cukup kuatnya ekspektasi the Fed akan menaikan suku bunganya,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Rully Nova, sentimen dari dalam negeri juga cukup positif seiring dengan munculnya harapan terhadap pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktiur itu diyakini akan menopang perekonomian Indonesia ke depannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain