1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40376

Jalan Layang Rp2,5 Triliun Dibangun untuk Transjakarta Koridor XIII

Jakarta, Aktual.co —Jalan layang sepanjang 9,4 kilometer akan dibangun untuk Transjakarta Koridor XIII untuk trayek Ciledug – Blok M. Pengerjaannya akan dibagi dalam delapan paket dan pembangunan fisiknya (groundbreaking) dimulai April 2015.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Agus Priyono mengatakan anggaran yang digunakan adalah tahun jamak atau multiyears. Dengan biaya sebesar Rp 2,5 triliun. 
Rinciannya, Rp 200 miliar untuk konsultan perencanaan, desain awal, serta konsultan manajemen. Sedangkan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 2,3 triliun. 
“Ditargetkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang,” kata dia, di Jakarta, Kamis (18/12).
Kata dia, saat ini masih dilakukan rancang desain untuk proyek di koridor yang direncanakan bakal dilengkapi 12 halte.
“Butuh waktu tiga bulan. Kira-kira April 2015 baru bisa groundbreaking,” ujar nya, seperti dilansir dari Beritajakarta.
Untuk pengerjaan jalan layang selebar sembilan meter dan tinggi 12-20 meter itu pemenang tender tidak bisa langsung mengerjakan pembangunan.  Karena pemenang tender harus terlebih dulu membuat desain terhadap jalan yang akan dibangun.
Jalan layang tersebut nantinya akan melewati sembilan halte yakni, Halte Universitas Budiluhur, JORR W2, Swadarma, Cipulir, Seskoal, Carrefour, Kebayoran Lama, Taman Puring, Stasiun MRT, Tirtayasa, Rawa Barat dan Halte Trans TV.
Nantinya, kata Agus, jalan layang hanya diperuntukan bagi bus Transjakarta. Namun jika diperlukan untuk penambahan rasio jalan, konstruksi sudah dirancang untuk dapat dilebarkan.
“Dulu memang muncul polemik, khusus bus Transjakarta atau mix dengan kendaraan lain non bus Transjakarta. Akhirnya kami ambil keputusan khusus bus Transjakarta,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jalan Layang Rp2,5 Triliun Dibangun untuk Transjakarta Koridor XIII

Jakarta, Aktual.co —Jalan layang sepanjang 9,4 kilometer akan dibangun untuk Transjakarta Koridor XIII untuk trayek Ciledug – Blok M. Pengerjaannya akan dibagi dalam delapan paket dan pembangunan fisiknya (groundbreaking) dimulai April 2015.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Agus Priyono mengatakan anggaran yang digunakan adalah tahun jamak atau multiyears. Dengan biaya sebesar Rp 2,5 triliun. 
Rinciannya, Rp 200 miliar untuk konsultan perencanaan, desain awal, serta konsultan manajemen. Sedangkan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 2,3 triliun. 
“Ditargetkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang,” kata dia, di Jakarta, Kamis (18/12).
Kata dia, saat ini masih dilakukan rancang desain untuk proyek di koridor yang direncanakan bakal dilengkapi 12 halte.
“Butuh waktu tiga bulan. Kira-kira April 2015 baru bisa groundbreaking,” ujar nya, seperti dilansir dari Beritajakarta.
Untuk pengerjaan jalan layang selebar sembilan meter dan tinggi 12-20 meter itu pemenang tender tidak bisa langsung mengerjakan pembangunan.  Karena pemenang tender harus terlebih dulu membuat desain terhadap jalan yang akan dibangun.
Jalan layang tersebut nantinya akan melewati sembilan halte yakni, Halte Universitas Budiluhur, JORR W2, Swadarma, Cipulir, Seskoal, Carrefour, Kebayoran Lama, Taman Puring, Stasiun MRT, Tirtayasa, Rawa Barat dan Halte Trans TV.
Nantinya, kata Agus, jalan layang hanya diperuntukan bagi bus Transjakarta. Namun jika diperlukan untuk penambahan rasio jalan, konstruksi sudah dirancang untuk dapat dilebarkan.
“Dulu memang muncul polemik, khusus bus Transjakarta atau mix dengan kendaraan lain non bus Transjakarta. Akhirnya kami ambil keputusan khusus bus Transjakarta,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Cari Narkoba, BNN Malah Sita Samurai di Kampus UKI

Jakarta, Aktual.co —Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggeledahan di kampus Universitas Kristen Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/12) sore kemarin.
Dalam penggeledahan yang dipimpin Kombespol Slamet Pribadi, sebanyak 20 personel gabungan BNN dan Polrestro Jakarta Timur, menyisir titik-titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkoba mahasiswa.
“Kami mulai sejak pukul 14.00 WIB dan selesai 16.00 WIB, dari ruang UKM hingga tempat-tempat mencurigakan,” kata Slamet di Jakarta, Kamis (18/12).
Dia menjelaskan, dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi dua area penyisiran. Masing-masing tim membawa seekor anjing pelacak dengan area pencarian di dalam gedung Fakultas Teknik dan di sekitar gedung atau ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). 
Melalui penggeledahan tersebut, petugas menemukan dua buah parang serta sebilah samurai. Selain itu, aparat juga menemukan dua gram batang ganja, sebuah alat hisap sabu, dua plastik klip wadah sabu, serta dua karung botol minuman keras.
“Biasanya botol-botol ini untuk membuat bom molotov,” tambahnya.
BNN memilih menggelar razia pada sore hari lantaran para mahasiswa biasa beristirahat pada jam-jam tersebut. Selama penyisiran, situasi berjalan kondusif dan lancar.
“Pihak kampus cukup kooperatif, ini juga sebagai upaya pencegahan peredara narkoba di lingkungan kampus.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Cari Narkoba, BNN Malah Sita Samurai di Kampus UKI

Jakarta, Aktual.co —Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggeledahan di kampus Universitas Kristen Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/12) sore kemarin.
Dalam penggeledahan yang dipimpin Kombespol Slamet Pribadi, sebanyak 20 personel gabungan BNN dan Polrestro Jakarta Timur, menyisir titik-titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkoba mahasiswa.
“Kami mulai sejak pukul 14.00 WIB dan selesai 16.00 WIB, dari ruang UKM hingga tempat-tempat mencurigakan,” kata Slamet di Jakarta, Kamis (18/12).
Dia menjelaskan, dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi dua area penyisiran. Masing-masing tim membawa seekor anjing pelacak dengan area pencarian di dalam gedung Fakultas Teknik dan di sekitar gedung atau ruang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). 
Melalui penggeledahan tersebut, petugas menemukan dua buah parang serta sebilah samurai. Selain itu, aparat juga menemukan dua gram batang ganja, sebuah alat hisap sabu, dua plastik klip wadah sabu, serta dua karung botol minuman keras.
“Biasanya botol-botol ini untuk membuat bom molotov,” tambahnya.
BNN memilih menggelar razia pada sore hari lantaran para mahasiswa biasa beristirahat pada jam-jam tersebut. Selama penyisiran, situasi berjalan kondusif dan lancar.
“Pihak kampus cukup kooperatif, ini juga sebagai upaya pencegahan peredara narkoba di lingkungan kampus.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Mendagri Hari Ini Akan Penuhi Panggilan KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/12) memanggil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Saat dikonfirmasi, Tjahjo mengatakan akan memenuhi panggilan KPK tersebut.
“Ya, akan konsultasi  terkait area-area peta korupsi di Kemendagri,” kata Tjahjo melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (19/12).
Saat disinggung apakah Tjahjo dan KPK juga akan membicarakan soal rekening gendut milik beberapa kepala daerah seperti hasil kajian dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Tjahjo belum bisa memastikan hal itu.
Padahal pada Kamis (18/12) Tjahjo mengatakan, akan membicarakan masalah ini dengan pihak KPK. “Kami harus tahu dulu siapa oknumnya, makanya besok saya ke KPK. Mau diskusi masalah ini,” kata Tjahjo di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto.
Ketua KPK Abraham Samad sebelumnya mengungkapkan, terdapat beberapa kepala daerah maupun mantan kepala daerah yang memiliki rekening gendut. KPK mendapat laporan tersebut PPATK.
Dalam kajian tersebut terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, selain Foke, Samad juga menyebut nama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai satu dari 10 nama kepala daerah dalam laporan hasil analisis (LHA) PPATK ke KPK tersebut. Saat ini, KPK sedang mengkaji nama-nama yang dilaporkan PPATK tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mendagri Hari Ini Akan Penuhi Panggilan KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/12) memanggil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Saat dikonfirmasi, Tjahjo mengatakan akan memenuhi panggilan KPK tersebut.
“Ya, akan konsultasi  terkait area-area peta korupsi di Kemendagri,” kata Tjahjo melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (19/12).
Saat disinggung apakah Tjahjo dan KPK juga akan membicarakan soal rekening gendut milik beberapa kepala daerah seperti hasil kajian dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Tjahjo belum bisa memastikan hal itu.
Padahal pada Kamis (18/12) Tjahjo mengatakan, akan membicarakan masalah ini dengan pihak KPK. “Kami harus tahu dulu siapa oknumnya, makanya besok saya ke KPK. Mau diskusi masalah ini,” kata Tjahjo di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto.
Ketua KPK Abraham Samad sebelumnya mengungkapkan, terdapat beberapa kepala daerah maupun mantan kepala daerah yang memiliki rekening gendut. KPK mendapat laporan tersebut PPATK.
Dalam kajian tersebut terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, selain Foke, Samad juga menyebut nama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai satu dari 10 nama kepala daerah dalam laporan hasil analisis (LHA) PPATK ke KPK tersebut. Saat ini, KPK sedang mengkaji nama-nama yang dilaporkan PPATK tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain