18 April 2026
Beranda blog Halaman 40408

Pementasan Topeng Kenyem Manis di Denpasar Tandai ‘Melepas Matahari’

Jakarta, Aktual.co —  Pementasan kesenian Topeng Kenyem Manis karya maestro seniman topeng Kota Denpasar almarhum I Nyoman Pugra mengantarkan pawai budaya ‘Melepas Matahari 2014’ di perempatan patung Catur Muka Denpasar.

“Pawai budaya ‘Melepas Matahari 2014’ tersebut serangkaian dengan penutupan ajang kegiatan ‘Denpasar Festival (Denfest) Ke-7’,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Denpasar Made Mudra di Denpasar, Selasa (30/12).

Ia mengatakan pawai “Melepas Matahari 2014” ditandai dengan pemakaian Topeng Kenyem Manis oleh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Dharmawijaya Mantra kepada peserta pawai tersebut.

“Parade ‘Melepas Matahari’ pada Rabu (31/12) di mulai pukul 16.00 Wita diawali gamelan ilustrasi Sanggar Sunari sebagai pengantar para undangan memasuki arena Penutupan Denfest Ke-7.

Pementasan Topeng Kenyem Manis ini menceritakan tentang karakteristik topeng yang dibuat berdasarkan turunan atau tiruan dari karakter seorang kakek pedagang kelapa yang bernama Pekak Nagi.

Dimana dicerminkan Pekak Nagi dengan penampilannya yang pemalu, namun rajin dan selalu rapi serta bersih di dalam kesehariannya. Hal itulah yang menjadi daya tarik dari karya maestro seniman topeng Kota Denpasar almarhum I Nyoman Pugra untuk meniru dan membuatkan topeng sebagai bentuk karakter topeng yang sering dipentaskan kepada masyarakat dan ditampilkan pada Pawai “Melepas Matahari 2014”.

Made Mudra lebih lanjut mengatakan setelah pertunjukan Topeng Kenyem Manis dilanjutkan dengan pementasan kesenian tradisional oleh Dadong Rerod dkk, selanjutnya pementasan sendratari anak-anak dari Sanggar Siwer Nadi Swara Denpasar.

Selain itu juga pementasan opera oleh komunitas teater sekolah, pementasan Tari Joged Bumbung dari Banjar (kelompok) Anggabaya, teater modern dari komunitas Nabhesima dan pertunjukan musik akhir tahun oleh grup Eka Mahardika Denpasar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakatobi Miliki Empat Barata Kesultanan Buton

Jakarta, Aktual.co — Sultan Buton La Ode Mohammad Izat Manarfa mengukuhkan ‘Barata’ (wilayah setingkat kabupaten dalam wilayah Kesultanan Buton), Tomia dan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara di Wangiwangi, Selasa (30/12).

Dengan pengukuhan dua Barata tersebut, maka di Wakatobi sudah memliki empat Barata Kesultanan Buton.

Prosesi pengukuhan dua Barata tersebut diawali dengan ritual adat pembacaan doa tolak bala dan doa selamat oleh dua tokoh adat.

Tokoh adat yang membaca doa tolak bala memohon kepada Allah sang pencita dan penguasa alam semesta agar menjauhkan masyarakat Wakatobi yang menjadi wilayah Kesultanan Buton dari segala marabahaya.

Sedangkan pembaca doa kedua memohon kepada Allah agar pemerintah dan masyarakat Wakatobi selalu diberi keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama dalam membangun daerah demi terwujudnya kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Sementara itu Sultan Buton La Ode Mohammad Izat Manarfa saat memberi sambutan pada kesempatan tersebut mengingatkan kepada para pejabat ‘Barata’ bahwa tugas utama yang diemban di dalam wilayah Kesultanan Buton adalah membantu menyukseskan tugas pemerintah daerah dalam membangun masyarakat menuju ke kehidupan yang sejahtera, makmur dan damai sesuai dengan tatanan adat dan budaya masyarakat di wilayah Kesultanan Buton.

“Tidak ada tugas yang lebih mulia bagi para pejabat ‘Barata’, kecuali membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya dan bermartabat,” katanya.

Ia mengingatkan para pejabat ‘Barata’ agar jangan pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan diri sendiri karena di dalam tatanan masyarakat Kesultanan Buton, mereka yang mendapat kepercayaan menjadi pemimpin, apa itu sebagai Sultan, kepala Barata atau punggawa kesultanan, seluruh hidup mereka sudah diwakafkan untuk kemajuan kesultanan dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Mereka yang menghianati kepercayaan tersebut, kata dia, bukan hanya dirinya yang akan hancur, melainkan turunnya juga akan ikut punah.

“Oleh karena itu, jangan pernah memanfaatkan jabatan yang dipercayakan, untuk mengeruk keuntungan pribadi. Di dalam tatanan masyarakat Kesultanan Buton, mengutuk perilaku yang demikian itu,” katanya.

Bupati Wakatobi Hugua saat memberi sambutan mengatakan Pemerintah Kabupaten Wakatobi telah membagi tugas dengan perangkat adat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat di Wakatobi.

Menurut dia, perangkat pemerintah daerah menjalankan tugas-tugas menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan fisik seperti gedung, jalan dan jembatan, sedangkan perangkat adat menjalankan tugas pembangunan kemasyarakatan dalam sisi adat istiadat.

“Di Indonesia, belum banyak kabupaten yang membagi tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kemasyarakat dengan perangkat adat ini. Kami melaksanakan ini melalui kebijakan reformasi birokrasi ala Wakatobi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tempat Ini Dipilih Tim DVI Polri Untuk Identifikasi Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan, Polri lebih memilih Surabaya sebagai pusat evakuasi korban pesawat Air Asia QZ 8501 dibandingkan harus mendirikan posko di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Menurut Arthur, hal tersebut dikarenakan pendirian pusat evakuasi di Surabaya dinilai lebih efektif ketimbang di Pangkalan Bun.
“Itu banyak sekali 160 orang lebih yang harus diidentifikasi, mesti ke Surabaya karena lebih sulit kalau di Kalteng,” kata Arthur di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12).
Arthur mengungkapkan, sumber daya manusia Pusdokkes Polri di Jawa Timur dinilai lebih memadai dan jumlah personelnya lebih banyak dari pada personel yang ada di Kalteng, sehingga dapat mempermudah proses identifikasi.
“Selain itu lemari pendingin untuk korban juga sudah tersedia di Surabaya,” ungkapnya.
Hampir semua korban, lanjut Arthur merupakan warga Surabaya dan sekitarnya sehingga dapat memudahkan pencarian data antemortem korban guna proses identifikasi. “Pertimbangan keluarga lebih banyak di sana (Surabaya) untuk kepentingan antemortem,” tutup Arthur.
Untuk diketahui, sejumlah serpihan dari pesawat Airbus 320-200 AirAsia QZ 8501 dipastikan telah ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada hari ini, Selasa (30/12). Sebelumnya, Pesawat AirAsia QZ 8501 dalam rute perjalanan Surabaya menuju Singapura yang mengangkut 155 penumpang dan tujuh awak tersebut dinyatakan hilang dari Air Traffic Controller pada pukul 07:55 WIB, Minggu 28 Desember 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tanggapi Tiga Tuntutan DPRD, Ini Jawaban Mangara

Jakarta, Aktual.co —Kritikan yang dilontarkan sejumlah anggota DPRD DKI di Komisi A terhadap Sekretariat Dewan yang dianggap belum memenuhi beberapa hak anggota dewan, mendapat tanggapan dari Sekwan Mangara Pardede.
Pria yang Januari nanti dikabarkan akan dilantik sebagai Walikota Jakarta Utara itu mengaku sudah memberi penjelasan atas kritik anggota dewan terkait soal pelayanan.
Salah satunya soal lahan parkir. Mangara mengakui, saat ini parkiran di Gedung DPRD DKI memang sudah tidak mampu menampung mobil milik anggota dewan. Karena saat ini lahan parkir DPRD sedang dipakai untuk menampung eks mobil dinas anggota dewan periode 2009-2014, yang tak lama lagi akan segera dilelang.
“Itu semua sudah saya jelaskan sama dewan. Kalau nanti mobil-mobil dinas itu sudah dilelang, anggota dewan juga akan dapat parkir khusus dan tidak ada lagi kekurangan tempat,” ujar dia, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/12).
Namun saat ditanya mengenai tuntutan anggota dewan yang persoalkan gaji bagi staf ahli dan rusaknya fasilitas toilet di gedung DPRD, Mangara enggan menjelaskan detail.  “Itu sudah saya jelaskan (ke DPRD). Ya namanya dikritisi biasa.” 
Kemarin, Anggota Komisi A DPRD DKI Ahmad Yani mengatakan ada beberapa usulan dari anggota dewan lain ke Sekwan.
Pertama, Sekwan diminta serius memfasilitasi hal yang menjadi hak dewan agar bisa bekerja dengan baik.
Terkait fasilitas, kata politisi PKS itu, ada dua gedung di DPRD yang masih memiliki banyak kekurangan. Misal, belum aktifnya telepon di ruangan anggota. Padahal banyak anggota dewan dan staf yang mengeluh tidak ada sinyal telepon genggam saat berada di ruangan. 
Yang kedua, Sekwan diminta memperhatikan fasilitas kamar mandi. Di mana beberapa kerannya rusak.
Sekwan juga diminta menata ulang lahan parkir. Khususnya untuk anggota dewan dan sejumlah staf dewan. “Pengaturan ini agar bisa diberikan stiker masuk ke gedung dewan,” kata Yakni di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (29/12).
Anggota Komisi Bidang Pemerintahan ini juga menyebutkan soal belum turunnya anggaran untuk tenaga ahli (TA) hingga akhir tahun. Fraksi PKS, kata dia, akan mendorong agar anggaran untuk itu segera cair. 
Selain ketiga hal itu, Sekwan juga diminta menjelaskan struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsinya di DPRD DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Mabes Polri Segera Cocokan DNA Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini tengah mengumpulkan data antemortem dari keluarga penumpang pesawat AirAsia QZ 8501.
“DVI sedang bekerja mengambil data antemortem dari keluarga korban sehingga jika korban ditemukan bisa segera dicocokkan DNA nya,” kata Sutarman usai acara Laporan Akhir Tahun Kepolisian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12).
Menurut Sutarman, pengumpulan data antemortem bisa diambil dari rambut, kuku dan darah keluarga korban sehingga nantinya data itu untuk membandingkan proses identifikasi.
“Tim DVI selalu menyiapkan data antemortem dari keluarga mulai dari DNA sampai sidik jari. Jadi suatu saat bila korban ditemukan, itu bisa dicocokkan. Untuk mengenali korban ini siapa, itu tugas DVI untuk mengidentifikasi kembali korban-korban yang sudah rusak dari data-data yang sudah dikumpulkan,” demikian Sutarman.
Sebelumnya, sejumlah serpihan dari pesawat Airbus 320-200 AirAsia QZ 8501 dipastikan telah ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah hari ini. Pesawat yang mengangkut 155 penumpang dan tujuh awak tersebut dinyatakan hilang dari Air Traffic Controller pada pukul 07:55 WIB, Minggu 28 Desember 2014 lalu dalam perjalanan Surabaya menuju Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BNPB: Relawan BPBD Siap Bantu Evakuasi Korban AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif mengatakan, para sukarelawan darat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menyatakan kesiapannya untuk membantu proses evakuasi korban pesawat AirAsia.

“Relawan yang disiapkan ada di BPBD Bangka Belitung dan Kalimantan. Mereka selalu siaga, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan evakuasi jenazah yang sudah ditemukan,” kata Syamsul saat menghadiri acara doa bersama untuk keselamatan dari bencana di Kantor BPBD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (30/12).

Menurut dia, teknis pencarian pesawat dan korban menjadi komando Basarnas, namun pihak BNPB selalu siaga dan siap membantu setiap saat dibutuhkan.

“Para relawan darat itu sudah siaga di Bangka Belitung dan Kalimantan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu proses evakuasi penemuan jenazah penumpang AirAsia,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain