21 April 2026
Beranda blog Halaman 40457

Memasuki Bulan Maulud, Objek Wisata Religi Banten Dipadati Pengunjung

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah objek wisata religi di Provinsi Banten memasuki bulan Mulud atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Tanah Air.

Berdasarkan pantauan, Senin (29/12), menunjukkan, ribuan pengunjung memadati kawasan wisata Banten Lama untuk ziarah ke pemakaman keluarga Sultan Maulana Hasanuddin.

Selain itu juga pemakaman Syech Mansyur Cikaduweun dan Syech Nawawi Caringan Kabupaten Pandeglang.

Mereka para pengunjung datang dari daerah Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga mancanegara.

Mereka datang bersama keluarga dan rombongannya dengan menggunakan mobil pribadi, kendaraan roda dua dan kendaraan bak terbuka.

Samsudin, seorang peziarah warga Cilegon mengatakan bahwa dirinya mendatangi wisata Banten Lama untuk ziarah ke pemakaman Sultan Hasanudin.

Pelaksanaan ziarah ini merupakan tradisi masyarakat yang sudah lama dilakukannya, terlebih saat ini memasuki bulan Mulud.

“Kami rasanya kurang enak jika bulan Mulud tidak ziarah ke pemakaman Sultan Hasanudin di kawasan Banten Lama,” katanya.

Menurut dia, tradisi ziarah ke pemakaman itu, selain memanjat doa-doa kepada Allah, Rasullah dan Auliyah Allah, suhada dan alim ulama.

Selain itu juga memahami dan mengenang perjuangan syiar Islam di Banten.

“Kami dan anak-anak setiap bulan Mulud ziarah ke pamakaman Sultan Hasanudin,” katanya.

Hal serupa juga dikatakan Ahmad Sujudi warga DKI Jakarta mengatakan dirinya sudah biasa melakukan ziarah ke Banten Lama pada bulan kelahiran Nabi Muhammad Saw.

“Kami datang ke sini, selain berdoa juga mengenang perjuangan Islam di Banten yang dibawakan oleh wali Allah yakni Sultan Hasanudin,” katanya.

Begitu pula pengunjung memadati pemakaman Syech Mansyur dan Nawawi Ciwaringin Kabupaten Pandeglang.

Para pengunjung saling berdesakan untuk melaksanakan ziarah ke pemakaman syeh tersebut.

“Kami datang bersama rombongan dari Lampung untuk ziarah ke pemkaman Syech Mansyur,” kata Amri, warga Bandarlampung.

Artikel ini ditulis oleh:

Hilangnya Air Asia Jadi Headline Media Amerika, Ini Kata Penyelidik AS

Jakarta, Aktual.co —  Pesawat dan kapal dari beberapa negara pada Senin (29/12) menjelajahi perairan Indonesia di mana sebuah pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura hilang bersama 162 penumpang dan kru. Dan, lebih dari satu hari misteri penerbangan terbaru di kawasan tersebut. Namun, para pejabat meragukan terjadi sabotase di akhir pekan yang tragis.

Penerbangan AirAsia 8501 lenyap dari radar pada Minggu pagi lalu, di wilayah udara tebal dengan awan badai dalam perjalanan dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura. Pencarian diperluas, hari ini Senin. Namun, belum menemukan jejak A320 Airbus.

“Berdasarkan koordinat yang kita tahu, evaluasi akan posisi terjadinya kecelakaan diperkirakan adalah di laut. Dan, bahwa hipotesis adalah pesawat berada di dasar laut,” kata  Kepala Badan SAR Nasional, Marsdya F Henry Bambang Sulistyo, dalam konferensi pers.

Laksamana Pertama Sigit Setiayana, komandan Naval Aviation Center di pangkalan Angkatan Udara Surabaya, mengatakan 12 kapal Angkatan Laut, lima pesawat, tiga helikopter dan sejumlah kapal perang yang mengambil bagian dalam pencarian, bersama dengan kapal dan pesawat dari Singapura dan Malaysia. Tidak hanya itu, Australian Air Force juga mengirim pesawat pencari.

Namun sayang, pencarian harus menghadapi hujan deras pada Minggu kemarin. Tapi, Setiayana mengatakan hari ini cuaca cukup baik. “Insya Allah, kita bisa menemukannya segera,” katanya kepada The Associated Press.

Hilangnya pesawat dan diduga kecelakaan berantai merupakan ‘tahun menakjubkan’ tragis bagi perjalanan Maskapai penebangan di kawasan Asia Tenggara. Kerugian Maskapai asal Malaysia yang hilang belum bisa dijelaskan lebih jauh, dimulai jatuhnya Malaysia Airlines Flight 370 pada bulan Maret dan jatuhnya Malaysia Airlines Flight 17 pada bulan Juli lalu, di wilayah Ukraina.

Di bandara Surabaya, kerabat penumpang yang terdaftar dalam manifest pesawat, menangis dan memeluk satu sama lain. Nias Aditya, seorang ibu rumah tangga dari Surabaya, diliputi kesedihan luar biasa saat ia menemukan nama suaminya, Nanang Priowidodo, dalam daftar penumpang.

Bersama keluarganya, agen tour berusia 43 tahun tersebut telah mengambil empat rute perjalanan ke Singapura, Malaysia, dan Pulau Lombok di Indonesia.

“Dia hanya bilang, ‘Puji Tuhan, tahun baru ini membawa banyak keberuntungan,'” kenang Aditya, sambil menitikkkan air mata.

Sebagian besar penumpang dan awak adalah orang Indonesia, yang sering mengunjungi Singapura, terutama pada hari libur.

Untuk diketahui, penerbangan 8501 berangkat Minggu pagi dari kota kedua terbesar di Indonesia dan sekitar setengah jalan ke Singapura, langsung menghilang dari radar. Pesawat tersebut mengudara selama sekitar 42 menit.

Tidak ada sinyal marabahaya dari bermesin ganda pesawat tersebut, kata Djoko Murjatmodjo, Direktur Perhubungan Udara.  
Komunikasi terakhir antara kokpit dan kontrol lalu lintas udara berada di 06:12 (23:12 GMT Sabtu), ketika salah satu pilot diminta untuk meningkatkan ketinggian dari 32.000 kaki (9.754 meter) ke 38.000 kaki (11.582 meter), Murjatmodjo mengatakan, pesawat terakhir terlihat di radar di 6:16 dan pergi beberapa menit kemudian, katanya kepada pewarta.

Indonesia, Singapura dan Malaysia melancarkan operasi pencarian di dekat Pulau Belitung di Laut Jawa, wilayah di mana pesawat tersebut kehilangan kontak dengan pantauan radar.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes terbang khusus ke Surabaya dan mengatakan pada konferensi pers, bahwa fokus untuk saat ini harus pada pencarian penumpang dan pesawat ketimbang penyebab insiden tersebut.

“Kami tidak tahu pada saat apa yang salah,” kata Fernandes, pengusaha asal Malaysia yang mendirikan maskapai berbiaya rendah tersebut di tahun 2001.

“Mari kita tidak berspekulasi saat ini.”

Maskapai Malaysia, AirAsia memiliki catatan keamanan yang baik dan tidak pernah kehilangan pesawat.

Namun demikian, Malaysia sendiri sudah mengalami tahun bencana, dengan 239 orang dinyatakan hilang dari Flight 370 dan 298 orang tewas di dalam pesawat Flight 17 ketika ditembak jatuh di atas wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina.

AirAsia mengatakan Flight 8501 pada rencana penerbangan yang sudah ditentukan tetapi telah meminta perubahan karena factor cuaca.

Sunardi, seorang ahli cuaca di Badan Meteorologi dan Geofisika Indonesia (BMKG), mengatakan awan badai terdeteksi hingga 13.400 meter (44.000 kaki) di daerah pada saat itu.

“Itu bisa terjadi turbulensi, petir dan vertikal serta angin kencang horisontal dalam awan tersebut,” kata Sunardi.

HuffingtonPost melaporkan, pilot maskapai penerbangan rutin dan ahli terbang di area badai, kata John Cox, seorang mantan penyelidik kecelakaan pesawat dari Amerika Serikat. Menggunakan radar on-board, awak pesawat biasanya dapat melihat badai membentuk dari kejauhan 100 mil .

“Dalam kasus tersebut, pilot memiliki banyak waktu untuk menemukan jalan di sekitar badai yang buruk atau mencari celah untuk terbang melalui jalan alternatif,” katanya lagi.

“Ini tidak seperti Anda harus membuat keputusan seketika,” kata Cox. Badai terpantau ratusan mil panjangnya, tetapi “karena jet bergerak di 8 mil per menit, bila Anda pergi 100 mil keluar dari cara Anda,  itu tidak masalah.”

“Pihak berwenang belum mengatakan, apakah ada kelemahan pada target radar sekunder, yang dibuat oleh transponder pesawat, atau target radar primer, yang diciptakan oleh energi yang dipantulkan dari tubuh pesawat hilang,” jelas Cox.

Pesawat yang terdiri dari kapten Indonesia, Iryanto, dan co-pilot asal Perancis serta lima anggota awak kabin ini mengangkut 155 penumpang, termasuk 16 anak-anak dan satu bayi. Maskapai ini mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Di antara penumpang tiga warga Korea Selatan, seorang Malaysia, seorang warga Inggris dan remaja putri asal Singapura berusia 2 tahun. Sisanya adalah orang Indonesia.

Kapten AirAsia memiliki lebih dari 20.000 jam terbang, yang 6.100 jam bersama dengan AirAsia di Airbus 320. Sedangkan, petugas pertama memiliki 2,275 jam terbang.

“Papa, pulang, aku masih merindukanmu,” ujar Angela Anggi Ranastianis, putri kapten berusia 22 tahun tersebut. “Tolong bawa kembali papa saya. Papa, silakan datang ke rumah,” sedihnya.

Di rumah Iryanto di kota Sidoarjo Jawa Timur, tetangga, kerabat dan teman-teman berkumpul hari ini untuk berdoa dan membaca Quran untuk mendukung keluarga yang sedang berduka. Teriakan putus asa mereka begitu keras hingga terdengar di luar di mana tiga televisi LCD dipasang dibentuk untuk memantau perkembangan pencarian.

“Dia adalah pria yang baik. Itu sebabnya orang di sini menunjuk dia sebagai kepala lingkungan (Pak RT) kami selama dua tahun terakhir,” kata Bagianto Djoyonegoro, kerabat sekaligus tetangga korban.

Perlu diingat, bahwa dia merupakan pilot berpengalaman percontohan Angkatan Udara yang pernah terbang bersama jet tempur F-16 sebelum menjadi pilot maskapai penerbangan komersial.

Pesawat tersebut memiliki perawatan rutin terjadwal terakhir pada 16 November lalu, menurut AirAsia.

Maskapai penerbangan tersebut telah mendominasi perjalanan berbiaya murah di Asia Tenggara selama bertahun-tahun, dan melakoni rute pendek hanya beberapa jam, yang menghubungkan kota-kota besar di wilayah Asia. Baru-baru ini,

Maskapai itu telah mencoba untuk memperluas bisnisnya dengan melahirkan Maskapai AirAsia X.

Maskapai A320, meliputi A319 dan A321, memiliki catatan keamanan yang baik, dengan hanya 0,14 kecelakaan fatal per juta lepas landas, berdasarkan sebuah studi keselamatan yang diterbitkan oleh Boeing pada bulan Agustus lalu.

Penerbangan 8501 hilang di ketinggian jelajah yang, yang biasanya merupakan rute paling aman dari perjalanan. Hanya 10 persen dari kecelakaan fatal 2004-2013 terjadi saat pesawat berada dalam tahap penerbangan, kata laporan keamanan Amerika.

Artikel ini ditulis oleh:

Kaleidoskop Urban (2): Nominasi Top Film Genre Fiksi Ilmiah 2014

Jakarta, Aktual.co — Tahun 2014 merupakan tahun khusus untuk film genre fiksi ilmiah. Beberapa film yang mengagumkan dan mengeluarkan anggran yang besar. Sehingga beberapa film genre fiksi ilmiah tersebut menjadi film terkuat di tahun inii.

Berikut film genre ilmiah yang pernah masuk nominasi top di tahun 2014, Demikian Femalefirst melaporkan, pada Senin (29/12).

Film ‘Interstellar’
Film ini disutradarai oleh Christopher Nolan. Dibintangi Matthew McConaughey, Anne Hathaway, Jessica Chastain, dan Michael Caine.

Film ini mengisahkan, tentang para penjelajah luar angkasa yang terbang melintasi lubang cacing untuk mencari Planet baru yang dapat dihuni manusia. Naskahnya ditulis oleh Jonathan Nolan dan Christopher Nolan.

Christopher memadukan idenya dengan naskah yang dirintis adiknya pada tahun 2007 untuk Paramount Pictures dan produser Lynda Obst. Ia memproduseri film ini bersama Obst dan istrinya, Emma Thomas. Fisikawan teori Kip Thorne yang karya-karyanya menginspirasi Interstellar menjabat sebagai produser eksekutif dan konsultan ilmiah film tersebut.

Film ‘Edge of Tomorrow’
‘Edge of Tomorrow’ berkisah tentang seorang tentara militer masa depan bernama Bill Cage (Tom Cruise). Bill mengalami keanehan karena dirinya bangun terus menerus di hari yang sama setiap kali ia mati dalam pertempuran.

Dalam salah satu pertempurannya ia bertemu dengan seorang tentara wanita bernama Rita (Emily Blunt). Rita lalu menyuruh Bill mencarinya setiap kali ia bangun karena Rita pernah mengalami hal yang sama dengan Bill.

Meski awalnya bingung, namun lambat laun Bill menyadari perannya dalam pertempuran itu. Dengan bantuan Rita, Bill berlatih dan berubah menjadi tentara yang lebih baik setiap kali ia bangun.

Film ‘Under The Skin’
Fiksi ilmiah film yang disutradarai oleh Jonathan Glazer, dan ditulis oleh Glazer dan Walter Campbell tersebut sebagai adaptasi dari Michel Faber’s 2000 novel dengan judul yang sama.

Film ini dibintangi oleh Scarlett Johansson sebagai penggoda Alien yang memangsa manusia di Skotlandia. Dirilis di Inggris pada tanggal 14 Maret 2014 dan Amerika Serikat pada 4 April. Dan, menerima ulasan positif, sebagai salah satu film terbaik 2014 oleh lebih dari 75 publikasi. Film ini bersaing untuk Golden Lion di Venice ke-70 di Festival Film Internasional.

‘The Machine’
Bersetting di masa depan dimana dunia berada dalam perang dingin membuat kerajaan Inggris membangun riset pengembangan manusia bionic untuk kepentingan militer. Mereka menciptakan ‘The machine’ sebagai tentara pertahanan yang jauh lebih baik dari kemampuan manusia biasa namun masih berperilaku layaknya manusia. Akan tetapi, dalam proses pengembangan tersebut, ditemukan sebuah bug dimana ‘the machine’ ini dapat bereaksi di luar kendali manusia. Vincent yang merupakan seorang ilmuwan (scientist) ditugaskan untuk menyelesaikan bug tersebut.

Film ‘Lucy’
Film barat action sci-fi berjudul ‘Lucy’ ini bercerita tentang seorang wanita yang bernama Lucy diperankan oleh (Scarlett Johansson) diculik oleh kawanan gangster saat berpesta di Taipei, Taiwan. Tubuhnya akan dimanfaatkan untuk menjadi penyelundup narkoba dalam sebuah transaksi.

Lucy lalu menjalani operasi ilegal dan perutnya ditanami obat-obatan. Ternyata, obat-obatan ini memiliki reaksi yang tak biasa terhadap DNA-nya. Tiba-tiba tubuh Lucy bereaksi aneh dan otaknya mampu menjadi sangat peka.

Kemudian dia pun menjadi memiliki kekuatan super karena otaknya mampu berfungsi secara maksimal. Lalu Lucy pun membantai semua gangster yang menculiknya. Ia juga berusaha mencari jawaban atas kejadian aneh yang menimpa dirinya sembari melawan para gangster yang mengejarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

JK; Tak Ada Batas Waktu Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501

Surabaya, Aktual.co — Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah tak memberikan batas waktu dalam pencarian pesawat AirAsia QZ8501.
Hal ini dikatakan JK ketika mengunjungi posko penumpang AirAsia di Surabaya, bersama Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Menko pembangunan manusia dan kebudayaan,  Puan Maharani.
“Saya ucapkan terima kasih pada pihak yang turut membantu semuanya begitu pula dengan negara tetangga. Yang jelas pemerintah tidak memberikan batas waktu untuk pencarian,” kata JK, di Surabaya, Senin (29/12).
Selain ingin mengetahui sejauh mana kesiapan posko di Surabaya, wapres beserta rombongan juga meninjau keluarga penumpang.
Pemerintah berterima kasih pada semua pihak yang membantu melakukan pencarian pesawat sekaligus pendirian posko.
JK menambahkan, pencarian  pesawat di lautan yang luas tidak semudah di darat, apalagi cuaca buruk seperti sekarang ini. Namun, pemerintah tidak putus asa dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan pesawat tersebut.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Pesawat AirAsia QZ8501 Hilang, Pemimpin Dunia Bantu Lakukan Pencarian

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengaku sedih dengan kejadian hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501, pada Minggu (28/12) pagi.
Diolah dari berbagai sumber, Lee mengaku telah berbicara dengan Presiden RI Joko Widodo untuk menawarkan bantuan dalam mencari pesawat tersebut.
Selain itu, Perdana Menteri Australia juga berjanji untuk membantu Indonesia dalam mencari QZ8501. Sebuah pesawat AP-3C Orion milik Royal Australian Air Force (RAAF) sudah diberangkatkan untuk membantu pencarian.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pun menyatakan kesiapannya membantu pencarian dengan menurunkan tiga kapal dan pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Siaga, Basarnas Medan Siap Bantu Pencarian AirAsia QZ 8501

Medan, Aktual.co — Badan SAR Nasional Medan menyatakan siaga jika dibutuhkan untuk membantu melakukan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di perairan Belitung.
“Basarnas Medan siap jika dibutuhkan membantu pencarian. Namun sejauh ini, belum ada permintaan,” kata Humas Basarnas Medan, Hisar Turnip, kepada Aktual.co di Medan, Senin (29/12).
Menurutnya, seluruh personil SAR Medan dan peralatan senantiasa siaga untuk memberikan bantuan untuk pencarian.
Diketahui, pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 itu hilang kontak di perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46LS dan 108.50.07 BT, Senin (28/12).
Pesawat membawa sebanyak 155 orang penumpang, 16 diantaranya adalah anak-anak dan satu orang bayi.
Pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 05.12 WIB dan sejak itu terus mengikuti jalur penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan.
Pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki dan pada pukul 06.18 WIB hilang pantauan dari radar dan dinyatakan hilang. Hingga kini proses pencarian masih terus berlangsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain