17 April 2026
Beranda blog Halaman 40485

Rayakan Tahun Baru Di Puncak Mahameru, Pendaki Diminta Waspada

Lumajang, Aktual.co —- Puncak Mahameru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa menjelang pergantian tahun 2014-2015 dipastikan terjadi lonjakan pengunjung.

Para pendaki dan pecinta alam, dari berbagai daerah dan belahan dunia biasanya memanfaatkan momentum pergantian tahun ini dengan melakukan wisata pendakian di Gunung Semeru Lumajang, Jatim.

Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dwi Utari mengaku jumlah wisata pendakian ada peningkatan yang signifikan di hari – hari tertentu, termasuk di pergantian tahun, “Jumlah pendaki bisa mencapai seribu lebih, makanya kita akan antisipasi dengan pembatasan peserta pendakian karena di puncak Mahameru saat ini masih berstatus lewel waspada 2, makanya kita akan rekomendasikan pendakian hanya di area Kalimati saja dan tidak boleh sampai ke puncaknya,” tandas Ayu Dwi Utari.

Dikatakan, menghadapi melonjaknya pendakian ini, pihaknya mengingatkan bahwa cuaca di lereng dan puncak Semeru sudah sering turun hujan dengan intensitas besar dan lebat.” Karena itu,kepada setiap pendaki harus melengkapi diri dengan peralatan yang aman dan fisik yang benar-benar stamina karena intensitas hujan di puncak masih cukup tinggi,” kata dia.

Sementara itu, dari hasi pendataan  pendakian ke gunung Semeru setiap harinya berkisar antara 300-500 pendaki. “Kalau jumlah pendakian setiap harinya masih normal, tetapi kalau diatas 1000 peserta kita akan melakukan pengamanan yang lebih intensif karena menyangkut keselamatan peserta, ” jelasnya.

Sampai hari ini, situasi dan kondisi Puncak Semeru belum terlalu ekstrim karena tidak ada laporan terjadi badai di puncak Semeru. Meski demikian, karena hujan yang sudah sering turun maka pendaki tetap diminta waspada dan rekomendasi pendakian hanya pada Kalimati saja.

Artikel ini ditulis oleh:

Tingkat Konsumsi Ikan di Kaltim Lebih Tinggi Dari Nasional

Jakarta, Aktual.co — Tingkat konsumsi ikan di Provinsi Kaltim melebihi tingkat nasional, yakni warga Kaltim mengkonsumsi ikan sebanyak 58 kilogram (kg) per kapita per tahun, sedangkan secara nasional baru sebanyak 36,31 kg per kapita per tahun.

“Tingginya konsumsi ikan di Kaltim selain karena kemampuan daya beli masyarakat juga karena meningkatnya produksi kelautan dan perikanan di daerah,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim Iwan Mulyana di Samarinda, Sabtu (27/12).

Dia melanjutkan, potensi kelautan dan perikanan di Kaltim sangat besar untuk terus dikembangkan, antara lain jenis perikanan tangkap maupun budidaya yang didukung dengan keunggulan kewilayahan, yakni potensi merata yang tersebar di seluruh kabupaten maupun kota.

Perikanan tangkap oleh nelayan banyak tersebar di kawasan pesisir untuk ikan laut, kemudian di kawasan pedalaman untuk jenis ikan air tawar, baik di sungai, danau, maupun rawa karena masing-masing kabupaten/kota memiliki keunggulan dan potensi tersendiri.

Misalnya, untuk perikanan di Kabupaten Berau, prediksi potensinya mencapai 104.915 ton per tahun. Terdiri dari perairan laut sebanyak 35.000 ton, perairan umum 8.950 ton, budidaya tambak 31.275 ton, budidaya laut 28.620 ton, dan air tawar 1.070 ton per tahun.

Sedangkan untuk pengembangan di sektor yang ditangani Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltim, saat ini pihaknya terus mendorong kemajuan lima komoditas unggulan kelautan dan perikanan, yakni udang windu, ikan kerapu, patin, nila, dan rumput laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembunuh Axel Diduga Teman Akrab

Pasuruan, Aktual.co —Pembunuhan sadis yang menggerkan warga Pasuruan, Jawa Timur  Kamis (25/12) kemarin, hingga kini masih misterius.

Polisi masih terus menelisik siapa pelaku kasus pembunuhan yang menimpa Alexander Axel Elleaza (16), siswa SMA  Katolik Santo Albertus ( dempo) Malang, yang tewas dibunuh di rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Kondisi korban saat ditemukan di depan kamar mandi lantai I sangat mengenaskan. Pelaku dengan sadisnya menghujami 7 tusukan di di tubuhnya, masing-masing 5 di dada, 1 di perut atas dan 1 lagi di perut bawah. Selain itu pelaku juga menyayat pergelangan tangan kirinya Axel hingga nyaris putus.

Pihak keluarga korban, saat ditemui Aktual.co dirumah duka Budi Dharma semalam menduga pelakunya adalah teman akrab korban saat SMP di Pasuruan dulu,

“Kami curiga pelakunya ini adalah teman cucu saya bermain dan dia memang akrab sejak SMP. Bahkan, kalau Axel pulang dari Malang karena liburan sekolah, dia sering bermain play station kerumah cucu saya,” kata Takim (75), kakek korban yang tinggalnya tidak jauh dari rumah cucunya itu.

Info dugaan pelakunya ini teman korban, kata Takim, sudah disampaikan ke penyidik Polresta Pasuruan.

“Karena sebelum kejadian, jauh hari sebelumnya cucu saya axel sering kehilangan barang di kamarnya kalau ada temannya tadi. Jadi, kemungkinan saat kejadian pembunuhan ini, temannya melakukan pemerasan terhadap cucu saya, dan mengancam akan membunuhnya kalau tidak menyerahkan barang yang diminta,”ujarnya yakin pelakunya adalah teman cucunya yang kabarnya tidak melanjukan sekolah ke SMA.

Dugaan ini diperkuat, saat kejadian pembunuhan itu, pelaku mengambil dompet, HP dan Laptop korban dan ketika keluarga korban mencari pelakunya sudah tidak ada dirumahnya lagi, kata keluarganya dia pergi ke Jember,” beber Takim tanpa menyebut identitas pelaku.

Terkait dugaan ini, pihak keluarga korban meminta  pihak Polresta Pasuruan segera menangkap pelakunya, “Saya yakin pelaku yang tega membunuh cucu saya ini akan tertangkap dalam minggu ini,”pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Jokowi ‘Obral’ Remisi Terhadap Koruptor

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM terus menuai kritik. Pasalnya lembaga yang dipimpin oleh Yasona H Laoly itu ‘mengobral’ pemberian remisi terhadap sejumlah narapidana koruptor.

“Masih obral remisi memperlihatkan pemerintah Jokowi baik sekali sama koruptor, dan sangat berpihak sekali sama mereka,” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi dalam siaran persnya, Sabtu (27/12).

Uchok menilai, pemberian remisi tersebut sangat menciderai rasa keadilan. Karenanya, pemerintah seharusnya tak usah memberikan remisi kepada para koruptor yang telah merugikan keuangan negara.

“Apapun alasan pemberian remisi ini, sangat menganggu dengan rasa keadilan, karena, yang nama korupsi itu dampak membunuh rakyat, merampok uang rakyat untuk kebutuhan dan memperkaya pribadi. Jadi, seharusnya, tidak usah mengobral remisi karena remisi kata lain dengan pengampunan dari pemerintah,” tegas Uchok.

Kritikan pemberian remisi sebelumnya juga datang dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut lembaga superbody ini, pemerintah seharusnya ekstra ketat dalam pemberian remisi terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

“Syarat-syaratnya harus diperketat dan jangan terkesan diobral,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP saat dikonfirmasi, Jumat (26/12) kemarin.

Menurut Johan, pemberian remisi tersebut merupakan kemewangan pemerintah melalui KemenkumHAM. “Tetapi itu kembali pada Kumham yang mewang punya kewenangan untuk memberi remisi bagi narapidana. KPK tidak pada pihak yg dimintai pendapat atau rekomendasi soal remisi,” ungkap Johan.

Senada dengan apa yang disampaikan Peneliti Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter. Lola menilai langkah itu menunjukkan pemerintah inkonsisten dan tidak punya komitmen memberantas pelaku rasuah.

“Kami sangat menyesalkan kebijakan tersebut. Karena hal itu tidak dapat menjerakan para koruptor di kemudian hari,” terang Lalola Easter.

Berdasarkan data yang dikeluarkan KemenkumHAM, sebanyak 49 narapidana kasus korupsi diberikan remisi hari raya Natal. Mereka terdiri dari 18 napi yang mengacu pada PP No 28 2006, 31 napi mengacu pada PP 99 Tahun 2012, dan dua di antaranya bebas.

Lola menilai, sebetulnya PP 99 tahun 2012 sudah tepat untuk menjerakan koruptor, lantaran syarat menerima remisi dan pembebasan bersyarat (PB) diperketat. Akan tetapi MenkumHAM sebelumnya, Amir Syamsuddin justru mengeluarkan surat edaran yang membuat tumpul penerapan PP tersebut.

“Surat edaran MenkumHAM nomor M.HH-04.PK.01.05.06 Tahun 2013. Kami sangat menyayangkan dua peraturan pemerintah yang berbeda dalam mengatur pemberian remisi itu,” ungkap Lola.

Lola berharap, MenkumHAM Yasonna Hamonangan Laoly mencabut remisi natal atas 49 napi korupsi itu. Surat edaran MenkumHAM tentang tata cara pelaksanaan pp b99/2012 itu, kata Lola, harus dicabut.

Terkait hal tersebut, ICW menagih komitmen MenkumHAM, dan pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi. Termasuk di antaranya jangan memberikan keistimewaan bagi koruptor. “Stop remisi dan pembebasan bersyarat untuk koruptor,” tandas Lola.

Sebelumnya, MenkumHAM Yasonna menyatakan bahwa tidak akan memberikan remisi hari raya Natal kepada terpidana kasus korupsi. Yasonna bahkan menyebut, tidak satu pun dari 150 koruptor mendapatkan remisi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekitar 23 Gerilyawan Pakistan Tewas Dalam Sebuah Serangan Udara

Jakarta, Aktual.co — Sedikitnya 23 gerilyawan tewas ketika militer Pakistan melancarkan serangan udara di daerah suku di bagian barat-laut negeri itu, Waziristan Utara, Jumat (26/12), kata militer.

Hubungan Masyarakat Antar-Lembaga (ISPR), corong militer Pakistan, mengatakan di dalam satu pernyataan tentara dengan didukung jet tempur menggempur beberapa tempat persembunyian gerilyawan di Daerah Datta Khel, Waziristwan Utara, wilayah suku yang bergolak di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Gerilyawan yang tewas tersebut meliputi beberapa komandan penting, kata pernyataan itu, sebagaimana diberitakan Xinhua, Sabtu pagi (27/120.

Namun ISPT tidak kengungkapkan identitas gerilyawan yang menjadi sasaran dan tewas.

Tentara juga menghancurkan satu instalasi besar penyimpanan amunisi di bawah tanah dan satu sistem terowongan yang dioperasikan gerilyawan dalam serangan udara itu, katanya.

Serangan udara pada Jumat tersebut adalah kelanjutan dari serangan bersenjata militer Pakistan yang diberi nama “Operasi Zarb-e-Azb” di Waziristan Utara –yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.900 gerilyawan, kata beberapa sumber militer.

Militer Pakistan telah kehilangan 188 personel dalam operasi yang dilancarkan pada 15 Juni tahun ini, kata sumber itu.

Artikel ini ditulis oleh:

PBB Kecam Serangan Terhadap Misi Uni Afrika di Somalia

Jakarta, Aktual.co — PBB pada Jumat (26/12 ) mengutuk serangan terhadap Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM), yang menewaskan sejumlah prajurit misi tersebut dan kontraktor sipil.

Di dalam pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB, New York, oleh juru bicaranya, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan keras mengutuk serangan itu –yang terjadi pada Kamis (25/12) terhadap kamp AMISOM, yang berada di Bandar Udara Internasional di Mogadishu, Ibu Kota Somalia.

“Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa tulusnya kepada keluarga dan teman-teman personel yang telah kehilangan nyawa mereka, dan menyampaikan harapan agar mereka yang cedera segera sembuh,” kata juru bicara PBB di dalam pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua Sabtu pagi (27/12).

Saat memuji AMISOM karena reaksi cepatnya terhadap serangan itu, Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan solidaritas kepada personel AMISOM dan PBB yang bekerja bagi perdamaian di Somalia. Ia kembali menegaskan bahwa PBB “bertekad mendukung rakyat dan Pemerintah Somalia dalam perjalanan mereka yang berlanjut menuju perdamaian dan kestabilan”.

Kamp pusat AMISOM di dalam Bandar Udara Mogadishu dimasuki oleh anggota Ash-Shabaab yang mengenakan serangan Angkatan Darat Somalia, demikian konfirmasi Misi Bantuan PBB di Tanduk Afrika (UNSOM). Selama baku-tembak, tiga prajurit AMISOM dan dua kontraktor sipil tewas.

Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Somalia (SRSG) Nicholas Kay –yang juga memimpin UNSOM, mengkonfirmasi di dalam satu pernyataan lain bahwa semua staf PBB selamat. Bandar udara itu juga menjadi tempat Markas PBB untuk Somalia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain