14 April 2026
Beranda blog Halaman 40487

Kematian Mengenaskan Axel Menggemparkan SMA Santo Albertus Malang

Malang, Aktual.co —Kematian mengenaskan Alexander Axel Elleaza (16) saat hari raya Natal, Kamis (25/12) kemarin, mengagetkan Kepala Sekolah SMA Santo Albertus, Antonius Sumardi.
Lantaran Alexander yang duduk di kelas XI IPA di salah satu sekolah elit di Kota Malang, Jawa Timur itu, dikenalnya sebagai salah satu siswa yang pendiam dan tekun belajar. 
Axel diketahui tewas dengan luka delapan tusukan benda tajam di dalam rumah toko (ruko) di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
“Kami kaget pertama mendengar kabar tewasnya murid kami. Sehingga kami langsung berangkat ke Pasuruan,” kata Sumardi, Jumat (26/12).
Sumardi mengaku kaget mendengar kabar kematian Axel. Dia pun berharap kasus pembunuhan keji terhadap siswanya itu bisa segera terungkap dan pelakunya bisa ditangkap. 
“Karena korban tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu,” tegasnya.
Axel diketahui tengah pulang kampung untuk liburan sekolah hingga tanggal 5 Januari 2015 mendatang. Selama menjadi pelajar SMA Santo Albertus, korban yang berasal dari Kota Pasuruan tinggal di rumah kos.
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co, hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi di lapangan, pelaku pembunuhan keji diduga merupakan orang dekat keluarga korban.
“Seorang saksi, penjual STMJ di sekitar lokasi mengaku melihat pria pakai jumper masuk ke dalam ruko dini hari. Pria itu masuk dengan leluasa ke dalam ruko,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng, seperti dilansir Tribun, Kamis (25/12).
Dari keterangan saksi, tinggi pelaku diperkirakan sekitar 170 sentimeter. Polisi menduga pelaku kenal dengan korban atau ibu korban karena bisa masuk ke dalam ruko dengan santai tanpa merusak pintu. “Kami masih mendalaminya,” kata Bambang.
Dugaan diperkuat dengan tidak adanya barang yang hilang ataupun rusak. Padahal di dalam ruko ada sedan Honda berwarna silver. 
Dari olah TKP, tidak ditemukan pisau yang digunakan untuk membunuh korban. Sedangkan handphone milik korban yang hilang, diduga dibawa pelaku.

Artikel ini ditulis oleh:

JK Puji Peran Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe Upayakan Perdamaian

Banda Aceh, Aktual.co —Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Malik Mahmud. Karena dinilai sangat sigap merespon perdamaian Aceh. 
Pujian dilontarkan JK saat memberi sambutan di acara peringatan 10 tahun tsunami di Aceh, Jumat (26/12). “Ketika tsunami, kita melupakan perbedaan. Teman-teman di depan saya ini, Gubernur dan Wali Nanggroe begitu sigap merespon perdamaian Aceh,” ujar JK, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin. 
Mendengar pujian JK, senyum sumringah mengembang di wajah Gubernur Zaini Abdullah. Sedangkan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar yang duduk di sampingnya, terlihat menganguk-anggukkan kepala.
Kenang JK, saat itu tidak mungkin TNI dan Polri mengawal seluruh relawan yang membantu Aceh. Karena Aceh masih dalam keadaan konflik. “Karena niat baik kita membangun Aceh, maka perdamaian terlaksana seperti hari ini,” ujar JK.
Wakil Presiden banyak mengulas kisah bagaimana upaya seluruh pihak bekerjasama, bahu membahu membangun Aceh. “Di Lapangan Blang Padang ini, sepuluh tahun lalu, ratusan mayat bergelimpangan. Namun sekarang Aceh sudah bangkit kembali,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Satgas Gabungan TNI AL Tangkap Perompak Selat Malaka

Jakarta, Aktual.co —Di hari Natal 25 Desember kemarin, Satgas Gabungan Elang Laut Koarmabar Angkatan Laut meringkus kelompok perompak dan bandar narkoba yang kerap beraksi di Selat Malaka.
Menyusul terjadinya tiga kali percobaan upaya perompakan terhadap kapal-kapal Bulk Carrier berbendera asing di Selat Malaka, di 24-25 Desember 2014. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co, disebutkan Satgas Gabungan terdiri dari Den Intel Arba, Intel gab Lant IV, Tim Marinir dari Yon 10 setoko dan Pomal Lanal Batam.
Dengan menggunakan sarana Combat Boat dan Sea Rider, pukul 03.00 Wib dini hari, pengejaran langsung dilakukan terhadap pelaku yang diduga berada di Pulang Terung, Kepulauan Riau. 
Satgas gabungan yang dipimpin Danden Intel Arba dan Supervisi Asintel GKBA berhasil menggalang Ketua-ketua Desa di Pulau Terung untuk menunjukkan lokasi persembunyian para perompak. 
Pukul 12.00Wib sampai dengan 17.00 Wib, empat perompak berhasil dibekuk. Berikut barang bukti ganja sebanyak setengah kilogram, 104 paket ganja yang siap diedarkan, dan satu paket sabu-sabu. 
Saat ini empat pelaku tersebut sudah dibawa ke Lanal Batam untuk investigasi. Dari informasi sementara, disebutkan satu orang sebagai pelaku kejahatan di laut, dan tiga orang merupakan bandar narkoba.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Didesak Telusuri Laporan Keuangan PSSI

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta desak PSSI beberkan laporan keuangan.  
Menurut mantan Wakil Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Catur Agus Saptono penyematan lambang negara Burung Garuda di kostum Timnas, membuat Kemenpora punya hak untuk mengetahui laporan keuangan PSSI.
“Karena dengan pemakaian lambang tersebut memberikan keuntungan. Baik dari segi moril maupun materil kepada PSSI. Di situ hak Kemenpora,” papar Catur ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (26/12).
Kata dia, tiap jersey Timnas diproduksi oleh salah satu produsen alat-alat olahraga dan diperjualbelikan secara terbuka.
Dari hasil penjualan tersebut pastinya, sambungnya, PSSI mendapatkan loyalti sesuai dengan kesepakatan dengan si produsen. 
“Kemenpora berhak mengetahui alokasi keuntungan dari hasil penjualan Jersey. Kalau hanya tim kecil apa ada yang mau sponsori?” tukasnya.
Penjelasan Catur juga berhubungan dengan tuntutan Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) kepada PSSI.
FDSI menuntut agar PSSI membeberakan laporan keuangan antara lain terkait keuntungan yang diterima PSSI dari sponsor perlengkapan Timnas U-23 dan U-19 pada 2012-2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti Unpad Minta Pemerintah Serius Tanggapi Ancaman Video ISIS

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah diminta serius menanggapi video ancaman ISIS yang diunggah melalui media sosial ‘youtube’, yang menantang TNI oleh seseorang bernama ‘Abu Jandal Al Indonesi’ yang disebut merupakan bagian dari ISIS.
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi, menilai video itu harus dilihat sebagai bentuk terkonsolidasinya gerakan radikal dan terorisme di Indonesia. 
Dia berpendapat masa ‘hibernasi’ dan tiarap dari jejaring terorisme di Indonesia pasca tewasnya Dr. Azhari dan Noordin M Top telah berlalu.
Saat ini, ujar dia, jejaring radikal telah melakukan regenerasi yang baik, pasca pengiriman ratusan orang ke Suriah dan Irak selama setahun terakhir.
“Puluhan di antaranya telah kembali ke Indonesia via Batam, Medan, Makasar dan Surabaya,” kata Muradi, dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Jumat (26/12).
Mereka yang kembali ke Indonesia inilah, yang dianggapnya membangun jejaring baru. Tak hanya itu, mereka juga memotivasi jejaring lama untuk kembali menyebar teror di Indonesia.
Dengan begitu, ujar dia, ada hal ‘urgent’ yang harus disikapi TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan juga Densus 88  dengan ancaman tersebut.
Ada lima hal, menurut Muradi, yang harus dilakukan institusi keamanan.
Pertama, ancaman tersebut harus dilihat sebagai bagian dari kemungkinan menguatnya gerakan radikal di indonesia sebagai efek dari pengiriman ratusan orang ke Suriah dan Irak. 
Dan ini juga merupakan bagian dari rangkaian penyanderaan di Sidney Australia, beberapa waktu lalu.
Kedua, institusi keamanan harus mendahului menyerang dan menghadang gerakan teror dan radikal di indonesia. Baik jejaring yang lama maupun jejaring yang baru dari reinkarnasi jejaring ISIS di Indonesia.
Ketiga, institusi keamanan harus memastikan penangkapan gembong terorisme di Indonesia. Atau setidaknya menghancurkan basis dan jejaring teror yang ada. Sehingga ada efek gentar yang membuat manuver dan upaya untuk melakukan teror tidak dilakukan secara masif. 
Momentum menangkap Santoso dapat dijadikan efek gentar dari pelaku teror tersebut bahwa institusi keamanan serius menyikapi ancaman tersebut.
Keempat, mengefektifkan peran publik dengan jejaring tokoh masyarakat, dan tokoh agama bersama dengan organisasi yang dimiliki oleh TNI, Polri,BIN, dan juga BNPT. 
Seperti Babinsa, Babinkamtibmas, Polmas, FKDM, dan juga FKPT untuk melakukan deteksi dini. Sehingga dapat memastikan bahwa jejaring teror dan kelompok radikal terbatasi ruang geraknya.
Dan yang kelima, pemerintah harus memastikan bahwa langkah untuk memberantas terorisme di Indonesia membutuhkan kebijakan yang terintegratif semua elemen masyarakat. Hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan kebijakan pemerintah.
Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah misalnya mengganti pimpinan TNI, Polri, Densus 88 dan juga BNPT manakala dinilai gagal agar motivasi yang lebih besar dari sekedar menjalankan peran dan fungsi rutinnya.
Dari pantauan Aktual.co, dalam video ‘tantangan’ ISIS berdurasi sekitar 4 menit 01 detik, si ‘prajurit’ ISIS mengatakan pesan itu mereka tujukan ke Panglima TNI Moeldoko, Polri, Densus 88 dan Banser.
Selain mengatakan menunggu kedatangan pasukan TNI yang disebut akan bergabung dengan pasukan koalisi untuk memerangi ISIS, dia juga mengancam akan mendatangi Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Aceh Apresiasi Bantuan Internasional Saat Bencana Tsunami

Banda Aceh, Aktual.co —Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam beri penghargaan Meukuta Alam untuk 35 duta besar dari negara sahabat.
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah (26/12) mengatakan penghargaan diberikan atas bantuan yang mereka berikan saat bencana tsunami melanda Aceh 10 tahun lalu. 
Kata Zaini, total bantuan yang diberikan negara sahabat untuk Aceh sebesar Rp 140 triliun. Bantuan diberikan sebagai bentuk solidaritas dan rasa kebersamaan masyarakat dunia untuk membantu Aceh.
“Peringatan tsunami ini untuk refleksi kita, bukan untuk mengenang luka. Saya mengucapkan terima kasih pada dunia internasional,” kata Zaini dalam sambutannya di peringatan 10 tahun tsunami, Jumat (26/12).
Puncak peringatan 10 tahun tsunami dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. 
Dalam sambutannya, JK mencatat ada korban jiwa lebih dari 200.000 orang meninggal dunia akibat tsunami. Ratusan ribu rumah dan gedung pemerintahan yang hancur. 
Indonesia, kata JK, saat itu membutuhkan Rp 30 triliun untuk membangun Aceh.
“Karena kerjasama seluruh anak negeri dan negara sahabat, kita bisa membangun Aceh kembali. Saat itu, saya minta helikopter dari Singapura, langsung diberikan. Amerika juga begitu, membangun jalan di Calang dengan kualitas yang bagus. Terima kasih negara sahabat,” pungkas JK.
Di acara itu, JK beserta menteri kabinet kerja, dan sejumlah pejabat juga berziarah dan berdoa di kuburan massal korban tsunami di Desa Siron, Banda Aceh. 
Rombongan menteri yang menemani JK yaitu Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Agraria, Tata Ruang/BPN Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrinandi, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri ESDM Sudirman Said dan istri Wapres, Mufidah Jusuf Kalla.
Bencana Tsunami Aceh terjadi 26 Desember 2004 silam, pukul 07.00 WIB yang dipicu oleh gempa berkekuatan 9,3 skala richter.  

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain