14 April 2026
Beranda blog Halaman 40489

Jalan Rusak Parah, Warga Langkat Minta Pemerintah Segera Lakukan Tindakan

Jakarta, Aktual.co — Warga di Kabuaten Langkat, Sumatera Utara, mengeluhkan jalan provinsi sepanjang 20 kilometer di wilayahnya itu, mengalami kerusakan parah.
“Jalan provinsi tersebut kondisinya rusak parah,” kata warga Kecamatan Batang Serangan Rusli Ginting di Batang Serangan, Jumat (26/12).
Dia menilai, jalan tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, penuh dengan lobang-lobang besar di badan jalan, sehingga warga yang melintas harus ekstra hati-hati, bila tidak mobil pribadi bisa terperosok ke dalam lubang.
“Selain itu, pemilik kenderaan sepeda motor harus hati-hati, bila tidak nyawa mereka bisa melayang masuk ke dalam lobang yang ada di badan jalan, serta lampu penerangan jalan juga tidak berfungsi.”
Rusli menjelaskan, jalan provinsi tersebut menghubungkan tiga kecamatan yanga ada yaitu Batang Serangan, Padang Tualang, Sawit Seberang, selain itu juga disana ada kawasan wisata yang cukup terkenal Tangkahan.
“Kerusakan jalan provinsi tersebut dikarenakan angkutan truk tronton (roda 10) yang mengangkut material galian C seperti pasir, koral, kerikil,untuk dibawa ke Medan, atau ke Stabat dan Binjai.”
Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga setempat. Sementara tindakan yang tegas dari aparat Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini tak ada.
Apalagi untuk melakukan penindakan penambangan galian C, atau melarang truk yang melebihi tonase melewati jalur tersebut. “Jalan provinsi tersebut setiap tahun rusak, lalu diperbaiki, kembali rusak, seperti itu saja jadinya.”
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang warga lainnya, Bahagia yang mengungkapkan bahwa selain jalan provinsi, jalan kabupaten sepanjang 10 kilometer di Kecamatan Hinai menuju Kecamatan Padang Tualang juga rusak berat.
“Warga juga harus ektra hati-hati melintasi jalan tersebut, yang kondisinya juga cukup parah dan memprihatinkan,” kata dia.
Tindakan tegas juga harus dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat, agar jalan tersebut tidak tigunakan kendaraan atau truk pengangkut sawit dan truk galian C yang melintas di badan jalan dengan sarat muatan.
“Harus menjadi perhatian serius agar kondisi jalan tersebut tetap terjaga, dan bisa menghemat uang daerah setiap tahunnya yang selama ini dipergunakan untuk tambal sulam jalan tersebut.”
Kondisi kerusakan jalan itu diperparah lagi dengan tidak berfungsinya lampu jalan di sepanjang jalan yang rusak, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pertamina Jamin BBM untuk Nelayan di Demak Aman

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi untuk nelayan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, aman. 
“Sejauh ini tidak ada permasalahan dengan pasokan BBM jenis solar untuk para nelayan di Kabupaten Demak dan sekitarnya,” kata Sales Eksekutif BBM Retail PT Pertamina Semarang wilayah Pati Ahmad Tohir di Demak, Jumat (26/12).
Terkait dengan permasalahan pasokan solar yang dialami nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kata dia, hal itu hanya dialami nelayan yang memiliki kapal berukuran besar yang kebutuhan BBM-nya juga sangat besar.
Sesuai ketentuan, kata dia, kapal dengan berat lebih dari 30 gross ton (GT) memang tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Untuk nelayan kecil, kata dia, kebutuhan solarnya sejauh ini tidak ada permasalahan karena tetap dipenuhi sesuai kebutuhan.
Kepala Unit Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) dan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) Morodemak Morodemak, Kabupaten Demak, Hadi Suwito mengungkapkan, sejauh ini pasokan solar untuk nelayan memang terpenuhi.
“Dimungkinkan permintaan BBM ada penurunan menyusul cuaca laut yang sempat terjadi ombak tinggi sehingga nelayan dipastikan ada yang tidak melaut,” kata dia.
Meski demikian, kata dia, pasokan solar tetap tersedia dalam jumlah yang cukup. Anshar, salah seorang nelayan asal Demak mengakui, selama ini tidak ada permasalahan soal solar karena kebutuhannya selalu terpenuhi.
Sekali melaut, kata dia, kapal dengan berat 18 GT miliknya butuh solar hingga 180 liter. Jumlah solar tersebut, kata dia, hanya digunakan untuk melaut dalam waktu sehari penuh.
Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak di Kabupaten Demak Amrullah Sigit mengungkapkan jumlah kapal dari berbagai ukuran di Kabupaten Demak mencapai 4.137 kapal. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebagian besar merupakan kapal kecil.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kabupaten Mukomuko Usulkan Anggaran Penanggulangan Abrasi

Jakarta, Aktual.co — Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengusulkan anggaran untuk penanggulangan abrasi Sungai Selagan ke Balai Sungai Wilayah VII.
“Kita akan usulkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk penanggulangan abrasi Sungai Selagan ke Balai Sungai Sumatera VII, pada 2015,” kata Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko M Zam, Jumat (26/12).
Dia mengatakan, anggaran sebesar itu untuk kegiatan penutupan dua muara di Pantai Indah Mukomuko yang diduga menjadi penyebab abrasi atau pengikisan pada pinggir Sungai Selagan.
Menurut dia, muara tersebut tidak cepat ditutup maka sekitar lima hingga 10 tahun ke depan tidak hanya abrasi sungai tetapi dampak gelombang laut juga menghantam daerah itu.
Dia mengaku, prihatin dengan kondisi warga apalagi mereka yang bermukim di sempadan sungai di wilayah itu termasuk peninggalan sejarah di daerah tersebut bisa hilang.
Dia mengatakan, pertimbangan lain instansi itu mengusulkan penutupan muara baru itu, tidak mungkin satu sungai ada dua muara.
Untuk mengusulkan kegiatan berupa pengaman menutup muara tersebut, katanya, instansi itu membutuhkan surat dan dukungan dari bupati setempat.
Dia pun mengaku optimistis, kegiatan pengaman untuk menutup muara baru itu dapat terealisasi jika ada surat dukungan dari bupati setempat.
Menurut dia, di lokasi itu pernah dibangun bangunan pelimpah tahun 1997. Pembangunan itu bertujuan membuka muara Sungai Selagan dan Air Manjuto yang saat itu satu sehingga menyebabkan banjir bandang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Perayaan Natal 2014, Polri Catat 127 Kejahatan

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian mencatat ada 127 kasus kriminal di seluruh Indonesia pasca diberlakukannya Operasi Lilin 2014 pada 24 Desember hingga 2 Januari 2015. 
Namun, catatan kriminal tersebut hanya dalam perayaan Natal 25 Desember kemarin. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Ronny F Sompie mengungkapkan, dari data tersebut terlihat perayaan Natal tahun ini berjalan kondusif.
“Dari data tersebut terlihat bahwa suasana Natal cukup kondusif tidak ada gangguan yang mengganggu jalannya ibadah Natal,” kata Ronny dihubungi di Jakarta, Jumat (26/12).
Ronny merincikan, menurut catatan polisi dari 127 kasus tersebut 10 diantaranya adalah kasus pencurian dengan pemberatan. Selain itu, 1 kasus pencurian dengan kekerasan, 1 kasus pencurian dengan kekerasan senjata api.
“Sedangkan ada 6 kasus pencurian kendaraan bermotor dan 9 kasus penganiayaan dengan pemberatan.”
Sementara itu, Ronny menambahkan, 27 kasus lainnya adalah kasus pencopetan dan penjambretan. Sedangkan, kasus yang menonjol atau masuk dalam crime index ini dianggap yang paling dominan di setiap Polda dari 127 kasus yang terjadi pasca Natal.
“Dari 127 kasus tersebut, lima jenis kasus masuk dalam crime index,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Lapas Nunukan Batal Beri Remisi kepada Puluhan Napi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, M Nurdin menunda pemberiaan remisi khusus hari raya Natal terhadap puluhan nara pidana.
“Pengumuman pemberian remisi khusus Natal di Lapas Nunukan ditunda karena belum mendapatkan surat tembusan dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata Nurdin di Nunukan, Jumat (26/12).
Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengusulkan 22 napi yang berhak mendaparkan remisi pada hari raya Natal 2014 ini, namun belum diumumkan sehubungan belum menerima surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM.
Napi yang diusulkan mendapatkan remisi khusus hari besar umat kristiani ini sebagian besar tersangkut kasus narkoba dengan lama 15 hari sampai satu bulan.
Dia menegaskan pada tahun-tahun sebelumnya pengumuman pemberian remisi hari raya itu bertepatan dengan perayaan hari Natal khusus bagi napi yang beragama Nasrani.
Pengusulan nama-nama yang berhak mendapatkan remisi khusus Hari Raya Natal itu telah diajukan kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kaltim sejak beberapa pekan lalu.
Hanya saja, surat keputusan belum diterima hingga hari H yang menyebabkan pengumuman pemberian remisi harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, ujar M Nurdin.
Dia meyakini pemberian remisi khusus terhadap napi yang memenuhi syarat tetap akan diberikan setelah mendapatkan surat keputusannya dari Kementerian Hukum dan HAM. Karena menjadi hak-hak bagi warga binaan di lapas tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Libur Panjang, TMII Mulai Diserbu Pengunjung

Jakarta, Aktual.co — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai diserbu pengunjung. Jumlah pengunjung di hari Natal dan libur sekolah meningkat hingga 51 ribu orang.
“Jumlah pengunjung liburan natal ini ada 51 ribu pengunjung. Terjadi peningkatan dari tahun lalu,” kata Kepala Humas Taman Mini Gerry di TMII, Jakarta Timur, Jumat (26/12).
Dengan adanya jumlah peningkatan pengunjung, Gerry mengatakan TMII akan menaikkan harga tiket untuk musim liburan ini, dari tanggal 21 Desember 2014 sampai 4 Januari 2015. 
Harga tiket naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000. Sementara khusus untuk tahun baru, tiket tanggal 31 Desember mulai pukul 16.00 WIB akan naik menjadi Rp 25.000. “Tanggal 5 Januari 2015 akan kembali normal Rp 10 ribu untuk tiket masuk.”
TMII juga menambah jumlah pengamanan sebanyak 800 personel yang terdiri dari TNI, PoIri, Pramuka dan ormas masyarakat sekitar. Selain itu, untuk menghibur pengunjung, TMII menggelar acara khusus mulai dari pameran hingga perlombaan.
“Ada pameran batu akik di Anjungan Bengkulu, lomba ayam pelung di Taman Bekisar dan panggung di tujuh titik. Acara utama ada dangdut New Palapa di Taman KTT Nonblok, ini merupakan pesta rakyat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain