12 April 2026
Beranda blog Halaman 40508

Perhepi: Ekspor Nonmigas Bakal Tumbuh 20 Persen Pada 2015

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi memperkirakan ekspor non-migas Indonesia akan tumbuh sekitar 15 sampai 20 persen pada 2015. Akan tetapi, menurutnya ada tiga faktor penting agar ekspor non-migas Indonesia bisa mencapai angka tersebut pada tahun depan.

“Pertama, yaitu kondisi ekonomi dunia yang masih menjadi faktor terbesar mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Kalau ekonominya bagus maka ekspor Indonesia akan baik, tapi kalau lesu, kita akan turun,” kata Bayu di Jakarta, Rabu (24/12).

Kedua, lanjutnya, adalah ketersediaan infrastruktur perdagangan. Pasalnya hal itu sangat berpengaruh dalam mendorong ekspor Indonesia.

“Kalau Tanjung Priok sudah jadi itu bagus sekali. Kemudian bagaimana manfaatkan double track pantai utara Jawa juga bisa berikan nilai tambah. Juga ketersediaan listrik untuk peningkatan aktifitas industri. Memang pertumbuhan belum spektakuler tapi setidaknya akan ada growth,” lanjutnya.

Ketiga, kata dia, adalah masuknya investasi. Semakin banyak investasi yang masuk, maka akan mendorong daya saing bagi produk-produk dalam negeri. Dikatakannya, sepanjang periode 2012-2014 tercatat investasi yang masuk masih positif.

“Investasi yang masuk tahun lalu dan tahun ini mudah-mudahan hasilnya bisa dirasakan pada 2015,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Inilah Sejarah Banjir Jakarta (11)

Jakarta, Aktual.co — Wilayah Jakarta merupakan dataran pantai yang sangat rendah, bahkan sekitar 40 persen dari wilayah Jakarta lebih rendah dari pada muka laut yang sebagian besar berbentuk rawa pantai. Dataran ini terjadi sebagai hasil proses geomorfologi dari endapan sungai yang berlangsung ribuan tahun. Sungai-sungai yang mengalirkan curah hujan turun melalui lereng-lereng gunung, mengikis tanah dari lereng gunung, sehingga aliran sungai berperan besar dalam pembentukan lahan di Jakarta. Hal ini juga terjadi di kota-kota pantai seperti Semarang dan Surabaya.
Proses percepatan pembentukan lahan juga dipengaruhi oleh iklim yang meliputi perbandingan antara arah angin, kekuatan angin, lamanya angin bertiup, dan kekuatan arus sungai. Kekuatan iklim memengaruhi proses abrasi dan akresi di pantai. Proses sedimentasi lahan berlangsung dalam waktu ribuan tahun sehingga terbentuklah dataran lebar yang disebut dataran endapan dengan ketinggian kurang dari 7 meter dari permukaan laut. Di Jakarta, ketinggian tanah semakin ke selatan semakin tinggi. Hal itu ditandai oleh adanya tanggul-tanggul sungai yang membujur arah barat timur yang dapat ditelusuri dari toponim seperti Tanah Abang Bukit dan Bukit Duri.
Besar kecilnya banjir ditentukan oleh curah hujan, waktu hujan, dan sebaran. Untuk itu, ketika tanah sudah mulai jenuh dengan air hujan, kemungkinan menjadi aliran permukaan yang berakibat banjir semakin besar. Hal itu sangat berkaitan dengan iklim. Hujan yang jatuh pada bulan Desember sampai Februari lebih besar kemungkinannya menjadi banjir karena tanah sudah jenuh dengan air hujan. Banjir akan menjadi masalah ketika dampak buruknya dirasakan oleh penduduk yang menempati suatu kawasan.
Pemanfaatan ruang kota dengan melakukan pembangunan fisik yang diikuti peningkatan jumlah penduduk dapat memengaruhi periode ulanh dan perluasan wilayah yang dilanda banjir. Jakarta, pada tahun 1883, berpenduduk 110.669 jiwa dengan luas kota 8 km persegi. Pada tahun 1930, luas kota Jakarta menjadi 182 km persegi dengan jumlah penduduk 409.475 jiwa.
Tahun 1970, wilayah Jakarta mengalami perluasan karena terjadi penggabungan dengan daerah di sekitarnya sehingga luasnya menjadi 590 km persegi dengan penduduk 4.473.133 jiwa. 1985, luasnya menjadi 675 km persegi dengan jumlah penduduk 6.164.848 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk yang cepat mengakibatkan peningkatan pembangunan kawasan pemukiman, perdagangan dan industri yang semakin cepat pula.
Tanah-tanah yang secara topografis tergolong tidak cocok untuk kawasan terbangun, dan ditetapkan sebagai kawasan tanah basah yang digunakan untuk penampungan air sementara pada waktu banjir, sejak tahun 1960-an dibangun untuk berbagai keperluan kota. Seperti Marunda, Cilincing, Ancol, Pluit, Cengkareng dan Tanjung Priuk bahkan dijadikan permukiman, perindustrian dan jasa perdagangan.
Daerah aliran sungai yang merupakan daerah parkir air pada waktu banjir, setelah pembangunan Gelora Senayan tahun 1960-an, mulai ditempati seperti kawasan Tebet yang merupakan daerah luapan banjir Sungai Ciliwung, kawasan Mampang yang merupakan daerah luapan banjir Sungai Krukut dan Pluis (Kebayoran Lama) yang merupakan daerah luapan banjir Sungai Grogol. Pada masa kolonial, daerah luapan banjir ditetapkan sebagai daerah parkir air dan dinyatakan sebagai daerah pertanian dan kawasan hijau, sehingga pemanfaatan tanah untuk kawasan terbangun hanya diperbolehkan lima persen dari luas tanah yang ada.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Anggaran Operasional Pendidikan Kota Bekasi 2015, Rp1,1 Triliun

Jakarta, Aktual.co —Anggaran operasional pendidikan di Kota Bekasi tahun 2015 diusulkan mencapai 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi Rp3,8 triliun.
Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi Agus Enap mengatakan besarnya alokasi anggaran operasional pendidikannya sebesar Rp1,1 triliun. 
“Sudah diusulkan ke DPRD Kota Bekasi,” ujar dia, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/12). 
Anggaran itu nantinya akan dibagi dalam beberapa kegiatan pendidikan. Di antaranya, Rp820 miliar digunakan sebagai gaji 700 guru, Rp70 miliar untuk honor pegawai, Rp10 miliar untuk membiayai meubelair, dan kebutuhan lainnya.
“Rata-rata satu SMA memiliki anggaran operasional Rp3,3 miliar. Dana itu diperoleh dari Bantuan operasional Sekolah (BOS) Rp1,5 miliar, ditambah bantuan dari Pemerintah Provinsi Rp200 ribu per siswa per tahun,” kata dia.
Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga bakal dapat bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar 50 persen dari sekitar keseluruhan anggaran sekolah yang sifatnya bantuan barang.
Dijelaskan Enap, usulan anggaran operasional pendidikan di wilayahnya tahun 2015 lebih rendah dari 2014 yang mencapai Rp1,3 triliun. Namun sebagian anggarannya malah tidak terserap. “Itu sebabnya kami mengajukan anggaran 2015 lebih rendah dibandingkan tahun ini.”

Artikel ini ditulis oleh:

BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Ibu Kota Jakarta siang nanti akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Namun untuk wilayah Jakarta Barat akan diguyur hujan sedang.
Dari situs resmi yang dilansir Jakarta akan diguyur hujan hingga malam nanti. Akan tetapi untuk wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur berawan pada malam harinya.
Untuk wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor juga akan diguyur hujan pada siang hari. Sedangkan malam harinya hanya Bekasi yang berawan.
Suhu di Jakarta sendiri berkisar antara 23 hingga 33 derajat selcius. Untuk kelembaban wilayah Jakarta antara 68 hingga 97 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

AJI Catat Enam Kasus Kekerasan Polisi Terhadap Jurnalis di 2014

Jakarta, Aktual.co —Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat total ada enam kasus kekerasan yang dilakukan polisi terhadap jurnalis sepanjang 2014. Kasus tersebut terjadi di Surabaya, Jayapura, Medan, Makassar dan Jakarta. Sedangkan secara total, ada 40 kasus kekerasan terhadap jurnalis sepanjang 2014. 
Seperti kasus-kasus kekerasan sebelumnya, tidak ada penyelesaian lewat jalur hukum. 
Angka kekerasan boleh jadi stagnan dibanding tahun lalu. Namun kualitas makin meningkat. Intimidasi, ancaman, telepon gelap, teror, pelecehan, pemukulan, pengusiran, pelarangan liputan, perusakan kantor hingga perampasan kamera masih terjadi.
Yang paling menonjol terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, 13 November 2014. Saat demonstrasi penolakan kenaikan BBM di Universitas Negeri Makassar. Di mana sejumlah jurnalis yang sedang meliput justru jadi pengalihan sasaran kemarahan polisi. 
Sedikitnya 10 jurnalis mengalami luka-luka dianiaya. Empat di antaranya melapon ke polisi, dan masih berjuang menuntaskan kasusnya. 
Selain polisi, pelaku lainnya adalah warga sipil, politisi, PNS, Satpol PP dan TNI. AJI melihat ada tren kekerasan jadi cara menyelesaikan kasus pemberitaan media.
Dalam catatan akhir tahun AJI yang diterima Aktual.co, Selasa (24/12), tahun 2014 dianggap sebagai tahun kelabu untuk pengungkapan kasus kekerasan terhadap jurnalis. 
Upaya mengungkap kasus pembunuhan jurnalis harian Bernas Yogyakarta, Muhammad Fuad Syafrudin alias Udin yang masuk kadaluwarsa tak mendapat respons kepolisian. Padahal kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk mengungkap tujuh pembunuhan jurnalis lainnnya.
Ketujuh jurnalis itu adalah Naimullah (jurnalis Harian Sinar Pagi, Kalimantan Barat tewas 25 Juli 1997), Agus Mulyawan (jurnalis Asia Press tewas di Timor-Timur, 25 September 1999), Muhammad Jamaludin (jurnalis TVRI di Aceh, tewas 17 Juni 2003), Ersa Siregara (jurnalis RCTI tewas 29 Desember 2003), Herliyanto (jurnalis tabloid Delta Pos, tewas 29 April 2006), Adriansyah Matra’is Wibisono (jurnalis TV lokal Merauke, tewas 29 Juli 2010), dan Alfred Mirulewan (jurnalis tabloid Pelangi, Maluku, ditemukan tewas 18 Desember 2010). 
Namun sejauh ini, polisi abai, negara pun abai, membiarkan pelaku kekerasan melenggang bebas.

Artikel ini ditulis oleh:

Hati-hati, Bekerja Tak Sesuai Minat Bisa Picu Depresi

Jakarta, Aktual.co —Bekerja tidak sesuai minat ternyata bisa memicu depresi. Lebih besar dari mereka yang bekerja sesuai dengan minatnya.
Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Ika Widyawati SpKJ (K) mengatakan, orang yang bekerja tak sesuai minat akan habiskan energi lebih besar untuk menekan perasaan tak senang terhadap pekerjaan. Sehingga bisa lebih mudah lelah. 
Rasa lelah yang berlangsung lama, tanpa ada istirahat yang memadai dan berkualitas, bisa memicu depresi. Akibatnya, pekerjaan jadi tidak optimal.
“Karena itu, lebih baik memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat. Kalau istilah sekarang, bekerja sesuai dengan ‘passion’. Orang tua juga sebaiknya tidak memaksakan anaknya untuk bekerja di bidang tertentu,” ucap dia, di Jakarta, Rabu (24/12).
Menurutnya, depresi muncul karena seseorang kekurangan hormon serotonin. Yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang. Hormon serotonin bisa kembali meningkat, salah satunya melalui istirahat dan liburan.
“Untuk orang yang sudah mengalami gangguan depresi, diperlukan obat-obatan untuk meningkatkan hormon serotonin. Kalau seseorang yang tidak mengalami gangguan depresi, bisa diatasi dengan istirahat dan berlibur,” tuturnya.
Salah satu ciri seseorang mengalami gangguan depresi dan harus ditangani dokter jiwa, kata dia, adalah bila tidak merasa senang, bahagia dan santai sekalipun sudah beristirahat dan berlibur.
Diibaratkan dia, liburan bagai mengisi ulang baterai otak yang sudah hampir kosong. Tidak hanya liburan, juga diperlukan istirahat yang cukup dan berkualitas, agar bisa meningkatkan hormon serotonin.
“Namun, tidak semua orang bisa mendapatkan istirahat yang cukup, yaitu tujuh hingga delapan jam, dan berkualitas setiap hari. Karena itu, perlu ada hari libur entah untuk istirahat maupun pergi berlibur,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain