10 April 2026
Beranda blog Halaman 40516

KSAL: Tugas TNI AL Bukan Menangkap Pencuri Ikan

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio menyatakan, TNI-AL tak hanya mengurusi penangkapan kapal asing yang melakukan pencurian ikan, melainkan ada tugas pokok dan fungsi lebih dominan, yakni menjaga kedaulatan NKRI.
“Tugas TNI-AL bukannya melakukan penangkapan terhadap pelaku ‘illegal fishing’, namun ada tiga tupoksi TNI AL yang konkret. Yakni, menjaga kedaulatan NKRI, diplomasi dan penegakkan hukum,” kata Marsetio di sela-sela Rapim TNI AL 2015, di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/12).
Sehingga, lanjut dia, kapal perang yang dimiliki TNI AL tidak bisa seluruhnya dapat digerakan untuk menangkap pelaku “illegal fishing” atau pencurian ikan yang masuk wilayah perairan Indonesia.
“Dari 151 kapal yang dimiliki TNI AL, hanya 50-60 kapal yang beroperasi per harinya. Sisanya, menjalani perawatan dan siaga di pangkalan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kapal TNI AL juga ikut dalam patroli bersama dengan negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia, seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina dan Australia.
Dalam penegakan hukum di laut, lanjut Marsetio, tak hanya TNI AL yang terlibat, melainkan ada 13 kementerian/lembaga terkait yang memiliki tanggung jawab yang sama, antara lain, Polair, Imigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan, dan lainnya.
Fungsi ketiga, adalah diplomasi, di mana TNI AL ikut dalam misi perdamaian PBB, seperti ada dua kapal perang TNI AL yang ditugaskan ke Lebanon, seperti KRI Frans Kaisiepo dan KRI Iskandar Muda.

Artikel ini ditulis oleh:

Rupiah Ditutup Turun Lima Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah lima poin menjadi Rp12.467 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.462 per dolar AS.
Aktivitas di pasar keuangan domestik yang cenderung minim menjelang libur Hari Raya Natal dan cuti bersama membuat tekanan rupiah tidak terlalu dalam di tengah sentimen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada kuartal III tahun ini.
“Sentimen rupiah sebenarnya cukup negatif karena faktor global, namun karena sebagian investor sudah keluar dari aktivitasnya maka rupiah hanya melemah tipis,” ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Rabu (24/12).
Di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia juga masih menjaga stabilitas mata uang rupiah, namun intervensi yang dilakukan otoritas keuangan Indonesia itu masih dalam tahap wajar.
“Hingga akhir tahun, mata uang rupiah masih bergerak di kisaran yang terbatas di level Rp12.400-Rp12.500 per dolar AS,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Peminat Pengguna Kereta Api Meningkat

Aktifitas penumpang meningkat dibanding hari biasa bersamaan libur Natal dan Tahun Baru di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/12/2014). PT Kereta Api Indonesia memperkirakan jumlah total penumpang kereta di Jakarta sejak 20 Desember hingga 5 Januari 2015 sebanyak 473.542 orang. Terjadi peningkatan 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah total penumpang tahun lalu adalah 453.717. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jalur Menuju Puncak Macet

Nampak kemacetan terjadi di Tol Ciawi arah Puncak, Jawa Barat, Rabu (24/12/2014). Puncak merupakan salah satu pilihan untuk liburan ini dimanfaatkan warga menikmati liburan hari besar Natal. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Terapkan Efisiensi, Kertas Leces Bakal Pangkas Jumlah Pegawai

Jakarta, Aktual.co — Untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dalam rangka mengurangi kerugian PT Kertas Leces (Persero) akan melakukan restrukturisasi manajemen yang salah satunya dengan melakukan pemangkasan jumlah karyawan.

“Kalau itu pasti iya (pemangkasan karyawan), begitu selesai restrukturisasi, kita langsung lakukan,” kata Presiden Direktur Kertas Leces di Kementerian BUMN, Rabu (24/12).

Ia mengungkapkan, jumlah karyawan perseroan saat ini sebanyak 1.100 karyawan. Hal itu sebenarnya sudah mengalami penyusutan setelah tiga tahun lalu sebanyak 2.000 karyawan. Sementara Perseroan sendiri saat ini masih memiliki tanggungan utang sekitar Rp2 triliun, dan jumlah itulah yang sedang dilakukan proses restrukturisasi.

Proses restrukturisasi juga sudah dimasukkan dalam item rencana Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk melanjutkan transformasi bisnisnya.

“Kalau uang kan kita tidak punya, kita ingin jalin kerjasama dengan investor, pemain dunia untuk beralih bisnis utama ke produksi kertas-kertas bernilai tinggi sebagai bentuk tranformasi,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Libur Natal dan Tahun Baru, Ratna Listy Sibuk dengan Pekerjaan

Jakarta, Aktual.co — Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2015,  Ratna Listy justru dipadatkan dengan berbagai rutinitas pekerjaan. Banyak sekali yang Ratna lakukan pada akhir tahun ini.

“Sekarang aku lagi sibuk nyiapin album baruku, genre dangdut yang judulnya ‘Tergila-gila’,” kata pemilik nama lengkap Ratna Sulistyaningsih kepada Aktual, Rabu (24/12).

Mantan presenter ‘Bedah Rumah RCTI’ ini mengaku bahwa khusus Desember ini albumnya tersebut akan rilis dan video klipnya juga sudah beredar di video YouTube. Sebelumnya, Ratna sudah menelurkan beberapa album yang berjudul ‘Laras Pesisiran’ dan ‘Keroncong Asli’.

Selain itu, ia juga mengaku sibuk menjadi host di salah satu acara stasiun televisi.

“Selain di dunia entertaint, aku juga merambah ke bisnis. Bisnis kecantikan wajah berupa masker dari bahan alami,” katanya lagi.

Tambah Ratna, bisnis yang ia kelola, dan dikemas sendiri langsung dari Laut Mati Yordania.

Sekedar informasi, Ratna Listy, memulai kariernya dari kemenangannya dalam ajang Bintang Radio dan TV se-Jawa Timur pada 1989, sebelum terjun menjadi penyanyi profesional.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain