5 April 2026
Beranda blog Halaman 40545

DPR: Menpora Tak Hanya Evaluasi PSSI, Cabor Lainnya Perlu Dievaluasi

Jakarta, Aktual.co — Wacana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membentuk tim sembilan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap PSSI terus menuai pro kontra.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam mengatakan jika menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak perlu membentuk tim yang sifatnya mengevaluasi organisasi PSSI, melainkan evaluasi terhadap kemajuan cabang olahraga (cabor) sepak bolanya.
“Saya kira Menpora tidak perlu mengurusi PSSI-nya, tetapi kalau  mengurusi secara teknis kemajuan sepakbola, boleh saja,” kata Ridwan ketika dikonfirmasi Aktual.co melalui telepon, di Jakarta, Selasa (23/12).
Politisi Partai Golkar ini berpandangan, jika alangkah baiknya, Kemenpora tidak melakukan evaluasi terhadap satu cabor saja. Melainkan, melakukan seluruh evaluasi cabor yang akan dengn tujuan peningkatan kualitas.
“Saya mengusulkan Menpora tidak bicara satu cabang olahraga saja, tetapi mengevaluasi cabang olahraga yang tidak mencapai target di dalam olimpiade-olimpiade lalu. Jadi, jangan difokuskan pada satu cabang saja, yaitu sepakbola,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Menpora Imam Nahrawi yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memang tengah menggodok beberapa nama untuk masuk di tim yang akan bertugas mereformasi induk organisasi sepakbola Indonesia atau PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kepala BPBS Sampang Mencabuli Anak Dibawah Umur

Surabaya, Aktual.co — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura,  Wisnu Hartono, akhirnya  diamankan anggota Unit Perlindungan Peempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta mengatakan bahwa penangkapan Wisnu merupakan pengembangan dari kasus penangkapan empat mucikari yang sudah tertangkap sebelumnya.
Keempat tersangka memang berprofesi menjual anak-anak dibawa umur sebagai obyek prostitusi. Saat keempat tersangka tertangkap, mereka mengaku jika para korbanya telah dijual kepada salah satu pejabat.
“Saat tertangkap itulah akhirnya kita kembangkan pada siapa-siapa yang membokingnya.” kata Setjia Junianta, Senin (22/12).
Pihak kepolisian menangkap Wisnu Hartono yang terbukti memboking anak yang masih berusia 15 tahun. Namun sayangnya, tak dibeberkan secara jelas kronologis penangkapan Wisnu.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Akibat Kompor, Puluhan Rumah di Jakut Habis Dilalap Api

Jakarta, Aktual.co — Puluhan rumah kontrakan dan rumah toko yang berada di Jalan Muara Baru, RT 16/17, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (22/12) malam habis dilalap api. Diduga penyebab kebakaran tersebut akibat kompor meledak dari salah satu rumah warga.  
Untuk memadamkan api tersebut petugas Suku Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Utara mengerahkan 28 unit mobil pemadam kebakaran.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00,” kata Frans Hodden Silalahi, Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta Utara, Selasa (23/12).
Dikatakan Frans beruntung akibat peristiwa tersebut tidak menelan korban luka maupun jiwa.  Kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Kebakaran diduga akibat kompor meledak. Sedangkan jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini masih dihitung,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Petugas Tangkap WNA Nigeria Miliki Narkoba Senilai Rp 6 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil menangkap Uzoma Elele yang merupakan warga negara Nigeria karena kasus penyalahgunaan parpor dan positif menggunakan narkoba, akhirnya menemukan narkotika sabu senilai Rp 6 miliar dan 300 gram ganja.
Direktur Narkotika Alami BNN Pusat, Sugiyo mengatakan bahwa dari hasil pengungkapan pihaknya beserta Imigrasi Depok berhasil mengamankan 4 kilogram sabu kristal dan 300 gram ganja yang disembunyikan pelaku dalam tumpukan kamera CCTV di Apartemen Margonda Residence, Kota Depok. 
“Petugas menyita 4.075,9 gram sabu dan ganja kering sebert 301,1 gram,” katanya, Selasa (23/12).
Dikatakan Sugiyo dengan ditemukannya barang haram tersebut pihaknya akan melakukan pengembangan asal muasal barang haram tersebut. Diduga kalau pelaku merupakan otak yang masuk dalam jaringan pengedar narkotika yang biasa mengedarkan di kawasan Depok.  
“Dia (Uzoma) pengedar narkotika golongan 1,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ketua DPRD Sumut Dukung Penghapusan Bansos

Medan, Aktual.co — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Ajib Shah mendukung langkah Kementerian Dalam Negeri terkait rencana penghapusan dana bansos.
“Kita sangat mendukung kebijakan pemerintah soal itu (penghapusan dana bansos),” kata Ajib di Medan, Selasa (22/12).
Menurut Ajib, tahun-tahun sebelumnya penggunaan dana bansos banyak yang tidak tepat sasaran. Selain itu, ditemukan tidak adanya laporan pertanggungjawaban si penerima kepada SKPD teknis.
“SKPD harus aktif untuk mendesak penerima memberikan laporan penerimaannya. Karena selama ini terkesan belah jengkol dan bagi-bagi, kedepan harus ada perbaikan,” kata dia.
Diketahui, Kejaksaan Tinggi Sumut telah menetapkan sejumlah pejabat sejak perkara bansos di Sumut bergulir untuk anggaran Bansos tahun 2009, 2010 dan 2011. Sejumlah pejabat diantaranya, Kabiro Binkemsos Sakhira Zandi dan Kabiro Perekonomian Bangun Oloan Harahap

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: SPBU Asing Lebih Agresif Incar Konsumen Indonesia

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah perlu membuat regulasi khusus untuk membatasi pertumbuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum asing di Indonesia guna lebih mempercepat bisnis bahan bakar domestik, kata seorang ekonom.

“Kalau tidak dibuatkan regulasi khusus maka Petronas, British Petrolium (BP), atau Shell dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing lainnya akan menguasai pasar domestik, dibanding Pertamina,” kata ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Adiningsih di Yogyakarta, ditulis Selasa (23/12).

Menurut Sri Adiningsih, SPBU milik asing akan lebih agresif mengincar peluang pasar Indonesia seiring dengan adanya pengurangan subsidi BBM bersubsidi saat ini. Melalui kesempatan itu, kata dia, SPBU asing akan menawarkan harga yang lebih kompetitif serta pelayanan yang lebih maksimal.

“Jangan sampai pengurangan subsidi yang mengakibatkan kenaikan BBM justeru dimanfaatkan oleh asing,” kata guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini.

Dengan potensi itu, menurut Sri, pemerintah perlu mendorong PT Pertamina (persero) untuk meningkatkan daya saing, serta memberikan insentif bagi pengusaha ritel migas lokal atau SPBU agar mampu memberikan pelayanan lebih baik.

Hal itu, kata dia, penting diupayakan sebab pembatasan terhadap SPBU asing tidak akan maksimal dilakukan mengingat Undang-Undang (UU) Migas masih memberikan keleluasaan retail perusahaan migas asing itu berekspansi di dalam negeri. Apalagi, kata dia, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 akan semakin mempersempit pembatasan itu.

“Pertamina perlu terus berbenah agar jangan sampai SPBU di daerah-daerah dikuasai asing,” kata dia.

Selain memperkuat SPBU lokal, pemerintah juga perlu menguatkan sektor usaha lokal lainnya. Hal itu guna mengurangi ketergantungan Indonesia dengan perekonomian asing.

“Sebab dengan kuatnya ketergantungan Indonesia dengan asing di bidang ekonomi, maka volatilitas rupiah akan terus-menerus tinggi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain