4 April 2026
Beranda blog Halaman 40550

Pengamat: Tim Sembilan Sesuatu yang Tidak Perlu

Jakarta, Aktual.co — Pengamat sepakbola Indonesia, Anton Sanjoyo mengatakan bahwa, Tim Sembilan yang dibentuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), merupakan sesuatu yang tidak perlu.

Kata dia, untuk membenahi sepakbola di Tanah Air, bukan dengan membentuk sebuah badan pengawas, tetapi dengan niat yang bersih dan komitmen tinggi.

“Intinya adalah “political will” (politik yang baik). Lebih baik panggil lembaga-lembaga terkait, ajak duduk bersama, cari cara yang produktif,” tegas Anton ketika dihubungi Aktual.co melalui sambungan telepon, Senin (22/12).

Menurut Anton, jika Kemenpora mau memantau kinerja PSSI, bukan dengan cara mengumbar pembentukan Tim Sembilan. Lebih baik dibentuk secara diam-diam tapi tetap dilandasi dengan semangat Nasionalisme serta bebas dari kepentingan.

Lebih jauh disampaikan Anton, untuk membenahi sepakbola Nasional tidak melulu dengan mengurusi PSSI. Masing-masing “stakeholders” (pemangku kebijakan) punya pekerjaan.

“Cari orang berintegritas tinggi. Kemenpora punya akses luas. Kalau mau berantas judi sepakbola, buat kerjasama dengan Kepolisian, kerjasama dengan Komisi X DPR RI,” papar Anton.

“Ada bagian pemerintah dan ada bagian masyarakat dan ada bagian PSSI. Yang penting semuanya harus berjalan sesuai koridor,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Minta PSSI Patuhi Keputusan KIP

Jakarta, Aktual.co — Keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menyatakan PSSI adalah sebuah badan publik non-pemerintah, dikatakan pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, PSSI harus membuka informasi selebar-lebarnya kepada masyarakat.

Kata dia, pada intinya lembaga yang memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu wajib memberitahu laporan hasil kerjanya terhadap publik.

“Tidak ada alasan untuk tidak memberitahu (audit keuangan) ke publik. Sewaktu-waktu ada yang minta, PSSI wajib membukanya,” tegasnya ketika dihubungi Aktual.co melalui sambungan telepon, Senin (22/12).

Lebih jauh disampaikan Agus, keputusan KIP juga mengharuskan PSSI membuka laporan pertanggungjawaban setiap tahunnya.

“Iya pokoknya tidak ada alasan (tidak mau melaporkan). laporan itu jadi tanggung jawab PSSI untuk membuka selebar-lebarnya (informasi keuangan PSSI),” tandasnya.

Seperti diketahui, Majelis Komisioner (MK) KIP, Senin (8/12) lalu, telah menyatakan PSSI sebagai Badan Publik non-pemerintah, sehingga informasi publiknya harus terbuka.

Dalam hal ini, Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) selaku pihak Pemohon, meminta PSSI untuk membeberkan laporan keuangan terkait hak siar pertandingan Timnas U-19, selama Piala AFF 2013, Pra Piala Asia U-19 Tahun 2013 dan Tur Nusantara U-19 Tahun,  2014 serta laporan keuangan dengan pihak sponsor “apparel”.

Artikel ini ditulis oleh:

Wanita Cantik Dimata Islam

Jakarta, Aktual.co — Wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan berwarna pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran dan benak wanita atau pria selama ini.

Sebuah rumus simple namun sangat berbahaya. Darimanakah asal muasal mitos tersebut? Bisa jadi dari media atau pun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja.

Munculnya produk-produk kecantikan, itu semua menjadikan wanita menjadi tidak percaya diri terhadap inner beauty yang telah Allah SWT berikan padanya sejak lahir, dan akan menunjukkan auranya ketika sudah mencapai akil baligh.

Siapakah yang membuat standar penilaian terhadap ciptaan Allah yang Maha Kuasa ? Wahai para wanita percayalah bahwa wanita tercantik adalah wanita yang mampu memahami bahwa dia diciptakan dengan sebaik baik bentuk dan dia diciptakan adalah untuk beribadah, “Wa maa kholaqtuljinna wal insa illa liya’buduun”.

Artinya : “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. 51 : 56).

Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.(HR Bukhari dan Muslim).

Berbahagialah, ketika kecantikan itu bukan hanya sekedar menghiasi wajah, tapi terutama hati dan akhlak kita. Karena kecantikan fisik pasti akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Tapi, kecantikan hati dan akhlak, itulah yang akan bersinar dan terus dikenang oleh orang-orang di sekitar kita.

“Allahumma kamaa hassanta khalqii, fahassin khuluqii.”

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadian (fisik) ku, maka perindah pulalah akhlakku.”

(Sumber: Islam Pos)

Artikel ini ditulis oleh:

Wanita Cantik Dimata Islam

Jakarta, Aktual.co — Wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan berwarna pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran dan benak wanita atau pria selama ini.

Sebuah rumus simple namun sangat berbahaya. Darimanakah asal muasal mitos tersebut? Bisa jadi dari media atau pun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja.

Munculnya produk-produk kecantikan, itu semua menjadikan wanita menjadi tidak percaya diri terhadap inner beauty yang telah Allah SWT berikan padanya sejak lahir, dan akan menunjukkan auranya ketika sudah mencapai akil baligh.

Siapakah yang membuat standar penilaian terhadap ciptaan Allah yang Maha Kuasa ? Wahai para wanita percayalah bahwa wanita tercantik adalah wanita yang mampu memahami bahwa dia diciptakan dengan sebaik baik bentuk dan dia diciptakan adalah untuk beribadah, “Wa maa kholaqtuljinna wal insa illa liya’buduun”.

Artinya : “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. 51 : 56).

Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.(HR Bukhari dan Muslim).

Berbahagialah, ketika kecantikan itu bukan hanya sekedar menghiasi wajah, tapi terutama hati dan akhlak kita. Karena kecantikan fisik pasti akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Tapi, kecantikan hati dan akhlak, itulah yang akan bersinar dan terus dikenang oleh orang-orang di sekitar kita.

“Allahumma kamaa hassanta khalqii, fahassin khuluqii.”

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadian (fisik) ku, maka perindah pulalah akhlakku.”

(Sumber: Islam Pos)

Artikel ini ditulis oleh:

SOS Minta Tim Sembilan Harus Punya Tugas Jelas

Jakarta, Aktual.co — Juru bicara Save our Soccer (SOS), Apung Widadi, menyarankan Tim Sembilan yang dibentuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), harus mempunyai tugas yang jelas. Hal tersebut agar tim itu bisa bekerja secara maksimal.

“Lanjutkan apa yang menjadi keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP). Dengan begitu, tugas Tim Sembilan akan terfokus,” ujar Apung melalui sambung telepon kepada Aktual.co, Senin (22/12).

Menurutnya, yang menjadi tugas Tim Sembilan bukanlah untuk membekukan PSSI. Tugas tim yang baru beredar di zaman kepemimpinan Menpora, Imam Nahrawi adalah memperbaiki kinerja PSSI.

Meski begitu, Apung tetap mendukung terbentuknya Tim Sembilan. Namun, lanjutnya, tim tersebut harus sudah bekerja sebelum Kongres Tahunan PSSI pada Januari 2015 mendatang.

“Kalau untuk memperbaiki PSSI, sepakat. Tapi kalau untuk membekukan, tidak. Tim ini harus segera bekerja, jangan tunggu kongres selesai,” tegasnya.

Seperti diketahui, Tim Sembilan, yang sampai hari ini belum diketahui siapa-siapa saja penghuninya, akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

SOEKARNO: “KAYA KARENA KORUPSI”

Jakarta, Aktual.co — “ Aku pernah berkata, ada orang kaya raya, auto Impala, auto Mercedes, gedungnya tiga, empat, lima tingkat, tempat tidurnya kasurnya tujuh lapis mentul-mentul. Tiap-tiap hari makan empat, lima, enam, tujuh kali. Ya, seluruh rumahnya itu laksana ditabur dengan ratna mutu manikam, Kakinya tidak pernah menginjak ubin, yang diinjak selalu permadani yang tebal dan indah.

Tapi orang yang demikian itu, pengkhianat. Tapi orang yang demikian itu menjadi kaya oleh karena korupsi. Orang yang demikian itu di wajah-Nya Tuhan yang Maha Esa, adalah orang yang rendah. Di wajah Tuhan Yang Maha Esa dia adalah orang yang rendah!

Sebaliknya, kataku dalam pidato itu, ambil seorang penyapu jalan. Penyapu jalan di sana, di Jalan Thamrin atau jalan Sudirman atau jalan-jalan lain, nyapu jalan, Saudara-saudara. Pada waktu kita enak-enak tidur waktu malam, dia menyapu jalan, tangannya menjadi kotor oleh karena dia menyapu segala ciri-ciri dan kotor-kotor dari jalan itu, tetapi Saudara-saudara, dia mendapat nafkah dari kerjanya itu dengan jalan jang halal dan baik. Dia dengan uang yang sedikit yang dia dapat dari Kotapraja, Pak Gubernur Sumarno,

Saudara-saudara, ya mendapat gaji daripada Kotapraja uang jang sedikit, dia belikan beras, dan dia tanak itu beras, dan dia makan itu nasi dengan istri dan anak-anaknya, bukan di atas kursi yang mentul-mentul, bukan di atas permadani tebal, bukan dari piring yang terbuat daripada emas, tidak dengan sendok dan garpu, dia makan makanan yang amat sederhana sekali, dan dia mengucapkan syukur alhamdulillah ke hadirat Allah SWT: “Ya Allah ja Rabbi, terima kasih, bahwa Engkau telah memberiku cukup makan bagiku, bagi istriku, bagi anak-anakku. Ya Allah Ya Rabbi, aku terima kasih kepadaMu”.

Orang yang demikian ini, menyapu jalan, dia adalah orang mulia dihadapan Allah SWT. ”

Begitulah kutipan panjang dari sambutan Bung Karno, selaku Presiden RI, dalam Kongres Persatuan Pamong Desa Indonesia, di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1964. Pesan proklamator yang tak pernah meninggalkan harta warisan bagi keluarga dan semua anak-anaknya itu, disampaikan setengah abad yang lalu.

Kini setelah 50 tahun berlalu, pesan bapak bangsa yang wafat dalam status tahanan politik Orde Baru atas perintah Jenderal Soeharto, ini relevan. Makin relevan lagi, jika kita bandingkan isi pesan Bung Karno itu dengan mural bergambar Presiden Soeharto di pantat truk yang bertuliskan pesan, “Piye Kabare?  Enak Jamanku Toh.” Mural kreatif yang kemudian diplesetkan oleh para netizen di dunia maya, terutama di Face Book dan Twitter, menjadi “Piye Kabare?  Enak Jamanku Toh. Oro Ono KPK.”

Para netizen dari generasi baru Indonesia yang memasang dan men-share foto mural plesetan itu, umumnya menilai korupsi justru menyebar luas sejak Soeharto berkuasa. Bagi mereka korupsi itu merupakan konsekwensi dari pendekatan program yang konsumeristis dan mengutamakan proyek pembangunan yang materialistis.  Itulah pembangunan yang disponsori oleh IMF – Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia demi kepentingan keuntungan bisnis kaum kapitalis pemilik multi national corporation – MNC.

Karena itu ironis, jika ada yang meyakini jaman Soeharto sebagai jaman lebih enak, ternyata enak yang dimaksudkan malah enak bisa leluasa ber-KKN alias korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sebab semasa Soeharto, tidak ada lembaga anti rasuah seperti KPK, Komisi Pembrantasan Korupsi, yang diharapkan semakin bersikap tegas menindak para koruptor dan nepotis yang berkolusi mencuri uang rakyat.

Yang menarik, adalah menilik isi pesan Soekarno yang menyebut:  “Dia dengan uang yang sedikit yang dia dapat dari Kotapraja, Pak Gubernur Sumarno.“  Yang dimaksud Bung Karno adalah Brigjen dr H Soemarno Sosroatmodjo yang menjabat Gubernur DKI Jakarta, sejak 4 Februari 1960 hingga 23 Maret 1966. Yaitu semasa berlangsung berbagai kegiatan internasional seperti Asian Games 1962 dan setahun kemudian Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang bertujuan untuk menyaingi Olimpiade. 

Menarik karena nama Soemarno yang dokter dan jenderal ini sering dikelirukan dengan nama MR Sumarno, Gubernur BI – Bank Indonesia .  Betapa tidak. Karena Sumarno yang sarjana hu kum ini mempunyai anak-anak lulusan perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat sana, yang semasa Orde Baru tampil sebagai profesional menonjol. Para anak Sumarno mantan Menteri Urusan Bank Sentral (MUBS) ini dikenal karib dengan sejumlah pebisnis yang disebut-sebut beraroma nepotisme dan kolusi. Antara lain, beberapa kelompok perusahaan yang dimiliki oleh anak Presiden Soeharto.

Lebih menarik lagi, ada pula anak Sumarno ini yang setelah Orde Baru tumbang, justru pada era reformasi tampil menjadi menteri penentu kebijakan strategis dalam ranah ekonomi, dan keuangan, setelah lama berkecimpung mengoperasikan bisnis para konglomerat Orde Baru maupun kepentingan multi national corporation. Sehingga, terakhir ini mereka dituding pula sebagai agen neolib. 

Lalu, so what? Gitu loh.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain