3 April 2026
Beranda blog Halaman 40559

Panglima TNI Ingatkan Tentang Jalur Sutera Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan saat ini Indonesia sedang mencari peluang dan titik singgung yang bisa memberi keuntungan baik bagi Indonesia maupun China (Tiongkok). Hal itu menanggapi adanya kekuatan yang dibangun oleh China di kawasan Laut China Selatan. 
Selain itu, Moeldoko juga mengaitkan dengan kebijakan China tentang jalur sutera maritim  
“Satu sisi, Indonesia dengan poros maritim dan China memikirkan jalur sutera maritim. Di mana titik singgungnya dan kira-kira peluang dan opportunity kita ada di mana. Sehingga kebijakan itu nantinya bisa menguntungkan kedua belah pihak,” kata Moeldoko, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, TNI telah melihat situasi terkini di kawasan Asia Pasifik, diantaranya perkembangan di Laut China Selatan. Moeldoko juga mengaku telah melakukan komunikasi dan hubungan langsung dengan Panglima Angkatan Bersenjata China.
“Ini adalah suara Panglima di ASEAN. Ini saya endorse ke China dan meminta agar pembangunan kekuatan China di wilayah Laut China Selatan tidak menimbulkan distabilitas di kawasan ASEAN,” papar Moeldoko, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Karyawan PT KAI Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Jakarta, Aktual.co — Warga Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat mendadak ramai. Pasalnya dari dalam rumah yang bernomor 149 Rt 05, Rw 06, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Malam tergeletak sosok jenazah yang diketahui bernama Junianto (33). 
Kepala Unit Kriminal Umum (Krimum) Polres Jakarta Barat, AKP Eko Barmula mengatakan korban ditemukan pada Minggu (21/12) malam. Hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui motif pembunuhan tersebut.
“Iya benar, semalam kejadiannya dan kami belum mengetahui motif pembunuhan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (22/12).
Dikatakan Eko bahwa pihaknya saat ini terus berupaya menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa beberapa saksi yang ditemukan disekitar tempat kejadian perkara.
“Masih di selidiki kasus ini, dan kami sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit RSCM,” lanjutnya.
Lebih lanjut Eko menambahkan kalau korban sendiri diketahui karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI).  

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengawasan Pemprov DKI Lemah, Penyerobotan Lahan Marak

Jakarta, Aktual.co —Lemahnya pengawasan aset dianggap jadi salah satu penyebab banyaknya penggusuran warga dan pedagang kaki lima (PKL) yang tempati lahan milik Pemprov DKI. 
“Lemah dalam menjaga aset, baik dari segi hukum maupun pengawasan,” kata Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Taufik Hadiawan, dalam diskusi bertajuk “Catatan Akhir Tahun Forum Warga Kota Jakarta (Fakta): Jakarta Belum Ramah HAM”, di Jakarta, Senin (22/12).
Kata Taufik, sudah sepatutnya Pemprov DKI mulai memprioritaskan penyelesaian sengketa lahan dengan warga. Meskipun dia meminta cara penertiban warga tidak dilakukan dengan cara penggusuran paksa.
“Tapi harus ganti untung, bukan ganti rugi. Jadi biaya yang diberikan kepada masyarakat jangan memberatkan,” ungkapnya.
Pemprov DKI juga dimintanya untuk mulai menginventarisir aset miliknya dan meningkatkan pengawasan. Sehingga tak mudah dikuasai warga.
Dalam diskusi itu terungkap, di tahun 2014 dari Januari-Desember sedikitnya ada 28 kali penggusuran terhadap kediaman warga. Dan 17 kali penggusuran ke PKL. Namun hanya 29 persen penyelesaian kasus yang melalui tahap sosialisasi dan negosiasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Aceh Ditemukan Tewas dalam Perangkap Ikan

Banda Aceh, Aktual.co — Zulkifli (48), petambak asal Desa Matang Lada Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ditemukan tewas dalam perangkap ikan, di kawasan Desa Teupin Kuyun kecamatan setempat, Senin (22/12). 
Diduga kuat korban tewas setelah terjatuh ke dalam tambak, lalu terbawa air sehingga masuk ke dalam perangkat ikap yang berada lokasi pembuangan air.
Informasi yang diperoleh Aktual.co, jenazah korban ditemukan pertama kali oleh Abdullah (40), warga Desa Ulee Matang Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, yang saat itu sedang mengawasi tambaknya.
“Kemungkinan besar korban terjatuh ke dalam tambak saat mengawasi tambak yang dijaganya itu, karena airnya deras mengalir dari dalam tambak, sehingga korban terbawa air dan masuk ke dalam perangkap ikan,” kata dia.
Lalu penemuan itu langsung diberitahukan kepada warga lain yang kemudian diteruskan ke polisi. Dua jam kemudian korban dievakuasi dengan menggunakan boat dan dibawa pulang ke rumah duka.
Keuchik Matang Lada Abdul Wahab menyebutkan, kemungkinan besar korban tergelincir lalu jatuh ke tambak saat memberi pakan ikan dalam tambak yang dijaganya itu. 
“Karena setiap hari dia selalu memberi pakan ikan di tambak tersebut, apalagi di kawasan kami sedang hujan lebat, sehingga pematang jadi licin,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizal Ramli Duga Ada Motif dari Penarikan Jaksa dengan Kasus SKL BLBI

Jakarta, Aktual.co — Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli meminta kepada Presiden Joko Widodo agar Kejaksaan Agung dan Kepolisan Republik Indonesia tidak menarik penyidiknya dari KPK.
Yang dimaksud oleh Rizal, adalah penyidik senior dimana mereka telah paham betul kasus-kasus di KPK, terutama kasus lama misalnya terkait dengan kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang tengah ditangani oleh KPK.
“Biasanya modelnya kayak gitu, ada kasus yang diperiksa bertahun-tahun, ada tim, dan penyidik sudah mengerti masalah tapi kemudian ditarik oleh kejaksaan dan kepolisian,” kata Rizal di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (22/12).
Rizal menilai penarikan penyidik dari lembaga antirasuah tersebut ada diduga lantaran adanya permainan tingkat tinggi didalamnya. 
“Biasanya modelnya kayak begitu  ada kasus yang diperiksa bertahun-tahun, tapi penyidiknya ditarik, nah ini permainan tingkat tinggi harus segera dihentikan,” tandas Rizal.
Jika hal tersebut terjadi kata dia, KPK akan digerogoti sehingga kasus besar seperti SKL BLBI itu akhirnya terhenti. Karena menurutnya, penyidik yang baru akan memulai lagi dengan tim baru yang harus dimulai lagi untuk belajar satu tahun hingga dua tahun.
“Saya minta inilah waktunya kita membenahi Indonesia, saya minta presiden Jokowi jangan diam saja, jangan nggak tahu saja, harus tahu,” tegasnya.
Lebih lanjut Rizal mengungkapkan, dulu dirinya pernah mengamati adanya kasus besar yang sama seperti BLBI ini. Penyelidiknya kata dia, sudah menyangkut masalah-masalah teknis dan para penyidiknya sudah secara menyeluruh paham dan mengerti.
“Jadi saya minta pada Kapolri Sutarman, dan Jaksa Agung Prasetyo, Presiden Jokowi, mohon dihentikan langkah-langkah begini. Kasih kesempatan KPK untuk bertindak dan menegakkan hukum,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bahas Pencegahan Korupsi, Dirut Pertamina Datangi KPK

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto saat dimintai keterangan sejumlah wartawan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (22/12/2014). Menurut Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, kedatangan Dwi untuk membahas upaya pencegahan korupsi khususnya di tubuh Pertamina. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain