3 April 2026
Beranda blog Halaman 40589

Ini Sejarah Lengkapnya, Tanggal 22 Desember: Selamat Hari Ibu!

Jakarta, Aktual.co —  Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, tanggal 22 Desember, adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

(Ayah berperan istilah Surganya Ibu (Istri) di bawah kaki Ayah (Suami)), yang artinya seorang Ibu atau istri juga harus patuh kepada Ayah atau suaminya. Sedangkan, Ibu mempunyai istilah Surganya seorang anak di bawah kaki Ibu, yang artinya anak harus patuh terhadap Ibunya.

Kegiatan pun dilakukan di beberapa kota besar, seperti contohnya, kemarin Minggu (21/12) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, dibentangkan spanduk putih yang berisikan 100 ucapan selamat Hari Ibu oleh seluruh masyarakat kota Jakarta yang sedang melakukan aktivitas lari pagi.

Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu (atau Mother’s Day dalam bahasa Inggris, red) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Untuk diketahui, Di Indonesia hari ibu Nasional pada tanggal 22 Desember diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Pada saat itu peringatan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat kepada para kaum wanita khususnya kaum ibu agar terus meningkatkan rasa berbangsa dan bernegara.

Perayaan tersebut sudah berbeda dengan sekrang, dahulu perayaan dilakukan dengan memberikan dan saling menukar hadiah selain itu juga diadakan sebuah lomba seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari ibu pertama kali dirayakan saat ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres tersebut digelar di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, saat ini gedung tersebut merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Sebanyak 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera menhadiri Kongres ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Sejarah Lengkapnya, Tanggal 22 Desember: Selamat Hari Ibu!

Jakarta, Aktual.co —  Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, tanggal 22 Desember, adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

(Ayah berperan istilah Surganya Ibu (Istri) di bawah kaki Ayah (Suami)), yang artinya seorang Ibu atau istri juga harus patuh kepada Ayah atau suaminya. Sedangkan, Ibu mempunyai istilah Surganya seorang anak di bawah kaki Ibu, yang artinya anak harus patuh terhadap Ibunya.

Kegiatan pun dilakukan di beberapa kota besar, seperti contohnya, kemarin Minggu (21/12) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, dibentangkan spanduk putih yang berisikan 100 ucapan selamat Hari Ibu oleh seluruh masyarakat kota Jakarta yang sedang melakukan aktivitas lari pagi.

Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu (atau Mother’s Day dalam bahasa Inggris, red) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Untuk diketahui, Di Indonesia hari ibu Nasional pada tanggal 22 Desember diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Pada saat itu peringatan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat kepada para kaum wanita khususnya kaum ibu agar terus meningkatkan rasa berbangsa dan bernegara.

Perayaan tersebut sudah berbeda dengan sekrang, dahulu perayaan dilakukan dengan memberikan dan saling menukar hadiah selain itu juga diadakan sebuah lomba seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari ibu pertama kali dirayakan saat ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres tersebut digelar di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, saat ini gedung tersebut merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Sebanyak 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera menhadiri Kongres ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Dinas Kesehatan: Waspada Penyakit Saat Perayaan Natal

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan terkena penyakit yang bersumber dari makanan atau minuman saat perayaan Natal.

Kepala Dinas Kesehatan Barsel, drg Daryomo Sukiastono, meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang bersumber dari makanan atau minuman saat perayaan Natal 25 Desember nanti.

“Apalagi bagi seseorang yang memiliki penyakit yang bisa kambuh akibat memakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dimakan,” kata Daryomo, di Buntok, Minggu.

Ia mencontohkan seperti penderita diabetes harus bisa menjaga kadar karbohidrat makanan yang dikonsumsinya sehingga keseimbangan antara karbohidrat dan protein terjaga.

Demikian halnya bagi penderita tekanan darah tinggi, kencing manis, diharapkan jangan memakan makanan yang memiliki kandungan gula yang tinggi maupun makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan gorengan.

“Karena penyakit seperti hipertensi bisa muncul tiba-tiba akibat pola makan yang tidak dijaga,” ucapnya.

Untuk itu Daryomo mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga pola makan demi kesehatan, sebab apalah artinya suasana natal dan Tahun Baru apabila kondisi kesehatan terganggu.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam memilih makanan maupun minuman kemasan dan jangan membeli makanan atau minuman yang sudah kedaluwarsa.

“Kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli makanan dan minuman kemasan yang tidak mencantumkan masa berlakunya dan hal itu untuk menghindari makanan kadaluwarsa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dinas Kesehatan: Waspada Penyakit Saat Perayaan Natal

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan terkena penyakit yang bersumber dari makanan atau minuman saat perayaan Natal.

Kepala Dinas Kesehatan Barsel, drg Daryomo Sukiastono, meminta masyarakat mewaspadai penyakit yang bersumber dari makanan atau minuman saat perayaan Natal 25 Desember nanti.

“Apalagi bagi seseorang yang memiliki penyakit yang bisa kambuh akibat memakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dimakan,” kata Daryomo, di Buntok, Minggu.

Ia mencontohkan seperti penderita diabetes harus bisa menjaga kadar karbohidrat makanan yang dikonsumsinya sehingga keseimbangan antara karbohidrat dan protein terjaga.

Demikian halnya bagi penderita tekanan darah tinggi, kencing manis, diharapkan jangan memakan makanan yang memiliki kandungan gula yang tinggi maupun makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan gorengan.

“Karena penyakit seperti hipertensi bisa muncul tiba-tiba akibat pola makan yang tidak dijaga,” ucapnya.

Untuk itu Daryomo mengimbau kepada masyarakat agar dapat menjaga pola makan demi kesehatan, sebab apalah artinya suasana natal dan Tahun Baru apabila kondisi kesehatan terganggu.

Selain itu dia juga mengimbau masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam memilih makanan maupun minuman kemasan dan jangan membeli makanan atau minuman yang sudah kedaluwarsa.

“Kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membeli makanan dan minuman kemasan yang tidak mencantumkan masa berlakunya dan hal itu untuk menghindari makanan kadaluwarsa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

GP Ansor Helat Pelatihan Jurnalistik

Jakarta, Aktual.co —  Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menggelar pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kapasitas kadernya, di Bahuga Waykanan, Minggu (21/12).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Waykanan, Masriyanto, mengajak GP Ansor setempat menjadi penyeru informasi publik di daerah ini.

“Hal sederhana bisa diambil dari mempelajari ilmu jurnalistik, yaitu mengetahui dan menyampaikan informasi bagi publik,” ujarnya, dalam pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren As Safi’iah asuhan Kiai Ali Mahrus di Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga.

Masriyanto menyampaikan materi dasar-dasar jurnalistik kepada puluhan kader Ansor Waykanan.

“Tugas wartawan atau jurnalis adalah mencari berita lalu menyampaikannya ke publik dengan pijakan unsur 5W plus 1H, bukan datang ke narasumber membawa masalah. Jadi tolong bantu sampaikan kepada masyarakat, kalau ada yang mengaku-ngaku wartawan dan meminta ini itu, laporkan pada pihak berwajib atau aparat penegak hukum. Wartawan bukan pemeras, tapi penyampai informasi,” ujar alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Lampung Angkatan II itu mengingatkan pula.

Ia menambahkan, terdapat Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diberlakukan sejak tahun 2010 dan secara lebih luas mengatur aspek-aspek kebebasan informasi, untuk menjamin dan melembagakan hak-hak publik dalam mengakses informasi penyelenggaraan pemerintahan di semua lini dan semua level birokrasi.

“Subjek dalam UU KIP adalah publik, warga negara, setiap orang,” kata dia menjelaskan lagi.

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto meminta pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat berpartisipasi aktif menyampaikan informasi publik, seperti disampaikan Masriyanto, sejalan dengan UU No. 14 Tahun 2008.

“Kita tahu informasi terkait kebijakan pemerintah yang akurat, dan kita bisa berbagi informasi tersebut kepada masyarakat. Namun memang dengan belajar jurnalistik tidak harus menjadi jurnalis. Mengetahui informasi tentang berbagai hal akan sangat berguna dalam kehidupan masyarakat kita, itu salah satu manfaat mengetahui ilmu jurnalistik,” ujar Gatot yang juga aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu lagi.
 
Dia sekaligus mengimbau agar warga Ansor yang telah lancar menulis agar dapat menyebarluaskan pula pernyataan bijak ulama terkait kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehingga kegiatan warga Nahdliyin yang positif selaras prinsip Islam yang rahmatan lil alamin harus dimunculkan ke permukaan.

Artikel ini ditulis oleh:

GP Ansor Helat Pelatihan Jurnalistik

Jakarta, Aktual.co —  Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menggelar pelatihan jurnalistik untuk meningkatkan kapasitas kadernya, di Bahuga Waykanan, Minggu (21/12).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Waykanan, Masriyanto, mengajak GP Ansor setempat menjadi penyeru informasi publik di daerah ini.

“Hal sederhana bisa diambil dari mempelajari ilmu jurnalistik, yaitu mengetahui dan menyampaikan informasi bagi publik,” ujarnya, dalam pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren As Safi’iah asuhan Kiai Ali Mahrus di Kampung Serdang Kuring Kecamatan Bahuga.

Masriyanto menyampaikan materi dasar-dasar jurnalistik kepada puluhan kader Ansor Waykanan.

“Tugas wartawan atau jurnalis adalah mencari berita lalu menyampaikannya ke publik dengan pijakan unsur 5W plus 1H, bukan datang ke narasumber membawa masalah. Jadi tolong bantu sampaikan kepada masyarakat, kalau ada yang mengaku-ngaku wartawan dan meminta ini itu, laporkan pada pihak berwajib atau aparat penegak hukum. Wartawan bukan pemeras, tapi penyampai informasi,” ujar alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Lampung Angkatan II itu mengingatkan pula.

Ia menambahkan, terdapat Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diberlakukan sejak tahun 2010 dan secara lebih luas mengatur aspek-aspek kebebasan informasi, untuk menjamin dan melembagakan hak-hak publik dalam mengakses informasi penyelenggaraan pemerintahan di semua lini dan semua level birokrasi.

“Subjek dalam UU KIP adalah publik, warga negara, setiap orang,” kata dia menjelaskan lagi.

Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto meminta pemuda Nahdlatul Ulama (NU) setempat berpartisipasi aktif menyampaikan informasi publik, seperti disampaikan Masriyanto, sejalan dengan UU No. 14 Tahun 2008.

“Kita tahu informasi terkait kebijakan pemerintah yang akurat, dan kita bisa berbagi informasi tersebut kepada masyarakat. Namun memang dengan belajar jurnalistik tidak harus menjadi jurnalis. Mengetahui informasi tentang berbagai hal akan sangat berguna dalam kehidupan masyarakat kita, itu salah satu manfaat mengetahui ilmu jurnalistik,” ujar Gatot yang juga aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung itu lagi.
 
Dia sekaligus mengimbau agar warga Ansor yang telah lancar menulis agar dapat menyebarluaskan pula pernyataan bijak ulama terkait kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehingga kegiatan warga Nahdliyin yang positif selaras prinsip Islam yang rahmatan lil alamin harus dimunculkan ke permukaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain