13 April 2026
Beranda blog Halaman 40621

Amankan Natal dan Tahun Baru 2015, Polresta Bogor Dirikan 8 Pos PAM

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Bogor Kota mendirikan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru di delapan lokasi yang terdiri dari satu pos pelayanan dan tujuh Pos PAM.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Irsan di Bogor, Minggu (21/12), mengatakan, delapan pos pengamanan tersebut digunakan petugas gabungan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015.

“Pos PAM ini akan ditempati petugas gabungan dari polisi, TNI, ormas dan jajaran samping lainnya yang bertugas mengamankan perayaan Natal dari awal sampai akhir,” kata Kapolres.

Ia mengatakan, pendirian Pos PAM Natal dan Tahun Baru merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2014 yang dimulai dari tanggal 24 Desember hingga 2 Januari mendatang.

Delapan titik Pos PAM Natal dan Tahun Baru tersebut yakni, satu pos pelayanan terdapat di Terminal Baranangsiang. Sedangkan tujuh Pos Pengamanan tersebut di Pos PAM Tan Ek Tjon di Kecamatan Bogor Timur, Pos PAM Simpang BNR Kecamatan Bogor Selatan, Pos PAM Jembatan Merah di Kecamatan Bogor Tengah, Pos PAM BORR di Kecamatan Bogor Utara, Pos PAM depan Yogja Jalan Baru di Kecamatan Tanah Sareal, Pos PAM di Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat.

“Satu Pos PAM kita tempatkan di Gereja Zebaouth sebagai gereja aktivitasnya cukup tinggi dan berada di ring satu,” kata AKBP Irsan.

Di Kota Bogor terdapat 65 gereja yang terdiri dari lima gereja besar, 11 gereja sedang dan 45 gereja kecil. Dua hari sebelum perayaan Natal, akan dilakukan penyisiran di gereja-gereja besar oleh tim Polisi yang melibatkan penjinak bom dan anjing pelacak.

“Dengan adanya pengamanan lengkap ini, diharapkan dapat memperlancar perayaan Natal di Kota Bogor,” katanya.

Selain mendirikan Pos PAM, menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2015, Kepolisian Resor Bogor Kota telah menyiapkan langkah-langkah diantaranya pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya yang melibatkan 1.465 personel gabungan terdiri dari 2/3 kekuatan Polres Bogor sebanyak 753 orang, dibantu Polda Jawa Barat sebanyak satu satuan setingkat kompi, dan 630 instansi terkait seperti TNI, DLLAJ, Satpol PP, Pramuka, dan Polmas.

Sementara itu, menyambut perayaan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember, sejumlah gereja telah berbenah. Beberapa sudah memasang tenda sebagai tempat ibadah menampung jemaat yang tidak tertampung di dalam gereja seperti yang dilakukan di Gereja Katedral Jalan Kapten Muslihat.

Tenda berukuran besar yang dapat menampung hingga 1.000 jemaat telah didirikan di lapangan Gereja. Penjagaan sudah mulai dilakukan secara internal oleh pihak gereja.

Artikel ini ditulis oleh:

Amankan Natal dan Tahun Baru 2015, Polresta Bogor Dirikan 8 Pos PAM

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Bogor Kota mendirikan pos pengamanan Natal dan Tahun Baru di delapan lokasi yang terdiri dari satu pos pelayanan dan tujuh Pos PAM.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Irsan di Bogor, Minggu (21/12), mengatakan, delapan pos pengamanan tersebut digunakan petugas gabungan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015.

“Pos PAM ini akan ditempati petugas gabungan dari polisi, TNI, ormas dan jajaran samping lainnya yang bertugas mengamankan perayaan Natal dari awal sampai akhir,” kata Kapolres.

Ia mengatakan, pendirian Pos PAM Natal dan Tahun Baru merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2014 yang dimulai dari tanggal 24 Desember hingga 2 Januari mendatang.

Delapan titik Pos PAM Natal dan Tahun Baru tersebut yakni, satu pos pelayanan terdapat di Terminal Baranangsiang. Sedangkan tujuh Pos Pengamanan tersebut di Pos PAM Tan Ek Tjon di Kecamatan Bogor Timur, Pos PAM Simpang BNR Kecamatan Bogor Selatan, Pos PAM Jembatan Merah di Kecamatan Bogor Tengah, Pos PAM BORR di Kecamatan Bogor Utara, Pos PAM depan Yogja Jalan Baru di Kecamatan Tanah Sareal, Pos PAM di Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat.

“Satu Pos PAM kita tempatkan di Gereja Zebaouth sebagai gereja aktivitasnya cukup tinggi dan berada di ring satu,” kata AKBP Irsan.

Di Kota Bogor terdapat 65 gereja yang terdiri dari lima gereja besar, 11 gereja sedang dan 45 gereja kecil. Dua hari sebelum perayaan Natal, akan dilakukan penyisiran di gereja-gereja besar oleh tim Polisi yang melibatkan penjinak bom dan anjing pelacak.

“Dengan adanya pengamanan lengkap ini, diharapkan dapat memperlancar perayaan Natal di Kota Bogor,” katanya.

Selain mendirikan Pos PAM, menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2015, Kepolisian Resor Bogor Kota telah menyiapkan langkah-langkah diantaranya pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya yang melibatkan 1.465 personel gabungan terdiri dari 2/3 kekuatan Polres Bogor sebanyak 753 orang, dibantu Polda Jawa Barat sebanyak satu satuan setingkat kompi, dan 630 instansi terkait seperti TNI, DLLAJ, Satpol PP, Pramuka, dan Polmas.

Sementara itu, menyambut perayaan Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember, sejumlah gereja telah berbenah. Beberapa sudah memasang tenda sebagai tempat ibadah menampung jemaat yang tidak tertampung di dalam gereja seperti yang dilakukan di Gereja Katedral Jalan Kapten Muslihat.

Tenda berukuran besar yang dapat menampung hingga 1.000 jemaat telah didirikan di lapangan Gereja. Penjagaan sudah mulai dilakukan secara internal oleh pihak gereja.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebakaran di Pasar Baru Telan Korban Tewas

Jakarta, Aktual.co — Seorang warga Jalan Kartini RT 11/06 Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dilaporkan tewas akibat kebakaran di sebuah rumah di kawasan itu, Senin dini hari sekitar pukul 03.40 WIB.

“Benar, kebakaran terjadi di sebuah rumah di Gang Mandor, Pasar Baru,” kata petugas piket Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Rudi, saat dihubungi di Jakarta, Senin pagi (22/12).

Rudi belum merinci penyebab kebakaran dan identitas korban tewas tersebut karena masih dalam penanganan petugas terkait. 
“Yang jelas, 11 unit pemadam diterjunkan dan sekitar pukul 05.00 WIB sudah padam,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kebakaran di Pasar Baru Telan Korban Tewas

Jakarta, Aktual.co — Seorang warga Jalan Kartini RT 11/06 Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, dilaporkan tewas akibat kebakaran di sebuah rumah di kawasan itu, Senin dini hari sekitar pukul 03.40 WIB.

“Benar, kebakaran terjadi di sebuah rumah di Gang Mandor, Pasar Baru,” kata petugas piket Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, Rudi, saat dihubungi di Jakarta, Senin pagi (22/12).

Rudi belum merinci penyebab kebakaran dan identitas korban tewas tersebut karena masih dalam penanganan petugas terkait. 
“Yang jelas, 11 unit pemadam diterjunkan dan sekitar pukul 05.00 WIB sudah padam,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Misteri Kerangka ‘Racton Man’ Terpecahkan, Ini Pernyataan Terbaru Ilmuwan

Jakarta, Aktual.co — Para ilmuwan mencoba mengungkapkan pemecahan misteri ‘Racton Man’ sejak tahun 1989, saat kerangka manusia Zaman Perunggu tersebut ditemukan, sedang menggenggam sepucuk belati di pedesaan Racton di wilayah Inggris Tenggara.

Sekarang, berkat analisa terbaru dari senjata dan tulang kerangka serta gigi manusia purba tersebut, ilmuwan memiliki hipotesa kuat tentang siapa itu ‘Racton Man’ dan bagaimana ia meninggal?.

“Belati ini adalah perunggu dan persis sama sangat langka dan berharga pada saat itu; warna dan bentuknya yang keras serta tepi yang tajam akan dibedakan dari objek tembaga yang lebih umum digunakan,” kata Dr. Stuart Needham, seorang Ahli kajian Logam Zaman Perunggu, dari British Museum di kota London, dalam sebuah pernyataan tertulisnya.

“Kami tidak memahami struktur sosial saat itu, tapi ia (Racton Man) merupakan anggota yang sangat menonjol dari komunitasnya. Dan, ia merupakan tokoh senior besar pada zamannya.”

Belati yang terkait dengan 4.200 tahun lalu ini merupakan salah satu benda perunggu awal yang pernah ditemukan di Inggris. Karena teknologi perunggu mencapai Inggris dan Irlandia lebih lambat dari negara-negara Eropa lainnya.

“’Racton Man’ akan tepat dikaji menggunakan kemajuan teknologi abad ini,” ujar Needham kembali.

Kemungkinan yang paling menonjol, bahwa ‘Racton Man’ adalah seorang kepala prajurit dalam pasukannya.

Analisis tulang kerangka tersebut menunjukkan bahwa ‘Racton Man’ memiliki tubuh sekitar enam meter dan berusia 40 tahun pada saat kematiannya, yang berada di luar hidup rata-rata mayoritas penduduk saat itu, menurut BBCNews melaporkan.

Pengujian pada gigi tengkorak tersebut, menyatakan ia dibesarkan di wilayah Inggris Selatan.

Analisis juga mengungkapkan, bahwa ia menderita sejumlah riwayat penyakit, termasuk kelainan tulang belakang, infeksi sinus yang parah, dan gigi yang tidak sehat.

Para peneliti percaya, bahwa ia meninggal sekitar tahun 2300 SM dan 2150 SM. Bukti luka di lengan kanan atas dan bahu menunjukkan bahwa ia meninggal dalam perang masa lalu.

Saat ini. Kerangka ‘Racton Man’ bersama belatinyadipamerkan di Museum Novium di kota Chichester, Inggris Raya.

Artikel ini ditulis oleh:

Misteri Kerangka ‘Racton Man’ Terpecahkan, Ini Pernyataan Terbaru Ilmuwan

Jakarta, Aktual.co — Para ilmuwan mencoba mengungkapkan pemecahan misteri ‘Racton Man’ sejak tahun 1989, saat kerangka manusia Zaman Perunggu tersebut ditemukan, sedang menggenggam sepucuk belati di pedesaan Racton di wilayah Inggris Tenggara.

Sekarang, berkat analisa terbaru dari senjata dan tulang kerangka serta gigi manusia purba tersebut, ilmuwan memiliki hipotesa kuat tentang siapa itu ‘Racton Man’ dan bagaimana ia meninggal?.

“Belati ini adalah perunggu dan persis sama sangat langka dan berharga pada saat itu; warna dan bentuknya yang keras serta tepi yang tajam akan dibedakan dari objek tembaga yang lebih umum digunakan,” kata Dr. Stuart Needham, seorang Ahli kajian Logam Zaman Perunggu, dari British Museum di kota London, dalam sebuah pernyataan tertulisnya.

“Kami tidak memahami struktur sosial saat itu, tapi ia (Racton Man) merupakan anggota yang sangat menonjol dari komunitasnya. Dan, ia merupakan tokoh senior besar pada zamannya.”

Belati yang terkait dengan 4.200 tahun lalu ini merupakan salah satu benda perunggu awal yang pernah ditemukan di Inggris. Karena teknologi perunggu mencapai Inggris dan Irlandia lebih lambat dari negara-negara Eropa lainnya.

“’Racton Man’ akan tepat dikaji menggunakan kemajuan teknologi abad ini,” ujar Needham kembali.

Kemungkinan yang paling menonjol, bahwa ‘Racton Man’ adalah seorang kepala prajurit dalam pasukannya.

Analisis tulang kerangka tersebut menunjukkan bahwa ‘Racton Man’ memiliki tubuh sekitar enam meter dan berusia 40 tahun pada saat kematiannya, yang berada di luar hidup rata-rata mayoritas penduduk saat itu, menurut BBCNews melaporkan.

Pengujian pada gigi tengkorak tersebut, menyatakan ia dibesarkan di wilayah Inggris Selatan.

Analisis juga mengungkapkan, bahwa ia menderita sejumlah riwayat penyakit, termasuk kelainan tulang belakang, infeksi sinus yang parah, dan gigi yang tidak sehat.

Para peneliti percaya, bahwa ia meninggal sekitar tahun 2300 SM dan 2150 SM. Bukti luka di lengan kanan atas dan bahu menunjukkan bahwa ia meninggal dalam perang masa lalu.

Saat ini. Kerangka ‘Racton Man’ bersama belatinyadipamerkan di Museum Novium di kota Chichester, Inggris Raya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain