15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 41018

Politisi Demokrat: Menteri BUMN Ngawur dan Pikirannya Pendek

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo menilai, kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang rencana menjual Gedung Kementerian BUMN adalah kebijakan ngawur dan menunjukan cara berpikir yang pendek.
“Rencana Menteri BUMN terlalu ngawur, kan bisa dimanfaatkan untuk kantor perusahan BUMN lainnya. Cara berfikir yang pendek dengan menjual aset-aset negara. Kalau alasannya alasannya demi efesiensi biaya, itu juga kurang tepat, kan bisa digunakan untuk kantor menteri yang saat ini belum memiliki gedung tetap,” kata Sartono Hutomo, Jakarta, Rabu (17/12). 
Seharusnya yang diharapkan Sartono, Menteri BUMN harus mampu memberikan kebijakan yang tepat untuk perusahan plat merah dibawah naungan BUMN. “Jangan-jangan setelah jual gedung BUMN, nanti Istana Negara juga mau dijual lagi. 
Jangan ada BUMN yang strategis dan menguntungkan malah dijual dan juga. Bisa juga dimanfaatkan perusahan BUMN yang kantornya terpisah pisah bisa juga di kumpulkan. Satu. Gedung itukan juga bisa biar lebih efesien juga,” kata Sartono kembali.
“Alangkah baiknya bagaimana seorang Rini Soemarno berfikir untuk mendongkrak pada perusahan dibawah naungan BUMN untuk menambahkan kas negara. Seharusnya dalam proses kedepan Menteri BUMN harus mempunyai langkah yang terbaik untuk bangsa dan negara selaku pembantu presiden,” kata Sartono. 
“Setelah reses kita akan meminta kepada pimpinan komisi segera memanggil menteri BUMN dengan rencana tersebut. Karena bilamana harga gedung diatas 100 miliar tentunya harus ijin presiden dan sepengetahuan DPR. Karena ada beberapa hal kinerja Rini yang perlu dipertanyakan DPR, “kata Sartono.
Selain itu, Sartono juga menyesalkan wacana Rini akan mengrekrut orang asing untuk menjadi direksi perusahan BUMN. “Bangsa kita tidak kekurangan orang-orang berpotensi untuk berfikir bangsanya. Jadi ngapain juga merekrut orang-orang asing hanya untuk menjadi direksi. Saya rasa masih banyak anak bangsa yang bagus untuk memimpin perusahan BUMN. Bilamana itu terjadi, kita di DPR Komisi VI setelah masa reses akan memanggil segera Menteri BUMN dengan kebijakannya tersebut,” kata Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Rapat dengan Tim Faisal Basri, Bos Petral Irit Bicara

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto lebih memilih untuk pelit bicara kepada awak media terkait hasil pertemuannya dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri.

“Silahkan tanya ke Pak Faisal (Kepala tim RTKM), semua sudah dijelaskan. Terimakasih,” ujar dia di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Bambang juga enggan berkomentar ketika ditanyai soal rencana Pemerintah yang ingin membubarkan Petral.

“Sesuai yang diminta silahkan tanya Pak Faisal. Bapak-bapak (wartawan) ditunggu di sana untuk konferensi pers. Semua sudah kita serahkan. Itu kan rencana Pemerintah. Saya pelaksana pekerja profesional,” ujarnya sambil masuk ke dalam mobil.

Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Utama Petral Bambang Irianto, Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, serta anggota Tim yang diketuai Faisal Basri, beserta Candra Hamzah, Djoko Siswanto, Agung Wicaksono, dan anggota lainnya. Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Usai Rapat dengan Tim Faisal Basri, Bos Petral Irit Bicara

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto lebih memilih untuk pelit bicara kepada awak media terkait hasil pertemuannya dengan Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri.

“Silahkan tanya ke Pak Faisal (Kepala tim RTKM), semua sudah dijelaskan. Terimakasih,” ujar dia di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Bambang juga enggan berkomentar ketika ditanyai soal rencana Pemerintah yang ingin membubarkan Petral.

“Sesuai yang diminta silahkan tanya Pak Faisal. Bapak-bapak (wartawan) ditunggu di sana untuk konferensi pers. Semua sudah kita serahkan. Itu kan rencana Pemerintah. Saya pelaksana pekerja profesional,” ujarnya sambil masuk ke dalam mobil.

Pertemuan ini dihadiri oleh Direktur Utama Petral Bambang Irianto, Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, serta anggota Tim yang diketuai Faisal Basri, beserta Candra Hamzah, Djoko Siswanto, Agung Wicaksono, dan anggota lainnya. Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tunda Seleksi Capim KPK Bentuk Ketakutan DPR

Jakarta, Aktual.co — Proses seleksi dua nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah sampai pada tahap fit and proper test atau uji kelayakan di DPR RI Komisi III. Namun proses tersebut, ditunda untuk sementara waktu lantaran terbentur dengan masa reses DPR hingga Januari 2015 mendatang.
Pengamat Hukum Uchok Sky Kadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), memandang adanya bentuk kesengajaan dan ketidak seriusan anggota DPR Komisi III dalam seleksi calon pimpinan KPK ini.
“DPR tidak serius dengan seleksi ini, penundaan ini ada tendensi politik dan ketakutan DPR sendiri,” kata Uchok kepada Aktual.co, Rabu (17/12).
Sekretaris Koordinator FITRA ini menilai DPR sengaja berlama-lama memproses dua nama calon pimpinan yakni Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata lantaran belum ditemukan suatu kepentingan dari DPR atas kedua calon tersebut.
“Ini kan yang seleksi sebelumnya bekas DPR lama, dari era pemerintahan SBY, DPR sekarang belum kenal dekat dengan calon, jadi belum ketemu kepentingan mereka semua ini,” ungkap Uchok.
Diketahui Busyro dan Arya adalah dua nama yang lolos seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Capim KPK pada September 2014 lalu, dan dua nama tersebut diserahkan kepada Presiden SBY saat itu pada Bulan Oktober untuk sahkan sebelum proses berikutnya digarap penuh oleh DPR Komisi III.
Terhitung hari ini, (17/12) KPK hanya dipimpin oleh empat orang komisioner setelah masa jabatan Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas berakhir pada Selasa (16/12) kemarin, menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, disebutkan ketentuan bahwa lembaga itu harus dipimpin lima orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Tunda Seleksi Capim KPK Bentuk Ketakutan DPR

Jakarta, Aktual.co — Proses seleksi dua nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah sampai pada tahap fit and proper test atau uji kelayakan di DPR RI Komisi III. Namun proses tersebut, ditunda untuk sementara waktu lantaran terbentur dengan masa reses DPR hingga Januari 2015 mendatang.
Pengamat Hukum Uchok Sky Kadafi dari Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), memandang adanya bentuk kesengajaan dan ketidak seriusan anggota DPR Komisi III dalam seleksi calon pimpinan KPK ini.
“DPR tidak serius dengan seleksi ini, penundaan ini ada tendensi politik dan ketakutan DPR sendiri,” kata Uchok kepada Aktual.co, Rabu (17/12).
Sekretaris Koordinator FITRA ini menilai DPR sengaja berlama-lama memproses dua nama calon pimpinan yakni Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata lantaran belum ditemukan suatu kepentingan dari DPR atas kedua calon tersebut.
“Ini kan yang seleksi sebelumnya bekas DPR lama, dari era pemerintahan SBY, DPR sekarang belum kenal dekat dengan calon, jadi belum ketemu kepentingan mereka semua ini,” ungkap Uchok.
Diketahui Busyro dan Arya adalah dua nama yang lolos seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Capim KPK pada September 2014 lalu, dan dua nama tersebut diserahkan kepada Presiden SBY saat itu pada Bulan Oktober untuk sahkan sebelum proses berikutnya digarap penuh oleh DPR Komisi III.
Terhitung hari ini, (17/12) KPK hanya dipimpin oleh empat orang komisioner setelah masa jabatan Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas berakhir pada Selasa (16/12) kemarin, menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, disebutkan ketentuan bahwa lembaga itu harus dipimpin lima orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Harga Minyak Turun, ADB: PDB 2014 Diperkirakan Turun ke 4,4 Persen

Jakarta, Aktual.co — Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan fenomena menurunnya harga minyak bumi menjadi kesempatan emas untuk digunakan bagi reformasi perekonomian yang bermanfaat bagi negara-negara Asia.

“Meski pertumbuhan pada kuartal tiga pertama tahun ini lebih lunak daripada yang diharapkan, menurunnya harga minyak dapat menjadi kejutan yang baik pada 2015 karena sebagian besar negara merupakan importir minyak,” kata Kepala Ekonom ADB Shang Jin Wei dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (17/12).

ADB menyebutkan, pertumbuhan di beberapa negara besar Asia Tenggara lebih lunak dari yang diantisipasi sebelumnya. Pertumbuhan di kawasan tersebut diperkirakan mengalami sedikit pengurangan proyeksi angka pertumbuhan terjadi untuk negara Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Secara keseluruhan, Produksi Domestik Bruto (PDB) di kawasan tersebut diperkirakan 4,4 persen pada 2014, atau turun dibanding prediksi 4,6 persen. Sedangkan untuk 2015, pertumbuhan PDB diperkirakan bakal mencapai 5,1 persen, atau menurun dibanding prediksi sebelumnya, 5,3 persen.

Sebagaimana diberitakan, harga minyak mentah berfluktuasi di kisaran terendah lima tahun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena tidak ada tanda-tanda bahwa produsen akan mengurangi produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga.

Minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Januari naik dua sen menjadi menetap di 55,93 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari kehilangan 1,2 dolar AS menjadi ditutup pada 59,86 dolar AS per barel.

Suhail Al-Mazrouei, Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan pada Minggu bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menahan diri untuk memangkas produksinya sekalipun jika harga jatuh ke serendah 40 dolar AS.

OPEC mempertahankan pagu produksi kolektif 30 juta barel per hari dalam pertemuan di Wina pada 27 November. OPEC memproduksi sepertiga dari minyak mentah dunia. Analis menganggap keputusan OPEC sangat “bearish” untuk harga minyak mentah.

Pasokan berlimpah, permintaan moderat, dolar AS yang lebih kuat dan ketidakpastian tentang pertumbuhan ekonomi global menjadi faktor penting dalam tren harga minyak terbaru.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain