14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 41027

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Berdampak pada Industri Tempe

Surabaya, Aktual.co — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh terhadap industri rumah yang bergantung pada bahan baku impor, seperti industri tempe.
Rahmad, salah satu pengrajin tempe di Surabaya mengaku harus memperkecil ukuran tempe untuk mempertahankan industrinya. Sebab, jika menaikkan harga tempe yang terjadi justru akan sepi peminat.
“Kita sebelumnya sudah menaikkan harga tempe karena kenaikan BBM, dan tidak mungkin lagi kita menaikkan harga lagi,” Ujar Rahmad, Rabu (17/12).
Oleh sebab itu, Rahmad berharap agar pemerintah bisa memberikan subsidi pada industri rumahan seperti dirinya yang mendapatkan bahan baku tempe (kedelai) dari hasil  import.
Jika sebelumnya harga kedelai dibeli  dengan harga Rp7.500 per kg, kini  naik menjadi Rp8.500 kg. Sementara untuk membuat tempe dibutuhkan 1 kwintal kedelai per hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Nilai Tukar Rupiah Anjlok Berdampak pada Industri Tempe

Surabaya, Aktual.co — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh terhadap industri rumah yang bergantung pada bahan baku impor, seperti industri tempe.
Rahmad, salah satu pengrajin tempe di Surabaya mengaku harus memperkecil ukuran tempe untuk mempertahankan industrinya. Sebab, jika menaikkan harga tempe yang terjadi justru akan sepi peminat.
“Kita sebelumnya sudah menaikkan harga tempe karena kenaikan BBM, dan tidak mungkin lagi kita menaikkan harga lagi,” Ujar Rahmad, Rabu (17/12).
Oleh sebab itu, Rahmad berharap agar pemerintah bisa memberikan subsidi pada industri rumahan seperti dirinya yang mendapatkan bahan baku tempe (kedelai) dari hasil  import.
Jika sebelumnya harga kedelai dibeli  dengan harga Rp7.500 per kg, kini  naik menjadi Rp8.500 kg. Sementara untuk membuat tempe dibutuhkan 1 kwintal kedelai per hari.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Pekalongan Cokok Pembobol Tower BTS

Jakarta, Aktual.co — Polres Pekalongan, Jawa Tengah ringkus pembobol tower base transceiver station, sekaligus mengamankan mobil, 12 aki, dan alat perusak gembok.
Kepala Polres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi mengatakan, tersangka Edi Herbianto (28) warga Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, diringkus polisi saat melakukan kejahatannya di tower BTS Kecamatan Talun.
“Tersangka diringkus polisi saat melakukan aksinya di Desa Blumbang Desa, Kecamatan Talun. Polisi juga mengamankan 12 aki, mobil, dan alat perusak gembok,” kata dia di Pekalongan, Rabu (17/12).
Dia mengatakan tersangka diduga merupakan jaringan profesional spesialis pembobol tower BTS. Adapun aksi kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, kata dia, dengan bermodal alat pemutus gembok pagar.
“Setelah tersangka berhasil masuk lokasi tower, kemudian pelaku menggasak sejumlah aki yang berada di dalam tower sebagai penyimpan tenaga listrik,” katanya.
Menurut dia, adapun modus yang dilakukan tersangka saat menjalankan aksinya adalah berpura-pura sebagai petugas operator sehingga masyarakat tidak merasa curiga. “Atas perbuatanya, tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.”
Tersangka, Edi mengaku hasil curiannya seperti aki langsung dijual dengan nilai bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. “Setelah dijual hasilnya kita bagi dengan teman-teman dan bayar rental mobil,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polres Pekalongan Cokok Pembobol Tower BTS

Jakarta, Aktual.co — Polres Pekalongan, Jawa Tengah ringkus pembobol tower base transceiver station, sekaligus mengamankan mobil, 12 aki, dan alat perusak gembok.
Kepala Polres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi mengatakan, tersangka Edi Herbianto (28) warga Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, diringkus polisi saat melakukan kejahatannya di tower BTS Kecamatan Talun.
“Tersangka diringkus polisi saat melakukan aksinya di Desa Blumbang Desa, Kecamatan Talun. Polisi juga mengamankan 12 aki, mobil, dan alat perusak gembok,” kata dia di Pekalongan, Rabu (17/12).
Dia mengatakan tersangka diduga merupakan jaringan profesional spesialis pembobol tower BTS. Adapun aksi kejahatan yang dilakukan oleh tersangka, kata dia, dengan bermodal alat pemutus gembok pagar.
“Setelah tersangka berhasil masuk lokasi tower, kemudian pelaku menggasak sejumlah aki yang berada di dalam tower sebagai penyimpan tenaga listrik,” katanya.
Menurut dia, adapun modus yang dilakukan tersangka saat menjalankan aksinya adalah berpura-pura sebagai petugas operator sehingga masyarakat tidak merasa curiga. “Atas perbuatanya, tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun.”
Tersangka, Edi mengaku hasil curiannya seperti aki langsung dijual dengan nilai bervariasi antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. “Setelah dijual hasilnya kita bagi dengan teman-teman dan bayar rental mobil,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pria yang Teriak-teriak di Kodim Gresik Diduga Stres

Jakarta, Aktual.co — Komandan Kodim 0817 Gresik, Jawa Timur, Letkol Awang Pramila Loviantara menduga pelaku penyaderaan siswa SD di depan Kantor Kodim stres, karena tiba-tiba berteriak meminta ketemu jajaran kodim.
“Awalnya ada orang tak dikenal teriak-teriak di depan Kantor Kodim Jalan RA Kartini Gresik untuk meminta ketemu jajaran kodim, termasuk saya, kemudian secara tiba-tiba melakukan penyanderaan kepada siswa yang bersekolah di SD Negeri 2 Tlogopatut,” kata Awang di Gresik, Rabu (17/12).
Awang yang sempat berbicara dengan pelaku menyebut, alasan pelaku bertemu jajaran kodim, karena merasa terancam dan dikejar seseorang yang ingin membunuh pelaku. Namun, belum sempat menjelaskan secara rinci masalahnya, pelaku meminta di antar ke pelabuhan serta meminjam telepon genggam untuk menghubungi keluarga pelaku yang berada di Malang.
Usai dituruti permintaanya, pelaku tetap tidak mau melepaskan sandera, dan meminta agar dipinjamkan mobil patroli. “Saat bernegoisasi dengan pelaku, saya juga menghubungi Tim Buser Polres Gresik agar membuntuti pelaku saat hendak keluar kantor Kodim,” tuturnya.
Dalam perjalanan menuju pelabuhan, sejumlah Tim Buser yang membuntuti pelaku terus melakukan pengawasan terhadap mobil yang ditumpangi pelaku.
“Dan saat pelaku lengah dalam perjalanan, petugas kami langsung menarik sandera dan membawa keluar dari mobil, dan itu terjadi saat berada di lampu merah kawasan Jalan Veteran.”
Usai sandera ditarik keluar mobil, tim Buser Polres Gresik menembak ke arah mobil, dan mengenai pelaku hingga tewas di lokasi kejadian.
Sementara korban penyanderaan yang bernama Syahriani Putri Agustin Kelas 4 A SDN 2 Tlogopatut berhasil diselamatkan dan dibawa ke Rumah Sakit Semen Gresik untuk mendapat perawatan.
“Untuk korban hanya luka sedikit di bagian dada, dan mengalami depresi akibat peristiwa itu.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pria yang Teriak-teriak di Kodim Gresik Diduga Stres

Jakarta, Aktual.co — Komandan Kodim 0817 Gresik, Jawa Timur, Letkol Awang Pramila Loviantara menduga pelaku penyaderaan siswa SD di depan Kantor Kodim stres, karena tiba-tiba berteriak meminta ketemu jajaran kodim.
“Awalnya ada orang tak dikenal teriak-teriak di depan Kantor Kodim Jalan RA Kartini Gresik untuk meminta ketemu jajaran kodim, termasuk saya, kemudian secara tiba-tiba melakukan penyanderaan kepada siswa yang bersekolah di SD Negeri 2 Tlogopatut,” kata Awang di Gresik, Rabu (17/12).
Awang yang sempat berbicara dengan pelaku menyebut, alasan pelaku bertemu jajaran kodim, karena merasa terancam dan dikejar seseorang yang ingin membunuh pelaku. Namun, belum sempat menjelaskan secara rinci masalahnya, pelaku meminta di antar ke pelabuhan serta meminjam telepon genggam untuk menghubungi keluarga pelaku yang berada di Malang.
Usai dituruti permintaanya, pelaku tetap tidak mau melepaskan sandera, dan meminta agar dipinjamkan mobil patroli. “Saat bernegoisasi dengan pelaku, saya juga menghubungi Tim Buser Polres Gresik agar membuntuti pelaku saat hendak keluar kantor Kodim,” tuturnya.
Dalam perjalanan menuju pelabuhan, sejumlah Tim Buser yang membuntuti pelaku terus melakukan pengawasan terhadap mobil yang ditumpangi pelaku.
“Dan saat pelaku lengah dalam perjalanan, petugas kami langsung menarik sandera dan membawa keluar dari mobil, dan itu terjadi saat berada di lampu merah kawasan Jalan Veteran.”
Usai sandera ditarik keluar mobil, tim Buser Polres Gresik menembak ke arah mobil, dan mengenai pelaku hingga tewas di lokasi kejadian.
Sementara korban penyanderaan yang bernama Syahriani Putri Agustin Kelas 4 A SDN 2 Tlogopatut berhasil diselamatkan dan dibawa ke Rumah Sakit Semen Gresik untuk mendapat perawatan.
“Untuk korban hanya luka sedikit di bagian dada, dan mengalami depresi akibat peristiwa itu.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain