18 April 2026
Beranda blog Halaman 41093

Selama 2014, Sudah 248 Jiwa Melayang Akibat Longsor

Jakarta, Aktual.co —Seluruh elemen masyarakat diminta lebih menaruh perhatian serius terhadap ancaman longsor. Di Indonesia ada sekitar 40,9 juta jiwa penduduk yang terpapar bahaya longsor, sedang hingga tinggi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di tahun 2014 saja, sudah 248 korban tewas akibat bencana tanah longsor di Indonesia. 
Longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, menurutnya, harus makin menyadarkan untuk lebih menaruh perhatian serius terhadap ancaman longsor. 
Masyarakat terpapar longsor, dijelaskannya, adalah masyarakat beserta perumahan, sistem, atau elemen lain yang berada pada zona bahaya. Dan berujung pada potensi kerugian. 
Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya degradasi lingkungan, dan curah hujan yang makin ekstrem, pun jadi penyebabkan makin tingginya risiko longsor. 
“Pola tanah longsor setiap tahun sesungguhnya sudah dikenali. Data kejadian longsor memiliki korelasi positif dengan pola hujan, di mana sebagian besar bulan Januari adalah puncak kejadian longsor,” katanya.
Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak bencana tanah longsor.
Menurut dia, daerah yang berulang mengalami longsor adalah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung Barat, Tasikmalaya, Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Wonosobo, Temanggung, Cilacap, Grobogan, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Pacitan, Ponorogo, Malang, Jember dan lainnya sering terjadi longsor.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama 2014, Sudah 248 Jiwa Melayang Akibat Longsor

Jakarta, Aktual.co —Seluruh elemen masyarakat diminta lebih menaruh perhatian serius terhadap ancaman longsor. Di Indonesia ada sekitar 40,9 juta jiwa penduduk yang terpapar bahaya longsor, sedang hingga tinggi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di tahun 2014 saja, sudah 248 korban tewas akibat bencana tanah longsor di Indonesia. 
Longsor di Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, menurutnya, harus makin menyadarkan untuk lebih menaruh perhatian serius terhadap ancaman longsor. 
Masyarakat terpapar longsor, dijelaskannya, adalah masyarakat beserta perumahan, sistem, atau elemen lain yang berada pada zona bahaya. Dan berujung pada potensi kerugian. 
Bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya degradasi lingkungan, dan curah hujan yang makin ekstrem, pun jadi penyebabkan makin tingginya risiko longsor. 
“Pola tanah longsor setiap tahun sesungguhnya sudah dikenali. Data kejadian longsor memiliki korelasi positif dengan pola hujan, di mana sebagian besar bulan Januari adalah puncak kejadian longsor,” katanya.
Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak bencana tanah longsor.
Menurut dia, daerah yang berulang mengalami longsor adalah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung Barat, Tasikmalaya, Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Wonosobo, Temanggung, Cilacap, Grobogan, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Pacitan, Ponorogo, Malang, Jember dan lainnya sering terjadi longsor.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembangunan Jembatan Gantung di Sungai Cilemer ‘Buka’ Isolasi Warga

Jakarta, Aktual.co — Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Cilemer membuka isolasi warga Kampung Pasirmae, Desa Pasirmae, Kecamatan Cipeucang.

“Kita membantun jembatan gantung sepanjang 57,40 meter di atas Sungai Cilemer yang menghubungkan dua kampung, yakni Pasirmae dan Lebak Tahu Calingcing,” katanya saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (14/12).

Pembangunan jembatan gantung ini, kata dia, merupakan akses untuk mempermudah transportasi bagi masyarakat, dan “menghindari” adanya isolasi satu kampung dengan kampung yang lainnya.

“Dulu jembatan ini terbuat dari bambu sangat riskan karena cukup panjang, jadi kita upayakan menggantinya dengan yang permanen,” katanya.

Ia menyatakan, saat dari bambu sangat khawatir jembatan tersebut runtuh, apalagi setiap hari banyak anak-anak menyeberanginya untuk ketika berangkat dan pulang sekolah.
 
Keselamatan warga, kata dia, sangatlah penting jangan sampai warga Kampung Pasirmae yang akan menuju Kampung Lebak Tahu Calincing harus memutar balik arah dengan jarak tempuh yang sangat jauh.

“Mudah-mudahan dengan di bangunnya jembatan gantung ini masyarakat bisa terbantu dan akses transportasi lebih lancar dan keselamatan warga lebih terjamin” katanya.
 
Kepala Desa Pasirmae Jajili mengatakan pembangunan jembantan tersebut sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak ketika akan berangkat dan pulang sekolah.

“Akses transportasi jadi lebih lancar, terutama untuk akses pendidikan. Sebelumnya kita sangat prihatin karena jembatan ini hanya terbuat dari bambu yang riskan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan jembatan gantung sebelumnya, yang terbuat dari bambu, sebagian sudah hanyut terbawa banjir.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembangunan Jembatan Gantung di Sungai Cilemer ‘Buka’ Isolasi Warga

Jakarta, Aktual.co — Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Cilemer membuka isolasi warga Kampung Pasirmae, Desa Pasirmae, Kecamatan Cipeucang.

“Kita membantun jembatan gantung sepanjang 57,40 meter di atas Sungai Cilemer yang menghubungkan dua kampung, yakni Pasirmae dan Lebak Tahu Calingcing,” katanya saat meninjau pembangunan jembatan gantung di Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (14/12).

Pembangunan jembatan gantung ini, kata dia, merupakan akses untuk mempermudah transportasi bagi masyarakat, dan “menghindari” adanya isolasi satu kampung dengan kampung yang lainnya.

“Dulu jembatan ini terbuat dari bambu sangat riskan karena cukup panjang, jadi kita upayakan menggantinya dengan yang permanen,” katanya.

Ia menyatakan, saat dari bambu sangat khawatir jembatan tersebut runtuh, apalagi setiap hari banyak anak-anak menyeberanginya untuk ketika berangkat dan pulang sekolah.
 
Keselamatan warga, kata dia, sangatlah penting jangan sampai warga Kampung Pasirmae yang akan menuju Kampung Lebak Tahu Calincing harus memutar balik arah dengan jarak tempuh yang sangat jauh.

“Mudah-mudahan dengan di bangunnya jembatan gantung ini masyarakat bisa terbantu dan akses transportasi lebih lancar dan keselamatan warga lebih terjamin” katanya.
 
Kepala Desa Pasirmae Jajili mengatakan pembangunan jembantan tersebut sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak ketika akan berangkat dan pulang sekolah.

“Akses transportasi jadi lebih lancar, terutama untuk akses pendidikan. Sebelumnya kita sangat prihatin karena jembatan ini hanya terbuat dari bambu yang riskan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan jembatan gantung sebelumnya, yang terbuat dari bambu, sebagian sudah hanyut terbawa banjir.

Artikel ini ditulis oleh:

Amir Khan Taklukkan Devon Alexander di Kelas Welter

Jakarta, Aktual.co —  Petinju Inggris Amir Khan mengalahkan Devon Alexander dengan kemenangan angka mutlak dalam pertarungan kelas welter di Los Angeles, Sabtu (Minggu WIB), dengan menggunakan kecepatan tangannya yang luar biasa untuk mendominasi pertandingan 12 ronde melawan petinju kidal asal Amerika Serikat.

Petinju 28 tahun, Khan secara konsisten mengungguli Alexander dengan pukulan-pukulannya dalam langkahnya meraih kemenangan pertarungan non-gelar itu. Semua juri memberikan angka kemenangan pada Khan 120-108, 119-109, dan 118-110.

Khan menggunakan pukulan “jab” secara efektif untuk menyiapkan kombinasi pukulan yang membuat dia meraih keunggulan angka.

Khan juga memperlihatkan keterampilan bertahannya yang jauh lebih berkembang, hasil dari latihan bersama pelatih Virgil Hunter.

Alexander, yang terlihat meyakinkan pada pertarungan terakhirnya melawan Jesus Soto Karass, memasuki ronde ke-12 dengan membutuhkan “knockout” jika ingin menang.

Artikel ini ditulis oleh:

Amir Khan Taklukkan Devon Alexander di Kelas Welter

Jakarta, Aktual.co —  Petinju Inggris Amir Khan mengalahkan Devon Alexander dengan kemenangan angka mutlak dalam pertarungan kelas welter di Los Angeles, Sabtu (Minggu WIB), dengan menggunakan kecepatan tangannya yang luar biasa untuk mendominasi pertandingan 12 ronde melawan petinju kidal asal Amerika Serikat.

Petinju 28 tahun, Khan secara konsisten mengungguli Alexander dengan pukulan-pukulannya dalam langkahnya meraih kemenangan pertarungan non-gelar itu. Semua juri memberikan angka kemenangan pada Khan 120-108, 119-109, dan 118-110.

Khan menggunakan pukulan “jab” secara efektif untuk menyiapkan kombinasi pukulan yang membuat dia meraih keunggulan angka.

Khan juga memperlihatkan keterampilan bertahannya yang jauh lebih berkembang, hasil dari latihan bersama pelatih Virgil Hunter.

Alexander, yang terlihat meyakinkan pada pertarungan terakhirnya melawan Jesus Soto Karass, memasuki ronde ke-12 dengan membutuhkan “knockout” jika ingin menang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain