10 April 2026
Beranda blog Halaman 41121

Ketika Presiden Jokowi Disandera Utang Budi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Anggaran Ucok Khadafi menilai, Presiden Joko Widodo tersandera utang budi terhadap sejumlah pengusaha besar sehingga kebijakannya tak bisa murni untuk rakyat.
“Kalau mau jujur, sangat banyak kepentingan disekeliling presiden Jokowi. Dia juga tak bisa berbuat banyak menghadapi orang-orang yang selama ini mendukung dia saat pilpres. Efeknya sangat terasa dari kebijakan yang sudah diambil,” kata Uchok.
Satu contoh kongkrit terlihat dari kebijakan energi yang dia ambil. Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa memperhatikan secara cermat bagaimana dampaknya bagi rakyat. Angka kemiskinan pasti sudah bertambah karena masyarakat yang tadinya masuk kategori kelas menengah sudah jatuh miskin akibat kenaikan BBM ini.
“Orang yang tadinya bergaji misalnya Rp3 juta sebulan, sekarang mungkin akan kehabisan duit di tengah bulan karena harga-harga semua naik. Lalu bagaimana yang gajinya Rp2,5 juta atau di bawah itu? Mereka tak tersentuh kartu-kartu sakti segala macam itu,” tukas Uchok.
Selain menaikkan BBM, lanjut dia, Jokowi juga mengkhianati visi dan misi pendirian negara, bahwa semua kekayaan alam dikualasi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Negara adalah pelindung bagi rakyat.
“Tapi nyatanya sekarang negara bukan pelindung rakyat karena rakyat dibiarkan sendiri menghadapi arus deras konsumerisme, kapitalisme, bahkan negara ikut main-main didalamnya. Harga BBM saja sudah dilepas memakai mekanisme pasar, bagaimana yang lain-lain. Padahal ini butuh intervensi negara di dalamnya,” tuntas Uchok.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Ketika Presiden Jokowi Disandera Utang Budi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik Anggaran Ucok Khadafi menilai, Presiden Joko Widodo tersandera utang budi terhadap sejumlah pengusaha besar sehingga kebijakannya tak bisa murni untuk rakyat.
“Kalau mau jujur, sangat banyak kepentingan disekeliling presiden Jokowi. Dia juga tak bisa berbuat banyak menghadapi orang-orang yang selama ini mendukung dia saat pilpres. Efeknya sangat terasa dari kebijakan yang sudah diambil,” kata Uchok.
Satu contoh kongkrit terlihat dari kebijakan energi yang dia ambil. Jokowi menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa memperhatikan secara cermat bagaimana dampaknya bagi rakyat. Angka kemiskinan pasti sudah bertambah karena masyarakat yang tadinya masuk kategori kelas menengah sudah jatuh miskin akibat kenaikan BBM ini.
“Orang yang tadinya bergaji misalnya Rp3 juta sebulan, sekarang mungkin akan kehabisan duit di tengah bulan karena harga-harga semua naik. Lalu bagaimana yang gajinya Rp2,5 juta atau di bawah itu? Mereka tak tersentuh kartu-kartu sakti segala macam itu,” tukas Uchok.
Selain menaikkan BBM, lanjut dia, Jokowi juga mengkhianati visi dan misi pendirian negara, bahwa semua kekayaan alam dikualasi negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Negara adalah pelindung bagi rakyat.
“Tapi nyatanya sekarang negara bukan pelindung rakyat karena rakyat dibiarkan sendiri menghadapi arus deras konsumerisme, kapitalisme, bahkan negara ikut main-main didalamnya. Harga BBM saja sudah dilepas memakai mekanisme pasar, bagaimana yang lain-lain. Padahal ini butuh intervensi negara di dalamnya,” tuntas Uchok.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Waduh..Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Sampah

Jakarta, Aktual.co — Jumlah mata uang dunia saat ini, menurut data yang diakui PBB berjumlah 180. Dari ratusan jumlah mata uang tersebut US Dollar masih menjadi acuan nilai mata uang lainnya.
Kendati demikian, ada mata uang yang nilainya lebih tinggi dari US Dollar yakni mata uang Euro. Selain itu, ada pula mata uang yang nilainya berada di bawah dolar AS, dan memang kebanyakan demikian.
Hal ini kemudian memicu istilah mata uang sampah, yang mengacu pada nilai tukar yang terlampau jauh dari US Dollar.
Data dari The Richest menunjukkan ada 15 mata uang dengan nilai tukar yang paling rendah terhadap dolar AS. 
Dalam daftar tersebut, ternyata mata uang Indonesia, rupiah, termasuk dalam salah satu mata uang sampah.
Menurut data tersebut, Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan nilai mata uang terendah di dunia. Sampai saat ini, USD 1 setara dengan Rp 12.467.
“Nilai tukar tersebut merupakan nilai terlemah sejak Agustus lalu, yaitu sekitar 1,3 persen,” demikian menurut Bloomberg, Sabtu (13/12).
Adapun negara dengan mata uang sampah nomor 1 di dunia adalah Iran dengan mata uangnya rial. Mengikuti rial, ada mata uang dong dari Vietnam dan mata uang dobra dari Sao Tome yang menempati posisi ke-2 dan ke-3 di atas Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Waduh..Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Sampah

Jakarta, Aktual.co — Jumlah mata uang dunia saat ini, menurut data yang diakui PBB berjumlah 180. Dari ratusan jumlah mata uang tersebut US Dollar masih menjadi acuan nilai mata uang lainnya.
Kendati demikian, ada mata uang yang nilainya lebih tinggi dari US Dollar yakni mata uang Euro. Selain itu, ada pula mata uang yang nilainya berada di bawah dolar AS, dan memang kebanyakan demikian.
Hal ini kemudian memicu istilah mata uang sampah, yang mengacu pada nilai tukar yang terlampau jauh dari US Dollar.
Data dari The Richest menunjukkan ada 15 mata uang dengan nilai tukar yang paling rendah terhadap dolar AS. 
Dalam daftar tersebut, ternyata mata uang Indonesia, rupiah, termasuk dalam salah satu mata uang sampah.
Menurut data tersebut, Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan nilai mata uang terendah di dunia. Sampai saat ini, USD 1 setara dengan Rp 12.467.
“Nilai tukar tersebut merupakan nilai terlemah sejak Agustus lalu, yaitu sekitar 1,3 persen,” demikian menurut Bloomberg, Sabtu (13/12).
Adapun negara dengan mata uang sampah nomor 1 di dunia adalah Iran dengan mata uangnya rial. Mengikuti rial, ada mata uang dong dari Vietnam dan mata uang dobra dari Sao Tome yang menempati posisi ke-2 dan ke-3 di atas Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Guru di Aceh Tak Sulit Implementasikan K13

Jakarta, Aktual.co — Sebagian tenaga pengajar tingkat menengah atas di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengaku tidak kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 (K-13) yang saat ini sedang dievaluasi karena dianggap sulit diterapkan oleh guru di Indonesia.
“Menurut saya malahan K-13 ini lebih konferhensif, justru guru dan siswa lebih mudah dalam belajar mengajar, apalagi K-13 ini titik beratnya lebih kepada kreativitas siswa itu sendiri,” kata guru sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN) I Aceh Barat Affan SPd di Meulaboh, Jumat.
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengevaluasi kurikulum 2013, karena metode pengajaran dari aturan itu dianggap sulit diterapkan oleh guru dan diterima siswa di Indonesia.
Affan menyebutkan, beberapa tenaga pengajar di sekolah perkotaan Aceh Barat khususnya merasakan penerapan K-13 ini sangat fleksibel dalam metode belajar mengajar karena seorang guru hanya dituntut lebih dalam mengarahkan siswa.
Hanya saja, kata dia, dalam beberapa poin dalam K-13 masih belum dapat dilaksanakan oleh beberapa sekolah, terutama yang berada di kawasan pedesaan karena keterbatasan pengetahuan guru.
“Mungkin saja ada beberapa sekolah yang belum mampu menerapkannya, tapi menurut saya bukan berarti karena ada ketidak sempurnaan ini K-13 harus dihapus atau dievaluasi secara keseluruhan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, apabila seluruh sekolah di Indonesia mampu menerapkan kebijakan dimasa pemerintahan Presiden SBY-Budiono ini, maka akan sangat mempercepat penyetaraan standar dan kwalitas sekolah di Aceh, sehingga tidak ada sekolah yang masih dibawah standar.
Dikatakan, dirinya tidak menolak adanya evaluasi beberapa poin dianggap sulit untuk diterapkan, akan tetapi dia mengingatkan adanya kebijakan demikian juga akan mempersulit proses administrasi sekolah dan guru yang selama ini mengimplentasikan K-13.
Selain itu, harusnya pemerintah memikirkan langkah yang mengarah kepada peningkatan dan penyetaraan standar sekolah, bukannya langkah mundur melihat peluang-peluang kurikulum tempo dulu.
“Katakanlah bagaimana efektifnya kurikulum kita sebelumnya, tapi bukan berarti dunia pendidikan harus langkah mundur, sebaiknya ada pemikiran-pemikiran baru untuk dicoba, tapi jangan hanya sekedar coba-coba karena akan sangat berdampak terhadap dunia pendidikan,” katanya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Guru di Aceh Tak Sulit Implementasikan K13

Jakarta, Aktual.co — Sebagian tenaga pengajar tingkat menengah atas di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengaku tidak kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013 (K-13) yang saat ini sedang dievaluasi karena dianggap sulit diterapkan oleh guru di Indonesia.
“Menurut saya malahan K-13 ini lebih konferhensif, justru guru dan siswa lebih mudah dalam belajar mengajar, apalagi K-13 ini titik beratnya lebih kepada kreativitas siswa itu sendiri,” kata guru sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN) I Aceh Barat Affan SPd di Meulaboh, Jumat.
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengevaluasi kurikulum 2013, karena metode pengajaran dari aturan itu dianggap sulit diterapkan oleh guru dan diterima siswa di Indonesia.
Affan menyebutkan, beberapa tenaga pengajar di sekolah perkotaan Aceh Barat khususnya merasakan penerapan K-13 ini sangat fleksibel dalam metode belajar mengajar karena seorang guru hanya dituntut lebih dalam mengarahkan siswa.
Hanya saja, kata dia, dalam beberapa poin dalam K-13 masih belum dapat dilaksanakan oleh beberapa sekolah, terutama yang berada di kawasan pedesaan karena keterbatasan pengetahuan guru.
“Mungkin saja ada beberapa sekolah yang belum mampu menerapkannya, tapi menurut saya bukan berarti karena ada ketidak sempurnaan ini K-13 harus dihapus atau dievaluasi secara keseluruhan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, apabila seluruh sekolah di Indonesia mampu menerapkan kebijakan dimasa pemerintahan Presiden SBY-Budiono ini, maka akan sangat mempercepat penyetaraan standar dan kwalitas sekolah di Aceh, sehingga tidak ada sekolah yang masih dibawah standar.
Dikatakan, dirinya tidak menolak adanya evaluasi beberapa poin dianggap sulit untuk diterapkan, akan tetapi dia mengingatkan adanya kebijakan demikian juga akan mempersulit proses administrasi sekolah dan guru yang selama ini mengimplentasikan K-13.
Selain itu, harusnya pemerintah memikirkan langkah yang mengarah kepada peningkatan dan penyetaraan standar sekolah, bukannya langkah mundur melihat peluang-peluang kurikulum tempo dulu.
“Katakanlah bagaimana efektifnya kurikulum kita sebelumnya, tapi bukan berarti dunia pendidikan harus langkah mundur, sebaiknya ada pemikiran-pemikiran baru untuk dicoba, tapi jangan hanya sekedar coba-coba karena akan sangat berdampak terhadap dunia pendidikan,” katanya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain