9 April 2026
Beranda blog Halaman 41125

Ahli Paleontologi Temukan Spesies Terbaru Dinosaurus

Jakarta, Aktual.co — Disini kami akan membahas tentang Dinosaurus bertanduk yang sudah punah, yang habitatnya berada di kawasan Amerika Utara

Ahli paleontologi mengungkapkan, bahwa tengkorak Dinosaurus yang pernah ditemukan di wilayah Montana pada 1997 silam, merupakan spesies baru Dinosaurus yang hidup sekitar 104-109 juta tahun lalu, pada awal zaman Cretaceous.

Tengkorak Dinosaurus itu mirip seperti fisik satwa gagak aneh, dimana pipi wajahnya berbentuk runcing serta tajam seperti paruh burung pada umumnya.

Sebuah makalah ilmiah menjelaskan, bahwa spesies baru itu teridentifikasi, bernama Aquilops Americanus, yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Plos One pada 10 Desember 2014 lalu.

Para peneliti terkejut, lantaran adanya kesamaan serupa antara Aquilops dengan Dinosaurus bertanduk dari Asia. Kesamaan menunjukkan bahwa nenek moyang Aquilops yang bermigrasi dari Asia ke Amerika Utara sekitar 113 juta tahun yang lalu, demikian Live Science melaporkan.

“Aquilops hidup hampir 20 juta tahun sebelum Dinosaurus bertanduk tertua yang berasal dari Amerika Utara ditemukan,” kata Dr. Andrew Farke, seorang peneliti dari Raymond M. Alf Museum of Paleontology di Claremont, California, Amerika Serikat.

Penulis tersebut mengatakan dalam pernyataan tertulisnya, “Kami terkejut bahwa penemuan itu terkait dengan hewan Asia dibandingkan satwa dari Amerika Utara.”

Namun, di lapangan (TKP) para peneliti belum bisa memastikan kapan tepatnya dan bagaimana migrasi satwa itu bisa terjadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahli Paleontologi Temukan Spesies Terbaru Dinosaurus

Jakarta, Aktual.co — Disini kami akan membahas tentang Dinosaurus bertanduk yang sudah punah, yang habitatnya berada di kawasan Amerika Utara

Ahli paleontologi mengungkapkan, bahwa tengkorak Dinosaurus yang pernah ditemukan di wilayah Montana pada 1997 silam, merupakan spesies baru Dinosaurus yang hidup sekitar 104-109 juta tahun lalu, pada awal zaman Cretaceous.

Tengkorak Dinosaurus itu mirip seperti fisik satwa gagak aneh, dimana pipi wajahnya berbentuk runcing serta tajam seperti paruh burung pada umumnya.

Sebuah makalah ilmiah menjelaskan, bahwa spesies baru itu teridentifikasi, bernama Aquilops Americanus, yang dipublikasikan secara online dalam jurnal Plos One pada 10 Desember 2014 lalu.

Para peneliti terkejut, lantaran adanya kesamaan serupa antara Aquilops dengan Dinosaurus bertanduk dari Asia. Kesamaan menunjukkan bahwa nenek moyang Aquilops yang bermigrasi dari Asia ke Amerika Utara sekitar 113 juta tahun yang lalu, demikian Live Science melaporkan.

“Aquilops hidup hampir 20 juta tahun sebelum Dinosaurus bertanduk tertua yang berasal dari Amerika Utara ditemukan,” kata Dr. Andrew Farke, seorang peneliti dari Raymond M. Alf Museum of Paleontology di Claremont, California, Amerika Serikat.

Penulis tersebut mengatakan dalam pernyataan tertulisnya, “Kami terkejut bahwa penemuan itu terkait dengan hewan Asia dibandingkan satwa dari Amerika Utara.”

Namun, di lapangan (TKP) para peneliti belum bisa memastikan kapan tepatnya dan bagaimana migrasi satwa itu bisa terjadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekjen: Pengelolaan Komplek GBK di Tangan KONI

Jakarta, Aktual.co — Kewenangan pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK) seharusnya berada di tangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hal itu karena, KONI merupakan perwakilan masyarakat olahraga di Tanah Air.

Dikatakan Wakil II Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Ganjar Razuni, KONI adalah lembaga yang ditugaskan secara demokratis untuk mengurus seluruh pembinaan olahraga.

“GBK didirikan dan dibangun untuk kepentingan masyarakat olahraga. Dan kepentingan itu berada di tangan KONI,” ujar Ganjar kepada Aktual,co di Gedung KONI, Jumat (12/12).

Menurut politisi dari Partai Golkar itu, bukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang harus mengelola komplek GBK.

“Bagi saya, kalau Kemenpora yang mengelola, akan terjadi sentralisasi kekuasaan di bidang pembinaan olahraga. Itu tidak baik untuk Kemenpora,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenpora yang dipimpim oleh Imam Nahrawi berencana untuk  mengambil alih pengelolaan komplek GBK. Wacana itu menjadi salah satu program utama yang diusung oleh Kemenpora.

Artikel ini ditulis oleh:

Sekjen: Pengelolaan Komplek GBK di Tangan KONI

Jakarta, Aktual.co — Kewenangan pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK) seharusnya berada di tangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hal itu karena, KONI merupakan perwakilan masyarakat olahraga di Tanah Air.

Dikatakan Wakil II Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Ganjar Razuni, KONI adalah lembaga yang ditugaskan secara demokratis untuk mengurus seluruh pembinaan olahraga.

“GBK didirikan dan dibangun untuk kepentingan masyarakat olahraga. Dan kepentingan itu berada di tangan KONI,” ujar Ganjar kepada Aktual,co di Gedung KONI, Jumat (12/12).

Menurut politisi dari Partai Golkar itu, bukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang harus mengelola komplek GBK.

“Bagi saya, kalau Kemenpora yang mengelola, akan terjadi sentralisasi kekuasaan di bidang pembinaan olahraga. Itu tidak baik untuk Kemenpora,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemenpora yang dipimpim oleh Imam Nahrawi berencana untuk  mengambil alih pengelolaan komplek GBK. Wacana itu menjadi salah satu program utama yang diusung oleh Kemenpora.

Artikel ini ditulis oleh:

Bank di Rusia Uji Coba Sistem Pembayaran Sendiri

Jakarta, Aktual.co — Rusia Rossiya dan SMP Bank merupakan kreditur yang akan memulai pengujian sistem pembayaran nasional yang baru di negara itu, pada 15 Desember.
“Proyek percontohan melibatkan SMP Bank dan Rossiya. Ini adalah bank yang cukup besar,” kata Kepala Sistem pembayaran Nasional Rusia (NPS), Vladimir Komlev, dalam sebuah wawancara, dilansir dari global research.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari ambisi Rusia untuk menjauh dari dominasi pasar keuangan Barat. Bulan lalu Bank Sentral Rusia menyebut akan memiliki sistem pembayaran internasional antar bank sendiri.
Gazprombank, Rosbank, Alfa Bank, dan Ural Bank, merupakan beberapa dari delapan bank yang bergabung dalam proyek percontohan. Beberapa bank tersebut dipilih berdasarkan ukuran bisnis, lokasi dan platform teknologinya.
Baru-baru ini manajemen menyuarakan tentang kebutuhan untuk membuat sistem keuangan Rusia agar mandiri dan membentengi US Dollar.
Bank akan terhubung ke NPS (Sistem Pembayaran Nasional) untuk menguji sistem dan siap untuk setiap potensi kesulitan pembayaran di masa depan. Versi terbaru dari teknologi NPS sedang diuji oleh perusahaan Russian Openway Solutions.
NPS didirikan tahun 2014, setelah sejumlah bank Rusia terkena sanksi AS dan Uni Eropa.

Artikel ini ditulis oleh:

Bank di Rusia Uji Coba Sistem Pembayaran Sendiri

Jakarta, Aktual.co — Rusia Rossiya dan SMP Bank merupakan kreditur yang akan memulai pengujian sistem pembayaran nasional yang baru di negara itu, pada 15 Desember.
“Proyek percontohan melibatkan SMP Bank dan Rossiya. Ini adalah bank yang cukup besar,” kata Kepala Sistem pembayaran Nasional Rusia (NPS), Vladimir Komlev, dalam sebuah wawancara, dilansir dari global research.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari ambisi Rusia untuk menjauh dari dominasi pasar keuangan Barat. Bulan lalu Bank Sentral Rusia menyebut akan memiliki sistem pembayaran internasional antar bank sendiri.
Gazprombank, Rosbank, Alfa Bank, dan Ural Bank, merupakan beberapa dari delapan bank yang bergabung dalam proyek percontohan. Beberapa bank tersebut dipilih berdasarkan ukuran bisnis, lokasi dan platform teknologinya.
Baru-baru ini manajemen menyuarakan tentang kebutuhan untuk membuat sistem keuangan Rusia agar mandiri dan membentengi US Dollar.
Bank akan terhubung ke NPS (Sistem Pembayaran Nasional) untuk menguji sistem dan siap untuk setiap potensi kesulitan pembayaran di masa depan. Versi terbaru dari teknologi NPS sedang diuji oleh perusahaan Russian Openway Solutions.
NPS didirikan tahun 2014, setelah sejumlah bank Rusia terkena sanksi AS dan Uni Eropa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain