12 April 2026
Beranda blog Halaman 41172

Polresta Bekasi Tilang 4.556 Kendaraan Selama Oparesi Zebra

Jakarta, Aktual.co — Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi, Jawa Barat, menilang 4.556 pelanggar disiplin lalu lintas selama Operasi Zebra Jaya 2014.
“Penilangan itu kita lakukan terhadap para oknum pengendara selama 26 November hingga 9 Desember 2014,” kata Wakasat Lantas Polresta Bekasi AKP Purwanto di Cikarang, Jumat (12/12).
Dia mengatakan, para pengendara yang ditilang tersebut dikarenakan mereka tidak membawa surat-surat kendaraan, dan tidak menggunakan helm. 
Dia menyebut, selain itu pihaknya juga memberikan sanksi teguran kepada 456 pengendara. “Upaya peneguran ini kami lakukan kepada pengendara yang memiliki kesalahan kecil dan tidak membahayakan pengendara lain.”
Purwanto mengatakan, pelanggaran lalu lintas selama operasi berlangsung masih didominasi pengendara roda dua. Menurut dia, sanksi bagi pengendara pada tahun 2014 mengalami peningkatan dari agenda serupa pada 2013 lalu.
“Kalau dibandingkan operasi yang sama tahun lalu, jelas yang 2014 ini lebih banyak kasusnya,” katanya.
Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu tertib dalam berkendara demi keselamatan bersama. “Tujuan operasi ini agar pengendara bisa semakin tertib lagi dan menciptakan suasana kondusif di jalan.” 
Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Polres Bekasi tak hanya melakukan razia di wilayah Cikarang. Polres Bekasi, pagi tadi melakukan razia di Jalan Raya Kalimalang, Bekas Barat.
Kendaraan yang banyak diberhentikan oleh pihak kepolisian didominasi kendaraan roda dua. Mereka yang diberhentikan karena tak menggunakan lampu siang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wika Raup Kontrak Senilai Rp13,9 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Pencapaian kontrak baru PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) hingga Minggu I Desember 2014 mencapai Rp13,9 triliun atau 53,81 persen dari target kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp25,83 triliun.

“Kami menargetkan pada 2014 akan memperoleh total kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp49,97 triliun atau naik sebesar 28,56 persen dibandingkan target 2013 yang sebesar Rp38,87 triliun,” kata Corporate Secretary Suradi dalam acara media gathering Wika Group di Wikasatrian, Bogor, Jumat (12/12).

Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp25,83 triliun dan carry over dari tahun 2013 sebesar Rp24,14 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA untuk tahun 2014 terdiri dari Induk Perusahaan 70 persen dan anak perusahaan 30 persen.

Berikut beberapa proyek yang telah diperoleh WIKA:
1. Proyek Bendung Logung, Jawa Tengah senilai Rp319 miliar.
2. Proyek pipanisasi Soekarno-Hatta Terminal 3, Tangerang senilai Rp201 miliar.
3. Proyek Dharma Husada Blok B dan C Surabaya senilai Rp401,7 miliar.
4. Proyek Pyay Tower dan Residences Myanmar senilai US$125 juta.
5. Proyek Pipeline Gresik-Semarang senilai Rp900 miliar.
6. Proyek Conveyor System PTBA senilai Rp500 miliar.
7. Proyek Jakarta International Container Expansion senilai Rp409 miliar.
8. Proyek pembangunan gedung BNI BSD Tangerang senilai Rp309 miliar.
9. Proyek flyover Simpang Air Hitam Samarinda Rp105,9 miliar.
10. Proyek pembangunan jembatan Dompak, Tanjung Pinang Riau senilai Rp284,4 miliar.
11. Proyek Apartemen CBD Surabaya senilai Rp634,6 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wika Raup Kontrak Senilai Rp13,9 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Pencapaian kontrak baru PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) hingga Minggu I Desember 2014 mencapai Rp13,9 triliun atau 53,81 persen dari target kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp25,83 triliun.

“Kami menargetkan pada 2014 akan memperoleh total kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp49,97 triliun atau naik sebesar 28,56 persen dibandingkan target 2013 yang sebesar Rp38,87 triliun,” kata Corporate Secretary Suradi dalam acara media gathering Wika Group di Wikasatrian, Bogor, Jumat (12/12).

Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp25,83 triliun dan carry over dari tahun 2013 sebesar Rp24,14 triliun. Komposisi perolehan kontrak baru WIKA untuk tahun 2014 terdiri dari Induk Perusahaan 70 persen dan anak perusahaan 30 persen.

Berikut beberapa proyek yang telah diperoleh WIKA:
1. Proyek Bendung Logung, Jawa Tengah senilai Rp319 miliar.
2. Proyek pipanisasi Soekarno-Hatta Terminal 3, Tangerang senilai Rp201 miliar.
3. Proyek Dharma Husada Blok B dan C Surabaya senilai Rp401,7 miliar.
4. Proyek Pyay Tower dan Residences Myanmar senilai US$125 juta.
5. Proyek Pipeline Gresik-Semarang senilai Rp900 miliar.
6. Proyek Conveyor System PTBA senilai Rp500 miliar.
7. Proyek Jakarta International Container Expansion senilai Rp409 miliar.
8. Proyek pembangunan gedung BNI BSD Tangerang senilai Rp309 miliar.
9. Proyek flyover Simpang Air Hitam Samarinda Rp105,9 miliar.
10. Proyek pembangunan jembatan Dompak, Tanjung Pinang Riau senilai Rp284,4 miliar.
11. Proyek Apartemen CBD Surabaya senilai Rp634,6 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

‘Sinden Idol’ Pertahankan dan Pacu Regenerasi Pesinden

Jakarta, Aktual.co — ‘Sinden Idol’ kembali digelar oleh Universitas Negeri Semarang dengan tujuan untuk mempertahankan dan memacu regenerasi pesinden di tengah persaingan global.
“Sinden Idol ini memang dikonsep sebagai kegiatan dua tahunan,” kata Sekretaris Panitia “Sinden Idol” Suseno di sela-sela Malam Final Sinden Idol di Gedung Ghradika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (11/12) malam.
Menurut dia, kompetisi ‘Sinden Idol’ memang digelar untuk meningkatkan pamor pesinden yang selama ini kurang begitu dikenal dibandingkan profesi-profesi seni lainnya, seperti dalang.
Bahkan, kata dia, selama ini pesinden acapkali dianggap sebagai pelengkap dalam pergelaran kesenian, padahal peran sinden begitu penting dan tidak semua orang bisa menjadi pesinden yang andal.
“Sekarang ini kan anak-anak muda kurang tertarik belajar sinden. Makanya, kami ingin memacu semangat belajar sinden. Tidak gampang jadi pesinden, harus menguasai cengkok suara, dan sebagainya,” katanya.
Ia menyebutkan peserta “Sinden Idol” semula berjumlah sekitar 50 orang, namun setelah tersaring dalam beberapa tahapan tinggal menyisakan 10 peserta yang terbagi dua kategori, yakni remaja dan dewasa.
“Sepuluh peserta ini dibagi masing-masing lima orang untuk setiap kategori. Namun, satu peserta untuk kategori remaja berhalangan hadir sehingga yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri,” katanya.
Para peserta kompetisi sinden itu berasal dari berbagai kalangan, mulai kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum dan dari berbagai daerah di Jawa Tengah karena pembagian kategori didasarkan rentang usia.
Untuk kategori remaja, kata Suseno, batas usianya antara 13-22 tahun, sementara kategori dewasa antara 23-35 tahun, serta tidak ada persyaratan khusus lain, seperti berkuliah atau bersekolah.
“Ya, memang tidak kami persyaratkan harus kuliah, dan sebagainya. Syaratnya, ya, hanya memenuhi kriteria umur itu, apa masuk kategori dewasa atau remaja. Terbukti, banyak kalangan yang ikut,” tukasnya.
Sementara, Pembantu Rektor II Unnes Wahyono mendukung penuh kegiatan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan kampus berjuluk “Universitas Konservasi” itu sebagai bentuk pelestarian budaya.
“Kami akan rutin menggelar even ini dan dijadikan sebagai andalan program konservasi budaya Unnes,” katanya, mewakili Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman yang berhalangan hadir.
Pada Malam Final Sinden Idol 2 itu, juara pertama kategori remaja diraih Suci Ofita Dewi (21), mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sementara kategori dewasa diraih Dhesi Purnawai (24).
Para pemenang kompetisi itu, masing-masing mendapatkan uang senilai Rp20 juta untuk juara pertama, kemudian Rp15 juta untuk juara kedua, dan juara ketiga mendapatkan hadiah uang senilai Rp10 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

‘Sinden Idol’ Pertahankan dan Pacu Regenerasi Pesinden

Jakarta, Aktual.co — ‘Sinden Idol’ kembali digelar oleh Universitas Negeri Semarang dengan tujuan untuk mempertahankan dan memacu regenerasi pesinden di tengah persaingan global.
“Sinden Idol ini memang dikonsep sebagai kegiatan dua tahunan,” kata Sekretaris Panitia “Sinden Idol” Suseno di sela-sela Malam Final Sinden Idol di Gedung Ghradika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (11/12) malam.
Menurut dia, kompetisi ‘Sinden Idol’ memang digelar untuk meningkatkan pamor pesinden yang selama ini kurang begitu dikenal dibandingkan profesi-profesi seni lainnya, seperti dalang.
Bahkan, kata dia, selama ini pesinden acapkali dianggap sebagai pelengkap dalam pergelaran kesenian, padahal peran sinden begitu penting dan tidak semua orang bisa menjadi pesinden yang andal.
“Sekarang ini kan anak-anak muda kurang tertarik belajar sinden. Makanya, kami ingin memacu semangat belajar sinden. Tidak gampang jadi pesinden, harus menguasai cengkok suara, dan sebagainya,” katanya.
Ia menyebutkan peserta “Sinden Idol” semula berjumlah sekitar 50 orang, namun setelah tersaring dalam beberapa tahapan tinggal menyisakan 10 peserta yang terbagi dua kategori, yakni remaja dan dewasa.
“Sepuluh peserta ini dibagi masing-masing lima orang untuk setiap kategori. Namun, satu peserta untuk kategori remaja berhalangan hadir sehingga yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri,” katanya.
Para peserta kompetisi sinden itu berasal dari berbagai kalangan, mulai kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum dan dari berbagai daerah di Jawa Tengah karena pembagian kategori didasarkan rentang usia.
Untuk kategori remaja, kata Suseno, batas usianya antara 13-22 tahun, sementara kategori dewasa antara 23-35 tahun, serta tidak ada persyaratan khusus lain, seperti berkuliah atau bersekolah.
“Ya, memang tidak kami persyaratkan harus kuliah, dan sebagainya. Syaratnya, ya, hanya memenuhi kriteria umur itu, apa masuk kategori dewasa atau remaja. Terbukti, banyak kalangan yang ikut,” tukasnya.
Sementara, Pembantu Rektor II Unnes Wahyono mendukung penuh kegiatan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jateng dengan kampus berjuluk “Universitas Konservasi” itu sebagai bentuk pelestarian budaya.
“Kami akan rutin menggelar even ini dan dijadikan sebagai andalan program konservasi budaya Unnes,” katanya, mewakili Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman yang berhalangan hadir.
Pada Malam Final Sinden Idol 2 itu, juara pertama kategori remaja diraih Suci Ofita Dewi (21), mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sementara kategori dewasa diraih Dhesi Purnawai (24).
Para pemenang kompetisi itu, masing-masing mendapatkan uang senilai Rp20 juta untuk juara pertama, kemudian Rp15 juta untuk juara kedua, dan juara ketiga mendapatkan hadiah uang senilai Rp10 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Diklat Sorong, KPK Periksa Dirut PT Baskara Prima

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Baskara Prima Sarana,  nama Tulus Sitanggang untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi proyek Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pelayaran Kementrian Perhubungan di Sorong, Papua tahun anggaran 2011, Jumat (12/12).
Dari informasi yang diberikan oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Tulus akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Rahmat Kurniawan.
“Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BSK,” kata Priharsa ketika di konfirmasi.
Sebelumnya KPK telah menetapkan mantan General Manager PT Hutama Karya (HK) Persero Budi Rahmat Kurniawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Pembangunan Gedung Diklat Pelayaran Kementerian Perhubungan di Sorong, Papua, tahun anggaran 2011. Budi yang kini duduk sebagai Direktur Pengembangan PT Hutama Karya itu diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek tersebut.
Adapun pada kasus proyek di kementerian yang kini dipimpin mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignatius Jonan itu diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp 24,2 miliar.
Atas perbuatannya itu, ‎Budi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPIdana.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain