13 April 2026
Beranda blog Halaman 41214

Kemenpora Siap Diaduit BPK Terkait Peralatan Latih AG 2014

Jakarta, Aktual.co — Proses gagal lelang peralatan latihan kontingen Indonesia pada Asian Games 2014 di Korea Selatan, akan masuk daftar investigasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Seperti diketahui, PT. Cipta Mitraya selaku pemenang tender peralatan Asian Games 2014, mengundurkan diri sebagai pemenang tender. Mereka (PT. Cipta Mitraya) juga sudah melakukan klarifikasi kepada Kemenpora pada Rabu (10/12).

Dikatakan oleh Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto bahwa, pihaknya telah siap diperiksa oleh BPK RI.

“Biar bagaimanapun, proses gagal lelang peralatan kemarin akan diperiksa BPK,” ungkap Gatot usai Diskusi Kamisan di ruang Media Centre Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/12).

Lebih jauh disampaikan Gatot, jika dari hasil pemeriksaan BPK terdapat sebuah hal yang janggal, Menpora Imam Nahrawi akan segera menindak tegas hal tersebut. Gatot pun tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemecatan apabila aparaturnya terlibat korupsi.

“Tidak ada ampun. Kalau jajaran Kemenpora terlibat korupsi tidak ada ampun,” tegas Gatot.

Meski begitu, lanjut Gatot, hingga kini pihaknya belum berkomunikasi dengan BPK RI.

“Belum ada dari BPK maupun KPK,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Siap Diaduit BPK Terkait Peralatan Latih AG 2014

Jakarta, Aktual.co — Proses gagal lelang peralatan latihan kontingen Indonesia pada Asian Games 2014 di Korea Selatan, akan masuk daftar investigasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Seperti diketahui, PT. Cipta Mitraya selaku pemenang tender peralatan Asian Games 2014, mengundurkan diri sebagai pemenang tender. Mereka (PT. Cipta Mitraya) juga sudah melakukan klarifikasi kepada Kemenpora pada Rabu (10/12).

Dikatakan oleh Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto bahwa, pihaknya telah siap diperiksa oleh BPK RI.

“Biar bagaimanapun, proses gagal lelang peralatan kemarin akan diperiksa BPK,” ungkap Gatot usai Diskusi Kamisan di ruang Media Centre Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/12).

Lebih jauh disampaikan Gatot, jika dari hasil pemeriksaan BPK terdapat sebuah hal yang janggal, Menpora Imam Nahrawi akan segera menindak tegas hal tersebut. Gatot pun tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemecatan apabila aparaturnya terlibat korupsi.

“Tidak ada ampun. Kalau jajaran Kemenpora terlibat korupsi tidak ada ampun,” tegas Gatot.

Meski begitu, lanjut Gatot, hingga kini pihaknya belum berkomunikasi dengan BPK RI.

“Belum ada dari BPK maupun KPK,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ludruk Remaja Surabaya Pentaskan Lakon Sarip Tafsir Baru

Jakarta, Aktual.co — Kelompok Ludruk Remaja Surabaya akan mementaskan lakon Sarip Tambak Oso dengan tafsir baru di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Surabaya, Jumat (12/12) malam.

Sinarto, penulis naskah Sarip Tambak Oso, di Surabaya, Kamis (11/12) menjelaskan penafsiran terhadap lakon Sarip ini sangat perlu agar dapat memberikan inspirasi serta semangat juang bagi bangsa ini.

“Bahkan tokoh mbok’e (ibunya) Sarip itu menurut saya bukan perempuan lemah. Dia adalah perempuan perkasa yang gagah dan tidak mengenal takut,” kata dalang gaya Jawa Timuran yang kini menjabat Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini.

Selama ini dalam lakon Sarip Tambak Oso diceritakan berakhir dengan kematian tokoh Sarip, namun kali ini justru berbeda yang idenya digagas oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur Dr Jarianto.

“Mengapa selama ini tokoh-tokoh pahlawan dalam cerita rakyat selalu berakhir tragis dengan kematian? Ini adalah akal-akalan Belanda agar rakyat jangan memberontak. Mengapa tidak ada ludruk yang menggarap hal ini dengan penafsiran baru?” ujar Jarianto.

Pada pementasan di Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu semua pemainnya adalah para pelajar dan mahasiswa. “Saya ingin ada regenerasi, jangan yang itu-itu saja,” katanya.

Pementasan kali ini didukung oleh 40 orang pelaku, termasuk pengrawit. Para pemain berasal dari siswa SMA Taman Siswa Mojokerto sebanyak sembilan orang, satu orang dari pemain Ludruk Karya Budaya, dan dua siswa SMKN 12 Surabaya asal Mojokerto yang menjadi lawak dan kidungan.

Pemain lainnya dari mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Sementara untuk adegan laga, sengaja merekrut para pemain dari perguruan Silat SH Teratai dari Surabaya.

Pimpinan ludruk Karya Budaya Mojokerto Edy Karya yang dipercaya sebagai sutradara pementasan lakon Sarip Tambak Oso mengemukakan persoalan mendasar dari seni ludruk selama ini terletak pada aspek kidungan.

“Tidak banyak anak-anak muda yang mampu bermain ludruk karena mereka tidak mampu ngidung. Hakekat ludruk itu ada pada ngremo dan kidungan. Karena itu lomba ludruk untuk remaja minim peminat sehingga diperluas menjadi lomba teater tradisi,” katanya.

Edy Karya menjadi sutradara bersama dengan Hengky Kusuma (pegiat ludruk RRI Surabaya) dan Agung dari STKW. Penata artistik adalah Heri Lentho, sementara Kukuh cs dari RRI Surabaya menangani karawitan.

Artikel ini ditulis oleh:

Ludruk Remaja Surabaya Pentaskan Lakon Sarip Tafsir Baru

Jakarta, Aktual.co — Kelompok Ludruk Remaja Surabaya akan mementaskan lakon Sarip Tambak Oso dengan tafsir baru di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Surabaya, Jumat (12/12) malam.

Sinarto, penulis naskah Sarip Tambak Oso, di Surabaya, Kamis (11/12) menjelaskan penafsiran terhadap lakon Sarip ini sangat perlu agar dapat memberikan inspirasi serta semangat juang bagi bangsa ini.

“Bahkan tokoh mbok’e (ibunya) Sarip itu menurut saya bukan perempuan lemah. Dia adalah perempuan perkasa yang gagah dan tidak mengenal takut,” kata dalang gaya Jawa Timuran yang kini menjabat Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini.

Selama ini dalam lakon Sarip Tambak Oso diceritakan berakhir dengan kematian tokoh Sarip, namun kali ini justru berbeda yang idenya digagas oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur Dr Jarianto.

“Mengapa selama ini tokoh-tokoh pahlawan dalam cerita rakyat selalu berakhir tragis dengan kematian? Ini adalah akal-akalan Belanda agar rakyat jangan memberontak. Mengapa tidak ada ludruk yang menggarap hal ini dengan penafsiran baru?” ujar Jarianto.

Pada pementasan di Jalan Gentengkali Nomor 85 Surabaya itu semua pemainnya adalah para pelajar dan mahasiswa. “Saya ingin ada regenerasi, jangan yang itu-itu saja,” katanya.

Pementasan kali ini didukung oleh 40 orang pelaku, termasuk pengrawit. Para pemain berasal dari siswa SMA Taman Siswa Mojokerto sebanyak sembilan orang, satu orang dari pemain Ludruk Karya Budaya, dan dua siswa SMKN 12 Surabaya asal Mojokerto yang menjadi lawak dan kidungan.

Pemain lainnya dari mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Sementara untuk adegan laga, sengaja merekrut para pemain dari perguruan Silat SH Teratai dari Surabaya.

Pimpinan ludruk Karya Budaya Mojokerto Edy Karya yang dipercaya sebagai sutradara pementasan lakon Sarip Tambak Oso mengemukakan persoalan mendasar dari seni ludruk selama ini terletak pada aspek kidungan.

“Tidak banyak anak-anak muda yang mampu bermain ludruk karena mereka tidak mampu ngidung. Hakekat ludruk itu ada pada ngremo dan kidungan. Karena itu lomba ludruk untuk remaja minim peminat sehingga diperluas menjadi lomba teater tradisi,” katanya.

Edy Karya menjadi sutradara bersama dengan Hengky Kusuma (pegiat ludruk RRI Surabaya) dan Agung dari STKW. Penata artistik adalah Heri Lentho, sementara Kukuh cs dari RRI Surabaya menangani karawitan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengembalian Sisa Kasus Deposito Rp220 Miliar Diadvokasi Jaksa

Banda Aceh, Aktual.co — Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Lhoksukon, Aceh Utara, mengadvokasi pengembalian dana sisa kasus bobol deposito kabupaten itu sebesar Rp 220 miliar. Tindakan itu dilakukan setelah Pemkab Aceh Utara minta bantuan JPN untuk mempercepat pengembalian barang bukti uang dalam kasus tersebut.
“Pemkab minta kita mendampingi, supaya uang milik daerah itu bisa secepat dikembalikan ke kas daerah,”  kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Teuku Rahmatsyah MH, Kamis (11/12).
Setelah menerima surat tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat untuk menyusun langkah kerja sekaligus menginventarisir kendala yang dihadapi selama ini.
JPN menargetkan sebelum 2015, sebagian uang itu, terutama yang selama ini tertahan di Bank Mandiri Jakarta, sebesar Rp81,7 milyar plus bunga, harus sudah masuk ke kas daerah. Sementara sisanya akan diupayakan awal tahun depan.
Untuk diketahui, Pemkab Aceh Utara mendepositokan uang sebesar Rp220 milyar di Bank Mandiri Jalembar Jakarta Barat, 2009 silam. Dari jumlah itu sebanyak Rp 20 miliar dibobol oleh sejumlah pihak dan kini telah dipenjara. 
Sebagian barang bukti telah dikembalikan ke kas Aceh Utara. Namun, sebesar Rp 81,7 miliar barang bukti kasus itu belum dieksekusi oleh Kejari Jakarta Barat. Padahal, Mahkamah Agung (MA) telah menyatakan bahwa uang tersebut harus dikembalikan ke kas Aceh Utara beserta bunganya. 
Namun, sampai saat ini uang tersebut belum dieksekusi. Mereka yang telah diadili dalam kasus ini yaitu Lista Anggraini, Yunus Kiran, dan Basri Yusuf. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pengembalian Sisa Kasus Deposito Rp220 Miliar Diadvokasi Jaksa

Banda Aceh, Aktual.co — Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Lhoksukon, Aceh Utara, mengadvokasi pengembalian dana sisa kasus bobol deposito kabupaten itu sebesar Rp 220 miliar. Tindakan itu dilakukan setelah Pemkab Aceh Utara minta bantuan JPN untuk mempercepat pengembalian barang bukti uang dalam kasus tersebut.
“Pemkab minta kita mendampingi, supaya uang milik daerah itu bisa secepat dikembalikan ke kas daerah,”  kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Teuku Rahmatsyah MH, Kamis (11/12).
Setelah menerima surat tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat untuk menyusun langkah kerja sekaligus menginventarisir kendala yang dihadapi selama ini.
JPN menargetkan sebelum 2015, sebagian uang itu, terutama yang selama ini tertahan di Bank Mandiri Jakarta, sebesar Rp81,7 milyar plus bunga, harus sudah masuk ke kas daerah. Sementara sisanya akan diupayakan awal tahun depan.
Untuk diketahui, Pemkab Aceh Utara mendepositokan uang sebesar Rp220 milyar di Bank Mandiri Jalembar Jakarta Barat, 2009 silam. Dari jumlah itu sebanyak Rp 20 miliar dibobol oleh sejumlah pihak dan kini telah dipenjara. 
Sebagian barang bukti telah dikembalikan ke kas Aceh Utara. Namun, sebesar Rp 81,7 miliar barang bukti kasus itu belum dieksekusi oleh Kejari Jakarta Barat. Padahal, Mahkamah Agung (MA) telah menyatakan bahwa uang tersebut harus dikembalikan ke kas Aceh Utara beserta bunganya. 
Namun, sampai saat ini uang tersebut belum dieksekusi. Mereka yang telah diadili dalam kasus ini yaitu Lista Anggraini, Yunus Kiran, dan Basri Yusuf. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain