13 April 2026
Beranda blog Halaman 41216

Kemenpora: Anggaran AG 2018 Tidak Ada Kendala

Jakarta, Aktual.co — Deputi V Bidang Keharmonisan dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto mengungkapkan bahwa anggaran penyelenggaraan Asian Games 2018 tidak mengalami kendala. Hal ini karena pembebanan biaya berada dimasing-masing Kementerian terkait.

Dikatakan Gatot, untuk alokasi biaya, Menpora Imam Nahrawi telah setuju untuk memakai klausul pada saat KTT APEC di Bali. Pada klausul tersebut menyatakan bahwa, pembiayaan penyelenggaraan Asian Games 2018 di bebankan ke Kementerian dan lembaga non-kementerian terkait serta Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Sistem anggarannya kami juga sharing bersama. Jadi misalnya, “venue” Jaka Baring, Palembang, mau diperbaiki, iya itu jadi tanggung jawab Alex Noerdin (Gubernur Sumatera Selatan). Kalau masalah anggaran tidak sulit,” papar Gatot di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/12).

Selain itu, Gatot pun mengungkapkan alasan mengapa pendanaan penyelenggaraan Asian Games 2018 harus masuk kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2015 (APBNP 2015).

Disampaikan Gatot, bahwa pihaknya tidak ingin mendahului pihak Dewan Olimpiade Asia (OCA). Karena menurutnya, akan ada berita simpang siur jika Kemenpora sudah mematok anggaran sebelum OCA memutuskan secara resmi Indonesi sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

“Kalau anggaran kami (Kemenpora) belum bunyi. APBN 2015 itu diketok sebelum OCA resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah. Poinnya kami tidak ingin mendahului,” ungkap Gatot.

Lebih jauh disampaikan oleh Gatot, kemungkinan besar untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 nanti, tidak akan ada pembangunan “venue” untuk pertandingan. Jikalau ada pembangunan, itu bukan untuk arena bertanding.

“Paling hanya untuk renovasi. Kalau ada pembangunan “venue” baru itu hanya untuk vellodrom,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Opick dan Melly Goeslow Ramaikan Konser Peduli Palestina di Medan

Medan, Aktual.co — Opick dan Melly Goeslow akan menggelar ‘Konser Kemanusiaan Peduli Palestina’ bertajuk Konser 7 Kota (K7K) di kota Medan. Konser itu akan menjadi kota ketujuh atau kota terakhir rangkaian K7K 2014.

Sebelumnya, sepanjang tahun ini, konser sudah digelar di Bandung, Solo, Yogyakarta, Bengkalis, Samarinda dan Tenggarong.
 
“Kota Medan dipilih menjadi penutup rangkaian Konser Tujuh Kota Tahun 2014, jadi kita ingin maksimal, karenanya kami minta dukungan segenap warga Sumatera Utara, khususnya umat Islam,” papar ketua perwakilan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut H Hidayatullah SE kepada Aktual, Kamis (11/12) di Medan.

Konser amal yang bertujuan menggalang bantuan untuk rakyat Palestina tersebut akan digelar pada Minggu (14/12), dimulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB di Ballroom Hotel Tiara Medan. Konser itu akan dihadiri Gubernur Sumatera Utara  Gatot Pujo Nugroho, dan akan diisi orasi tentang informasi terkini Palestina oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Palestina, Syaikh Ali Ahmad Mughbil.
 
“Gubsu sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Karena selama ini beliau juga konsen mendukung aksi-aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Dalam kesempatan ini kami juga mengundang semua warga Sumatera Utara, untuk hadir dalam acara kepedulian Palestina ini, ajak teman-teman dan yang terpenting juga siapkan infaq terbaiknya untuk membantua saudara-saudara kita di Palestina,” urai Hidayatullah.

Hidayatullah mengingatkan, agresi militer Zionis Israel berkode “Operation Protective Edge” selama 51 hari, sekitar enam bulan lalu, telah meluluhlantakkan Jalur Gaza.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa besarnya kerusakan yang ada tak pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 18.000 rumah rusak parah, sebagian besar hancur rata dengan tanah, tak kurang dari 108.000 jiwa kehilangan tempat tinggal, sekitar 2.100 warga Gaza tewas dan 11.000 lainnya luka-luka,”ungkapnya.

KNRP sendiri, kata Hidayatullah, didirikan tahun 2006 lalu oleh sejumlah organiasi dan tokoh Indonesia yang fokus mengusung isu kepedulian terhadap Palestina.

“KNRP akan terus mensupport Palestina dengan penggalangan dana dan penyebaran opini tentang penjajahan Zionis Israel terhadap tanah Palestina yang di sana terdapat tanah suci umat Islam Masjid Al Aqsha,” tuturnya.
 
Sebelum acara puncak konser, KNRP Sumut sejak dua pekan lalu juga telah mengadakan ‘Road To Concert (RTC)’ di sejumlah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Acara diadakan di Masjid, sekolah, dan kantor pemerintah daerah, dalam bentuk tabligh akbar dan penggalangan dana.
 
“Dari Sumut, khususnya Kota Medan, ditargetkan terkumpul donasi Rp2,5 miliar. Bagi pihak yang ingin menyumbang tapi tidak bisa menghadiri konser, donasi bisa dijemput dengan menghubungi nomor telepon 081396119000 atau ditransfer ke nomor rekening BSM-701 836 2133 dan BCA-760 032 5099 a.n Komnas Untuk Rakyat Palestina,” ujar Hidayatullah.

Artikel ini ditulis oleh:

Opick dan Melly Goeslow Ramaikan Konser Peduli Palestina di Medan

Medan, Aktual.co — Opick dan Melly Goeslow akan menggelar ‘Konser Kemanusiaan Peduli Palestina’ bertajuk Konser 7 Kota (K7K) di kota Medan. Konser itu akan menjadi kota ketujuh atau kota terakhir rangkaian K7K 2014.

Sebelumnya, sepanjang tahun ini, konser sudah digelar di Bandung, Solo, Yogyakarta, Bengkalis, Samarinda dan Tenggarong.
 
“Kota Medan dipilih menjadi penutup rangkaian Konser Tujuh Kota Tahun 2014, jadi kita ingin maksimal, karenanya kami minta dukungan segenap warga Sumatera Utara, khususnya umat Islam,” papar ketua perwakilan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Sumut H Hidayatullah SE kepada Aktual, Kamis (11/12) di Medan.

Konser amal yang bertujuan menggalang bantuan untuk rakyat Palestina tersebut akan digelar pada Minggu (14/12), dimulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB di Ballroom Hotel Tiara Medan. Konser itu akan dihadiri Gubernur Sumatera Utara  Gatot Pujo Nugroho, dan akan diisi orasi tentang informasi terkini Palestina oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Palestina, Syaikh Ali Ahmad Mughbil.
 
“Gubsu sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Karena selama ini beliau juga konsen mendukung aksi-aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Dalam kesempatan ini kami juga mengundang semua warga Sumatera Utara, untuk hadir dalam acara kepedulian Palestina ini, ajak teman-teman dan yang terpenting juga siapkan infaq terbaiknya untuk membantua saudara-saudara kita di Palestina,” urai Hidayatullah.

Hidayatullah mengingatkan, agresi militer Zionis Israel berkode “Operation Protective Edge” selama 51 hari, sekitar enam bulan lalu, telah meluluhlantakkan Jalur Gaza.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa besarnya kerusakan yang ada tak pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 18.000 rumah rusak parah, sebagian besar hancur rata dengan tanah, tak kurang dari 108.000 jiwa kehilangan tempat tinggal, sekitar 2.100 warga Gaza tewas dan 11.000 lainnya luka-luka,”ungkapnya.

KNRP sendiri, kata Hidayatullah, didirikan tahun 2006 lalu oleh sejumlah organiasi dan tokoh Indonesia yang fokus mengusung isu kepedulian terhadap Palestina.

“KNRP akan terus mensupport Palestina dengan penggalangan dana dan penyebaran opini tentang penjajahan Zionis Israel terhadap tanah Palestina yang di sana terdapat tanah suci umat Islam Masjid Al Aqsha,” tuturnya.
 
Sebelum acara puncak konser, KNRP Sumut sejak dua pekan lalu juga telah mengadakan ‘Road To Concert (RTC)’ di sejumlah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Acara diadakan di Masjid, sekolah, dan kantor pemerintah daerah, dalam bentuk tabligh akbar dan penggalangan dana.
 
“Dari Sumut, khususnya Kota Medan, ditargetkan terkumpul donasi Rp2,5 miliar. Bagi pihak yang ingin menyumbang tapi tidak bisa menghadiri konser, donasi bisa dijemput dengan menghubungi nomor telepon 081396119000 atau ditransfer ke nomor rekening BSM-701 836 2133 dan BCA-760 032 5099 a.n Komnas Untuk Rakyat Palestina,” ujar Hidayatullah.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI AL Temukan Kapal Nazi di Laut Jawa

Jakarta, Aktual.co — Komando Pasukan Katak (Kopaska) Angkatan Laut menemukan kapal selam U Boat milik pasukan Nazi Jerman yang karam di perairan Laut Jawa sejauh 98 Nautical Miles dari Kepulauan Karimun Jawa di kedalaman 25 meter.
“Belum ada rencana untuk pengangkatan, tugas kami hanya memfoto,” kata Komandan Tim Penyelam Kopaska Mayor Yudo Ponco Ari, Kamis (11/12).
Pihaknya belum mengetahui apakah itu U-183 atau U-168 yang pernah ditemukan tim arkeolog pada 2013 dari dua kapal Jerman yang pernah karam di Laut Jawa, karena yang ditemukan lebih dekat ke Kalimantan.
Kapal selam berukuran panjang 60 meter tersebut kini tinggal separuh bagian depan saja sekitar 30 meter, sedangkan separuh bagian belakangnya diperkirakan sudah tenggelam ke tempat yang lebih dalam dan tercabik-cabik.
Bangkai kapal terdiri dari sejumlah ruangan seperti ruang komandan, ruang komunikasi, dan ruangan lainnya ujarnya.
Ditemukan pula sejumlah barang antara lain berbagai peralatan makan buatan Jerman, minuman keras sake dengan tulisan kanji Jepang, alat penyelamat, termasuk potongan haluan kapal.
“Seharusnya ada juga peluncur torpedo, tetapi sudah hilang, mungkin sudah ada orang yang lebih dulu menemukan dan mengambilnya,”
“Kami juga menemukan dua tengkorak yang masih berdiri terjepit. Dari kapasitas kapal sekitar 50 orang, melalui dokumen diketahui 23 orang selamat kala itu,” katanya.
Penemuan tersebut dilakukan dalam ekspedisi Kopaska yang dilakukan pada 30 Mei-1 Juni 2014 bersama komunitas sejarah dari Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

TNI AL Temukan Kapal Nazi di Laut Jawa

Jakarta, Aktual.co — Komando Pasukan Katak (Kopaska) Angkatan Laut menemukan kapal selam U Boat milik pasukan Nazi Jerman yang karam di perairan Laut Jawa sejauh 98 Nautical Miles dari Kepulauan Karimun Jawa di kedalaman 25 meter.
“Belum ada rencana untuk pengangkatan, tugas kami hanya memfoto,” kata Komandan Tim Penyelam Kopaska Mayor Yudo Ponco Ari, Kamis (11/12).
Pihaknya belum mengetahui apakah itu U-183 atau U-168 yang pernah ditemukan tim arkeolog pada 2013 dari dua kapal Jerman yang pernah karam di Laut Jawa, karena yang ditemukan lebih dekat ke Kalimantan.
Kapal selam berukuran panjang 60 meter tersebut kini tinggal separuh bagian depan saja sekitar 30 meter, sedangkan separuh bagian belakangnya diperkirakan sudah tenggelam ke tempat yang lebih dalam dan tercabik-cabik.
Bangkai kapal terdiri dari sejumlah ruangan seperti ruang komandan, ruang komunikasi, dan ruangan lainnya ujarnya.
Ditemukan pula sejumlah barang antara lain berbagai peralatan makan buatan Jerman, minuman keras sake dengan tulisan kanji Jepang, alat penyelamat, termasuk potongan haluan kapal.
“Seharusnya ada juga peluncur torpedo, tetapi sudah hilang, mungkin sudah ada orang yang lebih dulu menemukan dan mengambilnya,”
“Kami juga menemukan dua tengkorak yang masih berdiri terjepit. Dari kapasitas kapal sekitar 50 orang, melalui dokumen diketahui 23 orang selamat kala itu,” katanya.
Penemuan tersebut dilakukan dalam ekspedisi Kopaska yang dilakukan pada 30 Mei-1 Juni 2014 bersama komunitas sejarah dari Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

YLKI Nilai Rencana Penaikan Tarif Listrik Tidak Tepat

Jakarta, Aktual.co — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Riau menyatakan rencana pemerintah menaikan tarif listrik untuk kapasitas listrik terpasang 1.300 Watt ke atas tidak tepat mengingat baru saja ada kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

“Kalau direalisasikan, hal itu akan sangat memberatkan masyarakat yang baru saja merasakan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi,” kata Direktur YLKI Riau Sukardi Ali Zahar di Pekanbaru, Kamis (11/12).

Ia mengatakan, memang sudah menjadi kecenderungan setiap terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, selalu disusul dengan kenaikan tarif listrik.

Namun demikian, kata dia, sebaiknya ada jarak waktu yang tidak terlalau dekat sehingga masyarakat dapat bertransisi terlebih dahulu dengan kondisi setelah kenaikan harga BBM.

“Namun kami berharap tidak terjadi hal seperti ini (kenaikan tarif listrik), dan kalaupun dilakukan harusnya melihat dulu kemampuan masyarakat. Saat ini masih banyak masyarakat mengeluh karena kenaikan harga BBM,” katanya.

Untuk diketahui pula, lanjut Sukardi, saat ini hampir semua kebutuhan masyarakat naik menyusul kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah beberapa waktu lalu, sementara pendapatan tidak naik.

“Kalaupun pendapatan masyarakat naik, tapi tidak mencapai atau tidak sesuai dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok tersebut,” katanya.

Maka dari itu, demikian Sukardi, pemerintah sebaiknya memahami kondisi demikian sebelum kemudian mengambil kebijakan yang dapat membebani masyarakat luas.

“Yang jelas untuk kenaikan tarif listrik tidak tepat saat sekarang atau untuk beberapa bulan kedepan. Apalagi sebagian masyarakat akan merayakan Natal dan Tahun Baru yang tentunya akan membutuhkan banyak uang,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, jelang Tahun Baru 2015 pemerintah berencana menaikkan kembali tarif listrik untuk 12 golongan pelanggan tarif non subsidi.

Di antara 12 pelanggan PLN yang akan terkena kenaikan pada 1 Januari 2015 itu adalah pelanggan rumah tangga yang memiliki kapasitas listrik terpasang 1.300 Watt dan 2.200 watt.

Rencana kenaikan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara Dalam aturan tersebut disebutkan mulai 1 Januari 2015, terdapat 12 golongan pelanggan tarif non subsidi yang akan dikenakan penyesuaian.

Di antaranya adalah golongan Rumah Tangga (R-1/TR) daya 1.300 VA, dan kedua Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200VA, serta ketiga adalah golongan Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500VA s.d 5.500VA.

Kemudian untuk golongan Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600VA keatas, dan kelima yakni golongan Bisnis B-2/TR, daya 6.600VA s.d 200kVA serta golongan Bisnis B-3/TM daya diatas 200kVA.

Ketujuh merupakan golongan Industri I-3/TM daya diatas 200kVA, serta Industri I-4/TT daya diatas 30.000kVA, dan golongan Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600VA s.d 200kVA.

Golongan kesepuluh yakni Kantor Pemerintah P-2/TM daya diatas 200kVA, dan Penerangan Jalan Umum P-3/TR, serta yang terakhir yakni golongan Layanan khusus TR/TM/TT.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain