19 April 2026
Beranda blog Halaman 41225

PNS Berkinerja Buruk, Siap-siap Kena Rotasi Pemprov DKI

Jakarta, Aktual.co —Cerdas saja tidak cukup untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil yang baik di lingkungan Pemprov DKI. Tapi juga harus punya hati nurani dan jujur.
Ucapan itu dilontarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengomentari bakal dilakukannya kebijakan rotasi besar-besaran pegawai Pemprov DKI bulan Desember ini.
Kata mantan Bupati Belitung Timur itu, rotasi dilakukan untuk memutus mata rantai pegawai yang dianggap sering berlaku tidak baik dalam tiga bulan terakhir.
Jumlah pegawai yang akan dirotasi pun tidak tanggung-tanggung. Mencapai 6.000 pejabat. Mulai dari eselon dua, tiga, dan empat. Mereka-mereka yang dimutasi adalah yang dianggap menunjukkan kinerja buruk.
Ahok tak memungkiri akan muncul penolakan dari para pejabat yang kena rotasi. Tapi dia tak mau ambil pusing. “Kalau ada PNS yang sakit hati enggak apa-apa,” ujarnya, di Balaikota DKI, Kamis (11/12). 
Namun, Ahok mengaku tetap membuka peluang bagi pegawai yang kena rotasi untuk kembali ke jabatannya semula. 
“Kalau misalnya bapak ibu berkinerja baik dan merasa tidak senang saya pindah jabatkan, lapor saja ke saya. Nanti saya analisa untuk kembali ke jabatan semula,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Metode Hilangkan Stres Pekerjaan di Pagi Hari

Jakarta, Aktual.co — Banyak orang yang mengalami stres dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari. Seringkali, ketika kita bangun pagi, Anda sudah terbayang pikiran-pikiran terhadap beban pekerjaan yang akan dihadapi hari ini.

Disini, kami berikan kiat mengurangi stres pekerjaan di pagi hari, demikian lapor laman Womanday.

1. Luangkanlah waktu Anda sekitar 5 menit untuk duduk berdiam diri di teras. Paparan Sinar Matahari mampu meningkatkan energi Anda. Selain itu, Anda juga mendapatkan manfaat tambahan vitamin D. Dan, juga meningkatkan zat melatonin untuk tidur lebih baik di malam hari.

2. Anda bisa mengasup blueberry di pagi hari. Buah berhubungan dengan hormon suasana hati yang dapat membantu Anda rileks ketika Anda merasa sedih. Buah juga mengandung antioksidan yang sehat yang dapat mencegah kanker.

3. Orang yang minum tiga atau lebih secangkir kopi dalam sehari, memiliki risiko 37 persen terhindar dari diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari secangkir kopi. Para peneliti percaya, senyawa dalam minuman kopi akan bereaksi dalam tubuh saat Anda memproses gula.

Ketiga cara ini berasal dari Shilpa Bhupathiraju, PhD, peneliti, Harvard School of Public Health. dan John Salerno, MD, seorang penulis ‘Fight Fat with Fat’.

Artikel ini ditulis oleh:

Metode Hilangkan Stres Pekerjaan di Pagi Hari

Jakarta, Aktual.co — Banyak orang yang mengalami stres dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari. Seringkali, ketika kita bangun pagi, Anda sudah terbayang pikiran-pikiran terhadap beban pekerjaan yang akan dihadapi hari ini.

Disini, kami berikan kiat mengurangi stres pekerjaan di pagi hari, demikian lapor laman Womanday.

1. Luangkanlah waktu Anda sekitar 5 menit untuk duduk berdiam diri di teras. Paparan Sinar Matahari mampu meningkatkan energi Anda. Selain itu, Anda juga mendapatkan manfaat tambahan vitamin D. Dan, juga meningkatkan zat melatonin untuk tidur lebih baik di malam hari.

2. Anda bisa mengasup blueberry di pagi hari. Buah berhubungan dengan hormon suasana hati yang dapat membantu Anda rileks ketika Anda merasa sedih. Buah juga mengandung antioksidan yang sehat yang dapat mencegah kanker.

3. Orang yang minum tiga atau lebih secangkir kopi dalam sehari, memiliki risiko 37 persen terhindar dari diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari secangkir kopi. Para peneliti percaya, senyawa dalam minuman kopi akan bereaksi dalam tubuh saat Anda memproses gula.

Ketiga cara ini berasal dari Shilpa Bhupathiraju, PhD, peneliti, Harvard School of Public Health. dan John Salerno, MD, seorang penulis ‘Fight Fat with Fat’.

Artikel ini ditulis oleh:

Komed PSSI: Kemenpora Jangan Terlalu Jauh Intervensi PSSI

Jakarta, Aktual.co — Rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membentuk sebuah tim, untuk mengawasi kinerja PSSI, mendapat tanggapan dari Komite Media (Komed) PSSI. Dikatakan Ketua Komed, Edy Lahenko, tim bentukan Kemenpora jangan terlalu jauh melakukan intervensi terhadap PSSI.

Menurut Edy, intervensi pemerintah yang terlalu jauh terhadap PSSI, apalagi sampai membekukan, justru akan membuat suram sepakbola Indonesia.

“Jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan. Jika ini terjadi (PSSI dibekukan), maka kompetisi akan terhenti,” kata Edy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).

Dipaparkan Edy, jika FIFA telah membekukan kepengurusan PSSI, maka jenjang kompetisi di Indonesia semuanya akan terhenti, mulai dari usia dini hingga kompetisi profesional.

“Pembinaan usia muda akan mandek. Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti,” ujar Edy.

Sebelumnya, Kemenpora melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, mengungkapkan pihaknya berencana untuk membentuk Tim Sembilang, yang akan mengawasi kinerja PSSI.

Ditegaskan Gatot, pembentukan Tim Sembilan ini adalah, bentuk respon dari masyarakat yang ingin ada perubahan dalam kepengurusan PSSI, yang dinilai sudah tidak layak untuk mengurus sepakbola Indonesia.

Hal ini dilihat dari menurunnya prestasi sepakbola Indonesia, mulai dari Timnas U-19 hingga timnas Indonesia senior, yang tidak memuaskan masyarakat Indonesia.

“Ini bukan bentuk intervensi, kami hanya ingin memberikan masukan kepada PSSI agar bisa mencetak timnas yang andal,” katanya di sela Diskusi Kamisan di Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis (11/12).

Seperti diketahui, timnas U-19 ditargetkan masuk sebagai semifinalis pada Piala Asia U-19 di Myanmar, dan lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang. Namun kenyataannya, mantan anak asuh Indra Sjafri itu, ternyata gagal lolos dari fase grup.

Praktis, semua cita-cita yang dibebankan di pundak Evan Dimas Darmono dkk, pupus tanpa bekas. Tidak lolos dari babak penyisihan Piala Asia U-19 juga tidak lolos ke Piala Dunia U-20.

Sedangkan Timnas senior, juga bernasib sama. Mereka gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2014. Padahal, mantan anak asuh Alfred Riedl itu ditargetkan lolos ke babak final.

Artikel ini ditulis oleh:

Komed PSSI: Kemenpora Jangan Terlalu Jauh Intervensi PSSI

Jakarta, Aktual.co — Rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membentuk sebuah tim, untuk mengawasi kinerja PSSI, mendapat tanggapan dari Komite Media (Komed) PSSI. Dikatakan Ketua Komed, Edy Lahenko, tim bentukan Kemenpora jangan terlalu jauh melakukan intervensi terhadap PSSI.

Menurut Edy, intervensi pemerintah yang terlalu jauh terhadap PSSI, apalagi sampai membekukan, justru akan membuat suram sepakbola Indonesia.

“Jika pemerintah terlalu jauh intervensi PSSI, justru FIFA yang akan membekukan. Jika ini terjadi (PSSI dibekukan), maka kompetisi akan terhenti,” kata Edy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/12).

Dipaparkan Edy, jika FIFA telah membekukan kepengurusan PSSI, maka jenjang kompetisi di Indonesia semuanya akan terhenti, mulai dari usia dini hingga kompetisi profesional.

“Pembinaan usia muda akan mandek. Kasihan anak-anak kita yang ingin menyalurkan bakat mereka akan terhenti,” ujar Edy.

Sebelumnya, Kemenpora melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, mengungkapkan pihaknya berencana untuk membentuk Tim Sembilang, yang akan mengawasi kinerja PSSI.

Ditegaskan Gatot, pembentukan Tim Sembilan ini adalah, bentuk respon dari masyarakat yang ingin ada perubahan dalam kepengurusan PSSI, yang dinilai sudah tidak layak untuk mengurus sepakbola Indonesia.

Hal ini dilihat dari menurunnya prestasi sepakbola Indonesia, mulai dari Timnas U-19 hingga timnas Indonesia senior, yang tidak memuaskan masyarakat Indonesia.

“Ini bukan bentuk intervensi, kami hanya ingin memberikan masukan kepada PSSI agar bisa mencetak timnas yang andal,” katanya di sela Diskusi Kamisan di Kantor Kemenpora Jakarta, Kamis (11/12).

Seperti diketahui, timnas U-19 ditargetkan masuk sebagai semifinalis pada Piala Asia U-19 di Myanmar, dan lolos sebagai peserta Piala Dunia U-20 pada 2015 mendatang. Namun kenyataannya, mantan anak asuh Indra Sjafri itu, ternyata gagal lolos dari fase grup.

Praktis, semua cita-cita yang dibebankan di pundak Evan Dimas Darmono dkk, pupus tanpa bekas. Tidak lolos dari babak penyisihan Piala Asia U-19 juga tidak lolos ke Piala Dunia U-20.

Sedangkan Timnas senior, juga bernasib sama. Mereka gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2014. Padahal, mantan anak asuh Alfred Riedl itu ditargetkan lolos ke babak final.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora Akan Bentuk Tim Awasi Kinerja PSSI

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berencana membentuk tim khusus atau dikenal dengan Tim Sembilan, yang salah satu tugasnya untuk memantau dan mengawasi kinerja PSSI.

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, pembentukan Tim Sembilan untuk merespons desakan masyarakat yang mengeluhkan kinerja PSSI pascakegagalan timnas pada beberapa kejuaraan.

“Ini bukan bentuk intervensi, kami hanya ingin memberikan masukan kepada PSSI agar bisa mencetak timnas yang andal,” katanya di sela Diskusi Kamisan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (11/12).

Menurut dia, apa yang akan dilakukan telah mendapatkan persetujuan dari Menpora, Imam Nahrawi. Bahkan, sebelumnya telah dilakukan pertemuan tersendiri untuk membentuk Tim Sembilan untuk melakukan pengawasan PSSI.

“Beliau memang punya niat untuk memperbaiki PSSI. Nah, apakah nanti tidak khawatir disebut intervensi. Tentu tidak, karena sesuai UU SKN 2005, tak ada satu pun cabang olahraga yang tak bisa disentuh pemerintah,” katanya.

Gatot S Dewa Broto mengakui jika apa yang akan dilakukan bisa menjadi bumerang bagi sepak bola Indonesia. Jika intervensi dilakukan terlalu jauh maka ancaman sanksi dari FIFA bisa saja dijatuhkan kepada Indonesia. Makanya, kondisi itu dihindari.

Meski telah menyatakan akan membentuk Tim Sembilan, Kemenpora belum mengumumkan nama-nama yang akan mengisi posisi itu. Gatot menjelaskan, pengisi tim berasal dari Kemenpora, pengamat sepak bola, wartawan dan masyarakat.

“Kenapa jumlahnya sembilan, karena kalau ada perbedaan pendapat dan mengharuskan voting, jumlahnya beda. Rencananya, mulai pekan depan tim ini sudah bekerja,” katanya menegaskan.

Mantan juru bicara Kemeninfo itu menjelaskan, setelah personel Tim Sembilan ditetapkan akan langsung bertugas sesuai tugasnya. Hasil dari dari kinerja tim akan diusulkan untuk dibahas pada Kongres PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta, 4 Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain