19 April 2026
Beranda blog Halaman 41224

Walikota Bekasi Kritik Antrian Panjang di BPJS

Jakarta, Aktual.co —Loket pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Bekasi dinilai tidak representatif dengan jumlah pemohon.
Akibatnya antrian sering tampak membludak di Ruko tempat loket BPJS Kesehatan dengan alamat Ruko Bekasi Mas, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
“Saya sering lihat, antrean pemohon saat ini sampai melingkar keliling ruko,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, di Bekasi, Kamis (11/12).
Dia pun mendesak direksi BPJS untuk menyediakan loket pelayanan di tingkat kecamatan. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan, Rahmat mengaku sudah sering menawarkan bantuan tenaga kontraknya untuk ditempatkan di loket BPJS di 12 kecamatan. 
Tapi tawaran bantuan itu justru selalu ditolak pihak BPJS. Alasannya, mereka mengatakan sudah bekerjasama dengan bank. Kenyataannya, antrean panjang masih saja selalu terjadi. Selain itu, Rahmat juga mendesak BPJS setempat agar merenovasi kantor. Sehingga bisa lebih baik dalam melayani masyarakat. “Agar kantornya lebih memadai, dan dapat dimanfaatkan Januari 2015.” 
Rahmat juga mengeritik adanya ketidaksesuaian nilai antara pengelola kesehatan dengan penyelenggara kesehatan. Menurutnya, pengelola kesehatan dalam hal ini rumah sakit swasta yang tidak memprioritaskan pasien dengan BPJS.
“Namun jika si pasien pemegang BPJS menggunakannya di rumah sakit umum daerah (RSUD), itu tidak bermasalah, namun yang lebih banyak bermasalah ketika pemegang kartu BPJS itu datang ke rumah sakit swasta,” katanya.
Alhasil, surat teguran pun dilayangkan sang walikota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anne Nurchandrani Handayani penyampaian surat teguran itu merupakan tindak lanjut atas rapat yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi dengan jajaran BPJS Kesehatan baru-baru ini.
“Kami mendesak agar BPJS menyediakan pendaftaran hingga di tingkat kecamatan. Namun desakan ini belum dipenuhi oleh pihak BPJS,” katanya.
Menurut dia, pendirian loket di tingkat kecamatan dapat mengurangi antrean di kantor utama karena jumlahnya akan terbagi. Setiap harinya BPJS Kota Bekasi melayani hingga 250 pemohon dari 12 kecamatan setempat, bahkan jumlahnya semakin bertambah.
Selain itu, direksi juga diminta menindaklanjuti segala bentuk praktik percaloan pendaftaran peserta BPJS.

Artikel ini ditulis oleh:

Golongan yang Tidak Dilihat Allah SWT di Hari Kiamat

Jakarta, Aktual.co — Rasulullah SAW mengatakan, ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah SWT pada hari Kiamat. Salah satunya adalah dayuts, yaitu laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya. Perbuatannya disebut diyatsah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ

“Ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya laki-laki, dan dayuts.” (HR. An Nasa’i dan Ahmad)

Menurut kamus Al Misbah, dayuts adalah laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. Bagaimana bentuk perbuatan diyatsah atau sikap laki-laki dayyuts di zaman modern? Berikut ini contoh dan tingkatannya.

Membiarkan istri pamer aurat dalam media sosial

Bila seorang suami membiarkan istrinya membuka aurat di sekitar rumah, maka yang melihat adalah tetangga dan orang-orang terbatas di sekitarnya. Tetapi begitu seorang wanita membuka auratnya dan dipamerkan di internet atau media sosial, maka seluruh dunia bisa menikmatinya. Maka laki-laki yang membiarkan istrinya berbuat demikian, dia termasuk laki-laki dayyuts. Tidakkah ia cemburu dengan istrinya yang auratnya dipelototi jutaan orang?

Membiarkan istrinya tidak menutup aurat
Menutup aurat adalah wajib. Tidak ada satu pun Ulama yang mengingkari kewajiban menutup aurat. Sedangkan, aurat wanita menurut jumhur ulama adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Persis sama dengan yang wajib ditutup saat shalat. Dan rambut termasuk dalam kategori aurat, maka menutup rambut dengan kerudung, jilbab atau apapun namanya adalah wajib bagi muslimah.

Jika ada laki-laki yang membiarkan istriya tidak berjilbab, tidak menutup aurat, maka ia termasuk berbuat diyatsah. Ada pula laki-laki yang membiarkan istrinya bukan hanya tidak berjilbab, tetapi juga membuka sebagian anggota tubuhnya dengan memakai t-shirt, tank top, rok pendek, hot pan, dan sejenisnya. Yang membuka banyak aurat dan memancing syahwat laki-laki. Laki-laki seperti ini, ia semakin dekat dengan status dayyuts.

Membiarkan istri mendekati zinah
Yang paling parah dari tingkatan dayyuts adalah laki-laki yang membiarkan istrinya berzina. Mungkin tidak secara langsung membiarkannya berzina di depan mata, tetapi dengan cara membiarkan istrinya bebas bergaul dengan laki-laki lain, mojok, dugem, pergi ke tempat-tempat maksiat dan sebagainya yang kemudian menjadi sarana dan ‘jalan’ bagi istrinya berbuat zina. Na’udzu billah.

Menyuruh istrinya membuka aurat
Membiarkan istri membuka aurat adalah perbuatan diyatsah. Laki-laki yang membiarkan istrinya tidak berjilbab berarti telah berbuat diyatsah, apalagi jika suami itu malah menyuruh istrinya melepas jilbab, berarti ia semakin dekat dengan dayyuts. Tingkatan yang lebih parah, jika laki-laki menyuruh istrinya memakai pakaian yang memperlihatkan lebih banyak auratnya hingga semakin memancing syahwat laki-laki lain.
Mengeksploitasi istrinya

Ada pula yang karena motif ekonomi, laki-laki mengeksploitasi istrinya melakukan pekerjaan yang membuatnya membuka aurat, melakukan ikhtilath dan memancing syahwat. Misalnya menyuruh istrinya menjadi penyanyi dan penari, sehingga istrinya menjadi penghibur laki-laki lain, bergoyang di depan umum, dan sejenisnya.

Membiarkan istrinya ikhtilath
Bentuk sikap laki-laki dayyuts di zaman modern adalah membiarkan istrinya melakukan ikhtilath dan tidak timbul kecemburuan sama sekali di hatinya, tidak pula ia mencoba melarang dan menasehatinya. Umumnya, ini terjadi pada wanita yang telah membuka aurat kemudian bergabung dengan komunitas-komunitas antar-jenis baik karena ikatan hobi atau pertemanan. Cirinya, pada komunitas itu hubungan laki-laki dan perempuan tidak dijaga dengan baik sehingga memungkinkan saling pandang, saling mencandai, hingga bersentuhan fisik dan cipika cipiki.

Semoga kita dijauhkan Allah dari perbuatan diyatsah dan dijauhkan Allah dari status laki-laki dayyuts.

(Sumber: Keluarga Cinta)

Artikel ini ditulis oleh:

Golongan yang Tidak Dilihat Allah SWT di Hari Kiamat

Jakarta, Aktual.co — Rasulullah SAW mengatakan, ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah SWT pada hari Kiamat. Salah satunya adalah dayuts, yaitu laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya. Perbuatannya disebut diyatsah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ، وَالدَّيُّوثُ

“Ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya laki-laki, dan dayuts.” (HR. An Nasa’i dan Ahmad)

Menurut kamus Al Misbah, dayuts adalah laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. Bagaimana bentuk perbuatan diyatsah atau sikap laki-laki dayyuts di zaman modern? Berikut ini contoh dan tingkatannya.

Membiarkan istri pamer aurat dalam media sosial

Bila seorang suami membiarkan istrinya membuka aurat di sekitar rumah, maka yang melihat adalah tetangga dan orang-orang terbatas di sekitarnya. Tetapi begitu seorang wanita membuka auratnya dan dipamerkan di internet atau media sosial, maka seluruh dunia bisa menikmatinya. Maka laki-laki yang membiarkan istrinya berbuat demikian, dia termasuk laki-laki dayyuts. Tidakkah ia cemburu dengan istrinya yang auratnya dipelototi jutaan orang?

Membiarkan istrinya tidak menutup aurat
Menutup aurat adalah wajib. Tidak ada satu pun Ulama yang mengingkari kewajiban menutup aurat. Sedangkan, aurat wanita menurut jumhur ulama adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Persis sama dengan yang wajib ditutup saat shalat. Dan rambut termasuk dalam kategori aurat, maka menutup rambut dengan kerudung, jilbab atau apapun namanya adalah wajib bagi muslimah.

Jika ada laki-laki yang membiarkan istriya tidak berjilbab, tidak menutup aurat, maka ia termasuk berbuat diyatsah. Ada pula laki-laki yang membiarkan istrinya bukan hanya tidak berjilbab, tetapi juga membuka sebagian anggota tubuhnya dengan memakai t-shirt, tank top, rok pendek, hot pan, dan sejenisnya. Yang membuka banyak aurat dan memancing syahwat laki-laki. Laki-laki seperti ini, ia semakin dekat dengan status dayyuts.

Membiarkan istri mendekati zinah
Yang paling parah dari tingkatan dayyuts adalah laki-laki yang membiarkan istrinya berzina. Mungkin tidak secara langsung membiarkannya berzina di depan mata, tetapi dengan cara membiarkan istrinya bebas bergaul dengan laki-laki lain, mojok, dugem, pergi ke tempat-tempat maksiat dan sebagainya yang kemudian menjadi sarana dan ‘jalan’ bagi istrinya berbuat zina. Na’udzu billah.

Menyuruh istrinya membuka aurat
Membiarkan istri membuka aurat adalah perbuatan diyatsah. Laki-laki yang membiarkan istrinya tidak berjilbab berarti telah berbuat diyatsah, apalagi jika suami itu malah menyuruh istrinya melepas jilbab, berarti ia semakin dekat dengan dayyuts. Tingkatan yang lebih parah, jika laki-laki menyuruh istrinya memakai pakaian yang memperlihatkan lebih banyak auratnya hingga semakin memancing syahwat laki-laki lain.
Mengeksploitasi istrinya

Ada pula yang karena motif ekonomi, laki-laki mengeksploitasi istrinya melakukan pekerjaan yang membuatnya membuka aurat, melakukan ikhtilath dan memancing syahwat. Misalnya menyuruh istrinya menjadi penyanyi dan penari, sehingga istrinya menjadi penghibur laki-laki lain, bergoyang di depan umum, dan sejenisnya.

Membiarkan istrinya ikhtilath
Bentuk sikap laki-laki dayyuts di zaman modern adalah membiarkan istrinya melakukan ikhtilath dan tidak timbul kecemburuan sama sekali di hatinya, tidak pula ia mencoba melarang dan menasehatinya. Umumnya, ini terjadi pada wanita yang telah membuka aurat kemudian bergabung dengan komunitas-komunitas antar-jenis baik karena ikatan hobi atau pertemanan. Cirinya, pada komunitas itu hubungan laki-laki dan perempuan tidak dijaga dengan baik sehingga memungkinkan saling pandang, saling mencandai, hingga bersentuhan fisik dan cipika cipiki.

Semoga kita dijauhkan Allah dari perbuatan diyatsah dan dijauhkan Allah dari status laki-laki dayyuts.

(Sumber: Keluarga Cinta)

Artikel ini ditulis oleh:

Merasa Diintimidasi Penonton, Pasangan Ganda Campuran DKI Mundur

Jakarta, Aktual.co — Ketua Kontingen DKI Jakarta di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I, Icuk Sugiarto, menyesalkan sikap supoter tuan rumah Surabaya, yang melakukan intimidasi terhadap atlet bulutangkis asal Ibu Kota.

Pada pertandingan ganda campuran, pasangan asal Jakarta, Chico Aura Dwi Wardoyo/Jauza Fadhilla Sugiarto melawan pasangan tuan rumah, Akbar Gusti Ramadhani/Miftahui Nabila, diintimidasi pendukung tuan rumah, Rabu (10/12).

Saat pasangan DKI itu unggul 21-12 di set pertama babak perempatfinal, para pendukung tuan rumah, melakukan intimidasi yang dinilai berperilaku tidak senonoh dan mengucapkan kata-kata sangat tidak sopan, bahkan menjurus SARA.

Melihat suasana yang dinilai kurang kondusif, Icuk Sugiarto, menginstruksikan kepada pelatih, Toto Sunarto untuk menarik pasangan ganda campuran DKI Jakarta tersebut keluar lapangan pertandingan.

“Sudah pasti ulah dan tindakan suporter sangat mengganggu pemain,” kata Icuk Sugiarto, saat dihubungi, Kamis (11/12).

Selain itu, mantan pebulutangkis nasional itu juga, menyesalkan sikap panitia yang tidak tanggap untuk menenagkan suporter tuan rumah.

“Lebih parah lagi kondisi ini tidak mampu diatasi panitia pelaksana,” sesalnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Merasa Diintimidasi Penonton, Pasangan Ganda Campuran DKI Mundur

Jakarta, Aktual.co — Ketua Kontingen DKI Jakarta di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I, Icuk Sugiarto, menyesalkan sikap supoter tuan rumah Surabaya, yang melakukan intimidasi terhadap atlet bulutangkis asal Ibu Kota.

Pada pertandingan ganda campuran, pasangan asal Jakarta, Chico Aura Dwi Wardoyo/Jauza Fadhilla Sugiarto melawan pasangan tuan rumah, Akbar Gusti Ramadhani/Miftahui Nabila, diintimidasi pendukung tuan rumah, Rabu (10/12).

Saat pasangan DKI itu unggul 21-12 di set pertama babak perempatfinal, para pendukung tuan rumah, melakukan intimidasi yang dinilai berperilaku tidak senonoh dan mengucapkan kata-kata sangat tidak sopan, bahkan menjurus SARA.

Melihat suasana yang dinilai kurang kondusif, Icuk Sugiarto, menginstruksikan kepada pelatih, Toto Sunarto untuk menarik pasangan ganda campuran DKI Jakarta tersebut keluar lapangan pertandingan.

“Sudah pasti ulah dan tindakan suporter sangat mengganggu pemain,” kata Icuk Sugiarto, saat dihubungi, Kamis (11/12).

Selain itu, mantan pebulutangkis nasional itu juga, menyesalkan sikap panitia yang tidak tanggap untuk menenagkan suporter tuan rumah.

“Lebih parah lagi kondisi ini tidak mampu diatasi panitia pelaksana,” sesalnya.

Artikel ini ditulis oleh:

PNS Berkinerja Buruk, Siap-siap Kena Rotasi Pemprov DKI

Jakarta, Aktual.co —Cerdas saja tidak cukup untuk menjadi seorang pegawai negeri sipil yang baik di lingkungan Pemprov DKI. Tapi juga harus punya hati nurani dan jujur.
Ucapan itu dilontarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengomentari bakal dilakukannya kebijakan rotasi besar-besaran pegawai Pemprov DKI bulan Desember ini.
Kata mantan Bupati Belitung Timur itu, rotasi dilakukan untuk memutus mata rantai pegawai yang dianggap sering berlaku tidak baik dalam tiga bulan terakhir.
Jumlah pegawai yang akan dirotasi pun tidak tanggung-tanggung. Mencapai 6.000 pejabat. Mulai dari eselon dua, tiga, dan empat. Mereka-mereka yang dimutasi adalah yang dianggap menunjukkan kinerja buruk.
Ahok tak memungkiri akan muncul penolakan dari para pejabat yang kena rotasi. Tapi dia tak mau ambil pusing. “Kalau ada PNS yang sakit hati enggak apa-apa,” ujarnya, di Balaikota DKI, Kamis (11/12). 
Namun, Ahok mengaku tetap membuka peluang bagi pegawai yang kena rotasi untuk kembali ke jabatannya semula. 
“Kalau misalnya bapak ibu berkinerja baik dan merasa tidak senang saya pindah jabatkan, lapor saja ke saya. Nanti saya analisa untuk kembali ke jabatan semula,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain