12 April 2026
Beranda blog Halaman 41229

Budaya Kuat Hasilkan Generasi Hebat dan Sejajar dengan Negara Lain

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penguatan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia akan mampu mencetak generasi yang sejajar dengan warga negara lain dalam tatanan waktu dan ruang global.

“Untuk itu upaya melakukan barikade kebudayaan patut dipertimbangkan untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” kata Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar, Kamis (11/12).

Ia mengatakan upaya yang dilakukan itu antara lain kebijakan ilegal yakni membuat undang-undang dan peraturan yang menjamin legalitas setiap upaya yang dilakukan untuk pelestarian budaya.

Selain itu juga memberikan sanksi kepada orang-orang yang merusak atau melanggar kebijakan legal tersebut.

Sumadi menambahkan, demikian pula kebijakan menyangkut institusi, yakni peranan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial masyarakat (LSM) seperti halnya desa adat, banjar dan sekaa kesenian (kelompok) di Bali.

Semua itu harus bersinergi melestarikan kebudayaan bangsa secara berkelanjutan. Upaya lain yang tidak kalah penting kebijakan edukatif yakni menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa melalui pendidikan formal dan non formal.

Selain itu harus didukung dengan pendanaan yang memadai untuk mendukung pelestarian budaya. Demikian pula adanya kontrol pemerintah dan lembaga audit harus berjalan dengan baik.

Dengan demikian tidak akan terkesan dana yang dimanfaatkan hanya untuk kegiatan spontanitas yang kurang berhubungan dengan seni dan budaya, ujar Ketut Sumadi.

Padahal upaya itu mampu memberdayakan atau menghidupkan khasanah kekuatan budaya lokal (etnik) yang ada di seluruh penjuru nusantara sebagai bagian penting dalam menyusun fondasi kebudayaan nasional Indonesia.

Kebudayaan nasional Indonesia berbasis adat dan istiadat yang diaktualisasikan sebagai instrumen yang mampu menyikapi atau menjawab realitas yang semakin kompleks, ujar Ketut Sumadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Budaya Kuat Hasilkan Generasi Hebat dan Sejajar dengan Negara Lain

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Penguatan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia akan mampu mencetak generasi yang sejajar dengan warga negara lain dalam tatanan waktu dan ruang global.

“Untuk itu upaya melakukan barikade kebudayaan patut dipertimbangkan untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” kata Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar, Kamis (11/12).

Ia mengatakan upaya yang dilakukan itu antara lain kebijakan ilegal yakni membuat undang-undang dan peraturan yang menjamin legalitas setiap upaya yang dilakukan untuk pelestarian budaya.

Selain itu juga memberikan sanksi kepada orang-orang yang merusak atau melanggar kebijakan legal tersebut.

Sumadi menambahkan, demikian pula kebijakan menyangkut institusi, yakni peranan pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial masyarakat (LSM) seperti halnya desa adat, banjar dan sekaa kesenian (kelompok) di Bali.

Semua itu harus bersinergi melestarikan kebudayaan bangsa secara berkelanjutan. Upaya lain yang tidak kalah penting kebijakan edukatif yakni menanamkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa melalui pendidikan formal dan non formal.

Selain itu harus didukung dengan pendanaan yang memadai untuk mendukung pelestarian budaya. Demikian pula adanya kontrol pemerintah dan lembaga audit harus berjalan dengan baik.

Dengan demikian tidak akan terkesan dana yang dimanfaatkan hanya untuk kegiatan spontanitas yang kurang berhubungan dengan seni dan budaya, ujar Ketut Sumadi.

Padahal upaya itu mampu memberdayakan atau menghidupkan khasanah kekuatan budaya lokal (etnik) yang ada di seluruh penjuru nusantara sebagai bagian penting dalam menyusun fondasi kebudayaan nasional Indonesia.

Kebudayaan nasional Indonesia berbasis adat dan istiadat yang diaktualisasikan sebagai instrumen yang mampu menyikapi atau menjawab realitas yang semakin kompleks, ujar Ketut Sumadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaslu Sumut Buka Seleksi Panwas Kabupaten Kota

Medan, Aktual.co — Bawaslu Provinsi Sumatera Utara membuka pendaftaran bagi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota tahun 2015 di Provinsi Sumatera Utara.
Demikian disampaikan ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan kepada Aktual.co di Medan, Kamis (11/10).
“Kita berharap masyarakat Sumut di Kabupaten Kota bisa mendaftarkan diri, pembukaan sudah dibuka sejak kemarin, Rabu (10/12) hingga 17 Desember mendatang,” ujar Syafrida.
Untuk persyaratan kelengkapan administrasi pendaftaran dapat membuka website Bawaslu sumut di website  www.bawaslu.go.id.
“Atau bisa langsung datang ke Sekretariat Tim Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota di Provinsi Sumatera Utara,” sebutnya.
Daerah yang membuka pendaftaran seleksi Panwas dibagi dalam dua zona. Zona 1 yakni Medan, Binjai, Serdang Bedagai, Phakpak Barat, Pematang Siantar, Simalungun, Samosir dengan alamat tim seleksi di Fak. Hukum Univ. HKBP Nommensen, Jalan Sutomo No. 4A Medan,
Kemudian, untuk zona 2 di Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dengan alamat tim seleksi Jalan Airlangga No.16 B Medan. “Pendaftaran dapat diantar langsung atau dikirim via pos.”

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaslu Sumut Buka Seleksi Panwas Kabupaten Kota

Medan, Aktual.co — Bawaslu Provinsi Sumatera Utara membuka pendaftaran bagi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota tahun 2015 di Provinsi Sumatera Utara.
Demikian disampaikan ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan kepada Aktual.co di Medan, Kamis (11/10).
“Kita berharap masyarakat Sumut di Kabupaten Kota bisa mendaftarkan diri, pembukaan sudah dibuka sejak kemarin, Rabu (10/12) hingga 17 Desember mendatang,” ujar Syafrida.
Untuk persyaratan kelengkapan administrasi pendaftaran dapat membuka website Bawaslu sumut di website  www.bawaslu.go.id.
“Atau bisa langsung datang ke Sekretariat Tim Seleksi Calon Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Walikota di Provinsi Sumatera Utara,” sebutnya.
Daerah yang membuka pendaftaran seleksi Panwas dibagi dalam dua zona. Zona 1 yakni Medan, Binjai, Serdang Bedagai, Phakpak Barat, Pematang Siantar, Simalungun, Samosir dengan alamat tim seleksi di Fak. Hukum Univ. HKBP Nommensen, Jalan Sutomo No. 4A Medan,
Kemudian, untuk zona 2 di Asahan, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dengan alamat tim seleksi Jalan Airlangga No.16 B Medan. “Pendaftaran dapat diantar langsung atau dikirim via pos.”

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos Luncurkan Program Keluarga Harapan 2014 di Kupang

Kupang, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melaunching Program Keluarga Harapan (PKH) 2014, di Kantor Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/12).
Sejak diluncurkan tahun 2007, PKH sukses menjangkau 2.797.523 rumah tangga miskin atau keluarga sangat miskin di Indonesia.
“Saat ini PKH menjangkau 34 provinsi, 418 kabupaten/kota, 4.876 kecamatan, 58.389 desa dengan dana Rp 3.872.767947.500,” kata Khofifah.
Bantuan untuk PKH disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Tahun ini, dilaksanakan uji coba penyaluran bantuan melalui E-Money oleh Bank Mandiri dan BRI. Penyaluran ini untuk memotivasi dan informasi, khususnya di lokasi pengembangan PKH yang semakin dinamis.
Data yang dipakai Kementerian Sosial adalah data tahun 2011, sehingga banyak masyarakat yang semestinya penjadi penerima tidak tercover seluruhnya, bahkan yang seharusnya tidak menjadi penerima bantuan.
Selain melaunching PKH, Mensos juga secara siumbolis menyerahkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk 11.859 penerima di Kota Kupang dengan total bantuan Rp 4.743.600.000.
Untuk PKH ini, tujuh kabupaten di NTT mendapatkan bantuan tambahan, antara lain Kabupaten Kupang 1.308 Keluarga Sangat Miskin (KSM) Sumba Timur untuk 2.009 KSM di 10 kecamatan, Sikka 3.083 KSM di 14 kecamatan, Ende 2.823 KSM di 11 kecamatan, Belu 985 KSM di delapan kecamatan, Rote Ndao 219 KSM di dua kecamatan dan Kabupaten Nagekeo 398 KSM di tiga kecamatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos Luncurkan Program Keluarga Harapan 2014 di Kupang

Kupang, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melaunching Program Keluarga Harapan (PKH) 2014, di Kantor Walikota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/12).
Sejak diluncurkan tahun 2007, PKH sukses menjangkau 2.797.523 rumah tangga miskin atau keluarga sangat miskin di Indonesia.
“Saat ini PKH menjangkau 34 provinsi, 418 kabupaten/kota, 4.876 kecamatan, 58.389 desa dengan dana Rp 3.872.767947.500,” kata Khofifah.
Bantuan untuk PKH disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Tahun ini, dilaksanakan uji coba penyaluran bantuan melalui E-Money oleh Bank Mandiri dan BRI. Penyaluran ini untuk memotivasi dan informasi, khususnya di lokasi pengembangan PKH yang semakin dinamis.
Data yang dipakai Kementerian Sosial adalah data tahun 2011, sehingga banyak masyarakat yang semestinya penjadi penerima tidak tercover seluruhnya, bahkan yang seharusnya tidak menjadi penerima bantuan.
Selain melaunching PKH, Mensos juga secara siumbolis menyerahkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk 11.859 penerima di Kota Kupang dengan total bantuan Rp 4.743.600.000.
Untuk PKH ini, tujuh kabupaten di NTT mendapatkan bantuan tambahan, antara lain Kabupaten Kupang 1.308 Keluarga Sangat Miskin (KSM) Sumba Timur untuk 2.009 KSM di 10 kecamatan, Sikka 3.083 KSM di 14 kecamatan, Ende 2.823 KSM di 11 kecamatan, Belu 985 KSM di delapan kecamatan, Rote Ndao 219 KSM di dua kecamatan dan Kabupaten Nagekeo 398 KSM di tiga kecamatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain