7 April 2026
Beranda blog Halaman 41264

KPK Dalami Kasus Suap Fuad Amin

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin saat turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/12/2014). Fuad Amin kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap jual beli gas untuk kepentingan pembangkit listrik. Saat ditanya soal pembangkit listrik yang diduga fiktif, Fuad enggan berkomentar. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Gelar Lelang, Jumlah Barang Gratifikasi KPK Tahun Ini Meningkat

Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah mahasiswa dan masyarakat umum antusias mengikuti acara lelang barang gratifikasi yang digelar KPK di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Rabu (10/12). Pada lelang kali ini terdapat sebanyak 20 item barang yang dilelang melalui email. Sementara pada Kamis (11/12) esok, ada sebanyak 217 item barang yang dilelang secara konvesional (lisan). 
Lelang email dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa datang langsung ke lokasi, sementar pada lelang konvesional peserta diharuskan datang ke lokasi.
Direktur Gratifikasi Kedeputian Pencegakan KPK Giri Suprapdiono mengatakan ada berbagai jenis barang yang akan dilelang. Dimana barang tersebut merupakan barang hasil penyerahan masyarakat kepada KPK. 
Sejumlah barang itu meliputi smartphone seperti ipod hingga hp android, parfum, tas, jam tangan,sepeda, keris, kain batik, ballpoint, dompet, ikat pinggang, dasi, kacamata,sepatu hingga madu dan barang lainnya.
“Paling banyak itu ipod. Ada sekitar 100 barang dengan nilai harga tertinggi Rp 5,5 juta,” katanya.
Selama tahun 2014 ini jumlah barang gratifikasi yang diserahkan masyarakat umum kepada KPK meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2013 lalu jumlah barang gratifikasi yang diserahkan hanya 1391 barang, maka tahun 2014 ini ada sebanyak 2100 barang yang diserahkan.
Seluruh hasil lelang barang gratifikasi ini sendiri nantinya akan masuk ke kas negara melalui  rekening kementrian keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Gelar Lelang, Jumlah Barang Gratifikasi KPK Tahun Ini Meningkat

Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah mahasiswa dan masyarakat umum antusias mengikuti acara lelang barang gratifikasi yang digelar KPK di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Rabu (10/12). Pada lelang kali ini terdapat sebanyak 20 item barang yang dilelang melalui email. Sementara pada Kamis (11/12) esok, ada sebanyak 217 item barang yang dilelang secara konvesional (lisan). 
Lelang email dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis tanpa datang langsung ke lokasi, sementar pada lelang konvesional peserta diharuskan datang ke lokasi.
Direktur Gratifikasi Kedeputian Pencegakan KPK Giri Suprapdiono mengatakan ada berbagai jenis barang yang akan dilelang. Dimana barang tersebut merupakan barang hasil penyerahan masyarakat kepada KPK. 
Sejumlah barang itu meliputi smartphone seperti ipod hingga hp android, parfum, tas, jam tangan,sepeda, keris, kain batik, ballpoint, dompet, ikat pinggang, dasi, kacamata,sepatu hingga madu dan barang lainnya.
“Paling banyak itu ipod. Ada sekitar 100 barang dengan nilai harga tertinggi Rp 5,5 juta,” katanya.
Selama tahun 2014 ini jumlah barang gratifikasi yang diserahkan masyarakat umum kepada KPK meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2013 lalu jumlah barang gratifikasi yang diserahkan hanya 1391 barang, maka tahun 2014 ini ada sebanyak 2100 barang yang diserahkan.
Seluruh hasil lelang barang gratifikasi ini sendiri nantinya akan masuk ke kas negara melalui  rekening kementrian keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Ditutup Menguat 43,09 Poin ke Level 5.165,40

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup terangkat 43,09 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.165,40. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 9,16 poin atau 1,04 persen ke posisi 890,07.

“Nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi terhadap dolar AS menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham domestik,” ujar Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Rabu (10/12).

Di sisi lain, lanjut dia, bursa saham global yang mayoritas bergerak menguat juga menjadi salah satu pendorong investor di dalam negeri kembali mengambil posisi akumulasi dan membuat indeks BEI mengalami penguatan.

“Minimnya sentimen di dalam negeri, membuat investor mencermati laju pergerakan bursa saham global,” katanya.

Secara teknikal, ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG BEI pada Rabu ini menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut cukup terbuka ke depannya untuk mencapai target batas atas di level 5.229 poin.

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa kenaikan IHSG BEI masih dibayangi oleh aksi jual pelaku pasar saham yang mulai antisipasi sentimen negatif dari potensi inflasi Desember diperkirakan di atas 2,2 persen akibat kenaikan BBM di pertengahan bulan November lalu.

“Inflasi Desember masih akan membayangi pasar saham domestik,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 271,941 kali dengan volume mencapai 4,39 miliar lembar saham senilai Rp4,39 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 177 saham, yang melemah 135 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 92 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 38,69 poin (0,16 persen) ke 23.524,52, indeks Nikkei turun 400,80 poin (2,25 persen) ke 17.412,58, dan Straits Times menguat 5,97 poin (0,18 persen) ke posisi 3.325,81.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

IHSG Ditutup Menguat 43,09 Poin ke Level 5.165,40

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup terangkat 43,09 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.165,40. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 9,16 poin atau 1,04 persen ke posisi 890,07.

“Nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi terhadap dolar AS menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham domestik,” ujar Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Rabu (10/12).

Di sisi lain, lanjut dia, bursa saham global yang mayoritas bergerak menguat juga menjadi salah satu pendorong investor di dalam negeri kembali mengambil posisi akumulasi dan membuat indeks BEI mengalami penguatan.

“Minimnya sentimen di dalam negeri, membuat investor mencermati laju pergerakan bursa saham global,” katanya.

Secara teknikal, ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG BEI pada Rabu ini menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut cukup terbuka ke depannya untuk mencapai target batas atas di level 5.229 poin.

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa kenaikan IHSG BEI masih dibayangi oleh aksi jual pelaku pasar saham yang mulai antisipasi sentimen negatif dari potensi inflasi Desember diperkirakan di atas 2,2 persen akibat kenaikan BBM di pertengahan bulan November lalu.

“Inflasi Desember masih akan membayangi pasar saham domestik,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 271,941 kali dengan volume mencapai 4,39 miliar lembar saham senilai Rp4,39 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 177 saham, yang melemah 135 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 92 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 38,69 poin (0,16 persen) ke 23.524,52, indeks Nikkei turun 400,80 poin (2,25 persen) ke 17.412,58, dan Straits Times menguat 5,97 poin (0,18 persen) ke posisi 3.325,81.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ekspor dan Kebijakan Harga, Sumber Kerentanan Keuangan Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Sumber kerentanan perekonomian Indonesia terbagi menjadi dua hal. Kerentanan tersebut yaitu sumber kerentanan eksternal dan internal. Sumber kerentanan eksternal yang paling utama datang dari hubungan perdagangan, dimana mayoritas  tujuan ekspor Indonesia seperti Amerika, Tiongkok, Jepang, dan Uni Eropa mengalami stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Dengan melemahnya ekspor, maka mempengaruhi neraca pembayaran Indonesia dan pada akhirnya mengakibatkan defisit anggaran dan menekan Rupiah.

Kepala Departemen Bidang Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Darsono mengatakan bahwa risiko melemahnya nilai tukar berpotensi mengganggu kemampuan membayar utang luar negeri (ULN) korporasi dan memicu ekspektasi kenaikan BI rate.

“Risiko melemahnya nilai tukar itu dapat mempengaruhi kemampuan bayar utang luar negeri korporasi dan memicu kenakan BI rate. Oleh karenanya, pemerintah harus memperhatikan ekspor kita, harus lebih ditingkatkan.” ujar Darsono di Kantor BI Jakarta, Rabu (10/12).

Lebih lanjut dikatakan Darsoono, sumber kerentanan internal yaitu terkait rencana kebijakan harga strategis oleh pemerintah. Selain itu, potensi tekanan harga pangan akibat dampak El-Nino juga menjadi sumber kerentanan internal.

“Dari sisi domestik, terdapat sejumlah faktor risiko yang perlu untuk diwaspadai karena dapat mengganggu stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Risiko tersebut terkait rencana kebijakan harga strategis oleh pemerintah seta potensi tekanan harga pangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sumber kerentanan adalah segala hal yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain