6 April 2026
Beranda blog Halaman 41271

Jaksa Agung Minta Empat Mobil Barbuk Korupsi Puskemas Dijaga Ketat

Jakarta, Aktual.co —Jaksa Agung HM Prasetyo memerintahkan kepada jajarannya untuk menjaga kendaraan yang berhasil sita tim penyidik terkait perkara korupsi. Ada lima mobil, 4 di antaranya tergolong mewah yang disita terkait kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas di Dinakes Kota Tangerang Selatan, Banten, tahun anggaran 2011-2012.
“Jangan ada yang berubah karena ini barang bukti,” kata Prasetyo saat meninjau 5 kendaraan tersebut yang terparkir di samping gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (10/12).
Kelima mobil tersebut satu di antaranya bermerek Suzuki jenis APV putih yang digunakan sebagai abulance bertuliskan “RSU Paniis Hospital”, berplat nomor polisi B 1039 NIX. Kemudian, keempat mobil lainnya yang tergolong mewah, yakni Volkswagen (VW) dua pintu berwarna kuning menyala, berplat nomor B 69 DDG. Kemudian Mitsubishi Pajero Sport putih B 798 DNZ, Honda CR-V putih B 789 STV, dan Toyota Corollla Altis hitam B 1615 NAA.
Penyidik gedung bundar telah menyita kelima kendaraan roda empat itu sebagai barang bukti kejahatan tindak pidana korupsi proyek puskesmas yang membelit Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, tersangka Dadang.
“Iya benar, sudah disita (mobil) milik tersangka D (Dadang), terkait kasus Puskesmas Tangsel,” kata, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana.
Penyidik menyita 5 mobil tersebut setelah menggeledah rumah tersangka Dadang dan Suprijatna Tamara (ST) selaku Komisaris PT Trias Jaya Perkasa, Jumat (28/11) lalu.
Kedua rumah yang masing-masing milik Dadang dan Suprijatna itu berlokasi di Perumahaan De Latinos Caribbean Island J 06/11, RT 04 RW 18, Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan, dan Vila Melati Mas Blok P.5 No 7-8 Jelupang, Serpong.
“Dari hasil penggeledahan, penyidik melakukan penyitaan terhadap 4 unit mobil yaitu CRV, APV, VW, dan Camry, 1 buah laptop, dan dokumen-dokumen yang terkait dengan tindak pidana korupsi tersebut,” kata Tony.
Kasus ini telah menyeret 7 tersangka, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Epid, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Neng Ulfah (NU).
Kemudian, suami dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yakni Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan yang juga tersangka korupsi alat kesehatan di Banten. Suprijatna Tamara (ST) selaku Komisaris PT Trias Jaya Perkasa, Herdian Koosnadi selaku Komisaris PT Mitra Karya Rattan, dan Direktur PT Bangga Usaha Mandiri Desy Yusandi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jaksa Agung Minta Empat Mobil Barbuk Korupsi Puskemas Dijaga Ketat

Jakarta, Aktual.co —Jaksa Agung HM Prasetyo memerintahkan kepada jajarannya untuk menjaga kendaraan yang berhasil sita tim penyidik terkait perkara korupsi. Ada lima mobil, 4 di antaranya tergolong mewah yang disita terkait kasus dugaan korupsi pembangunan puskesmas di Dinakes Kota Tangerang Selatan, Banten, tahun anggaran 2011-2012.
“Jangan ada yang berubah karena ini barang bukti,” kata Prasetyo saat meninjau 5 kendaraan tersebut yang terparkir di samping gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (10/12).
Kelima mobil tersebut satu di antaranya bermerek Suzuki jenis APV putih yang digunakan sebagai abulance bertuliskan “RSU Paniis Hospital”, berplat nomor polisi B 1039 NIX. Kemudian, keempat mobil lainnya yang tergolong mewah, yakni Volkswagen (VW) dua pintu berwarna kuning menyala, berplat nomor B 69 DDG. Kemudian Mitsubishi Pajero Sport putih B 798 DNZ, Honda CR-V putih B 789 STV, dan Toyota Corollla Altis hitam B 1615 NAA.
Penyidik gedung bundar telah menyita kelima kendaraan roda empat itu sebagai barang bukti kejahatan tindak pidana korupsi proyek puskesmas yang membelit Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, tersangka Dadang.
“Iya benar, sudah disita (mobil) milik tersangka D (Dadang), terkait kasus Puskesmas Tangsel,” kata, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana.
Penyidik menyita 5 mobil tersebut setelah menggeledah rumah tersangka Dadang dan Suprijatna Tamara (ST) selaku Komisaris PT Trias Jaya Perkasa, Jumat (28/11) lalu.
Kedua rumah yang masing-masing milik Dadang dan Suprijatna itu berlokasi di Perumahaan De Latinos Caribbean Island J 06/11, RT 04 RW 18, Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan, dan Vila Melati Mas Blok P.5 No 7-8 Jelupang, Serpong.
“Dari hasil penggeledahan, penyidik melakukan penyitaan terhadap 4 unit mobil yaitu CRV, APV, VW, dan Camry, 1 buah laptop, dan dokumen-dokumen yang terkait dengan tindak pidana korupsi tersebut,” kata Tony.
Kasus ini telah menyeret 7 tersangka, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang M Epid, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Neng Ulfah (NU).
Kemudian, suami dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yakni Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan yang juga tersangka korupsi alat kesehatan di Banten. Suprijatna Tamara (ST) selaku Komisaris PT Trias Jaya Perkasa, Herdian Koosnadi selaku Komisaris PT Mitra Karya Rattan, dan Direktur PT Bangga Usaha Mandiri Desy Yusandi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Peringati Hari HAM, Mahasiswa Papua Minta Jokowi Tarik Militer dari Tanah Papua

Sejumlah mahasiswa warga Papua menggelar aksi unjukrasa di kawan Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (10/12/2014). Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintahan Jokowi-JK untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM di tanah Papua. seperti kasus penembakan tujuh warga sipil di Kabupaten Paniai, Papua. AKTUAL/Erwin Gustianto

Tak Ditemui Anggota Dewan, Unjuk Rasa Mahasiswa Dibubarkan Paksa

Malang, Aktual.co — Demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari kelompok Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Aliansi Mahasiswa Malang berlangsung ricuh, Rabu (9/12).
Ratusan mahasiswa yang berhasil merangsek di halaman gedung dewan memaksa masuk ke dalam gedung. Alhasil saling dorong antara mahasiswa dengan aparat keamanan terjadi.
Ratusan mahasiswa, ini menuntut anggota dewan agar menemui dan menerima aspirasi mereka.
“Kami ingin masuk ke gedung dewan, kami ingin sampaikan suara rakyat, bertemu dengan dewan,” teriak salah seorang orator.
Mahasiswa yang tetap memaksa masuk gedung dewan, akhirnya dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Sontak mahasiswa yang sudah naik pitam melakukan pelemparan, baik sepatu maupun batu ke arah aparat. Bahkan, salah seorang mahasiswa dicokok aparat kepolisian.
Koordinator aksi, Nano membeberkan, kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang menindas rakyat Indonesia. Sebab, kenaikan harga BBM ini dilakukan tanpa perhitungan yang jelas.
“Pada dasarnya kenaikan harga BBM dilakukan untuk mempertahankan sistem kapitalisme,” kata Nano beberapa menit lalu.
Naiknya harga BBM, membuat para rakyat miskin menjadi menderita, sebab dengan kenaikan ini membuat harga-harga kebutuhan pokok melambung.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Ditemui Anggota Dewan, Unjuk Rasa Mahasiswa Dibubarkan Paksa

Malang, Aktual.co — Demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dari kelompok Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Aliansi Mahasiswa Malang berlangsung ricuh, Rabu (9/12).
Ratusan mahasiswa yang berhasil merangsek di halaman gedung dewan memaksa masuk ke dalam gedung. Alhasil saling dorong antara mahasiswa dengan aparat keamanan terjadi.
Ratusan mahasiswa, ini menuntut anggota dewan agar menemui dan menerima aspirasi mereka.
“Kami ingin masuk ke gedung dewan, kami ingin sampaikan suara rakyat, bertemu dengan dewan,” teriak salah seorang orator.
Mahasiswa yang tetap memaksa masuk gedung dewan, akhirnya dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Sontak mahasiswa yang sudah naik pitam melakukan pelemparan, baik sepatu maupun batu ke arah aparat. Bahkan, salah seorang mahasiswa dicokok aparat kepolisian.
Koordinator aksi, Nano membeberkan, kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang menindas rakyat Indonesia. Sebab, kenaikan harga BBM ini dilakukan tanpa perhitungan yang jelas.
“Pada dasarnya kenaikan harga BBM dilakukan untuk mempertahankan sistem kapitalisme,” kata Nano beberapa menit lalu.
Naiknya harga BBM, membuat para rakyat miskin menjadi menderita, sebab dengan kenaikan ini membuat harga-harga kebutuhan pokok melambung.

Artikel ini ditulis oleh:

Dian Sastro Pilih Pendidikan Terbaik untuk Anak-anak

Jakarta, Aktual.co — Dian Sastrowardoyo menjadi salah seorang juri ‘Women Of Worth 2014’.  Sebagai seorang publik figur, Dian berbagi pengalamannya kepada Aktual. Menurutnya, perempuan yang mempunyai peran penting dalam keluarga dan juga lingkungan sekitar.

Selain itu, kata Dian, kaum hawa juga dapat berbagi terhadap sesama. Namun, tidak melewatkan fungsinya sebagai ibu rumah tangga dalam membesarkan anak.

Aktris pemeran film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) mengaku tergugah sekali dan timbul keinginan juga untuk bisa seperti para pemenang ‘Women Of Worth’ terpilih.

“Kalau keinginan sih pasti ada, dan baru bayangan aja kalau memang ada kesempatan sih aku lebih memilih ke bidang pendidikan untuk anak-anak, “ ungkapnya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

“Pendidikan buat aku penting. Kalau kita bisa membuat anak-anak sukses di bidang pendidikan sampai tinggi kayaknya kita merubah hidupnya dia, dikasih akses yang mudah. Mungkin dengan program beasiswa, ini masih rencana dan keinginan aku aja sih,” sambungnya.

Wanita kelahiran 32 tahun tersebut mengaku belum ingin mengungkapkan lebih jauh keinginannya itu karena baru sebatas wacana. Jika sudah matang, ia akan mengungkapkannya kepada pewarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain