6 April 2026
Beranda blog Halaman 41273

Tolak Kebijakan Pemerintah, Buruh Lakukan Mogak Nasional

Ribuan buruh berkumpul dan melakukan longmarch menuju Istana di JAlan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (10/12/2014). Buruh yang terbagung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) melakukan mogok nasional sebagai bentuk kegelisahan masyarakat akibat kebijakan pemerintah saat ini. Seperti penolakan terhadap kenaikan harga BBM dan juga upah minimum Provinsi dinaikkan menjadi Rp 3,1 juta bahkan lebih, ini berlaku untuk nasional, tidak hanya Jakarta atau Bekasi saja. AKTUAL/Azzi Yuphikatama

Penaikkan BI Rate Tingkatkan Risiko Kredit Macet

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan naiknya BI Rate atau suku bunga acuan merupakan hal yang harus diwaspadai karena berpotensi meningkatkan kredit macet di sektor perumahan.

“Suka atau tidak, potensi kredit macet KPR (Kredit Pemilikan Rumah) akan mewarnai sistem perbankan nasional,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/12).

Menurut Ali Tranghanda, hal tersebut karena naiknya BI Rate ke level 7,75 persen akan berimbas pada naiknya suku bunga perbankan termasuk KPR. Diperkirakan bahwa suku bunga KPR akan naik menjadi 13,5-14 persen.

Dengan kenaikan suku bunga itu, ujar dia, dipastikan pula daya beli akan tergerus dengan cicilan KPR yang semakin meningkat.

“Sebagai ilustrasi bila sebelum kenaikan suku bunga konsumen menyicil kira-kira Rp1–1,3 juta per bulan untuk rumah Rp100–150 jutaan, maka ketika suku bunga naik maka cicilan akan meningkat menjadi Rp1,6–1,8 juta per bulan atau naik rata-rata 30 persen. Dan ini sangat memberatkan konsumen menengah bawah,” katanya.

Ali memperkirakan bahwa penetapan suku bunga “floating” (mengambang) akan mulai dirasakan pada awal tahun 2015.

Ia berpendapat, kondisi ini terjadi karena umumnya pada dua tahun terakhir, pihak perbankan mengenakan tingkat suku bunga yang relatif rendah dengan kisaran suku bunga waktu itu 6,5–8 persen.

“Nah, tahun depan para nasabah ini sudah tidak dapat menikmati fasilitas bunga fixed tersebut bersamaan dengan naiknnya suku bunga KPR yang ada,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch juga memaparkan, saat ini kalangan perbankan mulai khawatir dengan mulai banyaknya nasabah KPR yang mulai menunggak.

Dengan demikian, meski tingkat kredit macet relatif masih aman dibawah 3 persen, namun kecenderungan meningkatnya kredit macet mulai terasa.

“Dan ternyata potensi macet tidak hanya berasal dari konsumen segmen menengah bawah. Segmen menengah atas pun mulai dibayangi tunggakan karena mereka banyak yang mempunyai KPR lebih dari 1 bahkan sampai 5 atau 7 akun KPR,” katanya.

Ia juga mengatakan, hal yang membuat dampaknya akan semakin besar adalah ketika rumah-rumah yang mereka beli dengan KPR saat ini kesulitan untuk dijual kembali karena kemungkinan harga ketika dibeli telah terlalu tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penaikkan BI Rate Tingkatkan Risiko Kredit Macet

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan naiknya BI Rate atau suku bunga acuan merupakan hal yang harus diwaspadai karena berpotensi meningkatkan kredit macet di sektor perumahan.

“Suka atau tidak, potensi kredit macet KPR (Kredit Pemilikan Rumah) akan mewarnai sistem perbankan nasional,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (10/12).

Menurut Ali Tranghanda, hal tersebut karena naiknya BI Rate ke level 7,75 persen akan berimbas pada naiknya suku bunga perbankan termasuk KPR. Diperkirakan bahwa suku bunga KPR akan naik menjadi 13,5-14 persen.

Dengan kenaikan suku bunga itu, ujar dia, dipastikan pula daya beli akan tergerus dengan cicilan KPR yang semakin meningkat.

“Sebagai ilustrasi bila sebelum kenaikan suku bunga konsumen menyicil kira-kira Rp1–1,3 juta per bulan untuk rumah Rp100–150 jutaan, maka ketika suku bunga naik maka cicilan akan meningkat menjadi Rp1,6–1,8 juta per bulan atau naik rata-rata 30 persen. Dan ini sangat memberatkan konsumen menengah bawah,” katanya.

Ali memperkirakan bahwa penetapan suku bunga “floating” (mengambang) akan mulai dirasakan pada awal tahun 2015.

Ia berpendapat, kondisi ini terjadi karena umumnya pada dua tahun terakhir, pihak perbankan mengenakan tingkat suku bunga yang relatif rendah dengan kisaran suku bunga waktu itu 6,5–8 persen.

“Nah, tahun depan para nasabah ini sudah tidak dapat menikmati fasilitas bunga fixed tersebut bersamaan dengan naiknnya suku bunga KPR yang ada,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch juga memaparkan, saat ini kalangan perbankan mulai khawatir dengan mulai banyaknya nasabah KPR yang mulai menunggak.

Dengan demikian, meski tingkat kredit macet relatif masih aman dibawah 3 persen, namun kecenderungan meningkatnya kredit macet mulai terasa.

“Dan ternyata potensi macet tidak hanya berasal dari konsumen segmen menengah bawah. Segmen menengah atas pun mulai dibayangi tunggakan karena mereka banyak yang mempunyai KPR lebih dari 1 bahkan sampai 5 atau 7 akun KPR,” katanya.

Ia juga mengatakan, hal yang membuat dampaknya akan semakin besar adalah ketika rumah-rumah yang mereka beli dengan KPR saat ini kesulitan untuk dijual kembali karena kemungkinan harga ketika dibeli telah terlalu tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Janda Anak Satu

Jakarta, Aktual.co — Polsek Cikembar dan Polres Sukabumi memburu pelaku pembunuhan janda muda yang merupakan warga Kampung Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang jasadnya ditemukan di sumur belakang rumahnya.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban diketahui bernama Risna Riswati (38) warga Kampung Simpenan, RT 04 RW 07, Desa/Kecamatan Cikembar.
Korban yang hilang sejak Senin, (8/12) ini akhirnya ditemukan oleh keluarganya dengan kondisi yang memprihatinkan di dalam sumur, setelah dievakuasi mulut korban ditutup oleh lakban dan kakinya terikat tali serta terdapat beberapa luka tusukan di bagian perut korban. Jasad janda satu anak ini pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi Cibadak, untuk dilakukan autopsi.
“Dari hasil penyelidikan dan olah TKP diduga kasus pembunuhan ini motifnya adalah perampokan, karena ada barang korban yang hilang. Tetapi, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku dan motif utamanya,” kata Kapolsek Cikembar AKP Endah, Rabu (10/12).
Menurut Endah, korban tinggal di dalam rumah hanya dengan anaknya yang baru duduk di bangku kelas II SMP, selain itu kondisi rumah saat jasad korban ditemukan terkunci dari dalam. Untuk menghilangkan jejak, setelah membunuh korban pelaku membenamkan jasadnya ke dalam sumur yang berada di belakang rumahnya.
“Kami belum memastikan apakah ini perampokan disertai pembunuhan, karena kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi seperti keluarga korban yang pertama kali menemukan jasad wanita ini,” tambahnya.
Sementara, Erna yang merupakan kakak korban mengatakan sebelum kejadian, adiknya itu kerap menginapkan teman laki-lakinya. Terakhir pada Minggu, (7/12) ada dua orang lelaki yang juga menginap di rumah singel parent itu dan pada Senin pun kedua lelaki itu masih ada.
“Terakhir melihat adik saya saat anaknya berpamitan mau sekolah, tetapi setelah itu menghilang dan setelah diperiksa ke dalam rumahnya mobil KIA Rio warna merah sudah hilang dan rumah pun terkunci dari dalam dan baru ditemukan jasadnya pada Selasa malam di sumur,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Janda Anak Satu

Jakarta, Aktual.co — Polsek Cikembar dan Polres Sukabumi memburu pelaku pembunuhan janda muda yang merupakan warga Kampung Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang jasadnya ditemukan di sumur belakang rumahnya.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, korban diketahui bernama Risna Riswati (38) warga Kampung Simpenan, RT 04 RW 07, Desa/Kecamatan Cikembar.
Korban yang hilang sejak Senin, (8/12) ini akhirnya ditemukan oleh keluarganya dengan kondisi yang memprihatinkan di dalam sumur, setelah dievakuasi mulut korban ditutup oleh lakban dan kakinya terikat tali serta terdapat beberapa luka tusukan di bagian perut korban. Jasad janda satu anak ini pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sekarwangi Cibadak, untuk dilakukan autopsi.
“Dari hasil penyelidikan dan olah TKP diduga kasus pembunuhan ini motifnya adalah perampokan, karena ada barang korban yang hilang. Tetapi, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku dan motif utamanya,” kata Kapolsek Cikembar AKP Endah, Rabu (10/12).
Menurut Endah, korban tinggal di dalam rumah hanya dengan anaknya yang baru duduk di bangku kelas II SMP, selain itu kondisi rumah saat jasad korban ditemukan terkunci dari dalam. Untuk menghilangkan jejak, setelah membunuh korban pelaku membenamkan jasadnya ke dalam sumur yang berada di belakang rumahnya.
“Kami belum memastikan apakah ini perampokan disertai pembunuhan, karena kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi seperti keluarga korban yang pertama kali menemukan jasad wanita ini,” tambahnya.
Sementara, Erna yang merupakan kakak korban mengatakan sebelum kejadian, adiknya itu kerap menginapkan teman laki-lakinya. Terakhir pada Minggu, (7/12) ada dua orang lelaki yang juga menginap di rumah singel parent itu dan pada Senin pun kedua lelaki itu masih ada.
“Terakhir melihat adik saya saat anaknya berpamitan mau sekolah, tetapi setelah itu menghilang dan setelah diperiksa ke dalam rumahnya mobil KIA Rio warna merah sudah hilang dan rumah pun terkunci dari dalam dan baru ditemukan jasadnya pada Selasa malam di sumur,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Gaya Ahok saat Terima 5 Bus Tingkat Pariwisata dari Tahir Foundation

Gaya Gubernur DKI Jakarta Ahok, saat menerima dua bus tingkat yang dihibahkan Tahir Foundation kepada Pemprov DKI di Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/12/2014). Tahir Foundation menghibahkan lima bus tingkat kepada Pemprov DKI yang akan digunakan untuk melayani warga Ibu Kota selama adanya peraturan sepeda motor dilarang masuk Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain