4 April 2026
Beranda blog Halaman 41286

Kebut Bahas RAPBD, KMP-KIH di DPRD DKI ‘Berdamai’

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik mengatakan, DPRD DKI Jakarta akan kebut pembahasan APBD 2015 yang saat ini tengah digodok di Badan Musyawarah.
Menurutnya adanya libur bersama menjelang Natal pada 24-27 Desember dan reses, mempengaruhi lambannya pembahasan RAPBD 2015. Namun, dia memastikan, pembahasan rampung pada 29 Desember.
Agar pembahasan APBD DKI 2015 tidak semakin terlambat, Taufik memastikan fraksi-fraksi Koalisi Merah Putih (KMP) DKI dan fraksi-fraksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPRD DKI akan berdamai. 
Dia mencontohkan dengan rapat Bamus yang  berlangsung hari ini, di mana masing-masing kubu fokus membahas KUA-PPAS.
“Selama untuk kepentingan masyarakat, ya saya kira, kita mesti bersatu,kan Bamus juga anggotanya dari KIH dan KMP,” ujarnya, di DPRD DKI, Selasa (9/12).
Sementara kepastian pengesahan RAPBD, ketua DPD Gerindra Jakarta ini enggan mempersoalkannya, lantaran cuma masalah teknis. 
“Nanti eksekutif nyusun kode rekening. Tapi, kegiatan DPRD selesai pembahasannya selesai,” kata Taufik usai memimpin rapat pertama Bamus bersama eksekutif, di Gedung DPRD,Jakarta Pusat,Selasa (9/12)
Taufik menegaskan, DPRD memperketat jadwal sidang agar RAPBD segera selesai bukan karena beredarnya Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) No. 903/6865/SJ tertanggal 24 November lalu mengenai percepatan penyelesaian rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD 2015. 
“Bukan karena itu, tapi memang karena waktunya, karena memang harus segera kita selesaikan. Makanya, kerjanya memang marathon sampai malam, waktu reses itu 12-19 Desember. Jadi pada tanggal itu, tidak boleh kerja sampai malam, karena waktu itu waktu reses, dewan kerja di luar kantor. Selebihnya, kerjanya bisa sampai malam,” papar ketua presidium KMP ini.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan, DPRD dan kepala daerah harus menyetujui bersama Raperda tentang APBD sebelum dimulainya taun anggaran (TA) tiap tahun. Jika tidak, dikenakan sanksi administratif, seperti tidak dibayarkan hak-hak keuangan selama enam bulan sebagaimana Pasal 312 ayat (2) UU No. 23/2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Kebut Bahas RAPBD, KMP-KIH di DPRD DKI ‘Berdamai’

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik mengatakan, DPRD DKI Jakarta akan kebut pembahasan APBD 2015 yang saat ini tengah digodok di Badan Musyawarah.
Menurutnya adanya libur bersama menjelang Natal pada 24-27 Desember dan reses, mempengaruhi lambannya pembahasan RAPBD 2015. Namun, dia memastikan, pembahasan rampung pada 29 Desember.
Agar pembahasan APBD DKI 2015 tidak semakin terlambat, Taufik memastikan fraksi-fraksi Koalisi Merah Putih (KMP) DKI dan fraksi-fraksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPRD DKI akan berdamai. 
Dia mencontohkan dengan rapat Bamus yang  berlangsung hari ini, di mana masing-masing kubu fokus membahas KUA-PPAS.
“Selama untuk kepentingan masyarakat, ya saya kira, kita mesti bersatu,kan Bamus juga anggotanya dari KIH dan KMP,” ujarnya, di DPRD DKI, Selasa (9/12).
Sementara kepastian pengesahan RAPBD, ketua DPD Gerindra Jakarta ini enggan mempersoalkannya, lantaran cuma masalah teknis. 
“Nanti eksekutif nyusun kode rekening. Tapi, kegiatan DPRD selesai pembahasannya selesai,” kata Taufik usai memimpin rapat pertama Bamus bersama eksekutif, di Gedung DPRD,Jakarta Pusat,Selasa (9/12)
Taufik menegaskan, DPRD memperketat jadwal sidang agar RAPBD segera selesai bukan karena beredarnya Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) No. 903/6865/SJ tertanggal 24 November lalu mengenai percepatan penyelesaian rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD 2015. 
“Bukan karena itu, tapi memang karena waktunya, karena memang harus segera kita selesaikan. Makanya, kerjanya memang marathon sampai malam, waktu reses itu 12-19 Desember. Jadi pada tanggal itu, tidak boleh kerja sampai malam, karena waktu itu waktu reses, dewan kerja di luar kantor. Selebihnya, kerjanya bisa sampai malam,” papar ketua presidium KMP ini.
Dalam surat edaran tersebut disebutkan, DPRD dan kepala daerah harus menyetujui bersama Raperda tentang APBD sebelum dimulainya taun anggaran (TA) tiap tahun. Jika tidak, dikenakan sanksi administratif, seperti tidak dibayarkan hak-hak keuangan selama enam bulan sebagaimana Pasal 312 ayat (2) UU No. 23/2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Semalam, Demo Aliansi Mahasiswa UI Sempat Diwarnai Ricuh

Jakarta, Aktual.co —Aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa malam (9/12) kemarin tepat di hari Anti Korupsi Sedunia, mendapat pengawalan ketat kepolisian. Yakni dari Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan dan Polsek Beji, Depok. 
Dalam aksi yang diikuti 30 puluh mahasiswa itu, mereka menuntut penurunan harga BBM bersubsidi; pemberantasan koruptor dan mafia migas; dan pencopotan Jenderal Sutarman dari jabatannya sebagai Kapolri.
Dimulai pukul 17:15 WIB, aksi sempat akan dibubarkan kepolisian saat para mahasiswa berjaket almamater kuning itu mencoba membakar ban dan memblokade Jalan Raya Lenteng Agung. Suasana sempat ricuh. Namun aksi akhirnya tetap bisa berlanjut hingga pukul 20:00 WIB.
Dalam orasinya, Aliansi Mahasiswa UI menyatakan kebijakan penaikan BBM bersubsidi merupakan bukti bahwa rezim Joko Widodo – Jusuf Kalla telah mendzalimi rakyat. Karena menyebabkan kenaikan harga pangan, biaya transportasi publik dan lain-lain. Menurut mereka, kebijakan itu tidak tepat.
Ketimbang menaikkan BBM bersubsidi, masih banyak solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah. Seperti memberantas mafia migas, menangkap koruptor yang menyebabkan kobocoran APBN, menaikkan pajak di sektor industri besar, dan nasionalisasi aset strategis Indonesia. 
Selain itu, penaikan harga BBM di kala turunnya harga minyak dunia adalah bukti bagaimana rezim Jokowi – Jusuf Kala melanggar UU APBN 2014.
Tuntutan Aliansi mahasiswa UI agar Kapolri Sutarman mundur juga dilontarkan terkait tindakan kekerasan yang diperlihatkan aparat kepolisian dalam menghadapi protes kenaikan BBM. Seperti terbunuhnya Muhamad Arif di Makassar dan ditangkapnya 8 orang mahasiswa di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Semalam, Demo Aliansi Mahasiswa UI Sempat Diwarnai Ricuh

Jakarta, Aktual.co —Aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia, Selasa malam (9/12) kemarin tepat di hari Anti Korupsi Sedunia, mendapat pengawalan ketat kepolisian. Yakni dari Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan dan Polsek Beji, Depok. 
Dalam aksi yang diikuti 30 puluh mahasiswa itu, mereka menuntut penurunan harga BBM bersubsidi; pemberantasan koruptor dan mafia migas; dan pencopotan Jenderal Sutarman dari jabatannya sebagai Kapolri.
Dimulai pukul 17:15 WIB, aksi sempat akan dibubarkan kepolisian saat para mahasiswa berjaket almamater kuning itu mencoba membakar ban dan memblokade Jalan Raya Lenteng Agung. Suasana sempat ricuh. Namun aksi akhirnya tetap bisa berlanjut hingga pukul 20:00 WIB.
Dalam orasinya, Aliansi Mahasiswa UI menyatakan kebijakan penaikan BBM bersubsidi merupakan bukti bahwa rezim Joko Widodo – Jusuf Kalla telah mendzalimi rakyat. Karena menyebabkan kenaikan harga pangan, biaya transportasi publik dan lain-lain. Menurut mereka, kebijakan itu tidak tepat.
Ketimbang menaikkan BBM bersubsidi, masih banyak solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah. Seperti memberantas mafia migas, menangkap koruptor yang menyebabkan kobocoran APBN, menaikkan pajak di sektor industri besar, dan nasionalisasi aset strategis Indonesia. 
Selain itu, penaikan harga BBM di kala turunnya harga minyak dunia adalah bukti bagaimana rezim Jokowi – Jusuf Kala melanggar UU APBN 2014.
Tuntutan Aliansi mahasiswa UI agar Kapolri Sutarman mundur juga dilontarkan terkait tindakan kekerasan yang diperlihatkan aparat kepolisian dalam menghadapi protes kenaikan BBM. Seperti terbunuhnya Muhamad Arif di Makassar dan ditangkapnya 8 orang mahasiswa di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta. 

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Rini Sebut Seleksi Calon Direksi Garuda Rampung Pekan Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa proses seleksi calon direksi Garuda Indonesia telah masuk dalam tahap finalisasi dan akan selesai dalam pekan ini. Ia juga mengisyaratkan bahwa calon direksi Garuda yang sedang menjalani seleksi itu lebih dari satu.

“Semuanya masih dalam proses, dalam assessment, ada yang belum selesai. Calon tidak cuma satu orang,” kata Rini di Jakarta, Selasa (9/12).

Rini menjelaskan, pencarian pengganti direksi Garuda Indonesia juga melibatkan persetujuan Presiden RI Joko Widodo. Kemungkinan dalam dua hari lagi nama-nama calon direksi maskapai pelat merah itu bakal diserahkan pada Jokowi.

“Kami sebagai kuasa pemegang saham biasanya juga mengusulkan ke Presiden tidak cuma satu nama. Jadi tiap kali assessment untuk mereka memakan waktu. Ini sudah ada beberapa yang finalisasi hampir selesai, hari ini atau besok akan selesai, kemungkinan tanggal 12 Desember ini akan ada rapat,” katanya.

Seperti diketahui, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat ini sudah memasuki masa perpanjangan dua tahun sebagai orang nomor satu di perusahaan itu.

Emirsyah menjabat sebagai direktur utama pada perusahaan penerbangan “plat merah” itu sejak tahun 2005, setelah pada tahun 2003 juga pernah menjabat Direktur Keuangan Garuda.

Hingga September 2014 Garuda membukukan rugi bersih (rugi yang diatribusikan kepada entitas induk) sebesar 219,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,63 triliun, terperosok 1.362 persen dibanding rugi bersih periode sama 2013 sebesar Rp180 miliar. Penyebab utama kerugian tersebut lebih karena belum pulihnya kondisi makro ekonomi global, ditambah tingginya harga bahan bakar serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang lebih dari 20 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri Rini Sebut Seleksi Calon Direksi Garuda Rampung Pekan Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa proses seleksi calon direksi Garuda Indonesia telah masuk dalam tahap finalisasi dan akan selesai dalam pekan ini. Ia juga mengisyaratkan bahwa calon direksi Garuda yang sedang menjalani seleksi itu lebih dari satu.

“Semuanya masih dalam proses, dalam assessment, ada yang belum selesai. Calon tidak cuma satu orang,” kata Rini di Jakarta, Selasa (9/12).

Rini menjelaskan, pencarian pengganti direksi Garuda Indonesia juga melibatkan persetujuan Presiden RI Joko Widodo. Kemungkinan dalam dua hari lagi nama-nama calon direksi maskapai pelat merah itu bakal diserahkan pada Jokowi.

“Kami sebagai kuasa pemegang saham biasanya juga mengusulkan ke Presiden tidak cuma satu nama. Jadi tiap kali assessment untuk mereka memakan waktu. Ini sudah ada beberapa yang finalisasi hampir selesai, hari ini atau besok akan selesai, kemungkinan tanggal 12 Desember ini akan ada rapat,” katanya.

Seperti diketahui, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat ini sudah memasuki masa perpanjangan dua tahun sebagai orang nomor satu di perusahaan itu.

Emirsyah menjabat sebagai direktur utama pada perusahaan penerbangan “plat merah” itu sejak tahun 2005, setelah pada tahun 2003 juga pernah menjabat Direktur Keuangan Garuda.

Hingga September 2014 Garuda membukukan rugi bersih (rugi yang diatribusikan kepada entitas induk) sebesar 219,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp2,63 triliun, terperosok 1.362 persen dibanding rugi bersih periode sama 2013 sebesar Rp180 miliar. Penyebab utama kerugian tersebut lebih karena belum pulihnya kondisi makro ekonomi global, ditambah tingginya harga bahan bakar serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang lebih dari 20 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain