17 April 2026
Beranda blog Halaman 41412

Marzuki: Statemen Faisal Basri Bisa Menjadi Legitimasi Para Mafia

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua DPR Marzuki Alie mengaku khawatir statemen yang disampaikan Ketua Komiter Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri justru menjadi legitimasi bagi mafia untuk terus berjalannya ekspor-impor minyak mentah dan impor BBM. 
Statemen Faisal Basri itu adalah menyatakan bahwa menurunkan harga minyak adalah langkah keliru.
“Kalau Faisal Basri menyatakan Pemerintah keliru menurunkan harga minyak, artinya pola kerja Pemerintah saat inj tidak berubah, dari sebelumnya. Saya khawatir ini justru melegitimasi kerja mafia BBM,” kata Marzuki di Jakarta, Senin (8/12).
Menurut Marzuki, pemerintah seharusnya menyediakan hasil produksi minyak dalam negeri seluruhnya untuk BBM subsidi, sehingga tidak berpengaruh berapapun harga minyak dunia. Hanya saja pendapatan Pemerintah dari hasil penjualan minyak dalam negeri akan menjadi Volatile, tergantung harga minyak dunia.
“Untuk itu Pemerintah harusnya segera berusaha bagaimana masyarakat segera beralih energy alternatif sehingga pada saatnya BBM tak perlu lagi disubsidi,” ujar Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.
Mengenai statemen Faisal Basri tentang kilang Pertamina sudah tua dan tidak efisien, Marzuki berpendapat masalah kilang bukan pada umur kilangnya, tetapi pada selisih antara harga produk yang dihasilkan, dikurangi dengan biaya bahan baku minyak mentah dan biaya energi untuk mengolah minyak mentah tersebut pada kilang yang dimaksud.
“Jadi kunci membuat kilang pertamina memperoleh keuntungan adalah mengolah minyak mentah yang murah dengan menghasilkan produk BBM yang mahal harganya. Minyak mentah yang relatif murah adalah minyak mentah domestik karena rendahnya biaya transport. Produk BBM yang mahal harganya adalah Solar,” jelasnya.
Solar subsidi, lanjut Marzuki, sebaiknya diproduksi seluruhnya di kilang Pertamina dengan mengolah minyak mentah domestik. Karena diproduksi Solar subsidi seluruhnya di dalam negeri, maka solar jenis ini bisa diberi warna berbeda, dikendalikan, dimonitor, dan diawasi distribusinya.
“Kilang Pertamina bisa mengolah sekitar 1 juta barel minyak mentah, yaitu kilang Dumai, Musi, Balongan, Cilacap dan Kasim,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Versi Ical dan Agung Bakal Berebut Tiga Jenis Legitimasi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Poltracking Institute Hanta Yuda menilai perpecahan Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono akan berujung pada perebutan tiga jenis legitimasi. 
Kata Hanta lagi, siapa yang bisa menguasai legitimasi ini akan menang untuk menahkodai partai beringin dalam lima tahun kedepan.
Tiga jenis legitimasi itu, kata Hanta, adalah pertama, legitimasi internal partai. Dalam hal ini meliputi kekuatan dari sisi AD/ART, dukungan pengurus daerah baik DPD I, DPD II, hingga pengurus kecamatan dan desa.
“Siapa yang menguasai dukungan akar rumput di provinsi, kabupaten, kota, kelurahan, hingga desa, maka dialah yang akan meraih legitimasi internal Golkar,” ucap Hanta di Jakarta, Senin (8/12).
Legitimasi kedua, lanjut Hanta, adalah legitimasi publik. Persepsi dan opini masyarakat akan menentukan apakah kubu Ical lebih kuat dibanding kubu Agung laksono.
“Nah, yang ketiga baru legitimasi adminsitratif. Dalam hal inilah, maka kedua kubu melaporkan surat pengesahan ke Kementerian Hukum dan HAM,” tandas Hanta.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Versi Ical dan Agung Bakal Berebut Tiga Jenis Legitimasi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Poltracking Institute Hanta Yuda menilai perpecahan Partai Golkar antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono akan berujung pada perebutan tiga jenis legitimasi. 
Kata Hanta lagi, siapa yang bisa menguasai legitimasi ini akan menang untuk menahkodai partai beringin dalam lima tahun kedepan.
Tiga jenis legitimasi itu, kata Hanta, adalah pertama, legitimasi internal partai. Dalam hal ini meliputi kekuatan dari sisi AD/ART, dukungan pengurus daerah baik DPD I, DPD II, hingga pengurus kecamatan dan desa.
“Siapa yang menguasai dukungan akar rumput di provinsi, kabupaten, kota, kelurahan, hingga desa, maka dialah yang akan meraih legitimasi internal Golkar,” ucap Hanta di Jakarta, Senin (8/12).
Legitimasi kedua, lanjut Hanta, adalah legitimasi publik. Persepsi dan opini masyarakat akan menentukan apakah kubu Ical lebih kuat dibanding kubu Agung laksono.
“Nah, yang ketiga baru legitimasi adminsitratif. Dalam hal inilah, maka kedua kubu melaporkan surat pengesahan ke Kementerian Hukum dan HAM,” tandas Hanta.
Laporan: M Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

PBSI Panggil Atlet Mulai 4 Januari 2015

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), akan memanggil sejumlah atlet untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta, mulai awal tahun depan.

“Pemanggilan pelatnas pada 4 Januari dan kita akan mulai dengan tes fisik, tes kesehatan, dan tes lainnya,” kata Kepala Subbidang Pelatnas PBSI, Ricky Soebagdja di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (8/12).

Ricky mengatakan, pemanggilan atlet-atlet nasional masih menunggu hasil kejuaraan nasional PBSI pada 10-14 Desember di Cirebon, Jawa Barat dan Kejuaraan Junior Masters yang akan berlangsung 19-23 Desember di Pelatnas PBSI.

“Dua kejuaraan itu akan menjadi bagian dari penilaian atlet. Kami juga menyiapkan atlet-atlet yang akan masuk dalam Olimpiade di Rio 2016,” kata Ricky.

Ricky mengatakan komposisi atlet dalam pelatnas PBSI adalah 60 persen – 70 persen adalah atlet junior dan 30 persen – 40 persen adalah atlet senior.

“Dari jumlahnya, kuota untuk atlet tunggal putra ada 12 orang, tunggal putri delapan orang, ganda putra delapan pasang atau enam belas orang, ganda putri delapan pasangan, dan ganda campuran tujuh pasang,” kata Ricky.

Porsi atlet junior dalam pelatnas itu, kata Ricky, lebih besar dibanding atlet senior karena PBSI juga menyiapkan atlet-atlet nasional sejak dini menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo.

Ricky mengatakan PBSI tidak lagi membedakan status atlet junior sebagai atlet potensi dan atlet senior sebagai atlet prestasi pada 2015.

“Pelatihannya tetap berbeda karena itu prinsip, tapi secara status tidak ada perbedaan dan atlet-atlet masih dilatih dalam satu kategori,” kata Ricky.

Seluruh atlet-atlet nasional PBSI telah kembali ke klub masing-masing sejak 20 November untuk mempersiapkan diri dalam kejuaraan nasional 2014 yang akan digelar 10-14 Desember di Cirebon.

Namun, tujuh atlet yang akan mewakili Indonesia dalam Superseries Final di Dubai, Uni Emirat Arab, tetap akan berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung selepas kejuaraan nasional berakhir.

PBSI akan mengumumkan lebih lanjut tentang promosi degradasi untuk atlet-atlet yang tidak akan bergabung dalam pelatnas pada 4 Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

PBSI Panggil Atlet Mulai 4 Januari 2015

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), akan memanggil sejumlah atlet untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta, mulai awal tahun depan.

“Pemanggilan pelatnas pada 4 Januari dan kita akan mulai dengan tes fisik, tes kesehatan, dan tes lainnya,” kata Kepala Subbidang Pelatnas PBSI, Ricky Soebagdja di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (8/12).

Ricky mengatakan, pemanggilan atlet-atlet nasional masih menunggu hasil kejuaraan nasional PBSI pada 10-14 Desember di Cirebon, Jawa Barat dan Kejuaraan Junior Masters yang akan berlangsung 19-23 Desember di Pelatnas PBSI.

“Dua kejuaraan itu akan menjadi bagian dari penilaian atlet. Kami juga menyiapkan atlet-atlet yang akan masuk dalam Olimpiade di Rio 2016,” kata Ricky.

Ricky mengatakan komposisi atlet dalam pelatnas PBSI adalah 60 persen – 70 persen adalah atlet junior dan 30 persen – 40 persen adalah atlet senior.

“Dari jumlahnya, kuota untuk atlet tunggal putra ada 12 orang, tunggal putri delapan orang, ganda putra delapan pasang atau enam belas orang, ganda putri delapan pasangan, dan ganda campuran tujuh pasang,” kata Ricky.

Porsi atlet junior dalam pelatnas itu, kata Ricky, lebih besar dibanding atlet senior karena PBSI juga menyiapkan atlet-atlet nasional sejak dini menjelang Olimpiade 2020 di Tokyo.

Ricky mengatakan PBSI tidak lagi membedakan status atlet junior sebagai atlet potensi dan atlet senior sebagai atlet prestasi pada 2015.

“Pelatihannya tetap berbeda karena itu prinsip, tapi secara status tidak ada perbedaan dan atlet-atlet masih dilatih dalam satu kategori,” kata Ricky.

Seluruh atlet-atlet nasional PBSI telah kembali ke klub masing-masing sejak 20 November untuk mempersiapkan diri dalam kejuaraan nasional 2014 yang akan digelar 10-14 Desember di Cirebon.

Namun, tujuh atlet yang akan mewakili Indonesia dalam Superseries Final di Dubai, Uni Emirat Arab, tetap akan berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung selepas kejuaraan nasional berakhir.

PBSI akan mengumumkan lebih lanjut tentang promosi degradasi untuk atlet-atlet yang tidak akan bergabung dalam pelatnas pada 4 Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Diduga Agen Asing Terlibat Penembakan Papua, Presiden Harus Bertindak Tegas

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah harus menanggapi serius kasus penembakan yang terjadi di Puncak Jayawijaya hingga mengakibatkan tewasnya dua brimob beberapa hari kemarin. Jangan, sampai ada anggapan bila kasus itu hanya kriminal biasa saja.
Demikian disampaikan, Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsy, ketika dihubungi, di Jakarta, Senin (8/12).
“Ini bukan perkara kriminal biasa, gerakan bersenjata disanalebih mengarah pada upaya pemberontakan, ini adalah bagian dari gerakan organisasi papua merdeka,” ucap dia.
“Jadi yang diserang bukan anggotaBrimob sebagai perorangan, namun sebagai sebuah organisasi negara.”
Oleh karena itu, sambung dia, tindakan kelompok ini jangan hanya disikapi seperti kejahatan pidana pada umum. Sebab, apa yang mereka lakukan itu bisa dikategorikan sebagai tindakan yang membahayakan negara.
Terlebih, kata dia, dengan beredarnya informasi soal adanya salah satu pelaku yang ditangkap diduga agen intelijen asing, yang semakin menguatkan indikasi makar di Indonesia, khususnya di tanah Cendrawasih itu.
“Apabila informasi ini benar, Presiden harus bertindak secara tegas. Tak boleh ada intel asing yang coba-coba mengobok-obok republik ini,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain