18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41453

Realisasi Penerimaan Pajak Capai 75,73 Persen

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Jenderal Pajak mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 14 November 2014, baru mencapai Rp812,1 triliun atau 75,73 persen dari target dalam APBN-Perubahan sebesar Rp1.072,3 triliun.

Berdasarkan rilis Humas Ditjen Pajak yang diterima di Jakarta, Kamis (27/11), realisasi tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp761,7 triliun atau sekitar 76,54 persen dari target dalam APBN-Perubahan 2013.

Dari pencapaian Rp812,1 triliun tersebut, penerimaan PPh non migas telah mencapai Rp389,1 triliun atau 80 persen dari target Rp485,9 triliun, penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp328,4 triliun atau 69 persen dari target Rp475,5 triliun.

Sementara penerimaan PPh Migas mencapai Rp74,5 triliun atau 88,81 persen dari target Rp83,8 triliun, penerimaan PBB mencapai Rp14,9 triliun atau 68,5 persen dari target Rp21,7 triliun dan penerimaan pajak lainnya mencapai Rp5 triliun atau 97,5 persen dari target 5,1 triliun.

Rata-rata realisasi pada 2014 lebih tinggi dari pencapaian 2013, karena penerimaan PPh nonmigas tahun lalu hanya tercatat Rp359,1 triliun atau 77,3 persen dari target, penerimaan PPN dan PPnBM juga hanya mencapai Rp309,2 triliun atau 73 persen dari target.

Namun, penerimaan PBB tahun lalu lebih tinggi dari 2014, karena mencapai Rp17,3 triliun atau 63,4 persen dari target, sedangkan penerimaan PPh migas lebih rendah dari tahun ini, yaitu hanya mencapai Rp71,6 triliun atau 96,5 persen dari target.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Taufik Ingatkan Ahok Konsisten Pakai Perpu No.1 Tahun 2014

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPD Gerindra Jakarta, M Taufik meminta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap konsisten menerapkan Perpu No. 1/2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Jika Ahok konsisten menerapkan Perppu yang dipakai sebagai landasan hukum pelantikannya sebagai gubernur, kata Taufik, maka sudah sepatutnya dia tidak meminta pihak lain  merekomendasikan nama wakil gubernur (Wagub) DKI.
“Kalau konsisten dengan Perppu, enggak ada kewenangan siapa-siapa (soal Wagub Jakarta), kecuali gubernur. Kalau pakai UU No. 32/2004 tentang Pemda, wagub baru dipilih DPRD,” Kata Taufik di, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).
Dengan begitu, ujarnya, Gerindra tidak ikut campur persoalan pengusulan nama calon wakil Gubernur dari partai Politik.
“Gerindra enggak ada kewenangan (menuntukan Wagub Jakarta), jadi enggak ikut campur,” ungkap Ketua Presidium KMP DKI ini.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: Rupiah Diprediksi Melemah

Jakarta, Aktual.co — Pada penutupan perdagangan kemarin laju Rupiah tampaknya tidak kuat dengan aksi jual sehingga cenderung bergerak melemah. Padahal sebelumnya Rupiah mencoba bertahan dari pelemahannya sehingga masih membutuhkan konfirmasi kuat lainnya untuk menjaga laju penguatannya tersebut.

“Melemahnya Yuan seiring langkah pemerintah yang akan melonggarkan ekonominya turut berimbas pada penurunan Rupiah,” ujar analis pasar modal dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (28/11).

Tampaknya sentimen yang ada kurang dapat memberikan konfirmasi penguatan lanjutan.

“Laju Rupiah diprediksi berada di bawah target level support Rp12.168. Rupiah kembali dicoba pertahanannya sehingga masih membutuhkan konfirmasi kuat tambahan untuk dapat membalikkan Rupiah ke zona hijau,” terangnya.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) diprediksi berada di rentang support Rp12.185-12.170.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jakarta Langganan Banjir, Ini Penyebabnya

Jakarta, Aktual.co —Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyimpulkan beberapa faktor penyebab banjir di Jakarta. 
Penyebab utamanya permasalahan banjir di Jakarta ini dikarenakan kawasan di utara mempunyai struktur tanah yang lebih rendah. 
“Di bawah muka laut terjadi pasang. Sungai dari Botabek mengalir ke Jakarta dan bermuara di Teluk Jakarta,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Kamis (27/11).
Pengambilan air tanah juga menjadi penyebab turunnya permukaan tanah. Seperti yang terjadi di Kapuk yang ada perumahan mewah. 
“Selain itu air laut yang pasang cenderung meningkat akibat dari pemanasan global.”
Kata dia, pesatnya pembangunan dan perubahan tata guna lahan di daerah hulu, menyebabkan run off. Yakni aliran yang mengalir di atas permukaan menuju sungai, danau, atau laut yang disebabkan curah hujan melebihi laju infiltrasi. 
Sedangkan faktor terakhir yang menyebabkan wilayah ibukota sering dilanda banjir yakni kesadaran masyarakat masih rendah soal kebersihan lingkungan. Penumpukan sampah dan hunian ilegal di bantaran kali yang sering mengalami kendala dalam relokasi.
“Ada 4000 KK yang mendiami bangunan ilegal di bantaran kali Pesanggrahan aliran kali Ciliwung dari Srengseng Sawah sampai ke Manggarai.”tutup Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

Pensiunan Karyawan Pertamina Tolak Dwi Soetjipto jadi Dirut

Jakarta, Aktual.co — Setelah Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan memilih Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dari dinasti mantan dirut Ari H Soemarno (2006-2009) seperti Ahmad Faisal, Ferederick Siahaan ST dan Widyawan Prawira Atmaja. 
Munculnya nama Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk, Dwi Soetjipto untuk jabatan Dirut Pertamina dari pihak eksternal, Espekape akan menolak total nama tersebut untuk jabatan Dirut Pertamina. “Jika pilihan Bapak Presiden Jokowi untuk Dirut Pertamina bernama Bapak Dwi Soetjipto, yang Dirut Semen Indonesia. Dengan tegas, kami akan menolak total, bila perlu turun demo sebagai bentuk atas penolakan tersebut. Demi Pertamina, untuk aksi unjuk rasa menolak Pak Soetjipto jadi Dirut Pertamina masih punya semangat,” kata Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat, dalam siarannya kepada pers, Kamis (28/11). Kata Binsar, Pertamina akan menjadi berantakan dalam mencapai target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2014 dalam koordinasi, sinergi dan kolaborasi antar anak perusahaan yang menekankan agar seluruh anak perusahaan bisa membiasakan diri untuk bekerja secara teamwork, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Apalagi, menurut Ketua Umum eSPeKaPe, RKAP 2014 yang ditargetkan Pertamina adalah 491 MBOEPD, dimana untuk minyak sebesar 221 MBOPD dan gas 1.568 MMSCFD, setelah realisasi pencapaian produksi migas Pertamina 2013 se­besar 460,6 MBOEPD, tentu sangat membutuhkan kerja keras.
“Tidak bisa perusahaan BUMN sekaliber Pertamina yang bertekad meraih Asian Energy Champion tahun 2025 dan meningkatkan peringkat ke dalam 50 besar dalam Global Fortune, dipimpin oleh bukan ahlinya, dipimpin yang tidak kompeten dari sisi disiplin ilmunya. Maka akan tinggal menunggu kehancuran, atau akan tabrak sana sini karena bukan bidangnya,” papar Binsar Effendi. Sekalipun keberhasilan Soetjipto dalam membangun industri semen nasional telah mengantarkan Indonesia sebagai produsen semen terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan saat ini PT. Semen Indonesia sudah menjadi pemain global untuk industri semen dan memiliki pabrik sendiri di luar negeri, dengan mengakuisisi sebuah perusahaan semen Thang Long Cement di Vietnam. Mengurus semen itu sangatlah beda dengan mengurus migas yang mengemban amanat konstitusi negara, yakni Pasal 33 UUD 1945. “Di Pertamina meskipun sudah menjadi perseroan tapi bangunan tugasnya sebagai agent of development, security of supply dan barrier to entry yang diamanatkan Pasal 33 UUD 1945 itu masih melekat untuk mengejar pendapatan negara, kemakmuran rakyat dan ketahanan nasional’, tandas Binsar Effendi.
Sangatlah ironis jika Menteri BUMN Rini M Soemarno yang memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina memaksakan dibalik kepentingannya dengan mengajukan nama Soetjipto untuk calon Dirut Pertamina belakangan ini, dan Presiden Jokowi yang Ketua Tim Penilai Akhir (TPA) kemudian menyetujui untuk Soetjipto menjadi Dirut Pertamina dengan mengesampingkan aspirasi masyarakat, terutama dari yang datang dari pensiunan Pertamina. Menurut Binsar Effendi,  baru-baru ini ratusan karyawan Semen Indonesia melakukan aksi demo di kantor pusat perusahaan di Gresik, Jawa Timur, yang menuntut Soetjipto mundur dari jabatannya. Dalam orasinya, Ketua Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) Aditya Sugeng membacakan tuntutan Soetjipto mundur. Selain itu, karyawan juga menuntut selamatkan aset bangsa dan saatnya revolusi mental di Semen Indonesia, serta selamatkan keberlangsungan operasional Pabrik Tuban. Bahkan karyawannya sendiri menolak segala macam acara gebyar-gebyar tahun baru, celebration nite dan sejenisnya, termasuk menolak segala macam bentuk pencitraan untuk kepentingan pribadinya. “Apa yang model begini yang akan dipilih menjadi Dirut Pertamina? Tentu kami di eSPeKaPe akan berusaha untuk turun ke jalan jika kejadian”, pungkasnya.
Sebagaimana kita ketahui,  kata Binsar, Soetjipto itu bergabung dengan Semen Padang pada 1981 dan menjabat Kepala Departemen Litbang Semen Padang (1990-1995), Direktur Litbang Semen Padang (1995-2003), dan Direktur Utama Semen Padang (2003-2005). Soetjipto juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Igasar (1998-2003). Koordinator Bidang Diklat dari Institut Semen dan Beton Indonesia (2000-sekarang), dan Dirut Semen Indonesia sejak 2013 sampai 2015. Soetjipto meraih gelar Doktor Bidang Ekonomi dari UI, Magister Manajemen dari Universitas Andalas, dan Sarjana Teknik Kimia dari ITS. Selain itu Dirut Semen Indonesia ini berlatar belakang Akuntan, sama seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi.

Artikel ini ditulis oleh:

WKSI: IHSG Diprediksi Menguat

Jakarta, Aktual.co — Analis pasar modal memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (28/11) akan berada pada rentang support 5.115-5.128 dan resisten 5.153-5.164.

Separating lines dekati area upper bollinger band (UBB ). MACD masih terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya meski terbatas.

“Laju IHSG sempat menyentuh target resisten (5141-5148) dan berhasil bertahan di atas kisaran area target support (5095-5100),” ujar Head of Research, Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam riset yang diterima di Jakarta, Jumat (28/11).

Menurutnya, mulai tipisnya kenaikan memberikan ruang terbatas bagi IHSG untuk dapat bergerak naik secara signifikan.

“Tetap, mencermati sentimen yang ada dan waspadai potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain