17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41462

Bentrok, 3 Mahasiswa di Yogya Diamankan Polisi

Yogyakarta, Aktual.co — Sebanyak tiga orang mahasiswa ditangkap polisi dalam aksi unjuk rasa yang berujung bentrok di pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, Kamis (27/11).
Bentrokan terjadi ketika beberapa anggota polisi menghampiri mahasiswa yang mahasiswa yang berkumpul di sekitar gerbang kampus.
Mahasiswa yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, memblokir jalan hingga memicu polisi untuk melakukan pengamanan.
Ketiga Mahasiswa yang ditangkap, sempat menjadi bulan-bulanan polisi hingga menyebabkan luka di bagian tubuhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kerusuhan Ferguson, Media Tiongkok Singgung Penegakan HAM di AS

Jakarta, Aktual.co — Media Massa di Tiongkok mempertanyakan masalah Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat, terkait kerusuhan yang terjadi di kota Ferguson.
Massa berunjuk rasa di beberapa kota di AS, memprotes keputusan dewan juri  pada Senin (24/11), yang membebaskan seorang polisi kulit putih, Darren Wilson atas penembakan terhadap remaja kulit hitam, Michael Brown.
“Sebagai pengingat untuk Paman Sam (AS), bahwa ada banyak pelanggaran HAM di tanah sendiri, dan harus memperbaiki masalah (negara) sendiri sebelum mengkritik negara lain,” komentar sebuah artikel di kantor berita Xinhua, seperti yang dikutip dari BBC News.
AS dan Tiongkok kerap saling tuduh terkait masalah HAM. AS sering mengkritik catatan HAM di Tiongkok, sementara Tiongkok menyebut AS memberikan penetapan sendiri terhadap masalah HAM.

Artikel ini ditulis oleh:

Begini Cara Tersangka Korupsi Sembunyikan Barang Ilegal ke Sel

Jakarta, Aktual.co — Pada Sidak yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 15 Oktober lalu, terungkap mengapa para koruptor di dalam sel KPK memiliki sejumlah barang Ilegal, seperi Handphone dan sejumlah uang.
Dalam gelar barang bukti yang dilakukan digelar di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/11), sejumlah barang bukti ditunjukan, termasuk foto-foto yang menggambarkan bagaimana barang ilegal itu diseludupkan.
Salah satu barang bukti yang ditunjukan adalah sebuah novel berbahasa inggris, dimana novel tersebut dalamnya dilubangi sedemikian rupa sehingga bisa memuat sebuah smartphone beserta pelindungnya.
“Bagaimana kita tidak bisa melarang, tahanan membawa buku lebih dari lima buah eksemplar jika didalamnya terdapat ini,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan, Kamis (29/11).
Selain itu, juga ditunjukan foto-foto bagaimana para koruptor di dalam tahanan bisa memiliki sejumlah uang, dalam salah satu foto terdapat penyangga rak buku dimana lubang didalamnya dimanfaatkan untuk menyelipkan uang yang telah dilinting hingga padat.
Johan mengatakan, dalam sidak itu KPK menemukan sejumlah uang tunai milik para tahanan koruptor, antara lain di dalam Rutan C1 Pria, di ruangan Anas Urbaningrum terdapat uang 900 ribu rupiah, di ruang Gulat Manurung 902.400 rupiah, Mamak Jamaksari 120 ribu rupiah.
Sementara di Rutan Guntur antara lain, di ruangan RE Wardhana uang tunai Rp. 18.250.000, Annas Maakmun Rp. 2.100.000, Andi Malarangeng 700 ribu rupiah, di ruang Budi Mulya Rp. 3.400.000, Ade Swara, dan Rp. 2.400.000.
“Juga Selain itu juga ditemukan sejumlah uang tunai dalam plastik putih yang dikubur didalam tanah depan pintu sel di Rutan KPK Guntur dan uang tunai di dalam ember senilai 25 juta rupiah.”

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

IGK Manila Pertanyakan Rencana Pengambilalihan Pengelolaan GBK

Jakarta, Aktual.co — Rencana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengambil alih pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK), dipertanyakan oleh mantan manajer Timnas sepakbola Indonesia, IGK Manila.

“Kalau cuma ganti dari Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) ke Kemenpora, itu kan satu badan juga, pemerintah-pemerintah juga. Ini ada apa?” tanya Manila ketika dihubungi Aktual.co, Kamis (27/11).

Lebih jauh disampaikan pemilik nama lengkap I Gusti Kompyang Manila itu, dalam mewujudkan rencana pengambil alihan pengelolaan komplek GBK, Kemenpora harus memiliki kejelasan. “Jangan cuma ganti kepengeolaan tapi tidak ada dampak yang bagus,” tegasnya.

“Apa yang mau diganti? Badan yang mengelola? Apa mau ada pihak swasta yang membantu, atau merombak birokrasi Pusat Pengelolaan Komplek GBK (PPKGBK)?” tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Menpora Imam Nahrowi, mengaku sudah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan), untuk mengambil alih pengelolaan komplek GBK dari Setneg.

“Saya sudah tanda tangan surat untuk Kemenpan yang ditembuskan untuk Sekretariat Negara (Setneg). Ini untuk mengambil alih pengelolaan GBK,” papar Menpora, Senin (24/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Tetap Fit dan Bugar ala Sammy Simorangkir

Jakarta, Aktual.co — Di sela-sela kesibukannya, Sammy Simorangkir berbagi tips kepada kami tentang menjaga kesehatan agar tetap fit dan bugar. Anda bisa mencontoh kiat yang sudah dilakukan oleh pria kelahiran Bandung, 8 September 1982 tersebut.

“Kalau saya sih intinya sekarang di-rider lengkap sama vitamin-vitamin, dan suka minta ke panitia suatu acara buat menyediakan tempat hotel yang ada fasilitas tempat olahraganya” jelasnya kepada Aktual.co di gedung Menara Bank Mega, jalan Kapten Tandean, Jakarta Selatan, Kamis (27/11).  

“Kalau misalkan jadwal ke luar kota, sampainya pagi di hotel, saya sempetin waktu istirahat sampe sore, terus bangun sekitar jam enam sore, dibiasakan minum susu, makan dan juga langsung olahraga, karena jadwal konser selalu tengah malam. Dan itu setiap hari begitu” lanjutnya.

Beberapa jenis olahraga pernah dicoba oleh mantan vokalis Kerispatih tersebut. “Paling sering itu olahraga kayak lari sama nge-gym,” ceplosnya.

Agar mendapatkan hasil maksimal, Sammy membiasakan mengasup sayur dan buah-buahan. “Makan sayur dan buah apa aja saya hajar supaya daya tahan tubuhnya kuat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus E-KTP, KPK Isyaratkan Tersangka Baru

Semarang, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Busyro Muqoddas, mengisyaratkan bakal ada tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri. 
“E-KTP jalan terus. Anda kan melihat mendengar dan sebagainya sejumlah saksi kita periksa terus. Enggak akan berhenti. Tidak menutup kemungkinan (ada tersangka baru),” kata Busyro, di Semarang, Kamis (27/11).
Pihaknya pun tetap melanjutkan kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi penting.
Sebelum tersangka baru diumumkan, KPK harus lebih dulu menemukan dua alat bukti yang cukup soal keterlibatannya dalam proyek e-KTP. “Tapi sampai sekarang belum,” ujar Busyro.
KPK sudah menetapkan Sugiharto selaku pejabat pembuat komitmen dalam proyek senilai Rp 6 miliar tersebut sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal (3) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Dalam kasus tersebut menyeret pula nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR, namun Busyro berkelit dan menyebut mengetahui nama tersebut dari sejumlah pewarta. 
“Saya baru tahu itu dari kalian (pewarta-red) Ganjar Pranowo terlibat. Kalau memang ada perlu diperiksa, periksa. Tapi memang bukan direncanakan. Enggak boleh kami merencanakan itu.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain