17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41463

Gas Air Mata Polisi Sesaki Masjid di Dalam kampus UMI

Jakarta, Aktual.co — Masjid Umar Bin Khattab yang ada di dalam kampus UMI, Makassar, dipenuhi gas air mata pihak kepolisian yang masuk ke dalam kampus.
Hal ini diunggah oleh akun twiter @Passompe. 
Polisi menyisir mahasiswa hingga kedalam kampus, pasca bentrok yang terjadi di depan kantor Gubernur Sulsel, Kamis (27/11).
Sebelumnya, Seorang warga yang bergabung dengan mahasiswa saat sedang melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Sulsel, tertabrak mobil water canon polisi, Kamis (27/11).
Korban yang bernama M Arif (20), tertabrak water canon yang mendatangi kerumunan mahasiswa dan warga, guna membubarkan aksi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Percobaan Vaksin Ebola Melewati Tes Awal

Jakarta, Aktual.co — Percobaan Vaksin virus Ebola yang dibuat oleh perusahaan farmasi AS, Glaxo Smith Kline, berhasil melewati tes tahap pertama, tanpa menimbulkan efek samping yang serius pada beberapa sukarelawan yang diuji.
“Eksperimen vaksin Ebola tersebut tidak menimbulkan efek samping pada 20 sukarelawan sehat yang menerima vaksin itu saat uji klinis tahap awal,” kata laporan beberapa orang ilmuwan, Rabu (26/11).
Percobaan yang dimulai 2 September 2014 tersebut memantau sukarelawan dalam 48 jam yang difokuskan pada penilaian keamanan vaksin tersebut.
Selain itu reaksi imun yang ditimbulkan juga menawarkan harapan bahwa vaksin tersebut efektif memberantas Ebola.
Vaksin injeksi yang dikembangkan di NIAID dan perusahaan bioteknologi Okairos tersebut diakuisisi oleh GlaxoSmithKline. Vaksin tersebut mengandung material genetik dari dua bibit Ebola Zaire yang bertanggung jawab atas terjadinya wabah di Afrika Barat.
Percobaan tersebut mengikutsertakan sukarelawan berusia 18-50 tahun, dimana sebagian menerima dosis lebih rendah dan lainya lebih tinggi. 
Di lain pihak, percobaan vaksin anti ebola dari perusahaan Johnson & Johnson juga akan melakukan ujicoba yang rencananya dimulai pada Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Busyro: Pihak BCA Sudah Pernah Diperiksa

Jakarta, Aktual.co —  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengatakan bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi pajak Bank Central Asia dengan tersangka mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo, dilakukan secara bertahap guna kepentingan penuntasan perkara.
“Kasus ini ditangani secara bertahap dengan memanggil sejumlah pihak (untuk diperiksa),” katanya di Semarang, Kamis (27/11), tanpa memerinci tahapan penanganan yang dimaksud.
Saat ditanya mengenai siapa saksi-saksi yang telah dipanggil KPK itu, Busyro hanya menyebutkan bahwa saksi tersebut dari BCA.
Busyro membantah jika KPK dianggap merahasiakan identitas saksi-saksi yang diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pajak BCA.
“Tidak benar (anggapan) itu, seingat saya sudah ada yang dipanggil dari BCA, tapi jumlah dan namanya saya lupa,” ujarnya sambil berjalan meninggalkan sejumlah wartawan.
Sebelumnya KPK telah menetapkan mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam menerima seluruh keberatan wajib pajak atas Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) PT Bank BCA tahun pajak 1999-2003.
Kasus yang menjerat Hadi Poernomo adalah dugaan penyalahgunaan wewenang karena memberikan nota untuk menerima keberatan pajak penghasilan badan (PPH) Bank BCA 1999-2003 sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp375 miliar.
Atas perbuatan tersebut, KPK menyangkakan berdasarkan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.
Pasal tersebut mengatur tetang penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara.
Dalam perkembangan penyidikan, penyidik KPK telah memeriksa mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution sebagai saksi atas tersangka Hadi Poernomo di Gedung KPK pada Senin (11/8).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Suap RAPD, Polda Kalteng Buru 4 Anggota DPRD Kapuas

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, masih memburu empat anggota DPRD Kapuas terkait kasus dugaan suap pembahasan penetapan RAPD Kapuas 2015. Saat ini polisi menetapkan status buron terhadap keempat anggota DPRD tersebut.
“Saat ini yang tengah dikejar adalah Eddy Fariansyah (Demokrat), Tommy (PPP), Jainal Makmur (PKB), dan Rommy (PDIP),” kata Kasubbagops Tipikor Bareskrim Mabes Polri AKBP Arief Adiharsa dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (27/11).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rommy berasal dari PDI Perjuangan, Eddy Fariansyah berasal dari Partai Demokrat, Tommy dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Jainal Makmur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Arief mengungkapkan, pihaknya akan terus mengejar mereka. Selain itu, kata Arief, seluruh anggota DPRD lain terkait perencanaan pembagian jatah masing-masing anggota.
“Juga akan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan Kadis PU terkait sumber dana suap, memeriksa Kabag Keuangan  Kapuas bernama Hartini terkait sumber dana sebanyak Rp 100 juta, dan memeriksa Sekwan Kapuas terkait risalah rapat Paripurna RAPBD Kapuas tahun 2015,” beber Arief.
Saksi lain yang masuk dalam daftar pemeriksaan polisi adalah Sekda Kapuas terkait perencanaan jumlah uang yang akan dibagikan kepada anggota DPRD.
Kemudian, Arief menambahkan, polisi akan melakukan penggeledahan terhadap rumah dan kantor para tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Water Canon Polisi Tabrak Demonstran Hingga Tewas di Makassar

Jakarta, Aktual.co — Seorang warga yang bergabung dengan mahasiswa saat sedang melakukan unjuk rasa di kantor Gubernur Sulsel, tertabrak mobil water canon polisi, Kamis (27/11).
Korban yang bernama M Arif (20), tertabrak water canon yang mendatangi kerumunan mahasiswa dan warga, guna membubarkan aksi tersebut.
Bentrokan antara mahasiswa dengan petugas kepolisian dipicu oleh petugas yang memaksa untuk membubarkan aksi mahasiswa di depan kantor gubernur.
Aksi lempar batu dan letupan gas air mata mewarnai bentrokan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Indef: Sepuluh Indikator Kegagalan Ekonomi

Jakarta, Aktual.co —  Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan meskipun enam indikator ekonomi membaik sejak 2004, namun ada 10 indikator yang nisbi mengalami kegagalan, seperti melebarnya ketimpangan yang terlihat dari naiknya gini ratio 0,5 serta gejala deindustrialisasi karena kontribusi sektor industri terhadap PDB menurun. Kemudian, neraca perdagangan dari sebelumnya surplus pada 2004 sebesar 25,06 miliar dolar AS, namun menjadi defisit 4,06 miliar dolar AS pada 2013, dan tingginya pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Elastisitas satu persen pertumbuhan, dalam membuka lapangan kerja menurun dari 436 ribu menjadi 164 ribu atau turun 272 ribu. Efisiensi juga memburuk yang disebabkan oleh inefisiensi birokrasi, korupsi dan keterbatasan infrastruktur,” ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam pemaparan proyeksi ekonomi Indonesia 2015 di Jakarta, Kamis (27/11).

Indikator lainnya yang memburuk adalah “tax ratio” yang turun 1,4 persen, kesejahteraan petani yang turun 0,92, utang pemerintah yang mencemaskan serta APBN yang naik namun disertai oleh defisit keseimbangan primer.

“Tahun 2004, keseimbangan primer surplus 1,83 persen dari PDB, tahun 2013 menjadi defisit 1,19 persen. Postur APBN menjadi semakin tidak proposional, boros dan semakin didominasi pengeluaran rutin serta birokrasi,” tutur Enny.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain