16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41479

Korupsi e-KTP, KPK Garap Anggota Konsorsium Telkom

Jakarta, Aktual.co — Penyidikan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik di Kementerian Dalam Negeri masih terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi.
Lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad cs itu pun menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota Konsorsium PT Telkom, Noerman Taufik yang menjabat sebagai ketua tim teknis.
Noerman bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen di Ditjen Dukcapil Kemendagri. Dalam kasus ini dia disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
“Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka S,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Kamis (27/11).
Selain Noerman, dalam kasus ini, KPK juga melakukan pemanggilan kepada Ruddy Indarto Raden, seorang PNS Ditjen Dukcapil di Kementrian Dalam Negeri, kemudian Malyono Marwan, Edworo Budianto, Suryana dan Drajat Wisnu Setyawan dari pihak swasta.
Menurut Priharsa, kelima orang tersebut juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto.
Sebelumnya, penetapan tersangka atasnama Sugiharto dilakukan setelah KPK meningkatkan penyelidikan status kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP dari penyelidikan ke penyidikan. Sugiharto diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengaruh Teknologi Lewat Teater Digambarkan di Teater ‘Pecah Belah’

Jakarta, Aktual.co — Peserta se-Sumatera Selatan mencoba menggambarkan pengaruh teknologi dan perkembangan zaman lewat teater pada Festival ‘teater pecah belah’ di Graha Budaya Jakabaring, Palembang, Rabu (27/11).

“Beginilah bila teknologi sudah merasuki kita semua,” kata salah satu aktor mencoba menggambarkan akibat pada satu adegan akhir pertunjukan di Palembang, Rabu.

Sementara itu, beberapa tim mencoba memainkan peran khayalan baik dan buruk terhadap dampak teknologi. Tercatat 13 tim teater dari kota Palembang, beberapa kabupaten dan kota yang turut serta pada pergelaran ini.

Festival ini tidak hanya diikuti komunitas teater umum, tetapi juga teater binaan di sekolah dan kelas pelajar. Para peserta pun dinilai cukup apik dan total dalam pementasannya masing-masing pada festival teater yang berlangsung dari 26 hingga 28 November ini.

“Bila sempat di akhir festival juri lomba yang juga merupakan aktor mapan teater Indonesia Imam Sholeh akan memberikan materi workshop kepada para peserta,” ujar Haikal Indrajaya selaku penyelenggara dari Dinas Kebudayaan dan pariwisata Sumsel.

Artikel ini ditulis oleh:

Lagi, Eks Sekjen ESDM Diperiksa Sebagai Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Bekas Sekretaris Jenderal Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Kamis (27/11). 
Waryono bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi dalam kegiatan di Kementrian ESDM.
“WK akan diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (27/11).
Waryono tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.15, menggunakan kemeja batik hijau dan berkopeah hitam, dia bergegas masuk ke dalam ruang pemeriksaan tanpa mengindahkan awak media yang menyerbunya dengan pertanyaan.
Dalam agenda yang dipublikasikan oleh KPK, Waryono seharusnya diperiksa pada Rabu (26/11), namun hingga malam hari Waryono tak kunjung tiba dan baru mendatangi KPK pada hari ini.
Pada Rabu (26/11),penyidik KPK juga memeriksa dua saksi untuk Waryono yakni Kepala Bidang Pemindah Tanganan, Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara di Kementerian ESDM, Sri Utami dan Sesditjen Ketenaga Listrikan Kementerian ESDM, Arif Indarto.
Untuk diketahui, Waryono merupakan tersangka dengan dua surat perintah penyidikan yakni penerimaan gratifikasi dan mark up anggaran kesetjenan. Kasus gratifikasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap atas mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.
Diketahui, KPK menemukan uang senilai USD200 ribu di ruang kerja Waryono Karno, saat menggeledah Setjen ESDM. Duit itu rupanya menjadi pintu masuk dari penyidikan kasus ini. Uang tersebut menjadi bagian pemberian Rudi yang sebelumnya diminta Waryono untuk kepentingan pemberian uang kepada Komisi VII DPR.
Atas kasus itu, Waryono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf B dan atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Guru SMP Tewas Seketika Karena Terlindas Truk

Jakarta, Aktual.co — Guru Sekolah Menengah Pertama Siti  37 Medan Aminah (36) tewas dilindas truk colt diesel di Jalan Menteng 7 depan Yayasan Perguruan Vermatidasi, Rabu (26/11) siang.
Personel Satlantas Polsek Medan Area Brigadir Jufri mengatakan, korban langsung dibawa ke RSUD dr Pirngadi. “Sementara sopir dan truk yang dikemudikannya dibawa ke Satlantas Polresta Medan untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Jufri, Kamis (27/11). 
Saksi, Dian (37) mengatakan, saat itu Siti Aminah sedang melintas di lokasi kejadian dengan mengendarai Honda Vario BK 5899 ADB.
Namun, tanpa disadari korban ada angkutan kota yang dikemudikan Wahyudi Suryono (25) melaju kencang dan menyalip Siti yang mengendarai sepeda motor. Kemudian, muncul truk colt diesel yang datang dari arah Jalan Jermal menuju ke Amplas, dan langsung melindas tubuh korban. 
Nahas, korban langsung meninggal seketika di tempat kejadian. Hal tersebut pun mengundang, perhatian penduduk sekitar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Presiden Berharap Kasus Pembelakan Liar Beri Efek Jera

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo berharap kasus pembalakan liar dapat diatasi dengan cara memberikan efek jera terhadap para pelaku. Terlebih, proses hukumnya tetap berjalan dengan lancar tanpa ada intervensi pihak tertentu.
“Perintah Bapak Presiden adalah proses hukumnya tetap berjalan dan tidak boleh ada back ing back ingan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Pekanbaru, Rabu (26/11) malam.
Apalagi, lanjut dia, pemerintahan Jokowi-JK mengatakan hal yang penting untuk memberikan efek jera yaitu memberikan hukuman berat kepada para pelaku pembalakan liar.
Menurut dia, apalagi selama ini para pelaku pembalakan liar banyak divonis ringan, bahkan dibebaskan. Meski demikian, Siti menyebut, proses hukum belum berjalan pada pencabutan izin perusahaan karena dinilai sebagai kesalahan personel dalam perusahaan.
Namun demikian, kata dia, terdapat evaluasi dan pembinaan terhadap perusahaan yang personelnya diduga melakukan tindakan pembalakan liar. Siti mengatakan, pentingnya untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan kerja antara lembaga seperti dengan pihak pemerintah daerah dan aparat TNI/Polri.
Apalagi, Presiden Jokowi telah memperoleh gambaran mengenai penegakan dan proses hukum terhadap pembalakan liar juga dari pihak lembaga swadaya masyarakat.
Setelah mendapatkan gambaran, pemerintah menyimpulkan bahwa yang dibutuhkan adalah niat dan pengawasan secara berkelanjutan agar pembalak liar tidak lagi melanjutkan aksinya.
“Kesimpulan beliau (Presiden Jokowi) yang penting niatnya. Supervisi di lapangan harus terus-terusan,” katanya.
Untuk itu, ujar dia, pengawasan ke depannya akan lebih diintensifkan sembari dengan meningkatkan penegakan hukum yang juga telah dilaksanakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ingin Terlihat Anggun dan Cantik? Ini Tips Cerdas Pilih Busana

Jakarta, Aktual.co — Semakin usia bertambah, wanita kian peduli akan penampilan dan busana yang ia pakai. Tampil anggun dan cantik bisa dengan pemilihan busana yang kita kenakan. Pemilihan busana yang kurang tepat bisa membuat tampilan Anda menjadi kurang elegan di mata rekan-rekan kerja.

Wanita dewasa harus cerdas dalam melihat trend fashion terkini. Disesuaikan dengan bentuk tubuh, warna kulit, kepribadian, dan usia. Tak hanya itu, aksesoris yang digunakan sebagai pelengkap haruslah sesuai dengan pakaian yang dipakai. Disini, kami berikan beberapa tips yang bisa jadi referensi Anda dalam memilih busana.

Pemilihan warna yang tepat
1. Pilih warna pakaian yang sesuai dengan situasi acara yang akan dihadiri.
2. Sesuaikan dengan warna kulit, tidak terlalu gelap maupun terang.
3. Hindari warna cerah dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Motif pakaian
1. Pilih busana atau pakaian yang memiliki style yang simple seperti, jaket lengan panjang, dan sebagainya.
2. Hindari memakai pakaian dengan motif yang sama.
Aksesoris yang digunakan
1. Kombinasikan aksesoris dengan busana misalnya, ikat pinggang disesuaikan dengan pakaian.
2. Hindari aksesoris bergaya etnik yang terlalu besar atau berat.

Pemilihan jaket atau blazer yang tepat
1. Pilih jaket atau blazer yang memiliki siluet mengikuti bentuk tubuh
2. Bagi Anda yang suka blazer tidak terlalu panjang, sebaiknya menutupi area pinggul dengan ikat pinggang yang serasi agar terlihat lebih stylish.
3. Blazer yang panjang sangat cocok dipadankan dengan rok selutut.
4. Hindari memadukan jaket atau blazer dengan celana atau rok bermotif sama, karena terkesan kaku.

Pilih rok yang sesuai
1. Hindari rok yang terlalu panjang, atau pendek, dan ketat.
2. Jangan memakai rok dengan lekukan terlalu sempit, karena akan membuat Anda Nampak seperti anak-anak.
3. Pastikan panjang rok tepat dengan lutut.
4. Tidak memakai rok mini dan corak warna atau gambar yang terlalu mencolok.

Bila Anda telah bisa memilih busana dengan baik, kami yakin Anda semakin percaya diri tampil di kantor.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain