3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41531

Firman Soebagyo Dianugerahi Coastal Award Kementerian KKP

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Firman Soebagyo menerima penghargaan ‘Coastal Award’ dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. 
Anggota DPR asal Jawa Tengah ini menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti pada acara Konas IX Surabaya, Kamis (20/11) kemarin. 
Diungkapkan Firman, berdasarkan penilaian Tim Coastal Award Kementerian KKP ia dinilai sebagai sosok yang sangat peduli dengan pengelolaan desa pesisir laut dan pulau-pulau kecil. Terutama saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode 2009-2014.
Salah satu bentuk kepedulian itu ditunjukkan secara nyata atas peran aktifnya dalam penyusunan regulasi di parlemen. Yakni revisi Undang-Undang Wilayah Desa Pesisir dan disahkannya RUU Kelautan menjadi Undang-Undang. 
“RUU Kelautan ini menjadi Undang-Undang yang nyaris tidak terselesaikan pada masa jabatan DPR sebelumnya yang memakan waktu 10 tahun,” ucap Firman kepada Aktual.co, Minggu (23/11). 
Ia berharap dengan raihan penghargaan Coastal Award Kementerian KKP ini semakin termotivasi melakukan kegiatan yang muaranya kepentingan rakyat. Selain itu, penghargaan juga dapat memotivasi anggota DPR lainnya untuk melakukan yang terbaik untuk rakyat. 

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Pengemis dan Gelandangan Ibu Kota Terjaring Razia

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 23 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring razia yang dilakukan Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Minggu (23/11).
Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Ismu Taryono mengatakan, 23 PMKS yang terjaring akan dibawa ke panti sosial untuk direhabilitasi.
Para PMKS ini dijaring di beberapa lokasi yaitu di Kembangan, Cengkareng, Daan Mogot, Jembatan Genit, Tubagus Angke, Grogol, Stasiun Kota, Gajah Mada, Hayam Wuruk dan Slipi. Mereka terdiri atas 7 Pekerja seks komersial, 5 waria, dan 11 gelandangan dan pengemis.
“Razia ini merupakan instruksi dari Pak Gubernur yang menginginkan Jakarta bebas dari PMKS. Mereka nanti akan dikirim ke Panti Sosial Kedoya untuk dibina,” ujar Ismu.
Suku Dinas Sosial Jakbar telah berhasil menjaring lebih dari 800 PMKS terhitung dari bulang Januari hingga November tahun ini. Operasi ini melibatkan aparat kepolisian dan juga tentara karena pihak PMKS sering melakukan perlawanan saat dirazia.
“Kami selalu menemukan wajah baru saat razia,” kata Ismu.
Ismu menghimbau masyarakat Jakarta Barat agar tidak memberikan sedekah atau sumbangan kepada PMKS. Jika ditemukan PMKS, masyarakat jangan segan-segan melapor ke pihak RT atau RW hingga pihak Kelurahan atau Kecamatan.
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang atau keluarga yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dan karenanya tidak dapat menjalin hubungan yang serasi dan kreatif dengan lingkungannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar. Yang termasuk ke dalam PMKS diantaranya adalah gelandangan, pengemis, pekerja seks komersial, orang stress/psychotic, pengamen dan pemulung.

Artikel ini ditulis oleh:

Mega Ketum PDIP Seumur Hidup?

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Bambang Yuwono, mengatakan bahwa kongres pada 2015 akan mengukuhkan kembali Megawati Soekarno Putri sebagai Ketua Umum.
“Ini sesuai dengan keputusan Rakernas PDIP di Semarang beberapa hari lalu,” kata Bambang Yuwono dalam sosialisasi Juklak Musancab, Konfercab dan Konferda, serta penjaringan calon ketua PAC, DPC dan DPD di Pamekasan, Madura, Minggu (23/11).
Bambang menambahkan, keputusan untuk mengukuhkan kembali Megawati sebagai Ketum PDIP akan mulus karena partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih ini membutuhkan figur yang kuat untuk membantu tata kelola pemerintahan, mengingat Presiden Joko Widodo diusung oleh PDIP.
“Bu Megawati ini adalah figur yang kuat dan pengangkatan beliau sebagai ketum juga sudah berdasarkan musyawarah mufakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah meminta agar pemilihan ketua di semua jenjang kepengurusan partai memakai mekanisme musyawarah mufakat. Pemilihan melalui sistem voting suara terbanyak dinilai tidak sesuai dengan idiologi partai yang berprinsip gotong royong.
“Kalau musyawarah mufakat tidak tercapai, maka pemilihan ketua harus diulang,” kata Said.

Artikel ini ditulis oleh:

Operasi Sepekan, Sudin Jakpus Tindak 228 Pelaku Parkir Liar

Jakarta, Aktual.co — Operasi parkir liar oleh Dinas Perhubungan DKI hingga saat ini masih dijalankan. Di Jakarta Pusat, 228 kendaraan sudah berhasil ditindak oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat selama sepekan, dari tanggal 17 hingga 22 November lalu. 
“Selama sepekan, ada 15 mobil yang kami derek,” Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Harlem Simanjuntak di Jakarta, Minggu (23/11).
Diungkapkan dia, terdapat 60 kendaraan yang dikenakan sanksi tilang dan 153 sepeda motor yang dicabut pentilnya. Ditambah dengan tiga angkutan umum dan angkutan barang yang dihentikan pengoperasiannya karena kondisi kendaraan sudah tidak layak.
“Kami juga selalu bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam melakukan operasi penertiban,”  jelasnya. 
Harlem melanjutkan, pihaknya akan terus melakukan operasi terhadap kendaraan yang diparkir sembarangan. Ia menugaskan beberapa petugasnya untuk menyebar ke beberapa titik di Jakarta Pusat yang rawan parkir liar. 
“Setiap hari kami memantau titik rawan parkir liar seperti di Tanah Abang, Roxy dan Cikini. Minimal satu hari ada dua mobil yang diderek,” kata dia. 
Operasi parkir liar Dinas Perhubungan DKI Jakarta berlaku sejak September lalu. Operasi dilakukan untuk mensterilkan trotoar dan bahu jalan dari parkir kendaraan sembarangan. Sanksi yang diterapkan beragam, dari mencabut pentil kendaraan hingga tilang sebesar Rp. 500.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyakit Diabetes Menghantui Anak Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Dokter spesialis pola kembang anak Dr Aman Pulungan, SpA (K) mengatakan,  jumlah anak yang menderita DM pada 2014 mencapai 1.100 anak. Ini angka yang sangat menyedihkan karena anak-anak itu akan selalu hidup dengan diabetes sepanjang hayatnya.
“Setiap minggu selalu ada anak penderita diabetes baru,” ucap Aman dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Rumah Sakit Daya Medika di Jakarta, Minggu (23/11).
Meningkatnya jumlah diabetes pada anak, lanjut Aman, berhubungan langsung dengan kelakuan di keluarga Indonesia. “Kalau libur, anak itu dipersilakan memakan apa saja. Seharusnya tidak boleh seperti itu,” ucapnya.
Diabetes merupakan penyakit autoimun yang kemudian dicetuskan oleh defesiensi vitamin. Biasanya anak akan terlebih dulu menderita DM tipe I, namun ada juga tipe II yang disebabkan oleh obesitas.
“Sedikitnya paparan matahari pada anak juga menyebabkan diabetes. Kita punya data, 15 persen anak di Jakarta jarang terpapar matahari,” papar Aman.
Ciri-ciri diabetes pada anak yakni mudah haus, sering buang air kecil, selalu lapar, penurunan berat badan yang tidak sehat, selalu lelah, masalah penglihatan, dan infeksi ragi. Aman mengimbau para orang tua yang mempunyai anak-anak dengan ciri di atas untuk membawanya ke dokter sebelum terlambat.
Indonesia saat ini menempati peringkat ke-10 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Diperkirakan penderita diabetes akan semakin meningkat karena perubahan gaya hidup masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar Tata Negara Sebut Pelantikan Ahok Cacat Hukum

Jakarta, Aktual.co — Pakar hukum tata negara Masnur Marzuki mengatakan, pengangkatan Ahok sebagai Gubernur DKI memang cacat hukum formil karena tidak ada dasar hukum pengangkatan gubernur melalui Peraturan Presiden (Perpres).
“Sebagaimana diamanatkan Perppu. Keppres pengangkatan Ahok adalah bukti Presiden telah memberi pelajaran buruk tata kelola pemerintahan dan kepatuhan pada UU/Perppu,” kata Dosen Tata Negara UII Yogyakarta tersebut, ketika dihubungi aktual.co, Minggu (23/11).
Dia menjelaskan, seharusnya payung hukum teknis baik Peraturan Pemerintah maupun Perpres pengangkatan dan pelantikan gubernur diterbitkan terlebih dahulu sebelum dilantiknya Gubernur DKI Jakarta definitif. Apalagi pelantikan Ahok adalah pelantikan gubernur pertama dalam sejarah yang dilantik di istana sesuai amanat Perppu.
“Presiden seharusnya arif dan bijaksana dalam mengaplikasikan aturan konstitusi dan UU. Pasca dilantiknya Ahok jangan heran akan muncul gugatan dari berbagai pihak yang melihat celah hukum menggugatnya ke PTUN seperti yang dilakukan KMP DKI,” tandas Masnur.
Masnur memberi contoh kasus Keppres pengangkatan hakim konstitusi Patrialis Akbar yang pernah digugat ke PTUN oleh koalisi ornop karena menganggap Keppresnya dibuat dengan mengabaikan amanat UU.
“Nah, jangan sampai Keppres pengangkatan dan pelantikan Ahok akan bernasib serupa dengan Keppres pengangkatan hakim konstitusi Patrialis Akbar. Presiden harus jadi contoh penyelenggara negara yang tertib dan patuh pada aturan hukum,” tukas Masnur.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain