3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41532

Hadapi MEA, Mahasiswa Wajib Miliki Jiwa Enterpreneurship

Jakarta, Aktual.co — Demi meningkatkan semangat kewirausahawan jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, Lembaga swadaya masyarakat Pemuda Investasi Nusantara (PIN) bekerjasama dengan Kemenpora dan Menwa UMJ mengadakan seminar “Membangun Jiwa Wirausaha Pemuda Indonesia” di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

”Jiwa enterpreneurship Mahasiswa harus terus ditingkatkan, sehingga ketika terjun ke masyarakat dapat menumbuhkan inovasi dan masukan yang bermanfaat. Meskipun kecil namun berkualitas dapat meningkatkan daya saing dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar pemateri UMJ Fadli Sangaji, di Jakarta, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (23/11).

Seorang mahasiswa yang sudah lulus setidaknya dapat menjadi nilai positif bagi masyarakat, bisa membuka lapangan pekerjaan seperti ketrampilan melalui berbagai pelatihan.

“Membangun Jiwa Wirausaha Pemuda Indonesia, intinya memberikan pembekalan kepada interpreneur-interpreneur muda untuk dapat mengembangkan usahanya dan supaya mampu bersaing di tingkat regional,” ujar akademisi dan Praktisi Kewirausahaan Hanafi.

Mahasiswa perlu diberikan kesempatan belajar agar memperoleh pengetahuan ketrampilan, menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta percepatan tumbuh kembang wirausaha baru melalui 3 tahapan pengembangan yaitu pembenihan, penempaan bidang usaha melalui pelatihan dan pengembangan usaha melalui kemitraan.

“Kita harus membangun usaha sejak dini. Ini tidak mudah karena butuh niat dan perjuangan panjang dan terjun langsung untuk berwirausaha,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua LSM Eky Marsal mengatakan program pelatihan kewirausahaan merupakan sebuah bentuk pendidikan bagi pemuda dan mahasiswa untuk mempersiapkan Indonesia kearah yang lebih baik dan mampu bersaing di tingkat yang lebih luas lagi.  

“Ini salah satu langkah awal agar pemuda dan mahasiswa dapat mengembangkan kewirausahawanan, pemuda dan mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang menjadi wirausahawan muda di indonesia,” ujarnya.

Mahasiswa harus memberanikan diri dan menyiapkan mental. Berani jatuh bangun untuk menjadi wirausaha muda yang sukses, jika tidak jangan sekali-sekali coba.

“Kalau Bukan sekarang kapan lagi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Manny Pacman Menang Mutlak Atas Chris Algieri

Jakarta, Aktual.co — Manny Pacquiao menang mutlak atas Chris Algieri dalam tinju memperebutkan gelar juara dunia kelas welter WBO di Cotai Arena, Macau, Minggu (23/11). 
Petinju asal Filipina itu mendapatkan nilai 120-102, 120-103, 120-103. Dengan kemenangan itu, Pacman menambah rekor bertandingnya menjadi 57 kali menang, 5 kalah dan 2 kali imbang. 
Jalannya pertandingan di Macau yang disiarkan TVOne, Minggu (23/11), Pacman menguasai jalannya pertandingan sejak awal ronde. Ia tampil trengginas dengan terus mengejar Chris. Usahanya membuahkan hasil, Chris beberapa kali terjatuh, meski terus bangkit untuk melanjutkan pertandingan. 
Hingga ronde terakhir, ronde 12, Pacman gagal mengkanvaskan lawannya meski menguasai jalannya pertandingan.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Desak Dinas Kebersihan Serius Antisipasi Banjir

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mendesak Dinas Kebersihan DKI Jakarta berupaya serius meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menanggulangi masalah sampah. Dia juga meminta Dinas Kebersihan menambah tenaga honorer agar kali di ibu kota bisa lebih bersih.
“Dinas Kebersihan jangan hanya sesekali melibatkan masyarakat dalam membersihkan lingkungan dan sampah. Masyarakat perlu diajak lagi proaktif untuk bagaimana upayanya menangulangi banjir ini,” kata Aziz saat di hubungi aktual.co, Minggu (23/11).
Anggota Fraksi PKB ini juga mengkritisi sistem perencanaan Dinas Kebersihan yang kurang tanggap terhadap datangnya musim hujan. Padahal ini masalah klasik dimana setiap musim penghujan kali-kali di Jakarta digenangi tumpukan sampah dan banjir pun menggenang.
“Itukan ada penanganan sampah di kali yang dibangun oleh Dinas Kebersihan dari hilir ke hulu, supaya sampah di hulu tidak sampai menyumbat ke kali-kali. Menjadi kali yang bersih itu tahap awal,” terangnya.
Aziz menyarankan agar Dinas Kebersihan bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (biasa disingkat SKPD) yang sudah ada. “Jangan kemudian waktu musim hujan, bikin sibuk semua dan tahun ke tahun Jakarta seperti menangani banjir dan jangan saling menyalahkan,” tukasnya.
Kinerja Dinas Kebersihan, lanjut Aziz, perlu terus dievaluasi segala sesuatu yang terkait dengan sampah dan banjir. Kampanye cara menanggulangi banjir juga harus konsisten dengan mendatangi penduduk di semua wilayah yang berpotensi terendam air.
“Kadis Kebersihan perlu dikoordinasikan dengan pihak kelurahan biar tidak saling menyalahkan. Pihak kelurahan pun harus tau dong mestinya apa yang dilakukan Dinas Kebersihan dalam upaya pengurangan sampah di kali,” pungkas Aziz.

Artikel ini ditulis oleh:

Indonesia Jauh Dari Potensi Shutdown Seperti Amerika

Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Indonesia tidak akan mengalami kondisi Shutdown seperti yang dialami pemerintahan Amerika Serikat. Hal itu menyusul kekhawatiran sejumlah pihak terkait perbedaan antara Koalisi Merah Putih dengan Koalisi Indonesia Hebat yang tidak terselesaikan hingga pembahasan RAPBN 2015 nanti.
Demikian disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) ketika dihubungi, di Jakarta, Minggu (23/11).
“Kalau persoalan pembahasan anggaran berupa APBN enggak disahkan atau tak disetujui DPR maka berlaku anggaran sebelumnya. Jadi kemungkinan terjadi potensi shutdown seperti AS enggak mungkin terjadi, ataupun kemungkinan anggaran pemerintah tersandera oleh parlemen enggak bakal bisa juga terjadi di Indonesia,” ucap dia.
Menurut dia, ketentuan itu sesuai dengan Pasal 23 ayat 3 UUD 1945, berbunyi apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara yang diusulkan oleh presiden, pemerintah menjalankan APBN tahun lalu.
Lalu, apakah kondisi parlemen yang relatif belum kondusif bisa mempengaruhi pembahasan kas negara? Ia menjelaskan bahwa proses pembahasan itu bisa saja molor tidak akan berpengaruh apapun, akan tetapi tentunya tupoksi parlemen untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah menjadi lemah.
“Pemerintah sebagai pengguna anggaran akan mengunakan anggaran tahun sebelumnya kalau kemudian DPR molor atau lambat dalam melakukan pembahasan APBN,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PDIP Terapkan Larangan Voting Pemilihan Ketua

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta agar pemilihan ketua di semua jenjang kepengurusan partai memakai mekanisme musyawarah mufakat. Pemilihan melalui sistem voting suara terbanyak dinilai tidak sesuai dengan idiologi partai yang berprinsip gotong royong.
“Kalau musyawarah mufakat tidak tercapai, maka pemilihan ketua harus diulang,” kata Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah pada acara sosialisasi Juklak Musancab, Konfercab, dan Konferda serta penjaringan calon ketua PAC, DPC dan DPD di Pamekasan, Madura, Minggu (23/11).
Said menambahkan, PDIP menetapkan pola pemilihan pimpinan partai di berbagai tingkatan dengan cara musyawarah mufakat. Sistem ini akan lebih baik karena para kandidat tidak perlu keluar modal sehingga jika terpilih akan memegang komitmen kuat berjuang demi membersarkan partai.
Anggota Fraksi DPIP DPR RI ini menjelaskan, nantinya sistem yang diberlakukan para pengurus anak cabang (PAC) di masing-masing kecamatan mengusulkan sebanyak tiga hingga lima nama menjadi calon Ketua DPC. Nama-nama yang diusulkan oleh pengurus itu, selanjutnya disampaikan ke DPP melalui DPD.
“Lalu DPP melakukan uji kelayakan dan kepatutan atas nama-nama yang diusulkan oleh pengurus itu sebelum akhirnya menetapkan pengurus DPC,” terang Said.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Diminta Tinjau Ulang Pemblokiran NIK PT BISM

Jakarta, Aktual.co — Polda Metro Jaya masih menggantung proses hukum Dirut PT Bina Insan Sukses Mandiri, Subhash Chand Sethi terkait sangkaan dugaan penipuan dan penggelapan aset perusahan.
Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, kasus dugaan penggelapan tersebut perlu dilihat lebih teliti agar tidak merugikan banyak karyawan perusahaan.
Menurutnya, hal tersebut harus ditinjau agar penyidik kepolisian tidak keliru bertindak yang mengakibatkan berhentinya perusahaan berproduksi itu.
“Perlu dikaji lebih dalam, apakah upaya paksa seperti pemblokiran nomor identitas kepabeanan (NIK) BISM perlu dilakukan,” kata Bambang dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu ( (23/11).
Dia menuturkan, penyidik harus cermat menangani kasus dugaan penggelapan pejabat perusahaan batu bara itu, sehingga tidak keliru dalam penerapan hukum. Sebab dugaan penggelapan biasanya disangkaan kepada orang perorang, sedangkan pemblokiran  berkaitan dengan kelengkapan administrasi perusahaan. 
Ketika ditanyakan apakah ada kesengajaan dari Polda Metro Jaya yang terkesan mengulur waktu terkait proses hukum ini, Bambang mengatakan hal itu tergantung alat bukti.
“Itu tergantung 2 alat bukti, apakah sudah cukup bukti atau tidak. Kalau dalam tahap penyidikan ternyata tidak ada atau tidak cukup bukti maka harus diterbitkan SP3, dan itu tertuang dalam KUHAP,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda menangani kasus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan Dirut PT BISM Subhash Chand Sethi, sejak 24 Mei 2012. Namun hingga saat ini tidak jelas lanjutannya kendati bukti tidak cukup. Malah Ditreskrimum Polda melalui Unit V Subdit Harda telah mengirim surat ke Ditjen Bea Cukai untuk memblokir NIK PT BISM, termasuk melarang penerbitan Surat Keterangan Asal barang.
Akibatnya PT BISM berhenti ekspor dan berhenti produksi, dan sekitar 500 karyawan menganggur. Pihak PT BISM akan melapor ke Menkopolhukam dan Kapolri  karena ribuan keluarga karyawaan PT BISM terancam melarat.
Sebelumnya Kuasa Hukum PT BISM Juniver Girsang mengatakan, kliennya beritikad baik dalam berinvestasi di Indonesia, namun Polda Metro Jaya tidak bisa memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berinvestasi.
“Tindakan Polda minta Dirjen Bea Cukai memblokir NIK PT BISM diluar prosedur hukum yang ada. Terkecuali pemblokiran karean izin-izin ekspor tidak lengkap. Ini faktanya semua ada, dan diperkuat dengan surat dari BKPM dan ESDM bahwa tidak ada masalah dengan perizinan PT BISM,” kata Juniver ketika dihubungi.
Juniver tidak ingin Kliennya dijadikan sapi perah, karena dugaan mengulur waktu yang dilakukan Polda tanpa alat bukti akan menjadi preseden buruk dalam hukum dan dunia investasi di tanah air. 
“Kami telah melapor ke BKPM agar investor asing betul-betul ditangani dan jangan dijadikan sapi perah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain