1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41553

Pengacara Pertanyakan Bank Danamon Bisa Pinjamkan Rp7,7 Miliar ke Orang Meninggal

Jakarta, Aktual.co — Bank Danamon Cabang Kalibata Jakarta diminta mengusut pemberian kredit siluman sebesar Rp7,7 miliar tahun 2010 kepada O Sugandi, warga Curug, Kabupaten Tangerang, yang diketahui sudah meninggal sejak tahun 2003.
“Kami rasa, ada kebocoran di Bank Danamon hingga adanya pencairan dana kredit sebesar Rp7,7 miliar kepada orang yang sudah meninggal dan dilakukan mafia sertifikat tanah,” kata Amin Nasution selaku pengacara ahli waris O Sugandi di Tangerang, Jumat (21/11).
Amin menjelaskan, Bank Danamon mencairkan dana sebesar Rp7,7 miliar dalam tiga tahap. Namun, Bank Danamon tidak pernah menerima pembayaran sekalipun hingga akhirnya ahli waris mendapatkan surat penetapan sita eksekusi dari Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 6 Mei 2014.
Bahkan, lahan yang menjadi jaminan tersebut, terdapat makam O Sugandi dan istrinya. Biasanya, pihak bank akan sulit mencairkan dana jika lahan yang dijaminkan terdapat pemakaman.
Tak hanya itu saja, seluruh berkas data diri O Sugandi pun palsu. Begitu pula dengan perusahaan yang digunakan untuk mengajukan kredit fiktif. Karena dirinya sudah meminta keterangan dari tingkat Kelurahan hingga Kecamatan serta apartemen dan tidak menemukan kecocokan dengan data dalam pengajuan kredit.
“Bagaimana bisa Bank Danamon mencairkan dana dalam jumlah besar tetapi datanya fiktif. Padahal, ada tim yang melakukan pemantauan sebelum pencairan dana,” ujarnya.
Seluruh keterangan dan barang bukti pun telah dibawa dan diserahkan kepada majelis hakim PN Tangerang. Tetapi, dirinya menyesali tidak ada pengabulan untuk dilakukannya mediasi. “Kita minta mediasi tapi tidak diikuti,” ujarnya.
Perlu diketahui, Bank Danamon mencairkan kredit sebesar Rp7,7 miliar tahun 2010 kepada O Sugandi yang diketahui sudah meninggal tahun 2003. Diduga ada mafia sertifikat tanah yang memanfaatkan peluang tersebut. Adapun aset lahan dan rumah yang masuk dalam perkara yakni seluas 4.225 meter persegi.
Henny, anak pertama O Sugandi mengatakan, ayahnya dinyatakan memiliki kredit macet di Bank Danamon tahun 2010 senilai Rp7,7 miliar.
“Seluruh administrasi ayah saya dipalsukan. Mulai dari KTP, KK dan sosok saat datang ke Bank Danamon dalam meminjam uang. Padahal ayah saya sudah meninggal,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadispora DKI Utamakan Pembangunan “Venue” Beberapa Cabor

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakartra, Ratiyono mengatakan, terkait rencana pembangunan venue olahraga di lahan TNI, pihaknya akan lebih mengutamakan pembangunan beberpa cabang olahraga.

Diungkapkan Ratiyono, venue yang diprioritaskan itu adalah, lapangan tembak, pacuan kuda, sepeda dan renang.

“Semuanya dibangun dengan standar internasional. Olahraga menembak itu lebih bagus dibangun di kompleks militer,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/11)

Ditambahkan Ratiyono, pihaknya sedang mengkaji desain sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga dapat menentukan jumlah anggaran yang akurat untuk diajukan tahun depan.

“Nanti dihitung sesuai dengan ukuran, tipe lapangan, dan standarnya yang pasti internasional. Belum kita hitung, jumlah harus akurat,” tutupnya.

Rencana pembangunan venue di lahan TNI ini, sebagai dukungan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Artikel ini ditulis oleh:

Gubernur Jateng: Sanksi Komdis PSSI jadi Pelajaran Semua Pihak

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berharap sanksi yang diberikan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, terhadap para pemain dan pelatih PSIS Semarang serta PSS Sleman, menjadi pelajaran semua pihak.

“Hormati hukuman itu, dan jadikan sanksi dari Komdis sebagai pelajaran bagi semua pihak terkait,” katanya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/11).

Hal tersebut disampaikan Ganjar, menanggapi dijatuhkannya sanksi larangan bermain seumur hidup bagi sejumlah pemain dan pelatih kedua kesebelasan, karena bermain tidak sportif dengan melakukan gol bunuh diri pada pertandingan babak delapan besar Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang.

Menurut Ganjar, praktik “sepak bola gajah” itu menjadi preseden buruk dalam dunia persepakbolaan di Indonesia, dan hal tersebut tidak terjadi begitu saja.

“Hal ini pasti tidak tiba-tiba terjadi karena pasti ada persoalan-persoalan yang mendahuluinya,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Oleh karena itu, kata Ganjar, semua pihak yang terkait, termasuk manajemen kedua kesebelasan, untuk ikut bertanggung jawab.

Seperti diwartakan, Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman bagi para pelaku “sepak bola gajah” pada pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman.

Hukuman tidak hanya dijatuhkan kepada pemain, tapi juga “official” tim, pelatih, dan pembantu umum.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Berencana Bangun “Venue” di Lahan TNI Dukung AG 2018

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berencana untuk membangun venue olahraga di lahan milik TNI yang tidak lagi dipergunakan. Tujuannya, untuk menambah jumlah venue yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 Indonesia.

“Kita akan bangun venue olahraga di seluruh lahan TNI. Saya harapkan DPRD kita betul-betul menggunakan hati nurani untuk menggolkan hal ini. Agar masyarakat punya lahan olahraga dan TNI kita fisiknya terjaga,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/11).

Rencana Pemprov tersebut, akan segera direalisasikan dengan mulai menganggarkan pembangunan tersebut di pada 2015.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pun menyambut baik rencana tersebut. Ia mengatakan akan berusaha membantu dan ditambah dengan mencari perusahaan yang berniat untuk men-CSR-kan proyek tersebut.

“Kita akan cari CSR atau nanti kita cari sponsor. Arahan dari Gubernur tadi baik,” ujar Prasetyo di tempat yang sama.

“Kenapa dulu Ali Sadikin (Mantan Gubernur DKI) punya youth center. Tujuannya untuk membangun olahraga. Ini butuh dihidupkan kembali. Jadi kita bangun saja. Jadi Jakarta sebagai ibu kota negara harus punya ring-ring tempat olahraga,” tambahnya.

Hal yang sama pun diutarakan oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman yang akan segera melakukan koordinasi dengan pihak TNI untuk membicarakan mengenai rencana tersebut.

“Makanya, saya bersama Koni DKI akan bertemu dengan Kepala Staf TNI AD, AL dan Pangdam Jaya. Paling banyak di kawasan Cijantung, Cilandak serta di Jakarta Utara juga ada lahan Kodim yang cukup luas tidak digunakan,” ujarnya.

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan terbesar se-Asia itu, jelang Asian Games Incheon 2014 di Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Dan saat ini, pemerintah sedang melakukan persiapan-persiapan, khususnya venue-venue yang dijadikan tempat pertandingan.

Asian Games 2018 Indonesia, rencananya akan diselenggarakan di tiga tempat yakni, Palembang, Jawa Barat dan Jakarta yang dikhususkan sebagai tempat pembukaan dan penutupan.

Artikel ini ditulis oleh:

Grosjen Dapat Penalti 20 Grid

Jakarta, Aktual.co — Pebalap Formula 1 dari tim Lotus, Romain Grosjean, dapat menilai dirinya beruntung, di mana angka-angka akan dihitung ganda pada Grannd Prix Abu Dhabi akhir pekan ini, setelah ia mendapat penalti 20 grid pada Jumat (21/11).

Dikutip dari Reuters, Jumat, Pria Prancis itu mendapatkan sanksi karena melampaui alokasi komponen-komponen power unit dalam semusim.

Dengan hanya 20 mobil yang ambil bagian pada sesi kualifikasi Sabtu (22/11), untuk balap penutup musim, Grosjean dapat dipastikan memulai balap dari belakang arena di Yas Marina, namun hal itu tidak akan menjadi akhir masalah.

Para pengurus balap (steward) mengatakan dalam pernyataannya bahwa posisi-posisi yang tersisa di belakang akan mengganti dengan penalti waktu, “drive-trough,” atau penalti “stop and go” tergantung pada di mana ia lolos kualifikasi.

Maka jika Grosjean lolos kualifikasi di urutan ke-15, ia akan turun lima posisi dan juga mendapat hukuman “drive-trough.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca BBM Naik, Buruh Minta UMP Disesuaikan

Jakarta, Aktual.co — Setelah resmi jadi Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama diminta lebih perhatikan nasib buruh di Jakarta.
“Saya percaya, dengan dilantiknya Ahok menjadi Gubernur Jakarta, Ahok akan lebih bijaksana dalam melihat nasib para buruh di jakarta,” ujar Azis Syarif Hidayat, Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), saat ditemui aktual.co, di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (21/11).
Anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta dari unsur serikat pekerja itu mengatakan saat ini para buruh di Jakarta sangat berharap Ahok bisa mengabulkan tuntutan kesejahteraan buruh. Yakni upah Rp 3,5 juta.
“Dengan pertimbangan naiknya harga kebutuhan bahan pokok di Jakarta karena dampak kenaikan BBM, kami kira sangat realistis kalau kami mengharapkan adanya kenaikan upah sesuai yang kami ajukan tersebut,” ungkap Azis
Di tempat yang  sama, Ketua Anggota Dewan Pengupahan Jakarta unsur serikat pekerja, Priyono mengatakan semua unsur buruh di Jakarta sampai saat ini masih menunggu realisasi tuntutan buruh untuk Upah Minimum Provinsi sebesar Rp 3,574,179,36.
Tuntutan tersebut dengan melihat beberapa faktor. Di antaranya  menambahkan proyeksi inflasi 2015, produktivitas, estimasi kenaikan BBM, dan kenaikan transportasi.
Dari usulan itu di jelaskan Priyono, sebenarnya sudah diusulkan kepada dewan pengupahan unsur pengusaha. Dewan pengupahan unsur pengusaha justru tidak mengabulkan tuntutan dewan pengupahan dari unsur pemerintah DKI Jakarta yakni sebesar Rp 2.693.764,40.
“Munculnya angka itu, berdasarkan putusan sidang pengupahan provinsi Jakarta.  Dan kami tidak terima atas putusan itu,” papar Priyono.
Apalagi, munculnya angka  Rp 2.693.764,40, atas kesepakatan Dewan Pengupahan Pengusan dan unsur pemerintah tersebut diputuskan sebelum harga BBM naik.
“Sekarang kan harga BBM sudah naik.  Maka pantas dong kami tetap berharap agar tuntutan UMP sekitar Rp 3,5 juta,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain